Resume Kajian: Tentang Keluarga Imron

Ust. Edi Abu Marwa

Resume Kajian Al Hikam
Sesi 1 – Selasa, 2 Oktober 2018
Bersama Ust. Edi Abu Marwa

Tentang keluarga Imron

Ust. Edi Abu Marwa
Ust. Edi Abu Marwa

Keluarga Imron adalah keluarga mulia yang menjadi salah satu nama surah dalam Al Qur’an: Q.S Ali Imron (3)

Sebagai prototype keluarga yang patut kita contoh.

Apa yang dilakukan keluarga Imron sehingga namanya menjadi nama surah dalam Qur’an? Bahkan bukan hanya nama keluarga, nama anaknya juga: Maryam

1. Orangtua yang mempunyai visi untuk anaknya, dan visi tersebut dikaitkan pada Allah.

Ayat 35

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Visi Istri Imron (yang menurut berbagai riwayat bernama Hana) sebelum anaknya lahir
Ingin anak menjadi abdi Allah yang tinggal di Baitul Maqdis

2. Yakin akan Rencana Allah SWT, memberikan nama dan mendoakan yang baik
Dengan visi tersebut di atas, sebenarnya Istri Imron berharap anaknya laki-laki. Namun ia tidak kecewa ketika dikaruniai anak perempuan. Karena Yakin Allah mempunyai rencana atas anak tersebut.
Ayat 36

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”

Istri Imron menyertai doanya dengan Al ‘Alim (Allah Maha Mengetahui). Ia menginginkan anak laki-laki tapi terlahir anak perempuan. Walaupun anak laki-laki berbeda dengan perempuan Kita tidak tahu apa rencana Allah terhadap anak ini, walaupun anak laki-laki berbeda dengan perempuan.

Ia-pun memberi nama anak tersebut dengan nama yang baik; Maryam. Memberikan nama yang baik adalah ajaran Islam, bahkan Rasulullah beberapa kali menyarankan pergantian nama untuk Sahabatnya.

Istri Imron memikirkan visi jangka panjang. Sudah mendoakan anak cucu dari Maryam yang baru saja lahir, sama saja dengan sama saja berharap agar anaknya berumur panjang. Itulah Al Qur’an mengajarkan kita harus memiliki visi jangka panjang.

3. Imron dan Istrinya mengurus Maryam dengan baik, dan menyerahkan pada guru terbaik

Q.S 37
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.

Keluarga Imron mengurus anaknya dengan sebaik-baiknya penjagaan. Lahir batinnya diurus. Kasih sayang melimpah. Setelah usia di atas 5 tahun, Maryam dicarikan guru (orang yang membimbing) dan merupakan orang terbaik bernama Zakaria a.s (seorang nabi)

Inilah sebagian kisah dari keluarga Imron yang dikisahkan dalam Surah Ali Imron. Semoga kita bisa meneladaninya. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

Menjaga Kemabruran Haji

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang berhaji ke rumah ini
(Ka’bah) lalu tidak berkata-kata kotor dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya
sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Haji mabrur menjadi dambaan
setiap jamaah yang telah menunaikan ibadah haji. (more…)

Tahukah Anda? Ka’bah Telah Ada Sejak Nabi Adam A.S

Ka’bah yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekkah dengan bentuk bangunannya yang mendekati bentuk kubus ini merupakan bangunan yang dijadikan sebagai patokan atau kiblat atau patokan arah untuk hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti shalat. Selain itu Ka’bah merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi bagi umat Islam pada saat musim haji dan umrah. (more…)