Kita harus mengukur iman kita masing-masing, bukan dengan pengakuan lisan tapi mengukur dengan kejujuran hati. Makin bagus iman kepada Allah, dunia ini makin tidak menarik karena yang membuat menarik hanya Allah. Makin lemah iman, makin senang berharap dari mahluk. Makin kurang iman, makin takut kepada atasan, takut oleh persaingan, takut tidak punya uang, takut oleh ancaman orang.
Jadi penting bagi kita bagaimana iman kita semakin meningkat, karena yang namanya bahagia tergantung dengan keyakinan. Semakin yakin semakin bahagia, kurang yakin kurang bahagia, tidak yakin tidak bahagia.

Imam  Ahmad bin Hambal mengatakan: “Iman bisa bertambah sampai puncak langit ke tujuh dan bisa menyusut sampai lapis bumi ke tujuh.”
Sementara menurut Abu Darda: “Di antara ciri pemahaman agama seseorang adalah dia mengetahui imannya bertambah atau berkurang.”

Jadi kita seharusnya bisa menyadari kapan saat iman kita sedang turun. Misalnya yang tadinya sholat di shaf pertama menjadi ke shaf ke tiga, lama-lama hilang sholat sunnah, hilang tahajjud, baca Al Qur’an yang biasanya sejuz sehari turun menjadi setengah juz, sedekah juga serba perhitungaan. Ibaratnya saat iman sedang turun satu tingkat, segera bangkit dan naikkan dua tingkat atau lebih.

Menambah Iman dengan Ilmu
Pupuk iman adalah ilmu: kurang ilmu berarti kurang iman, tidak ada ilmu berarti tidak ada iman.
“Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” [QS Al-Mujaadilah (58): 11]

Ilmu terpenting yang harus dicari supaya iman kuat adalah:
1.    Ilmu tentang Allah (Asmaul Husna)
Carilah ilmu dari mereka yang mengenal Allah, insya Allah kita jadi tahu, carilah tulisan, carilah rekaman dari orang yang sudah haqqul yaqiin kepada Allah, Insya Allah kita akan dapat ketularan keyakinannya itu.

Barang siapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu menuntut ilmu maka Allah memudahkan baginya jalan ke surga, masya Allah dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka para pencari ilmu karena ridho dengan apa yang diperbuatnya, dan sesungguhnya orang yang alim orang yang berilmu akan dimintakan ampunan baginya oleh semua yang ada dilangit dan dibumi bahkan sampai ikan hiu dalam air.

Sesungguhnya keutamaan seorang berilmu atas orang ahli ibadah seperti keutamaan bulan di malam purnama di atas segala bintang- bintang, sesungguhnya para ulama adalah pewaris nabi dan para tidak mewariskan dinar, tidak pula mewariskan dirham tetapi mereka mewariskan ilmu maka barang siapa yang mengambilnya, dia berarti telah mengambil bagian yang banyak.” (HR Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah)

Keutamaan seorang ‘alim (seorang yang berilmu) atas seorang ‘abid (ahli ibadah) yaitu di sisi Allah, bagaikan kutamaan yang ada padaku dibandingkan dengan seseorang yang paling rendah (kedudukannya) di antara kalian. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya dan penduduk langit dan bumi hingga semut yang berada di lubangnya dan juga ikan-ikan, semuanya mendoakan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR Tirmidzi)

2.    Ilmu Al- Qur’an (Tadabbur Al Qur’an)
Al Qur’an adalah kalam Allah. Dalam Al Qur’an, Allah menceritakan tentang dirinya lebih banyak dari pada apapun. Ayat yang paling mulia adalah ayat kursi, isinya tentang Allah. Surat yang paling utama adalah Al- Fatihah, itupun isinya tentang Allah. Sepertiga Al Qur’an adalah surat Al-Ikhlas, isinya juga tentang Allah. Maka jika iman kita makin kuat, jangan pernah jauh dari Al Qur’an, juga dengan terjemahannya.
Dan kunci-kunci semua yang ghoib ada padanya, tidak ada yang mengetahui selain Dia, Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut, tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahuinya, tidak ada sebutir bijipun di dalam kegelapan bumi, dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering yang tidak tertulis di dalam kitab yang nyata lauhil mahfudz.” [QS Al- An’am (6) 59]

3.    Ilmu tentang Rasulullah SAW
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS Al Azhab (33): 21]

Tiru bagaimana sikap Rasul dalam berumah tangga, dalam menghadapi sikap kaum yang menghina dan tidak suka kepadanya. Beli juga buku tentang Hadits Nabi.

4.    Ilmu tentang Para Sahabat, Para Ulama
Beliau-beliau bersikap dengan ilmu, cari tahu bagaimana kesabarannya, ketenangannya, kehati-hatiannya dan sebagainya.

5.    Ilmu Syariat
Kita harus tahu ilmu apa yang disukai Allah dan yang tidak disukai Allah. Inti dari agama adalah mengenal Allah, mengenal ilmu untuk dekat dengan Allah dan mengenal ilmu yang tidak disukai Allah, serta mengenal resiko, kalau kita patuh apa efeknya, kalau tidak patuh apa dampaknya.

KH. Abdullah Gymnastiar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *