Wanita melamar pria? Wah, boleh nggak sih? Banyak sekali pro kontra tentang hal ini, karena umumnya pihak laki-laki yang melamar wanita. Tapi kadang apa yang kita impikan tidak selamanya sesuai yang kita inginkan. Ketika sang ikhwan masih ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan, bolehkan pihak wanita yang melamar terlebih dahulu dan berucap, would you marry me????

Pada dasarnya seorang wanita itu mempunyai hak untuk dilamar oleh seorang laki-laki dan juga berhak menolak lamarannya. Begitu pun laki-laki, dia mempunyai hak untuk melamar atau meminang salah seorang akhwat yang menjadi pilihan hidupnya. Selain itu, yang perlu diketahui sahabat Shaff dan mejadi hal yang perlu digarisbawahi adalah wanita pun memiliki hak untuk menawarkan dirinya untuk dilamar oleh seorang laki-laki yang nantinya akan menjadi pendamping hidup baginya. Hal tersebut sebagaimana telah dicontohkan oleh Ummul Mu’minin, yaitu Siti Khodijah ra. Yang mana beliau telah menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh seorang Muhammad, yang pada saat itu belum menjadi seorang Nabi dan Rasul. Mengapa beliau memberanikan diri untuk melamar Muhammad, salah satu nya adalah karena kepribadian dan budi pekertinya yang baik.
Dalam prosesnya Siti Khodijah meminta bantuan kepada salah seorang pembantunya yang bernama Maesaroh untuk diproses dengan Muhammad. Beliau yang selalu memberikan informasi tentang segala aktifitas yang dilakukan Muhammad. Dan pada akhirnya Maesaroh pun yang menyatakan bahwa Khodijah memiliki niat untuk menikah dengan Muhammad, setelah itu Muhammad pun menyambut baik niat tersebut.

Di samping Khodijah ada kurang lebih 9 wanita yang mengajukan lamarannya kepada Muhammad, di antaranya :
1. Laila binti al-Khataim
2. Ummu Hani binti Abu Thalib ibn al-Muthalib
3. Duba’at binti ‘Amir ibn Qurat
4. Safiyyah binti Basysyama ibn Nada
5. Ummu Syarik (Gaziya) binti Jabir ibn Hakim
6. Khaulah binti Hakim ibn Umayyah
7. Umamah binti Hamzah ibn ‘Abdul Muthalib
8. Khaulah binti Huzail ibn Habirah
9. Syar’af  binti Khalifah

Dengan banyaknya yang menawarkan diri kepada Rasul, beliau sangat menghargai niat baik tersebut, dan hal itu bukan sesuatu yang tercela, justru diabadikan dalam Sirah Nabawiyah dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw dan para sahabat, meskipun tidak ada dalil al-Quran yang memerintahkan itu.
Hal di atas sangat memungkinkan terjadi di zaman sekarang, kendatipun ini tidak umum di masyarakat kita, tapi tidak menutup kemungkinan karena jumlah wanita saat ini yang melebihi jumlah laki-laki. Saya pun banyak menangani beberapa orang wanita yang menawarkan diri untuk dinikahi oleh seorang laki-laki yang menjadi pilihannya dan itu alhamdulillah berhasil.

Hal-hal yang perlu dimiliki seorang wanita yang ingin menawarkan diri untuk dinikahi oleh seorang laki-laki pilihannya tentu harus memiliki nilai jual yang tinggi dalam arti menjadi wanita yang digambarkan Allah dalam Surat at-Tahrim ayat 5, yaitu harus baik, patuh, beriman, bertaubat dan tentunya taat beribadah, sehingga pada intinya harus menjadi wanita yang salehah.

Memang sebagian lelaki menginginkan wanita yang memiliki kecantikan untuk dijadikan sebagai pendamping hidupnya, tetapi tidak sedikit laki-laki yang mengorientasikan pilihannya kepada wanita yang memiliki kualitas ketaatan dan kedekatan kepada Allah swt, dalam arti agamanya baik. Dengan memilih yang baik agamanya maka kebahagiaan dunia dan akhirat pun dapat dirasakan.

Syarat-syarat yang telah disebutan di atas tidak menutup kemungkinan akan banyak pula lelaki yang mendambakanya, karena pada dasarnya kecantikan seseorang itu tidak hanya dilihat dari kecantikan fisik semata, akan tetapi ketaatannya yang membuat dirinya memiliki nilai jual.
Selanjutnya saran saya bagi para sahabat Shaff, khususnya yang belum menikah antara lain, menanamkan baik sangka kepada Allah swt, melakukan aktifitas yang dapat meningkatkan tali silaturahim dan mendatangkan ilmu serta mencari orang yang dapat dipercaya unuk mendengarkan kemauan atau curhat kita. Wallahu’alam Bis Showab.

<Ustadz Harits Budi Rahmat>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *