Sontak tubuh Rasulullah gemetar ketika diminta oleh Jibril ra mengucapkan “Iqra”(Bacalah). Tiga kali  beliau menolak namun sesering itu pulalah Jibril berkeras agar Rasulullah saw mengucapkannya. Hingga akhirnya dengan bimbingan malaikat Jibril, Rasulullah saw mengucapkan kalimat–kalimat tersebut hingga selesai. Dan turunlah Firman Allah swt, surat al Alaq ayat 1- 5: “Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan  manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar dengan kalam (pena). Dia mengajar manusia sesuatu yang tidak diketahui.“ Ya, peristiwa bersejarah tersebut menjadil awal  tumbuh dan berkembangnya sebuah peradabaan besar serta agung hingga detik ini, Islam.

“Saya pilih menjadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh buku dari pada menjadi raja yang tidak punya hasrat untuk membaca”. Kalimat itu pernah diucapkan oleh Thomas Babington Macualay, sejarawan Inggris yang hidup pada tahun 1800–1859. Karena kecintaan belau yang begitu besar pada buku. Mengapa membaca itu penting?

Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi dari otak manusia dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Paul C. Burns, Betty D. Roe & Elinor P. Ross (dalam Teaching Reading in Today’s Elementary School) mengatakan bahwa membaca merupakan suatu proses yang kompleks. Tidak hanya proses membaca itu yang penting tetapi setiap aspek yang ada selama proses membaca juga bekerja dengan sangat kompleks. Ada delapan aspek yang bekerja saat kita membaca, yaitu aspek sensori, persepsi, sekuensial (tata urutan kerja), pengalaman, berpikir, belajar,  asosiasi, dan afeksi. Kedelapan aspek ini bekerja secara bersamaan saat kita membaca.

Otak kita memiliki sekitar seratus miliar sel otak. Angka yang sangat fantastis! Ini sama dengan dua puluh kali lipat seluruh penduduk dunia. Kemampuan otak yang sangat tinggi ini menjadi tidak berfungsi kalau kita tidak mengembangkannya. Kita mengembangkan otak kalau kita menggunakannya. Sel-sel otak akan saling berhubungan satu sama lain (membentuk koneksi) kalau otak kita gunakan untuk berpikir. Saat kita membaca berarti kita sedang menggunakan otak kita untuk berpikir yang membuat sel-sel di otak saling terkoneksi. Semakin sering kita membaca buku maka semakin banyak sel otak yang terkoneksi. Sel-sel otak yang terkoneksi inilah yang membuat kita cerdas. Lalu, apa saja manfaat yang akan kita dapatkan ketika kita terbiasa membaca:

1.    Membaca membangun pondasi yang kuat dalam proses belajar, apapun itu, sekaligus menerapkannya dalam keseharian kita. Sebab belajar merupakan serangkaian proses untuk menjadi tahu (mendapat pengetahuan) dari sebuah ketidaktahuan yang tak akan pernah bisa dilewati tanpa tahapan membaca.

2.    Kegemaran membaca mampu meningkatkan  kecerdasan verbal serta lingustik (bahasa). Karena dengan membaca akan memperkaya  kosakata dan kekuatan kata–kata. Disamping itu juga meningkatkan daya krativitas dan imajinasi.

3.    Membaca akan meningkatkan kinerja otak secara optimal. Ia mengembangkan selective attention (perhatian selektif), sehingga otak hanya memproses informasi yang secara sengaja dicerna. Ini merupakan unsur terpenting konsentrasi. Seseorang hanya mampu menikmati bacaan dan menyerap informasi dengan baik hanya apabila otak dalam keadaan efektif mengelola informasi atau secara umum disebut berkonsentrasi.

4.    Kebiasaan membaca dapat membantu mencegah kepikunan. Sebab, membaca merupakan stimulasi kognitif sederhana yang memacu sel–sel otak untuk aktif. Dengan upaya ini sel–sel saraf akan terus menghasilkan zat neurotransmitter yang dibutuhkan oleh otak. Agar otak tetap aktif bekerja.

5.    Membaca membantu memperbaiki rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan mengelola emosi serta kemampuan berinterkasi sosial secara positif dimanapun juga kapan pun.
Sesuatu yang sederhana   ternyata mampu berdampak luar biasa bila dijalani dengan ketekunan. Pantas jika sebagai muslim kita telah di perintahkan oleh Allah swt untuk  membiasakan membaca, “Iqra”.  “Use it or loss it “, kita harus terus menggunakan sel–sel saraf  di otak kalau kita tidak mau kehilangannya. Salah satunya dengan aktif membaca.  Hm, masihkah sahabat sekalian enggan untuk  memulainya?

<T. Widiyah. R>

One thought on “Membaca Itu Penting”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *