Jakarta- Hari Ahad (14/1) dilaksanakan Kajian Tauhiid bulanan di Masjid Istiqlal. Kajian ini diselenggarakan oleh Daarut Tauhiid Jakarta sejak tahun 2001 rutin setiap Ahad pekan kedua. Alhamdulillah, ribuan jamaah hadir memenuhi Masjid Istiqlal untuk mengambil ilmu dan manfaat lainnya dari kegiatan ini.

Jamaah Kajian Tauhiid Istiqlal
Jamaah Kajian Tauhiid Istiqlal

Pada kesempatan kali ini, hadir Ippho Santosa (International Motivator) sebagai pemateri pertama. Di sesi selanjutnya, turut hadir Gubernur DKI Jakarta, Bapak H. Anies Rasyid Baswedan sebagai tamu mendampingi KH. Abdullah Gymnastiar.

Di sesi pertama, Ippho Santosa menyampaikan motivasi tentang “Bisnis dan Keluarga” dengan pembahasan pentingnya memiliki kekuatan iman dan kekuatan maal (harta) untuk nafkah keluarga, kepentingan dakwah, dilanjutkan dengan motivasi-motivasi untuk meraih impian dunia dan akhirat.

Ippho Santosa

“Berjuanglah dengan harta dan jiwa.” katanya mengawali materi dengan mengutip ayat Qur’an. “Ada amal-amal yang memang memerlukan harta: sedekah, haji, umroh, aqiqah, qurban,” tuturnya.

Sedangkan KH. Abdullah Gymnastiar, atau biasa kita sapa dengan panggilan Aa Gym, mengawali dengan mengingatkan tentang sebuah hadits shahih riwayat Imam Muslim.

“Hadits ini sangat penting, bahkan membuat saya merasa cemas terhadap diri saya setelah ini,” ujar Aa.

Aa Gym

Intisari hadits yang disampaikan adalah seorang yang mati di medan jihad, penuntut ilmu, dan seorang dermawan yang diadili pada hari Kiamat. Ketika Allah menanyakan “Apa yang telah engkau lakukan di dunia?’’, masing-masing menjawab sesuai amalnya, tetapi Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati.

Ketiga orang tersebut gagal menjadi ahli syurga karena “syirik khafi” atau syirik yang tersembunyi, yang bisa merusakkan amal. Ketika beramal di dunia, hatinya meniatkan untuk mendapatkan pujian dari manusia.

Kemudian, Aa Gym menyambut Bapak Anies Baswedan bersama Ippho Santosa duduk bersama di atas panggung.

Panggung Kajian Tauhiid

Aa Gym sempat menanyakan bagaimana menyikapi maraknya serangan di sosial media. Secara pribadi, Pak Anies tidak mempersoalkan serangan di media sosial. Kritik dan serangan di media sosial merupakan hal yang wajar diterima oleh pemimpin. Sedangkan yang seharusnya lebih dikhawatirkan adalah atas apa yang ditulis para sejarawan nanti dan pertanggungjawaban di hari akhir nanti.

Aa Gym juga menyampaikan pesan tentang menanggapi kritik, yang ditanggapi oleh Pak Anies dengan menerima kritik yang substantif, terutama yg bermanfaat bagi kemajuan Kota Jakarta. Cara penyampaian yang beragam, dianggap sebagai variasi saja.

Alhamdulillah, kajian Istiqlal bulan ini menjadi salah satu momen ulama dan umaro bersatu, semoga menjadi berkah untuk kota Jakarta.

Kajian Istiqlal insya Allah rutin diadakan setiap bulan pada Ahad pekan kedua.

/Humas DT Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *