Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Baik, menggolongkan kita sebagai orang-orang ahli syukur, yang istiqomah di jalan-Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW kekasih Allah, suri teladan bagi seluruh manusia.

Dalam Shahih Bukhari disebutkan sebuah kisah. Ketika itu hari Senin, seorang hamba sahaya bernama Tsuwaibah datang kepada tuannya yaitu Abu Lahab. Tsuwaibah datang untuk mengabarkan perihal kelahiran seorang bayi laki-laki bernama Muhammad yang tidak lain adalah keponakan Abu Lahab. Mendengar berita itu betapa riang gembiranya Abu Lahab sampai-sampai di hadapan orang banyak ia menyatakan kemerdekaan Tsuwaibah.

Seiring bergulirnya waktu, Muhammad kecil tumbuh menjadi seorang Nabi dan Rasul. Kemudian seperti yang telah kita ketahui, Abu Lahab menjadi penentang yang sangat keras dan suka menyakiti beliau. Oleh sebab itulah Allah mencelanya dengan celaan yang sangat keras yang akan berbuah kehinaan baginya hingga hari kiamat tiba. Hal ini terabadikan dalam Q.S. Al Lahab.

“Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan binasalah ia. Tidak bisa mencukupinya harta maupun apa yang diusahakan olehnya. Kelak dia akan masuk ke dalam neraka yang menyala-nyala. Demikian juga istrinya sang membawa kayu bakar.” (Q.S. Al Lahab:1-4)




Abu Lahab diringankan siksa kuburnya tersebab bahagia atas kelahiran Nabi SAW dulu

Sepeninggal Abu Lahab, salah satu sahabat nabi SAW yaitu Abas bin Abdil Muthalib bermimpi berjumpa dengan Abu Lahab yang sudah wafat. Dalam mimpinya itu Abu Lahab menjelaskan bahwa dirinya disiksa terus-menerus di dalam kubur, namun setiap hari Senin siksanya diri-ngankan karena dahulu ketika ia masih hidup di dunia ia pernah memerdekakan seorang hamba sahaya disebabkan rasa gembira atas kelahiran nabi Muhammad.


Sepeninggal Abu Lahab, salah satu sahabat Nabi SAW yaitu Abas bin Abdil Mutholib bermimpi berjumpa dengan Abu Lahab yang sudah wafat. Dalam mimpinya itu Abu Lahab menjelaskan bahwa dirinya disiksa terus-menerus di dalam kubur, namun setiap hari Senin siksanya diringankan karena dahulu ketika ia masih hidup di dunia, ia pernah memerdekakan seorang hamba sahaya disebabkan rasa gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Masya Allah!
Jika Abu Lahab saja yang sudah jelas-jelas dimurkai oleh Allah SWT saja sampai mendapatkan keringanan karena rasa gembiranya atas kelahiran Nabi Muhammad, maka apalagi kita yang insya Allah bertauhiid dengan bersih dan lurus.

Sudah sepatutnya kita pun bergembira, berbahagia atas kehadiran Nabi Muhammad SAW, sosok yang telah menjadi jalan hidayah untuk kita sehingga kita bertemu dengan nikmatnya iman dan Islam. Sudah seharusnya kita mencintai Rasulullah minimalnya dengan menjadikan hari kelahirannya sebagai momentum untuk membaca kembali sejarah hidup beliau SAW.

Yang utama adalah kita mencintai beliau dengan bersungguh-sungguh beriman kepada Allah, mengikuti petunjuknya, menjalankan sunnah- sunnahnya, bershalawat kepadanya, meneladani kemuliaan akhlaknya. Semoga di akhirat kelak kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat beliau dan bisa berkumpul bersamanya. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *