*At Taghabun: 11*

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

– Langkah terpenting untuk memiliki sikap yang tepat. Ketika terjadi sesuatu harus yakin, ini terjadi atas izin Allah.

– Kalau di jalan Allah, Allah ridho. Kalau Allah ridho, hati kita akan dibuat nyaman. Dan sebaliknya.

– Kalau terjadi sesuatu yang tidak enak apapun bentuknya, dan sakit, baik lahir maupun batin, maka kita harus tahu bahwa itu bagian dari penggugur dosa. Sekecil apapun, misal tertusuk duri, sakit gigi, lidah tergigit. Tidak ada yang keluar dari pengaturan Allah.

– Termasuk perkataan orang: dibully, difitnah, dibeberkan aibnya. Semua izin Allah. Urusan tersebut mungkin dosa pelakunya, tapi hikmah dari kejadian tersebut, kita harus yakin kalau itu diundang oleh dosa kita.

– Menganggap perkara jadi kecil itulah sebenarnya masalah besar

– Kita lebih sibuk memikirkan obat, daripada taubat.

– Orang yang tidak terbiasa melakukan dosa, dosa kecil terasa besar. Orang yang biasa melakukan dosa, dosa besar tidak lagi dianggap serius.

*Asy-Syura : 30*

وَمَآ أَصٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

– Tidak usah mencari kambing hitam. Biasanya kalau ada yang tidak enak maka kita menyalahkan orang lain/kondisi/situasi. Karena sejatinya itu semua bukan kebetulan.

– Sepertinya sedherhana, tapi kalau pola pikir kita begini: Setiap kepahitan membawa taubat, maka kita akan jauh menjadi lebih sabar.

*Al-Baqarah : 156*

الَّذِينَ إِذَآ أَصٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رٰجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

– Jadikan ayat ini seperti SOP. Setiap kepahitan langsung tidak usah banyak mikir, langsung taubat saja.

– Ciri Allah mau nolong: kita dibuat tenang. Baru muncul jalan keluar, diiringi doa “Robbishrohli Shodri…”

– Daripada banyak ngomong, mending banyak istighfar.

– Seperti Imam Ahmad yang tiba-tiba tergerak datang ke suatu daerah yang belum dikenal. Diusir dari masjid. Lalu ada seorang yang menolong untuk menginap di rumahnya. Orang itu adalah pengrajin roti, dan selalu beristighfar setiap membuat roti. Hanya satu keinginannya yang belum terkabul: Bertemu dengan Imam Ahmad, dan saat itu Imam Ahmad lah orang yang digerakkan Allah untuk datang ke rumahnya langsung.

– Ahli istighfar banyak pertolongan Allah

*Yunus : 107*

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَآدَّ لِفَضْلِهِۦ ۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

– Tidak ada yang bisa menghilangkan sedih, kecuali Allah.

– Kalau lagi sedih: ambil wudhu, shalat taubat, tilawah. Paksakan kembali ke Allah.

– Kita masih sibuk bersandar ke makhluk. Jarang bersandar kepada Allah. Kadang dibuat hati kita pedih untuk sadar kembali ke Allah.

– Lalu untuk apa ikhtiar? Ikhtiar adalah bentuk ibadah.

*Tentang marah dan nafsu.*

*Perbedaan alur antara dzolim dan adil:*

– Dimulai dari Nafsu -> muncul marah -> berakhir dengan dzolim.

_Yang benar adalah:_
– Dimukai dari takut kepada Allah -> terbentuk tegas -> keputusan adil

Tidak boleh terlibat perasaan yang tidak solutif dan membuat tidak adil. Rasulullah kalau Fatimah mencuri juga akan dipotong tangannya.

Adil: – Fakta jelas
– Aturan detail

Pemimpin memang luar biasa. Harus memposisikan diri dalam area fakta dan data.

*Topeng dan Isi*
– Ibarat: Air comberan tidak akan bisa menggantikan fungsi bensin meskipun ditaruh di tempat bensin.

– Jangan membagus-baguskan topeng, yang penting isi.

– Topeng sudah dibagikan oleh Allah, tugas kita adalah membaguskan isi.

Wallahu a’lam bisshowwab.

_Humas DT Jakarta_

*Tausiyah Santri Daarut Tauhiid*
_Oleh KH. Abdullah Gymnastiar_

Live dari DT Bandung
Kamis, 5 Oktober 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *