Perjalanan aktivitas Daarut Tauhiid (DT) Jakarta tidak lepas dari aktivitas dakwah KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dengan kegiatan ceramahnya. Sekitar tahun 1993-1994, beberapa santri DT yang tinggal di Jakarta mulai mensosialisasikan dakwah Aa Gym melalui kaset, stiker Islami serta tulisan-tulisan. Langkah ini banyak diterima di lingkungan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Ketika itu Aa berkesempatan memberikan beberapa kali ceramah terutama menjelang keberangkatan haji yang mengharuskan transit di Jakarta. Jamaah yang kebanyakan kawula muda dalam jumlah yang masih sedikit, mendapatkan siraman taushiah dari Aa Gym. Saat itu beberapa jamaah yang ada, merasa perlu untuk memupuk pembinaan DT dengan membentuk suatu pengajian rutin. Setelah dalam beberapa kesempatan mengikuti kegiatan di Ponpes DT Bandung, akhirnya mereka bisa merealisasikan pengajian rutin tersebut.

Tahun 1994-1996, Aa Gym semakin sering mengunjungi Jakarta dalam kegiatan tausyiah di kantor-kantor dan mesjid-mesjid. Jumlah jamaah di Jakarta telah bertambah banyak. Hal ini disebabkan dakwah Pesantren DT di kota Bandung telah mampu menarik perhatian masyarakat Jakarta yang mendapat informasi aktivitas DT dari tulisan surat kabar maupun pameran-pameran rutin yang diikuti seperti arena PRJ. Pameran Buku di Balai Sidang Senayan dll. Pada masa ini walaupun jamaah sudah semakin besar, tetapi masih terpencar-pencar. Masing-masing jamaah juga telah banyak upaya memperkenalkan Aa Gym kepada lingkungannya dengan cara mengadakan pengajian-pengajian yang memberi kesempatan Aa Gym yang memberikan taushiah-taushiahnya yang khas dan sangat disukai masyarakat banyak.

Akhir tahun 1996, atas prakarsa Palgunadi T. Setyawan, mulai dilakukan pertemuan rutin warga DT di Jakarta. Bertempat di kediaman beliau di Lebak Bulus, pertemuan rutin yang dilakukan ini dimaksudkan untuk menghimpun jamaah DT di Jakarta yang belum punya wadah kegiatan khusus. Beberapa kali Aa Gym dalam kesempatan berceramah di Jakarta menyempatkan bertemu dengan jamaah tersebut yang kemudian sekaligus menjadi tempat persinggahan Aa di Jakarta. Pada saat itu ikatan antar jemaah semakin kuat karena lebih sering bertemu.

Sekitar bulan Februari 1997 atas permintaan Aa Gym, warga DT di Jakarta dipercaya membantu menangani proyek sembako PT Pos Indonesia. Atas musyawarah bersama, dibuatlah Koperasi Pondok Pesantren DT Unit Usaha Jakarta (Kopontren DT Jakarta) yang dikepalai oleh H.M. Rusdi Samad dengan penasehat Palgunadi T. Setyawan. Saat itu Kopontren DT Jakarta adalah sebuah aktivitas ekonomi dengan basis bisnis distribusi sembako dan perdagangan umum. Dengan kekuatan karyawan 6 orang Kopontren DT Jakarta meskipun pada dasarnya sebuah industri bisnis, juga berperan mengembangkan kegiatan dakwah DT seperti dukungan terhadap kegiatan taushiah Aa Gym, perwakilan dan pusat informasi Pesantren DT, dan sebagainya.

Tahun 1998, pasang surut perekonomian kopontren seiring dengan kondisi krisis yang berkepanjangan membuat aktivitas bisnis kopontren DT Jakarta menjadi lesu. Tetapi justru di saat-saat sulit ekonomi, dakwah Islamiah di DT Jakarta semakin menggebu, maka pada hari Ahad tanggal 1 Muharam 1419 H diresmikan sebuah kegiatan dakwah DT Jakarta dalam musyawarah di Lebak Bulus Jakarta Selatan. Disepakati H. Firman Affandie sebagai ketua dan Palgunadi sebagai penasehat dengan beberapa staf yang lainnya. Menyadari bahwa dengan mendengarkan dan mengamalkan taushiah Aa Gym itu bermanfaat, para santri lama ini pun berpikir bagaimana agar ceramah ini bisa berlangsung di Jakarta. Dengan dukungan Haris Lohot M., MBA, H. Yahya Rosita, Hj. Ningrum Maurice N., H. Bambang Suhardjo serta jamaah lainnya dimulailah penyelenggaraan Pengajian Qolbun Salim dengan pemberi materi tausyiah Aa Gym. Pengajian ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Selain bentuk pengajian tersebut, DT Jakarta juga menyelenggarakan kajian Islam tematik dengan pemberi materi Dr. Ir. M. Imadduddin Adurrohim, MSc. Bahasannya tentang Tauhiid bertempat di Menara Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman.

Image Kemudian akhir tahun 1999, terbentuklah Keluarga Mahasiswa Daarut Tauhiid (GAMADA) yang menampung kegiatan Mahasiswa yang tertarik dengan kegiatan di Daarut Tauhiid Jakarta. Pelebaran sarana dakwah tidak hanya di pengajian dua mingguan di Al Azhar akan tetapi juga di kantor-kantor instansi serta tiga radio swasta Jakarta dan televisi swasta. Di sisi lain, kegiatan bisnis dan pengembangan ekonomi membuat Kopontren DT Jakarta mulai bangkit lagi menghadapi masa depan yang lebih menantang. Keberadaan Kopontren DT Jakarta diupayakan semakin kokoh terkonsentrasinya kekuatan jamaah di Jakarta.

Tahun 2000 ini, pengembangan dakwah DT di Jakarta diupayakan dengan semakin menguatkan strategi dakwah yang sistematik dengan sebanyak-banyaknya mengoptimalkan partisipasi jamaah agar dakwah dapat dirasakan oleh seluas-luasnya.

Untuk memfasilitasi jamaah yang ingin berinteraktif dengan DT Jakarta maka atas inisiatif seorang dermawan menyediakan Kantor (rukan) yang terletak di Jl. Ir Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Komplek Rukan Ciputat Indah Permai blok C-2 sebagai Kantor Daarut Tauhiid Jakarta. Lalu pindah ke Jl. Cipaku I No. 43, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (saat ini sedang dibangun Masjid DT Jakarta). Kemudian pindah ke Jl. Laksana I No.8, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan sejak 2010 sampai sekarang menempati Jl. Cipaku I No.18 (sebrang Jl. Cipaku I No. 43).

DT Jakarta juga menempati tanah wakaf di Jl. Sukamulya V No. 1, Kampung Dukuh, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan. Di sana ada SMP dan SMA Adzkia Islamic School serta asrama putera dan puteri bagi para siswa yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah. Saat ini di lokasi tersebut juga sedang diadakan pengembangan lahan pesantren dengan luas lahan 2.000 meter persegi @Rp 1.200.000,-

Perbedaan DT Jakarta dari Bandung adalah kecenderungannya menyesuaikan demografi wilayah yakni atmosfir (budaya masyarakat) dan tata lakunya. Programnya masih menyesuaikan dengan keinginan jamaah. Trademark Qolbun Salim membentuk Manajemen Qolbu dapat ditransfer ke dalam pola pikir masyarakat Jakarta dan berkembangnya metropolitan. DT Jakarta mencoba memadukan MQ ke dalam pola qolbu jamaah secara pribadi.

Kemajuan informasi dan teknologi menjadi tantangan bagi pengembangan DT. Dengan aset fisik berupa dua tempat kesekretariatan di Cipaku dan Serua-Ciputat, DT Jakarta berupaya mengimplementasikan Visi DT untuk secara Bersama Membangun Generasi Muslim Unggul.

Silaturahim langsung ke Sekretariat Daarut Tauhiid Jakarta
Jl. Cipaku 1 No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telepon 021.7235255
Fax. 021.7235258
Email. humas@dtjakarta.or.id
Pin BB. 22EEC9A4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *