“Kamu enak laki-laki, aku kan perempuan!” Begitu tegas seorang teman kepada saya. “Di umurku ini sudah seharusnya aku khawatir belum menikah”. Makin jelaslah kekhawatiran lewat nada bicaranya.

Hm, jodoh, rizki dan ajal. Semua sudah ditentukan ketika kita baru berumur 4 bulan di perut ibu bersamaan ditiupkannya ruh ke dalam jasad kita yang masih belum terbentuk. Kalau saja kita tau, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika semuanya sudah dicatat, pasti semua akan terjadi. Termasuk waktu kejadiannya.

Tidak ada sebenarnya istilah mencari jodoh atau mencari rizki. Yang tepat adalah menjemput jodoh dan menjemput rizki. Kalau mencari ada kemungkinan tidak ketemu, tapi kalau menjemput sudah pasti ada tinggal diambil. Tinggal maukah kita berusaha menjemputnya. Agak berbeda dengan rizki, jodoh sedikit kompleks jika ingin diuraikan tentang usaha apa yang harus dilakukan. Terlebih lagi jika ditinjau dari syariat.

Maka saya hanya bisa bilang ke teman saya tersebut, “dunia ini luas, dan di belahan dunia yang lain ada seseorang yang namanya telah dituliskan di buku catatan kehidupan kamu, yang tinggal menunggu waktu yang tepat untuk bertemu.” “Ibaratnya tinggal diklik. Cuma bukan urusan kita mikirin kapan itu diklik. Karena itu urusan Allah. Dialah yang melakukannya. Urusan kita cuma ikhtiar dan yakin bahwa Allah melakukan yang terbaik buat kita.”

Wallahu ‘alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *