Ikhtisar Kajian Tauhid Istiqlal, 14 Januari 2018

Bersama :
Dr. Anies Rasyid Baswesan, Ph.D.
(Gubernur DKI Jakarta)
Ippho Santosa
(Motivator, International Trainer)
K.H. Abdullah Gymnastiar
(Founder Daarut Tauhiid)

Sesi 1, bersama :
Ippho Santosa
(Motivator, International Trainer)

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ

Umat Islam itu harus jadi Pemenang, harus jadi Orang Kaya. Kalau kita Miskin, kita masih bisa menghadiri Majelis Ilmu/Majelis Dzikir, tapi kalau kita Kaya, kita bisa membuat Majelis Dzikir/Majelis Ta’lim.

Sebaik-baik Harta berada di Tangan Orang Beriman. Seburuk-buruknya Harta berada di Tangan Orang yang tidak Beriman. Kalau Beriman, kita bisa bikin Majelis Ta’lim dan hal lain yang bermanfaat, namun kalau tidak Beriman akan membuat hal yang tidak bermanfaat, contohnya Alexis.

Nabi bilang kepada Abdurrahman bin Auf untuk membeli Pasar, kalau Sahabat ini tidak Beriman, maka dia tidak akan yakin, namun karena dia Beriman, dia yakin.

Amal, manfaat, dan Syi’ar ini penting. Kalau anda sukses, sukses anda menjadi Syi’ar. Anda Karirnya sukses, lalu pulang Kampung bawa Volvo, lalu ketemu yang belum sukses bilang Shalat Dhuha, Berbakti kepada kedua Orang Tua, dia pasti denger. Kalau kita gak sukses gak akan didenger. Kata Pak Chairul Tanjung dan Pak Sandiaga Uno juga berkata demikian. Kalau kita banyak cicilan gak akan didengar. Semua hal harus dibawa berdasarkan Agama. Sukses itu Syi’ar. Kalau kita sukses akan lebih mudah Berdakwah.

Lanjut? Lanjut. Ini nomor WA saya, kalau tidak keliatan akan saya beritahu. Pastikan HP nya sendiri. 0859-9800-6777. Saya ulang 0859-9800-6777. Silahkan di save terus kirim pesan nama dan Kota, biar kita tahu. Saya ulang ya 0858-9800-6777. Save atas nama Ippho dan Tim, setelah di save kirim pesan nama dan Kotanya, misalkan dari Bandung, Bekasi. Ini bagi yang punya HP, yang gak punya mau gimana lagi. Yang gak punya jangan sombong. Banyak yang bilang iPhone merek gagal, iya gagal dimiliki. Ada yang sudah? Angkat tangan, saya Do’akan Rizkinya banyak.

Kalau sudah ketik di Google Motivator Indonesia Ippho Santosa kemudian enter. Sudah diketik dan enter? Apa yang muncul? Nah Temen-Temen kalau cari artikel tentang saya seperti ini. Kalau mau resmi ketiknya seperti ini. Ada ratusan Video, Artikel silahkan dilihat. Silahkan disimpan HP nya.

Tadi kita sudah bahas berjuang dengan Harta dan Jiwa. Yang terakhir saya ingin bahas tentang Fardhu Kifayah. Apa itu Fardhu Kifayah? Kalau dipikiran kita Jenazah aja ya. Kalau Orang Mati tinggal dimandiin, dikuburin, nah kalau Orang Hidup butuh Sekolah, Makan, Nikah, banyak yang dipikirin. Misalkan di Jakarta gak ada Makanan Halal, nah salah satu dari kita mesti bikin Restoran Halal, kalau gak Dosanya satu Jakarta. Salon juga begitu. TV udah ada belum yang Islami? Kalau enggak ada, salah satu dari kita wajib bikin. Bikin itu pakai Harta, itulah Fardhu Kifayah. Obat juga begitu. In Syaa Allaah nanti giliran Temen-Temen yang bikin. Ini tampang Calon Orang Kaya, tapi jangam Calon terus. Ini tampang Pesantren, Pesantren Kilat.

Harta harus kita miliki, namun ketika dimiliki tidak berlebihan. Ada yang udah punya Bisnis? Angkat Tangan. Ada yang belum punya Bisnis terus mau punya Bisnis? Angkat Tangan. Ada yang gak mau punya Bisnis sama sekali? Angkat Tangan. Ada yang salah masuk Ruangan? Harusnya ke Monas dia malah ke sini.

Ini gak maksud Promosi, hanya menyampaikan saja. Kalau anda punya Bisnis apa saha, yang penting Legal, dan harus manfaat. NU, Muhammadiyah bikin Rumah Sakit, Sekolah mereka berjuang di sana. Cari Bisnis yang tidak hanya Berkah, tapi penuh Keberkahan. Tidak semua Bisnis ada Keberkahan. Kalau anda bangun Sekolah ada manfaatnya. Cari Pekerjaan, Profesi yang penub Keberkahan. Jadi bukan sekedar Halal, tapi penuh Keberkahan.

Coba berdiri semua, pijat Pundaknya bilang Sehat, Mapan, Lunas. Balik Badan gantian pijat.

Lanjut? Lanjut. Saya tanya Syekh Yusuf Al-Qardhawi di Rumah Beliau, Beliau mengatakan kita harus bisa mempertanggungjawabkan Harta kita, harus bermanfaat. Konsumsi sekedarnya, Produksi sebesar-sebesarnya, Distribusi di mana-mana. Jadi kita Niatkan kalau mau sukses nah itu Konsumsi sekedarnya, Produksi sebesar-besarnya, Distribusi seluas-luasnya. Umar bin Khattab setelah meninggal Hartanya masih banyak. Niatkan kalau punya Harta manfaat, jangan sombong. Orang Miskin sombong aja banyak. Sombong itu bisa siapa aja. Will Smith mengatakan Kekayaan tidak mengubah seseorang tapi memantapkan Sikap seseorang.

Kita lanjut lagi. Saya tanya ke Will Smith boleh gak Harta dan Kaya? Jawabannya sama seperti Syekh Yusuf Al-Qardhawi, yang penting harus manfaat. Harta itu mempercepat Hisab. Semuanya tergantung Hartanya digunakan untuk apa.

Saya masuk Ilmu yang akan berat meskipun ini berat, mumpung rame. Ada 7 Ilmu tapi saya sampaikan satu saja di sini, yaitu In Kon. Semua Sifat Allaah itu dahsyat. Jadi berusaha memberikan yang terbaik, teliti, hati-hati, sepenuh Hati, bermutu tinggi, sulit disaingi. Kalau bermutu tinggi keluarkan, kalau tidak ya gak usah. Banyak yang suka memainkan sentimen terhadap Islam. Gak boleh gitu. Bener gak? Iya. Jangan sampai cara berpikir kita kalau yang buruk-buruk Islam, jangan gitu.

Saya beberapa waktu lalu bertemu Ayana, mantan Anggota Girl Band Korea yang Mualaf. Kenapa dia tertarik dengan Islam? Dia mendengar cerita soal Iraq. Kemudian di Korea dia mendengar cerita yang gak baik soal Islam. Lalu ia bertemu Orang Islam yang cerdas, kemudian dia belajarlah tentang Islam. Kalau kita cerdas, orang akan melihat baik. Kita harus punya yang bagus. Jangan hanya sekedar buat Produk dan jual jasanya. Produk kita harus bernilai 8, kalau di bawah itu perbaiki, jangan dikeluarkan dulu sehingga Image Islam tuh bagus ya.

Lanjut? Lanjut. Tepuk Bahu Teman sebelah kanannya bilang bangun woi, sadar, Insyaf. Tepuk Bahu Teman sebelah kiri bilang bangun woi, sadar, Insyaf.

Sesiapa yang mau Dhuha dapet Kemenangan, jadi rutinkan. Pak Sandiaga Uno dari SMP udah Dhuha. Coba Dhuha di awal waktu. Orang Jakarta gak ngerti manajemen waktu, Pagi-Pagi udah berangkat. Kalau kita luangkan waktu, Allah akan meluangkan waktunya, Sedekah waktu. Kalau kita Dhuha di awal hari memudahkan sepanjang hari. Kalau anda punya impian dan disampaikan kepada orang lain, harusnya dia tertawa, kalau tidak maka terlalu kecil impiannya. Kalau impian kita besar tandanya kita percaya Allaah Maha Kaya.

Ini ada dua Orang Aktor, dan satu Penyanyi. Jangan pura-pura gak tahu. Mereka sempat terpesona dengan Adzan. Apa itu Adzan? Panggilan Shalat. Ada Hikmah yang lain, dalam Adzan ada seruan yang lain yaitu seruan untuk Shalat dan menang. 5X Allaah kasih kalimat Motivasi buat kita. Jadi Muslim hidupnya gak boleh biasa-biasa aja, sikapnya yang boleh sederhana. Amal kita, Sedekah kita harus banyak, jangan sampai di balik.

Banyak Laki-Laki salah paham menganggap Pendidikan Anak urusan Istri. Padahal sebaliknya, kalau Anak tidak pintar tanggungjawab Bapaknya. Kalau Istri tidak pintar cari Guru Les. Ayah itu Imam, dia penanggungjawab segalanya. Jadi Istri tentu mendidik, tapi tanggungjawab di Pundak Ayah. Pesan buat diri saya sendiri khususnya jaga Keluarga kita dari Api Neraka. Makanya saya bilang bahwa Laki-Laki Romantis itu bukan ngasih Bunga, tapi memastikan Keluarganya masuk Surga, selamat Dunia Akhirat. Jangan tinggalkan Ahli Warismu dalam keadaan lemah. Tidak boleh, mesti kuat semuanya. Kalau dia lemah dia akan disetel oleh orang lain. Setuju gak ini? Setujulah kan Hadits. Saya putarkan video tentang Ayah silahkan dilihat.

Coba berpasang-pasangan, yang satu jadi A, dan yang satu jadi B. Cari Pasangannya, kalau belum ada cari, Jodoh itu dijemput. A ikuti omongan saya, dan B mendengarkan omongan B. Keduanya tarik nafas dalam-dalam, buang perlahan. Keduanya pejamkan Mata. A ikuti omongan saya, B mendengarkan. Saudaraku, aku bersumpah demi Allah aku Ridha dan turu mendo’akan Kehidupanmu Berkah, Keluargamu Sakinah, Anak-Anak yang Shaleh/Shalehah karena aku yakin engkau Ridha kepadaku. Saudaraku aku yakin engkau bisa, Indonesia bisa. Kemudian B ikuti omongan saya, A mendengarkan. Saudaraku, aku bersumpah demi Allah aku Ridha dan turu mendo’akan Kehidupanmu Berkah, Keluargamu Sakinah, Anak-Anak yang Shaleh/Shalehah karena aku yakin engkau Ridha kepadaku. Saudaraku aku yakin engkau bisa, Indonesia bisa. Terus yang A buka Mata perlahan dan Do’akan si B. Kemudian si B buka Mata perlahan dan Do’akan si A. Jadi mendo’akan orang lain itu baik, Rizki akan lancar.

Tulis di Catatan HP nya, impian di Tahun 2018, ini bagus abis nuntut Ilmu, Berdo’a. Tulis sungguh-sungguh. Sudah ditulis? Kalau sudah HP nya disimpan lagi. Kalau saya bilang impian bilang besar gerakkan Tangannya. Kalau saya bilang masalah bilang kecil gerakkan Tangannya.

Saya akan kasihkan materi bonus satu lagi tentang Rizki yang tidak disangka-sangka. Perlu dibahas? Angkat Tangannya yang perlu. Saya nulis Buku tentang Rizki dari Tahun 2009. Dari keliling seluruh Provinsi di Indonesia sampai ke luar Negeri, macem-macem semuanya. Kenapa nih? Pas mereka praktekin ngefek. Perlu dibahas? Perlu.

Ternyata setelah saya pelajari rumusnya ada 3, yaitu :

1. Good Mood.
Biasanya Rezeki yang bagus datang kalau
Moodnya lagi bagus. Jadi ternyata Rezeki
ibarat orsng, dia suka dengan orang yang
Moodnya bagus, kalau gak suka dia pindah,
makanya jaga Mood kita.

2. Good Move.
Tindakan kita harus baik, jika tindakan kita
baik, maka Rizki kita lancar.

3. Good Mouth.
Kita harus ucapkan yang bagus agar Rizki
kita bagus, karena ucapan Do’a.

Nanti tanggal 27 ada Konser saya dengan Para Artis di Kuningan City, tiketnya sangat terjangkau, ada kelebihan semua untuk Sedekah semua. Saya berharap Kawan-Kawan hadir. Acaranya selesai Maghrib, bisa dicek nanti di Instagram dan WA saya. Itu saja dari saya.

ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

Sesi 2, bersama :
K.H. Abdullah Gymnastiar
(Founder Daarut Tauhiid)

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ

Ya Allaah Berkahi Majelis ini, catatkan semua yang hadir. Jadikan Hati yang berpenyakit Engkau sembuhkan. Jaga Hati kami, Istiqamahkan kami.

Apakah Allaah menyaksikan pertemuan kita? Menyaksikan. Apakah Allaah tahu apa yang kita ucap? Tahu. Apakah Allah melihat apa yang kita lakukan? Iya. Semuanya karena Allaah menutup Aib kita. Terima kasih Mas Ippho, sebentar lagi Pak Anies datang. Pengajian kita dari tahun 1999 waktu saya masih Muda. Mas Ippho sudah 40 Tahun, saya sudah 53 Tahun tinggal sedikit lagi.

Saya mau membacakan sebuah Hadits, tapi jangan dibandingkan dengan Ustadz Abdul Somad atau Ustadz Adi Hidayat, saya cuma bisa baca terjemahannya saja. Maafkan. Sesungguhnya Manusia yang pertama diadimi adalah Orang yang Mati Syahid di jalan Allah, dia diperlihatkan Kenikmatan yang diperlihatkan kepadanya. Allaah bertanya kepadanya Amal apa yang kau lakukan dengan Nikmat itu? aku berjuang semata-mata karena Engkau Ya Allaah. Allah mengatakan engkau berdusta, engkau berperang karena ingin dilihat. Kemudian diperintahkan Malaikat untuk menyeret orang tersebut ke Neraka.

Ini penting hadiri, tidak kurang perjuangannha, pengorbanannya, tapi Allaah mengetahui isi Hatinya. Mau engkau rahasiakan Kata-Katamu, mau engkau keraskan, Allaah tahu Kata-Katamu. Karena masalah Hati jadi masalah karena sibuk dengan penilaian Makhluk, hancur Ibadahnya. 411, 212 mudah-mudahan semuanya ke Surga. Kalau sibuk Selfie bisa tidak diterima perjuangan. Ini penting hadirin. Nanti di akhir akan dibahas bahwa Syirik Khafi akan fatal bagi kita. Kedua yang akan dihisab adalah seorang Penuntut Ilmu yang mengajarkan Ilmunya. Lalu ditanya oleh Allaah Amal apa yang kau lakukan dengan Nikmat itu? aku menuntut Ilmu karena engkau, membaca Al-Qur’an karena engkau. Kata Allaah engkau berdusta, engkau melakukan itu karena ingin dipuji dan baca Al-Qur’an supaya dikira Qari, lalu dilemparkan ke Neraka oleh Malaikat.

Hati-hati nih, makin dipuji itu makin nafsu. Makin banyak Jama’ah harus hati-hati. Kalau Jama’ahnya sedikit yang denger kalau salah cuma sedikit, tapi kalau banyak mesti hati-hati. Artis yang di TV Dosanya bisa berlipat ganda karena ditiru. Punya Follower namun tidak bisa jadi Teladan, maka kacau. Sekali ngaco berapa banyak yang ngaco. Jangan suka ngitung Follower, buat apa? Belum tentu pada baca, bisa aja mereka ingin mencela. Hati-hati hadirin kalau banyak orang semangat, kalau sedikit tidak semangat, itu Tuhannya jumlah. Hati-hatk. Perlukah kita jadi orang terkenal? Tidak. Aa mah gitu sudah nyobain. Bahaya itu jangan sampai kita terlena. Qari juga bahaya kalau Niatnya salah.

Bulan depan Tamu kita Syekh Habib… Habib itulah pokoknya. Yang sekarang ada Habib Anies.

Saya sempurnakan dulu ya, tadi sedang belajar tentang sebuah Hadits. Yang ketiga dihisab adalah yang rajin Sedekah. Dia dilemparkan ke Neraka karena sibuk disebut Dermawan. Waspada jangan sampai melupakan kedudukan di sisi Allaah. Nah silahkan diperiksa status di Media Sosial masing-masing. Sederhana memang. Kalau yang kecil saja sudah bohong, apalagi yang besar? Inget teori Botol? Isi yang membuat Harga, bukan Casing. Mau kedudukan setinggi apapun gak berarti.

Ada seseorang yang gara-gara digigit Nyamuk ketemu Jodoh. Jangan Suudzan dengan takdir yang berkelok. Ini penting hadirin. Nyamuk itu bertasbih, dan tidak menggigit kecuali yang Allaah tetapkan. Baca Hikmah akan lebih indah hidup.

Ini menjadi bahan evaluasi bagi kita atas Nikmat Allaah. Jangan-jangan yang ditangkap KPK itu Do’a Ibu. Harusnya Bapak tetep Menteri Pendidikan campur Gubernur. Seorang Ibu akan malu kalau Anaknya mendapat Aib. Ini pesan yang bagus, bahwa Ibu mengatakan bahwa Rahim Ibu bukan untuk orang yang jahat.

Menjadi seorang Pemimpin tidak akan pernah membuat orang lain puas. Nabi Muhammad SAW saja yang sempurna banyak yang tidak suka. Saya kok jadi Pembicara gini ya, ini bunan Mata Najwa, tapi Mata Aa. Mas Ippho banyak belajar ya siapa tahu jadi Mata-Mata.

Yang memberikan Rizki itu Allaah, jadi jangan khawatir, lurus aja. Rasulullah SAW dihina, dicaci, tapi tidak berkurang Kemuliaan. Ada Penjual yang mudah marah, kemudian dapat Pembeli yang juga gitu, lalu kata Penjualnya dulu saya seperti Ibu, obatnya gampang Bu, saya tidak mau diatur oleh sikap orang lain, saya hanya mau diatur oleh Allaah. Dia melotot biarin itu Mata dia, dia ngomong jelek biarin itu pilihan dia. Mau ngapain Sekolah tinggi-tinggi kalau meladeni sikap orang lain. Mau ngapain ikut Majelis Ta’lim kalau malah sibuk ngeladenin cacian orang lain.

Dulu saya di Bully, apa salah saya? Sah menurut Agama, Sah menurut Negara. 7 Tahun di Bully. Tapi kalau gak dihina saya gak akan mengenal Allaah. 7 Tahun Pak Anies saya itu, yang ringan baru sekarang aja. Mas Ippho mau nanya enggak? Saya mau nanya lagi.

Saya percaya bahwa keseimbangan akan membuat seseorsng memimpin dengan bijak. Di balik kesuksesan seorang Lelaki pasti ada sosok Perempuan, bisa Ibunya, Istrinya. Saya mendengar itu semakin yakin akan apa yang saya alami.

Yang saya garis bawahi bahwa Komunikasi itu kuncinya 3 :
1. Aman
2. Supportif.
3. Terbuka

Bu, apakah Ibu mau punya Suamu yang jujur? Mau. Apakah Ibu siap kalau Suami Ibu mengatakan yang sejujurnya? Tuh Ibu mah gak jelas udah dibelain. Ini pelajaran yang lama. Ibi yang baik kalau dikejar Anjing mau gimana? Lari. Kalau Ibu dan Anjing lari cepetan mana? Tuhkan gitu bingung. Semoga Pak Anies di Istiqamahkan, Mas Ippho dikuatkan.

Tuh kita mah gak pernah membayangkan, bahwa begitulah Amanahnya. Baik sebelum kita tutup, jangan lupa Bersedekah. Hati-hati jangan pelit-pelit. Jangan pelit Sedekahnya.

Kalau kita ingin merubah sesuatu rumusnya 3 M, yaitu :
1. Mulai dari diri sendiri
2. Mulai dari hal yang kecil
3. Mulai saat ini.

Sebab kalau kita hanya menuntut orang berubah, maka tidak akan berubah. Kami mencoba begitu di Pesantren. Makanya kalau ingin merubah apapun, ubahlah diri sendiri. Akan ada Nikmat kalau kita merubah diri sendiri. Mulai dari yang kecil dan jangan nunggu nanti.

Rumusnya TSP, yaitu :
1. Tahan dari buang sampah sembarangan
2. Simpan sampah pada tempatnya
3. Pungut sampah adalah Sedekah

Kemudian ada lagi BRTT, yaitu :
1. Bersih
2. Rapih
3. Tertib
4. Teratur

Santri kalau pintar tapi tidak tanggungjawab, maka tidak akan naik. Sekolah 12 Tahun masih buang sampah sembarangan. Menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya itu Dzalim. Merokok itu merusak Paru-Paru diri sendiri dan orang lain, kalau mau aman dikunyah atau pakai kantung semen.

Nanti kalau mau kita kasih ke Jama’ah buku kecil TSP, BRTT dan yang lainnya. Nanti kami cetakkan kalau mau. Kalau gak ada biaya nanti kami biayai, masa sih gak ada biayanya? Hehe. Dengan kata lain kami siap bekerja sama dengan Pak Gubernur. Mungkin ada pesan terakhir Pak.

Baik Sahabat ada yang mau Berikrar Syahadat, kemudian kita Bertafakur, dan Berdo’a. Yang lain jadi saksi ya. Baik hadirin waktu kita tinggal 10 menit kita ditundukkan pandangan sejenak.

Al-Fatihah.

Berita Duka Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’un Ustadz Hilman Rosyad, salah satu Pembina Daarut Tauhiid telah berpulang.

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢُ ﺑﺎﻟـﺼـﻮﺍﺏ

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

Sesi 3, bersama :
Dr. Anies Rasyid Baswesan, Ph.D.
(Gubernur DKI Jakarta)

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ

Saya lahir tahun 69, usia saya di bawah 50. Kita kalau urusan umur gak bisa ngelawan, pasti kalah. Saya tidak pernah berpikir jadi Gubernur. Memang menonton lebih enak daripada menjalani. Awal 2016 saya masih bertugas di Kementerian lagi rapat dengan yang lain. Waktu itu dibicarakan calon bakal Gubernur Jakarta, yaitu Pak Ridwan Kamil dan Ibu Risma. Saya mengatakan bahwa siapapun calonnya bakalan lecet-lecet.

Saya waktu dicukupkan tugas sebagai Menteri, saya ke Bandung mencari Peralatan untuk mengunjungi Kawan-Kawan di Pelosok. Rencana Allaah itu misterius. Waktu itu saya diundang sebagai Pembicara di Amerika, padahal saya sudah tidak menjadi Menteri. Kemudian saya sakit, jadi kalau saya gak sakit, saya gak akan ikut proses Pilkada ini. Saya pas pertama kali diminta, saya konsultasi dengan Ibu. Lalu kata Ibu bilang kalau ini Amanah Umat maka jalani.

Karena Ayah saya sudah wafat, maka saya minta Do’a Ibu. Karena Do’a Ibu adalah Kunci Kesuksesan. Sampai Rasulullah SAW menyebut Ibu 3X.

Saya beberapa waktu yang lalu 2013 ada Peringatan Hari Ibu kan ngucapin Hari Ibu, saya menganjurkan Ibu mengucapakan kepada Anak bahwa Rahim Ibumu ini bukan untuk Anak yang Korupsi. Kalau Ibu yang mengingatkan Nak jangan Korupsi, pasti bergetar itu.

Kalau Menteri Pendidikan yang diurus satu Indonesia tapi satu Bidang, kalau Gubernur yang diurus satu wilayah tapi satu Bidang. Tadi Pagi kita bersih-bersih gorong-gorong. Semenjak jadi Gubernur jarang ke Airport saya karena ke Cilincing, Kebayoran, gak ada urusan di luar kota sampai saya kaget lihat perubahan Terminal 3. Tugas sebagai Gubernur lebih banyak berinteraksi dengan warga. Kalau Menteri pembuat Kebijakan. Karena itu juga yang saya rasakan bahwa kalau Menteri sibuknya Senin – Jum’at, kalay Gubernur sibuknya setiap Hari, dari sisi Kesibukan beda. Tapi keduanya bisa membuat kita bermakna bagi lingkungan.

Dan sebetulnya jawabannya sudah Aa Gym sampaikan, kalau ada Fitnah, Kritik, Serangan, saya selalu menjawab lah Anies siapa sih dia? Rasulullah SAW saja banjir Fitnah, jadi tidak usah kaget. Kalau ada pengambil keputusan disorot, jika dikritik jangan berkeluh kesah. Pemimpin itu alamat kotak posnya dikritik. Lalu bagaimana dengan Masyarakat? Masyarakat sehari-hari sangat beda dengan di Media Sosial. Kalau di Media Sosial gak ada interaksi, kalau di Masyarakat interaksinya nyata. Saya lebih takut soal pertanggungjawaban nanti. Alexis simpel aja Aa, kami akan nutup tempat-tempat yang melakukan pelanggaran Perda terutama soal Prostitusi. Mau gak dengerin?

Says bertugas mulai tanggak 16 Oktober 2017. Ada Tempat Hiburan yang ijinnya abis Bulan Agustus, dan mau diperpanjang tanggal 13, lalu saya katakan tidak boleh ada perpanjangan kecuali persetujuan Gubernur. Kemudian ada yang meminta ijin dari Alexis, nah ini yang ditunggu. Saya tidak ijinkan. Terus Tenaga Kerjanya gimana? Anda kan tahu abisnya Agustus, jadi harus bijak. Saya tidak memberikan perpanjangan, maka mereka tidak bisa menuntut. Jadi Aa, secara Legal aman. Kalau bicara Rizki, nutup Prostitusi nanti Rizkinya turun, namun Allaah menakdirkan justru naik pendapatan DKI. Sebenernya yang ditutup banyak, cuma yang terkenal satu. Jadi apa yang terjadi? Pendapatan kita naik lebih dari 100%.

Betul sekali Aa Gym, ini tantangan buat kita yang tinggal di Jakarta, berangkat Pagi pulangnya Malam. Tidak ketemu Anak, saya mengalami hal yang sama. Semenjak pindah ke Jakarta saya berbagi tugas. Pagi jadi kesempatan bertemu Anak-Anak sebelum berangkat ke Sekolah. Saya pulang malam Anak-Anak sudah tidur. Sabtu Minggu di ikhtiarkan untuk Kegiatan sama-sama. Sabtu Sore Ibunya ketemuan dengan Anak-Anak di suatu tempat. Saya belum tinggal di Rumah Dinas, masih di Lebak Bulus karena dekat dengan Sekolah Anak-Anak. Kapan saja Anak-Anak bisa telpon saya kapan saja, bicara apa saja, tapi kuncinya ada pada Istri saya, bukan saya. Kalau Istri saya berkeluh kesah, maka Anak-Anak saya akan berkeluh kesah. Saya bersyukur sekali didampingi Istri yang gak pernah berkeluh kesah di depan Anak-Anak.

Penting bagi saya mengatakan apa adanya, kalau memang pulangnya Malam ya bilang Malam, jangan bilang pulang lebih awal. Jadi dengan begitu Kepercayaan itu terus terjaga. Saya usia masih di bawah Aa, jadi masih terus belajar. Semoga Ikhlas, dan dikuatkan jadi Orang Tua.

Jakarta itu penuh dengan sejarah Kemerdekaan Republik ini. Kemerdekaan terjadi di Jakarta. Saya ingin yang dijanjikan Kemerdekaan di Jakarta terbayar lunas. 3 Juta Penduduk Jakarta Penghasilannya di bawah 3 Juta. Kalau anda menganggur gak ada soal Kemacetan. Kemiskinan di Jakarta jadi prioritas kita. Kalau boleh saya sampaikan kita ingin membereskan ketimpangan di Jakarta. Mau lihat yang Miskin esktrimnya di Jakarta, mau lihat yang Kata esktrimnya juga di Jakarta. Jangan harap kalau Kemiskinan tidak bisa dituntaskan, jangan mimpi akan maju Kotanya. Saya tahu Kemiskinan karena saya mengirimkan Guru ke Pelosok, tapi ketika saya datang ke sini, Kemiskinan lebih berat daripada di pelosok. Di Kampung semua ada, tapi sampai di Jakarta Miskin dalam ruang yang sempit, padatnya luar biasa, kumuh, tanpa Pekerjaan yang jelas.

Yang kedua Pendidikan. Di Jakarta Utara masa yang lulus SMA cuma 52%. Ini Ibu kota. Jadi yang nomor 2 adalah Pendidikan. Bukan hanya lulusnya tapi juga kualitasnya. Bagaimana mau melahirkan Akhlaq yang bagus kalau tidak terdidik.

Yang ketiga Lapangan Pekerjaan. Banyak yang datang ke sini. Kemarin saya mengijinkan Jalan Thamrin bisa buat Motor. Banyak yang kritik. Saya bukan cari simpati, tapi ini fakta. Dalam sehari banyak yang harus nganter paket di jalan itu. Kalau kita tidak buka jalan ini, Kesejahteraan di Jakarta hanya untuk segelintir orang. Baru setelah itu kita bicara Transportasi, Banjir, dan yang lainnya. Prioritas itu menunjukkan besarnya anggaran. In Syaa Allaah mudah-mudahan dimudahkan dalam menjalankannnya.

Kami berharap Saudara yang di sini merasa sebagai Warga Jakarta, kalau merasa Warga Jakarta berarti merasa memiliki. Banyak yang tidak merasa memiliki Kota ini sehingga buang sampah sembarangan, banyak yang main di pinggir jalan. Saya usul bersihkan lingkungan, jangan biarkan sampah ada di mana-mana. Di Jakarta setiap Hari terkumpul sampah 7.000 Ton. Kenapa? Karena kita umumnya membuang sampah di mana saja, dan kapan saja. Yang kedua kalau ada Kegiatan di Kampung ikut saja. Kenapa ini penting? Karena yang membangun Masyarakat itu Masyarakat sendiri. Karena itu Jama’ah di sini menjadi motor penggerak di Kampungnya masing-masing, kalau kami menyiapkan Infrasturkturnya. Kita semua harus bertindak.

Kita sekarang harus memilih barang yang tidak memiliki sisa. Yang namanya Budaya itu kata lainnya kebiasaannya. Gak ada Budaya bersih tanpa pembiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan pribadi, kelompok, bisa jadi kebiasaan Kota.

Saya terima kasih kepada Aa secara Pribadi dan Gubernur bahwa Aa telah rutin datang ke Jakarta menyejukkan Rohani. Saya berharap Bapak Ibu yang disampaikan Aa Gym didengar. Kemampuan Aa ini merefleksikan apa yang dialami dan dijalani. Karena kita semua belum tentu mau melakukan yang demikian, kalau kita mau akan timbul Hikmah dan pengalaman. Refleksinya ditambah dengan Prisma Tauhid, jadi sudut pandangnya berdasarkan Tauhid. Saya membayangkan banyak yang bisa mendidik Keluarga seperti Aa Gym. Jadi mudah-mudahan Majelis yang rutin menjadi Hikmah bagi kita.

Al-Fatihah.

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢُ ﺑﺎﻟـﺼـﻮﺍﺏ

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

ﻭَ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ
Notulen : Aditya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *