Rasulullah SAW Penutup Para Nabi

1.    Penghapus Risalah sebelumnya
Allah SWT menyebutkan Rasulullah SAW sebagai penutup para Nabi karena Allah ingin menunjukkan pada sosok Rasulullah SAW penghapus seluruh risalah sebelumnya. Risalah Nabi-Nabi terdahulu benar adanya namun di-upgrade atau diperbaharui. Makanya cukup bagi kita iuntuk mengikuti apa yang dibawa Rasulullah SAW dalam risalahnya. Begitu juga dalam kitab suci terdahulu (Taurat, Zabur, Injil), semuanya sudah tertuang dalam Al Quran yang dibawa Rasulullah SAW. Melalui ayat-ayat di dalamnya, Allah ingin mengemukakan bahwa tidak ada risalah atau ajaran yang paling baik di antara yang baik-baik itu kecuali yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Bukan berarti maksudnya ajaran yang dibawa Nabi Musa atau Nabi-Nabi yang lain salah. Tapi ajaran yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu dilengkapi oleh Rasulullah SAW. Meskipun demikian, bukan berari juga kita tidak mengimani ajaran-ajaran yang lain sebelum Rasulullah, tapi ajaran tersebut sudah masuk dalam ajaran Islam yang dibawa beliau.

2.    Membenarkan Nabi Sebelumnya (QS 2: 101)
Selanjutnya, Rasulullah SAW disebut sebgai penutup para Nabi karena selain beliau ingin risalah ada dan disebarkan hanya oleh Rasulullah SAW. Beliau juga ingin memberikan pembenaran atas Nabi sebelumnya. Jadi sekalipun Rasulullah menutup para Nabi yang lain, bukan berarti menghilangkan Nabi-Nabi itu. Tapi ingin mengajak kita mengimani para Nabi terdahulu.

Misalnya perintah berkurban. Kisah berkurban ada pada masa Rasulullah. Tapi mengapa Allah mengambil contoh pada masa Nabi Ibrahim AS? Karena Allah ingin membenarkan risalah yang dibawa Rasulullah SAW bukan berasal dari satu aliran sendiri tapi beliau mengikuti jejak-jejak orang-orang atau Nabi-Nabi terdahulunya (Nabi Ibrahim AS) sekalipun Rasulullah sebagi penutup para Nabi itu.

3.    Menyempurnakan Risalah sebelumnya (QS 5: 3)
Dulu pada zaman Nabi Musa AS, cara bersuci setelah junub adalah berguling-guling di pasir, hal yang tidak mungkin dilakukan pada kondisi saat ini. Untuk itulah beliau menyempurnakan risalah terdahulu. Itulah kepentingan kita menyadari bahwa Allah menyempurnakan Islam yang dibawa oleh baginda rasulullah SAW menjadi refleksi di dalam kehidupan kita sehari-hari.

4.    Berlaku untuk semua manusia (QS 34: 28) dan Menjadi Rahmat bagi seluruh alam (QS 21: 107)
Karena Allah inginkan bukan hanya membawa kaumnya, tapi rahmat bagi seluruh alam. Berbagai macam manusia dari belahan dunia yang beribadah untuk satu tujuan, pada Allah SWT. Dan ini tidak berlaku pada Nabi sebelumnya karena Allah mengutus Nabi-Nabi sebelumnya untuk kaumnya sendiri, satu wilayah. Inilah kehebatan baginda Rasulullah SAW.

 

Kewajiban terhadap Rasulullah SAW

1.    MENGIMANINYA
“Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu…” (QS 61: 11)
Seperti menjalani sunnah-sunnah Nabi. Orang yang mengimani Rasulullah SAW, dia akan mengatur kehidupan kehidupan yang Allah titipkan mencakup: ruhiyah (jiwa), jasadiyah (fisik) dan aqliyah (akal pikiran). Masing-masing aspek tersebut mempunyai “makanan” yang harus dikasih. Makanan akal adalah ilmu, makanan fisik adalah empat sehat lima sempurna yang halal dan thoyib (disyariatkan atau tidak),  sementara makanan ruh adalah dzikir.

2.    MENCINTAINYA
Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak akan mau rela berkorban demi orang tersebut. Begitu juga kategori mencintai Rasulullah SAW, yang patut kita banggakan jika sampai pada diri kita pada tingkatan sampai titik nadir, titik yang paling tinggi di mana kita merasakan kerinduan yang begitu hebat, sampai-sampai jiwa dan raga kita ikut berkorban untuknya.

3.    MENGAGUNGINYA
Arti mengagungi di sini adalah bagaimana kita mencoba untuk menjadikan setiap kehidupan kita seperti akhlak Rasulullah SAW. Seperti hadits riwayat Aisyah ra, hadits Aisyah: “Akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an.” (HR. Muslim). Tiap sisi kehidupan rasulullah SAW ada dalam Al Quran, digambarkan dalam kehidupannya. Tidak ada sekecil apapun celah jeleknya dari dalam diri Rasulullah SAW karena Allah SWT telah me-maksum-kan (menjaga) Rasulullah. Allah ingin menjadikan Rasulullah SAW betul-betul menjadi qudwah hasanah (contoh yang terbaik) kita yang sehingga tidak ada umatnya yang mampu melihat sekecil appaun keburukan yang dimiliki oleh Rasulullah.

4.    MEMBELANYA  (QS 9:61)
Apa yang bisa kita lakukan jika ada umat yang menjelek-jelekkan Rasulullah SAW? Orang yang tidak mencoba membela Rasulullah dalam setiao kehidupannya pasti dia akan mendapatkan ketidakbaikan dari sisi Allah SWT, apapun bentuknya.

5.    MENCINTAI ORANG YANG MENCINTAINYA
Orang yang mencintai Rasulullah di sini yaitu sahabat, ulama, orang-orang sholeh, yang mereka tidak akan tinggal diam jika Rasulullah tersakiti. “Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhoan-Nya.pada mereka tampak tanda bekas sujud.”(QS 48: 29)

Ustadzah Sinta Santi, Lc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *