Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]: 7)

Allah Asy-syakuur, Allah Maha Mensyukuri perbuatan hambanya/ Allah Maha Menerima syukur. Kemurahan Allah kepada hambaNya yang bersyukur bisa diibaratkan rumput yang dimakan sapi dan sapi bisa sempurna badannya padahal yang dimakan hanya rumput namun bisa jadi tanduk, jadi kulit, jadi tulang, jadi susu dan sebagainya. Begitu juga dengan air hujan yang sama-sama meresap ke tanah namun bisa jadi duren, jadi nangka, jadi apel.

Perumpamaan orang- orang yang menafkahkan harta- hartanya pada jalan Allah seumpama sebutir biji yang menumbuhkan 7 tangkai dan setiap tangkai berisi 100 biji, Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendakiNya dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261)

Dengan adanya keterangan Asy-Syakuur ini, jangan sungkan melakukan kebaikan sekecil apapun karena tidak ada yang kecil dalam pandangan Allah. Jangan memikirkan yang belum ada. Kita tidak disuruh banyak memikirkan rezeki yang belum namun mensyukuri apa yang sudah ada.

Jangan takut oleh yang akan datang, takutlah tidak bersyukur kepada karunia yang ada. Jangan capek memikirkaan rumah yang belum terbeli, syukuri kontrakan yang ada. Jangan capek memikirkan mobil yang belum terbeli, syukuri motor yang saat ini dipakai. Tidak perlu berambisi ingin jabatan, jadi orang benar saja sudah cukup. Jabatan waktunya tidak lama. Ada yang begitu ingin jabatan, carinya susah. Sesudah jabatannya berakhir, sengsaranya yang lama, jadi bulan-bulanan. Maka yang terpenting adalah menjadi orang yang bersyukur.

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS Ali Imran [3]: 26)

Kita selama ini menderita bukan karena kurang pemberian dari Allah namun karena kurang syukur. Coba sebutkan apa yang kurang dari Allah? Tidak ada. Dan Syukur  itu bukan hanya untuk nikmat, tapi juga untuk kepahitan. Misalnya selama ini tidak bisa mendekat dengan Allah saat diberi nikmat, begitu diuji kepahitan baru bisa dekat.

Lima Kiat Syukur
1. Haqul yakiin bahwa semua nikmat milik Allah dan yang membagikan hanya Allah. Jadi tidak ada sumber kecuali Allah, selain Allah bukan sumber tapi jalan.
Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS An Nahl [16]: 53)

2. Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah
Dzikir yang paling afdhal adalah Laa illaha illallah dan doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah. Ucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal (Segala puji bagi Allah atas segala sesuatu)”. Tidak ada yang harus kita sombongkan dalam hidup.

3. Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.” (HR. Abu Daud)
Orang yang paling bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling berterima kasih kepada sesama. Jangan takut terhadap masa depan, takutlah kalau sekarang tidak bisa mensyukuri yang ada. Jangan takut tentang rezeki, semuanya sudah ada, tapi takutlah tidak mensyukuri sehingga “jatah” kita menjadi pedih bagi kita. Tidak ada yang merusak rezeki kita selain kita yang kufur nikmat. Kita diciptakan sudah lengkap dengan rezekinya.

4. Gunakan semua pemberian Allah untuk mendekat kepada pemberiNya

5. Ceritakan nikmat/syukur kepada orang lain
Bukan dengan maksud ingin dipuji tapi agar semua orang makin ingat dan bersyukur juga kepada Allah yang Maha Terpuji.

KH. Abdullah Gymnastiar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *