Resume Kajian: Tentang Keluarga Imron

Ust. Edi Abu Marwa

Resume Kajian Al Hikam
Sesi 1 – Selasa, 2 Oktober 2018
Bersama Ust. Edi Abu Marwa

Tentang keluarga Imron

Ust. Edi Abu Marwa
Ust. Edi Abu Marwa

Keluarga Imron adalah keluarga mulia yang menjadi salah satu nama surah dalam Al Qur’an: Q.S Ali Imron (3)

Sebagai prototype keluarga yang patut kita contoh.

Apa yang dilakukan keluarga Imron sehingga namanya menjadi nama surah dalam Qur’an? Bahkan bukan hanya nama keluarga, nama anaknya juga: Maryam

1. Orangtua yang mempunyai visi untuk anaknya, dan visi tersebut dikaitkan pada Allah.

Ayat 35

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Visi Istri Imron (yang menurut berbagai riwayat bernama Hana) sebelum anaknya lahir
Ingin anak menjadi abdi Allah yang tinggal di Baitul Maqdis

2. Yakin akan Rencana Allah SWT, memberikan nama dan mendoakan yang baik
Dengan visi tersebut di atas, sebenarnya Istri Imron berharap anaknya laki-laki. Namun ia tidak kecewa ketika dikaruniai anak perempuan. Karena Yakin Allah mempunyai rencana atas anak tersebut.
Ayat 36

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَىٰ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ ۖ وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Maka ketika melahirkannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal Allah lebih tahu apa yang dia lahirkan, dan laki-laki tidak sama dengan perempuan. ”Dan aku memberinya nama Maryam, dan aku mohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari (gangguan) setan yang terkutuk.”

Istri Imron menyertai doanya dengan Al ‘Alim (Allah Maha Mengetahui). Ia menginginkan anak laki-laki tapi terlahir anak perempuan. Walaupun anak laki-laki berbeda dengan perempuan Kita tidak tahu apa rencana Allah terhadap anak ini, walaupun anak laki-laki berbeda dengan perempuan.

Ia-pun memberi nama anak tersebut dengan nama yang baik; Maryam. Memberikan nama yang baik adalah ajaran Islam, bahkan Rasulullah beberapa kali menyarankan pergantian nama untuk Sahabatnya.

Istri Imron memikirkan visi jangka panjang. Sudah mendoakan anak cucu dari Maryam yang baru saja lahir, sama saja dengan sama saja berharap agar anaknya berumur panjang. Itulah Al Qur’an mengajarkan kita harus memiliki visi jangka panjang.

3. Imron dan Istrinya mengurus Maryam dengan baik, dan menyerahkan pada guru terbaik

Q.S 37
فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا ۖ كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Maka Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam! Dari mana ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.

Keluarga Imron mengurus anaknya dengan sebaik-baiknya penjagaan. Lahir batinnya diurus. Kasih sayang melimpah. Setelah usia di atas 5 tahun, Maryam dicarikan guru (orang yang membimbing) dan merupakan orang terbaik bernama Zakaria a.s (seorang nabi)

Inilah sebagian kisah dari keluarga Imron yang dikisahkan dalam Surah Ali Imron. Semoga kita bisa meneladaninya. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

Resume Kajian: Udah Ikhlasin Ajaa

Kajian muslimah
Masjid Daarut Tauhiid, Jakarta
22 September 2018
🧕 Ustadzah Masitoh
Udah Ikhlasin Aja

QS 67:2
Ibroh perintah untuk ikhlas karena Allah.
Berat itu manusiawi, menerima beban yang disukai dan tidak disukai dengan hati ringan itu perintah Allah, tidak ada rasa cemas.

‎عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Makna ikhlas dalam kehidupan
-Harfiah: tulus/bersih, hilang dari kotoran yang merusak amal
-Istilah: mengerjakan sesuatu kebaikan semata ingin mendapatkan ridho Allah

Niat ikhlas yaitu bersih dari awal sampai akhir, tidak berubah di tengah jalan sehingga semua terasa ringan. Berbanding terbalik dengan riya (sifat orang munafik) merupakan syirik kecil karena berharap pujian dari orang lain, balasannya tidak mencium bau surga dan tidak mendapat penolong selain Allah (Golongan kedua). Hati-hati terhadap pujian, rangkai pujian dengan perkataan tidak berlebihan. Standard pujian terhadap manusia harus karena Allah.

Apa yang paling berat dalam nafsu manusia? Ikhlas, katena nafsu tidak memiliki sebagian dari ikhlas. Sulit meluruskan niat & hati yang menuju ikhlas.

QS Al-Kahf, ayat
103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Indikator ikhlas:
1. Tidak mengharapkan imbalan dari manusia selain ridho Allah baik sedang dengan berjamaah atau sendirian. Cirinya yaitu tidak terpaksa atau terbebani dalam melakukan pekerjaan
2. Tidak ada tekanan dari pihak luar. Semua yang dikerjakan karena Allah, maka kerjakanlah dengan amanah. Kalau ingin mendapatkan yang baik, saya harus menjadi baik dulu, harus sungguh-sungguh
3. Tidak ingin dipuji orang lain. Orang riya’ (pamer) memiliki tiga ciri: malas ketika sendirian, rajin saat di tengah banyak orang, serta amalnya meningkat kala dipuji dan menurun kala dicaci (Ali bin Abi Thalib)

QS 9: 44-45
Ibroh tentang sifat orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian; dengan selalu meminta izin

Ciri orang ikhlas:
1. Tidak meminta izin ketika melakukan suatu kebaikan
2. Terjaga dari hal yang diharamkan Allah, baik sedang berjamaah & terutama sedang sendirian. Banyak orang jatuh dalam kemaksiatan ketika sedang sendirian

Kiat berakhlaq baik dan ikhlas:
1. Tanamkan kesadaran bahwa semua adalah titipan Allah
2. Luruskan niat karena ridho Allah semata (Hadist Arbain-Niat)
3. Ketika beranal jangan pilih kasih
4. Lupkan setiap amal kebaikan yang sudah dilakukan. Jangan mengungkit kebaikan untuk mendapatkan suatu hal
5. Doa agar diberikan kekuatan untuk melakukan sesuatu dengan ikhlas
‎يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ
Artinya : Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu (HR. At Tirmidzi No.2066)

Kisah sahabat, Abu ‘Abdir Rahman, yaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma,

“Ada tiga orang dari orang-orang sebelum kalian berangkat bepergian. Suatu saat mereka terpaksa mereka mampir bermalam di suatu goa kemudian mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu dan mereka di dalamnya. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka semua dari batu besar tersebut kecuali jika mereka semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan amalan baik mereka.”

Ikatlah ilmu dengan menulisnya (Ali bin Abi Thalib)
@masjiddaaruttauhiid
@daaruttauhiid.jkt

Malam Muhasabah Qolbun Salim ke-56

  • MQS Ke 56: HIJRAH WITH LOVE

    Hijrah, dalam makna yang lebih luas artinya meninggalkan segala macam bentuk kemungkaran yang dilarang Allah menuju segala sesuatu yang mendatangkan ridha-Nya
    .
    Dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman: “Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.”(HR. Bukhari & Muslim)
    .
    Mari berhijrah! Dari segala macam bentuk kemaksiatan baik pikir, tutur ataupun sikap menuju semua yang akan datangkan ridha-Nya.
    .
    Mari berhijrah! Dari sikap malas dalam beribadah menuju ibadah wajib yang lebih berkualitas, genapkan dengan sunah.
    .
    Mari berhijrah dengan cinta!Jika Allah terasa mendekat kepada kita sehasta padahal hijrah kita baru sejengkal, itulah bentuk Cinta dariNya!
    .
    Lakukan terus hijrah dengan Cinta, sehingga kita merasa Allah Yang Maha Rahiim segera menyambut dengan nikmat dan kasih sayang yang beragam rupa.
    .
    Bersamaan dengan momentum Tahun Baru Hijriyah, dalam bulan Muharram ini, bulan yang setiap kehadirannya di awal tahun akan mengingatkan kita pada peristiwa hijrah, Daarut Tauhiid Jakarta menyelenggarakan

    Malam Muhasabah Qolbun Salim ke-56

    SABTU – AHAD | 15 – 16 SEPTEMBER 2018 | 05-06 MUHARRAM 1440 H | 18.00-08.00 WIB
    .
    📢Pemateri :
    1. USTADZ MUHSININ FAUZI, Lc.
    2. USTADZ SYAHRONI MARDANI, Lc
    .
    📢Imam Qiyamul Lail : USTADZ NIZAM MULK 📢Muhasabah : USTADZ DADANG SUKANDAR
    📢MC : Kang Amin Al Amin
    .
    📖TEMA : “Hijrah With Love”
    .
    📍Lokasi :
    Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Komplek Bank Indonesia Jl. Budi Kemuliaan No. 23 Jakarta Pusat.
    .
    📎Acara :
    ✅ I’tikaf (Niatkan utk ber-i’tikaf)
    ✅ Kajian
    ✅ Dialog
    ✅ Qiyamul Lail
    ✅ Dzikir Al Matsurat
    ✅ Muhasabah
    ✅ Spirit MQ Pagi
    .
    ✅ Informasi: 0896 0240 8579
    .
    Semoga menjadi ladang amal dan kebaikan dengan mengajak sahabat-sahabat yang lainnya, ditunggu kehadiran dan silaturahimnya.
    .
    📢 Donasi Untuk Program Dakwah & Masjid :
    📌 Bank Muamalat Indonesia
    301.00564.15
    a.n Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta
    .
    📌 Bank Syariah Mandiri
    700.008.0928
    a.n. Yayasan Darut Tauhid-Kemitraan
    Konfirmasi Donasi : 0896 9000 0001
    Tag&Share

  • nanaputrifikriyaniassalamu’alaikum, admin ingin bertanya apakah boleh membawa anak usia setahun pd saat mabit?@daaruttauhiid.jkt . jika boleh ingin datang. jazakillah
  • daaruttauhiid.jkt@nanaputrifikriyaniboleh, namun karena menginap, tolong dijaga kenyamanan dedek bayi dan agar tidak mengompol yang sampai mengotori masjid. 😊
  • daaruttauhiid.jkt📢 Informasi Kegiatan :
    📌 Web : https://dtjakarta.or.id
    📌 FB : MasjidDTJakarta
    📌 IG : masjiddaaruttauhiid
    📌 YouTube : Masjid Daarut Tauhiid
    📌 Channel Telegram : https://t.me/KAJIANDTJAKARTA
    📌 Group Telegram : https://t.me/kajiantauhidDT
    📌 WA/PHONE : 0813 8000 7729
    #DariMesjidKitaBangkit
    #AyoWakaf
    #AyoZakat
    #SemogaDijagaAllah #kajian #mabit #mqs#qolbunsalim #kajianislam #islam #muslim#BI #baitulislam #daaruttauhiid

Naik Level Puasa: Bekal Persiapan Ramadhan dari Aa Gym

Materi ini disampaikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar pada saat Kajian Tauhiid di Masjid Baitul Ihsan (23/4)

Aa Gym di Kajian Tauhiid BI

Naik Level Puasa

يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS. Ar-Rahman, 55: 29).

Menciptakan, mematikan, menghidupkan, meniadakan, memberikan sakit

Tidak ada satupun yang terjadi kecuali dengan kekuasaan Allah SWT, dan do’a adalah salah satu yang Allah sukai dari hamba-hambaNya yang bisa mengubah dari satu takdir ke takdir lain.

Ada rumus: Gagal mempersiapkan berarti mempersiapkan kegagalan.

Kita sudah tahu keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, tapi kita harus evaluasi, mengapa setiap Ramadhan hanya seperti sebuah rutinitas, sehingga daya ubah-nya kurang. Kita coba sekarang ramadhan kita tidak hanya shaum perut, tapi shaum organ yang lainnya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS.  Al Baqarah: 185)

Cek Level Ibadah Kita: Jangan dijadikan sekedar rutinitas

Jamaah Kajian Tauhiid BI

Jamaah Kajian Tauhiid BITidak ada satupun yang lebih mencintai kita selain pencipta kita. Allah memberikan perintah/kewajiban (kalau dalam kitab Al Hikam) karena Allah mewajibkan kita ke syurga. Semua kewajiban-kewajiban itu mutlak hanya untuk kita. Supaya kita bahagia, mulia, dan selamat dunia akhirat.

Allah menyuruh kita shalat, sama sekali Ia tidak memerlukan shalat kita. Tapi kitalah yang memerlukan shalat. Jika shalatnya baik, maka shalat itu akan menjadi kebaikan; bagi lahir, batin, dan jiwa kita; bagi dunia dan akhirat. Maka jika shalat kita bermasalah, hidup kita bermasalah.

Shalat tepat pada waktunya adalah amal yg dicintai Allah. Tetapi mengapa ada yang shalat namun masih maksiat? Berarti shalatnya kurang bagus. Karena shalat itu ada manfaat pencegahannya.
Cek Shalatnya.
Mungkin niatnya kurang benar, atau mungkin bacaan tidak mengerti, atau hanya sebagai rutinitas.

Cek shaum juga. Jangan dijadikan rutinitas.
Kita coba hal ini, tetapi jangan menunggu ramadhan nanti, dicicil dari sekarang. Siapa tahu umur kita tidak sampai ramadhan tidak hidup.

Dan persiapan ini dilakukan agar Allah menjamu kita di bulan Ramadhan (dengan karuniaNya) seperti menjamu tamu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Perintah shaum ini adalah agar kita mencapai derajat taqwa. Karena orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang palong bertakwa.

Shaum yang seperti apa kira-kira yang bisa membuat kita meraih derajat taqwa?

  • Kalau shaum perut sepertinya sudah biasa. Mungkin bisa ditingkatkan levelnya dengan tidak lapar mata ketika berbuka.
  • Shaum Mata. Maksiat sangat mudah diakses dengan gadget. Jaga pandangan. Hindari maksiat dalam kesendirian. Perbaiki interaksi dengan Qur’an. Kurangi sosial media. Tidaklah qur’an turun kecuali membuat baik dan mulia. Qur’an turun melalui Jibril yang menjadikannya Malaikat termulia. Qur’an turun kepada Rasulullah Muhammad SAW yang menjadikannya Rasul termulia. Qur’an turun untuk kita yang menjadikan kita umat terbaik dan termulia. Ramadhan menjadi bulan terbaik karena turunnya qur’an. Demikian rasakan bedanya kalau mata yang selalu akrab dengan qur’an maka akan menjadi mata yang selalu terjaga. Demikian juga dengan hati yg selalu terikat dengan qur’an maka akan menjadi hati yang terbaik, demikian pula hari-hari kita akan menjadi hari-hari terbaik karena Qur’an.
  • Shaum telinga. Jangan terlalu sengaja mendengar semuanya dan mengorek-orek kesalahan orang lain. Teladan dari Syekh Ali: Suatu saat ada seseorang yang ingin memberitahukan kepada beliau tentang orang yang berbicara kurang baik tentang beliau. Namun Syekh Ali tidak mau mendengarnya. Menurutnya, kebaikan baginya adalah asal hatinya bersih dan jauh dari dengki.
Ingat Allah

Ingat Allah dalam segala apapun
Termasuk saat pilkada dan pilpres. Jangan dipikir tidak ada Allah. Jangan sampai tidak ingat Allah. Jangan sampai hanya mikir kampanye, usaha, dll.

Karena Allah-lah yang Maha Memberikan kekuasaan

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِك الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَ تَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَ تُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَ تُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ‏ِ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Q.S Ali Imran:26

Kita ciptaan Allah, maka latih mulai sekarang: tiap pikir jadi dzikir.

Orang Islam yang berdosa biasanya ditutup dulu aibnya sama Allah supaya bisa taubat. Tidak ada yang jago menyembunyikan maksiat. Yang ada cuma 1: Allah masih menutupi, dibuka aibnya oleh Allah, atau suul khotimah.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih)

Pilihannya hanya ada dua: berkata baik atau diam. Bicara terkuat bukan dengan kata-kata melainkan dengan akhlak dan perbuatan.

Tidak usah memaksakan kelihatan pintar, hebat, dan serba tahu, yang penting tahu dan benar-benar mendalam. Tidak usah dipamerkan.

Jangan merokok.

Tidak terbayang jika Rasulullah melakukan kesia-siaan tersebut. Terbayang tidak, jika di zaman tersebut ada rokok, apakah Rasulullah, para sahabat: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali akan merokok? Terbayang tidak ulama-ulama besar (Imam Malik, Imam Hanafi, imam Nawawi, Imam Syafi’i) merokok?

Jamaah Kajian Tauhiid BI
Jangan terlalu melekat kepada makhluk.

Tingkat kemelekatan (dan kesakitan ketika barang/makhluk itu ditarik) berbanding lurus dengan menyekutukan benda/makhluk tersebut dengan Allah. Aa selalu dinasihati oleh guru Aa: pantangan terbesar adalah jangan berharap pada makhluk.
Oleh karena itu Sahabat periksa diri: jangan sampai terlalu banyak memikirkan selain Allah.

Muhasabah: apa saja yang selama ini melekat, gempur dengan istighfar dan dzikrullah
Harus ada mujahadah untuk itu.

Berdo’alah
“Allahumma innaa na’udzubika min annusyrika bika syay’an na’lamahu wa nastaghfiruka limaa laa na’lamuhu”

(Ya Allah kami berlindung pada Engkau dari syirik terhadap Engkau yang kami sadari, dan kami memohon ampun dari sesuatu yang kami tak ketahui)

“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik” (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

 

Hal ini penting, karena Allah melihat hati dan amal. Mari kita jadikan shaum ini melewati shaum perut, tapi juga shaum mata, shaum telinga, shaum mulut, dan shaum keinginan.

(Humas DT Jakarta)

 

Wakaf DT Meriahkan Pembukaan Islamic Parenting School


.
Daarut Tauhiid Kantor Jakarta melalui Event Organizer-nya menyelenggarakan acara Launching Islamic Parenting School, di Aula Arifin Panigoro, Universitas Al-Azhar, pada Sabtu (7/4). Acara ini terselenggara atas kerja sama semua unit DT Jakarta, termasuk Wakaf DT Jakarta. Dadang Sukandar, Manager Fundraising Wakaf DT Jakarta menyampaikan, berbagai program Wakaf DT di acara tersebut.
.
“Di acara itu, Wakaf DT menyampaikan program-program Wakaf DT. Alhamdulillah, banyak yang tertarik berwakaf,” ucap Dadang.


.
Iffa, Staf Humas DT Jakarta mengatakan, Wakaf DT juga membuka gerai di sepanjang acara, yang ditujukan untuk menyadarkan kembali para orangtua tentang arti menjadi orang tua bagi anak-anaknya ini. Acara ini merupakan pembukaan kegiatan reguler Islamic Parenting School yang akan diadakan di Aula Masjid DT Cipaku, aset wakaf Daarut Tauhiid, pada bulan April dan Mei.

.
Pembukaan Islamic Parenting School diisi oleh Elly Risman, psikolog spesialis pengasuhan anak dengan berbagai pengalaman di dalam dan luar negeri, dan KH. Abdullah Gymnastiar, yang menyampaikan pengalaman beliau ketika mengasuh putra-putrinya. Mendekati akhir acara, panitia menyiapkan sesi kejutan, yaitu menghadirkan Teh Ghaida dan Kang Ghaza, putra-putri Aa Gym.
.
Nasyid The Fikr, hadroh SMA Adzkia Islamic School, dan juga Santri Tahfidz Baitul Qur’an DT Jakarta yang membawakan sari tilawah Qur’an serta Asmaul Husna, juga memeriahkan Pembukaan Islamic Parenting School.

.
Yenyen, salah seorang peserta seminar berharap, agar acara ini bisa berlanjut karena bermanfaat bagi para ibu dan bapak yang sudah bertahun-tahun membangun rumah tangga, untuk mengoreksi kembali pola pengasuhan terhadap anak, maupun para calon orang tua sebagai persiapan. (Ifa/Agus)

Rekening Cinta Wakaf
BSM : 700.001.6777
BCA : 21.03.03.03.66
a.n. Yayasan Daarut Tauhiid
Konfirmasi
Via telp/SMS/WA: 0852 8910 3333

Islamic Parenting School: Aa Gym dan Bunda Elly, “Koreksi diri kita terlebih dulu, jadilah teladan untuk anak.”

Daarut Tauhiid kantor Jakarta melalui Event Organizernya menyelenggarakan acara Launching Islamic Parenting School bertempat di Aula Arifin Panigoro, Unibersitas Al Azhar (7/4). Acara ini ditujukan untuk menyadarkan kembali para orangtua tentang arti menjadi orang tua yang dibutuhkan anak-anaknya.


Hadir sebagai pemateri pertama: Bunda Elly Risman, Psi, seorang psikolog spesialis pengasuhan anak dengan berbagai pengalaman di dalam dan luar negeri. Beliau menyampaikan bahwa orang tua harus menjadi teladan, karena membangun adab dan akhlak (softskill) harus dimulai dari orang tua. Bunda Elly juga menyampaikan bahwa visi dan misi pengasuhan, dan pembagian peran antara ayah dan ibu sangat penting.

Kemudian KH. Abdullah Gymnastiar pada sesi kedua menyampaikan pengalaman beliau ketika mengasuh putra-putrinya. Ketika ada anak yang salah, koreksi diri kita terlebih dahulu, nanti Allah yang akan melembutkan hati mereka.

Mendekati akhir acara, panitia menyiapkan sesi kejutan, yaitu menghadirkan Teh Ghaida dan Kang Ghaza yang merupakan putra-putri Aa Gym ke atas panggung. Acara ditutup dengan muhasabah yang syahdu dan simbolisasi pembukaan kegiatan reguler Islamic Parenting School yang akan diadakan di Daarut Tauhiid Jakarta pada bulan April dan Mei.

Acara ini dimeriahkan juga dengan Nasyid The Fikr, hadroh SMA Adzkia Islamic School, dan juga Santri Tahfidz Baitul Qur’an DT Jakarta yang membawakan sari tilawah Qur’an serta Asmaul Husna.

Ibu Yenyen, salah seorang peserta seminar berharap agar acara ini bisa berlanjut dapat bermanfaat bagi para ibu dan bapak yang sudah bertahun-tahun membangun rumah tangga maupun calon ibu dan bapak dan ingin mengoreksi kembali pola pengasuhan terhadap anak, karena tidak ada yang terlambat.

Ibu Yenyen-Belitung

Daarut Tauhiid Event Organizer menyampaikan terima kasih kepada Wakaf DT, DT Peduli, Wisata Hikmah DT Jakarta, dan pihak-pihak lain yang menjadi sponsor dan mendukung terlaksananya acara ini.
(Humas DT Jakarta)

 

 

Wisata Muslim Turki

Image may contain: text

Bismillah

Dibuka kembali pendaftaran Wisata Muslim Turki; 23 April – 2 Mei 2018 bersama Daarut Tauhiid.

Biaya: Rp 19.500.000,- Fasilitas
-Tiket Pesawat Return Turkish Airlines
– Akomodasi
– Transportasi selama perjalanan
– Meals

Tidak Termasuk :
– Pengeluaran Pribadi
– Tiket Balon Udara
– Permainan di objek wisata
– Visa Turki
– Tipping Guide

DP: Rp 10.000.000,- Informasi & Pendaftaran:
📱0852-8910-2222
📞 021-7235255
🏡 Yayasan DT Jakarta: Jl. Cipaku 1 No 18, Keb Baru Jaksel 12170.

Wisata Hikmah Daarut Tauhiid; Meraih Keberkahan Sepanjang Perjalanan

#wisatahalal #Wisatamuslim #wisatahikmah #turki#dagelan #traveling #instatravel #opetriphalal#weekendlist #weekender #holiday #turkey#cappadocia#cappadociaturkey