Disiplin : Kunci Mengatasi Masalah

KH. Abdullah Gymnastiar

Tidak sedikit dari kita mengalami situasi yang buruk dikarenakan kelalaian dan kurangnya disiplin dalam melakukan suatu kegiatan. Disiplin itu ialah kemampuan seseorang dalam melakukan apa yang memang harus dilakukan.  Kita banyak tahu yang harus kita lakukan, namun belum tentu kita mau untuk melakukannya.

Lantas disiplin seperti apa yang harus kita lakukan dalam situasi dan kondisi wabah seperti ini?

  • Disiplin untuk benar-benar jaga jarak (Physical Distancing)

Berusaha semaksimal mungkin untuk tidak keluar rumah dan lakukan setiap kegiatan di rumah saja. Apabila terpaksa untuk keluar rumah karena alasan tertentu, maka hindari atau jauhi kerumunan orang. Disiplin dalam menjaga jarak dengan orang-orang yang ada di luar rumah. Jika physical distancing dilakukan oleh semua pihak, maka secara syariat akan mempercepat pemusnahan wabah virus corona.

  • Disiplin untuk memakai masker

Hal ini adalah sebagai upaya dalam mencegah agar tetesan virus (drop plate) tidak mudah tersebar. WHO mengabarkan agar masker digunakan oleh orang yang sakit. Namun kasus wabah corona ini tidak dapat diketahui siapa yang terkena virus covid-19. Delapan puluh persen orang yang terjangkit virus ini tidak mengalami gejala medis. Jadi tidak diketahui siapa saja yang membawa virus (carrier). Oleh karenanya kita harus disiplin memakai masker apabila keluar rumah, bertemu orang atau melakukan aktifitas lain di luar rumah.

  • Disiplin untuk menjaga kebersihan

Dengan kondisi seperti ini, sudah seharusnya kita menjaga kebersihan dengan standar kebersihan yang tinggi. Mencuci tangan sesuai dengan air mengalir, sabun dan cara yang benar. Membersihkan setiap celah rumah yang sering maupun jarang terjamak. Jika dari luar rumah, maka jangan menyentuh apapun sebelum mandi terlebih dahulu. Apabila membawa barang dari luar rumah, maka pastikan barang itu dibersihkan sebelum masuk ke rumah. Sesering mungkin kita perhatikan kebersihan diri serta lingkungan.

  • Disiplin menjaga kondisi serta stamina tubuh

Secara syariat virus ini akan mudah terjangkit pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah dan sulit untuk terjangkit pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang kuat. Untuk menjaga daya tahan tubuh tentunya kita harus memperhatikan asupan (makanan) sehari-hari kita dengan mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan serta minum air mineral yang cukup, minimal dua liter setiap harinya. Olahraga dan istirahat yang cukup. Olahraga sesuai dengan arahan WHO yaitu minimal tiga puluh menit sehari. Istirahat tidak kurang dari enam jam dalam setiap harinya.

  • Disiplin dalam mendekatkan diri pada Allah

Kita tahu bahwa kondisi wabah menyebabkan MUI mengeluarkan fatwa untuk tidak sholat di masjid dan di gantikan dengan sholat di rumah. Namun hal ini tidak menjadikan sholat kita lalai dan terbengkalai. Sholat harus tepat pada waktunya dan usahakan untuk berjamaah dengan anggota keluarga. Jangan jadikan kondisi wabah menjadi alasan agar kita lalai dalam sholat. Jangan ragu-ragu memperbanyak doa. Doa mohon ampun pada Allah, karena boleh jadi musibah hadir karena kemaksiatan dan dosa kita dihadapan Allah. Disiplin juga dalam membaca Al Qur’an yang selama ini kita lalai dalam membacanya. Perbanyak berdzikir mengingat Allah. Juga tak kalah penting disiplin dalam bersedekah. Semua ini kita maksimalkan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah yang Maha Pencipta segala sesuatu dan juga Maha Pelindung atas semua keburukan.

Mari sahabat kita bersama-sama membangun kekuatan untuk disiplin. Karena untuk menghilangkan wabah virus bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, tim medis ataupun aparat. Tetapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah nasibnya. Semoga kita bisa selalu disiplin dan bisa mendapatkan hikmah dibalik wabah virus corona. Aamiin… Yaa Rabbal ‘alamin…

Sikap dalam Menghadapi Ujian Wabah

Ustadz Abu Bassam Oemar Mita, Lc

Banyaknya kasus wabah epidemi yang sudah terjadi di negeri kita, tentunya dengan begitu kita harus memiliki sikap dalam melihat kejadian wabah agar sikap ini memberikan kekuatan dalam menghadapi dan melewati ujian yang Allah berikan pada kehidupan kita.

Pertama, selalu mengimani bahwa setiap kejadian yang kecil maupun kejadian yang besar tidak akan terjadi kecuali sesuai dengan kehendak dan izin Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan semua ini telah ditetapkan Allah lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Dengan sikap mengimani takdir dan ketentuan Allah akan menjadikan kita tenang dan bersahaja.

Kedua, kita harus paham bahwa virus penyebab corona adalah makhluk ciptaan Allah. Hanya Allah yang mampu menghidupkan dan juga mematikan. Jangan sampai ketakutan kita kepada virus lebih besar daripada ketakutan kita kepada Allah. Ketika kita paham virus itu adalah ciptaan Allah dan Allah mampu mematikannya sebagaimana Allah menghidupkannya, maka keimanan kita harus dipertebal kepada Allah Dzat Yang Maha Penjaga. Ketika kita tahu bahwa Allah tempat bersandar kita, maka sudah pasti hidup kita akan tenang.

Ketiga, ketika kita berjalan di muka bumi Allah, maka kita akan diikuti dengan sembilan puluh sembilan sebab kematian. Begitulah sabda daripada Rasulullah. Jika manusia selamat pada sebab kematian yang pertama, maka belum ada jaminan akan selamat pada sebab-sebab berikutnya. Hadirnya corona tidak menjadi penyebab dekatnya ajal ataupun menjauhnya ajal. Sebab ketentuan Allah atas kematian kita sudah dituliskan secara pasti setiap detiknya. Tidak akan maju satu detik dan tidak pula mundur satu detik. Hal ini juga akan menjadikan kita tenang, karena kematian kita telah dituliskan oleh Allah dengan indah.

Keempat, apabila seorang muslim ditakdirkan untuk terkena wabah virus dan ikhlas menjalani ketetapan Allah, serta kemudian meninggal dunia karena virus itu. Maka kematiannya akan dicatatkan syahid disisi Allah. Karena ada tiga kategori mati syahid, yaitu :

  • Syahid di dunia dan syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang berperang karena Allah dan mati terbunuh di medan perang. Di dunia tidak perlu dimandikan dan tidak perlu dikafani. Di akhiratnya mendapat surga.
  • Syahid dunia namun tidak syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang meninggal di medan perang, namun niatnya bukan karna ingin meninggikan kalimat Allah. Di dunia tidak dimandikan dan tidak dikafani. Di akhiratnya mendapatkan neraka karena niatnya yang salah.
  • Tidak syahid di dunia namun syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang meninggal dalam keadaan terbakar, kecelakaan, tertimpa bangunan, sakit perut, melahirkan, dan terkena wabah penyakit. Maka dia tidak syahid di dunia yaitu jasadnya tetap dimandikan dan dikafani. Tetapi di akhirat kedudukannya seperti orang-orang yang mati syahid.

Kelima, perbanyaklah doa di setiap waktu yang kita miliki. Jangan sampai kita lupa bahwa kita bersandar pada Allah Dzat Yang Maha Penjaga. Pertolongan Allah selalu lebih besar dibandingkan dengan ujian yang Allah berikan kepada orang-orang yang tidak pernah lupa bersandar pada Allah. Salah satunya sandaran kita pada Allah ialah doa.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Allaahumma innii’auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa sayyi il asqoom
“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit.”

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.

BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI’UN FIL ARDHI WA LAA FISSAMAA’I, WA HUAS SAMII’UL ‘ALIIM

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Mari kita mulai rutinkan untuk berdoa di waktu-waktu mustajab seperti pada waktu sujud, pagi hari, sore hari, dan pertengahan malam. Karena dengan doa dapat mengubah yang mustahil menjadi mustajab, mengubah yang lemah menjadi kuat.

Kemudian yang terakhir, berkoordinasi dengan instansi pemerintah yang menangani kasus wabah corona. Juga berkomunikasi dengan tenaga medis agar kita tidak terperosok karena ketidaktahuan kita perihal virus corona. Tetap mencuci tangan, membersihkan lingkungan kita, menghindari wilayah atau tempat-tempat yang dapat menyebabkan kita terkena wabah penyakit sebagai bentuk usaha atau ikhtiar kita.

Jika kita dengan virus yang tidak terlihat oleh kasat mata saja bisa membuat tumbang. Lantas apa yang bisa kita sombongkan di hadapan Allah selama ini. Kesombongan dengan menentang Allah, mengejek dan mengolok-olok syariat Allah. Semoga kejadian ini bisa membuat kita merenungi kesalahan, dosa dan khilaf kita selama ini kepada Allah. Karena tidak luput sesuatu kejadian dari merenungkan dosa bagi orang-orang yang beriman.

Rumus Mengambil Hikmah dalam Kejadian

Tidak ada satu pun kejadian yang Allah ciptakan dengan sia-sia, semua pasti ada kebaikan dan hikmah yang dapat menjadikan pembelajaran bagi kita.

Rumus dalam mengambil hikmah dan juga pembelajaran dalam setiap kejadian yang ada pada kita :

  • Memahami bahwa setiap kejadian adalah sinyal dari Allah untuk kembali pada Allah dan istiqomah dalam kebaikan.

Ketika ada keburukan menimpa kita dikala ingin melakukan kemaksiatan, maka haruslah selalu kita ingat bahwa Allah memberikan sebuah peringatan kepada kita berupa sinyal keburukan untuk kita kembali kepada Allah. Serta istiqomahlah dalam kebaikan dengan memohon ampun kepada Allah di setiap keburukan yang menimpa kita.

  • Memahami bahwa setiap kebaikan yang dikaruniai kepada kita adalah datang dari Allah. Sedangkan jika datang keburukan dalam bentuk apapun, itu semua karna dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan.

Yakinlah bahwa suatu apapun berupa kenikmatan datangnya hanya dari Allah. Ketika naik jabatan, mendapat nilai yang baik, bisnis yang lancar, itu semua datang dari Allah. Bukan karna usaha kita yang hebat, tetapi Allah membantu setiap urusan kita. Dan jika keburukan menerpa hidup kita, segeralah mohon ampun pada Allah. Karna tidak ada keburukan yang hadir kecuali karna dosa dan maksiat yang kita lakukan.

  • Memahami bahwa Allah adalah Dzat yang selalu menginginkan kebaikan dan tidak pernah menginginkan kesukaran kepada hamba-hambaNya.

Allah satu-satunya Dzat yang Maha Baik dan selalu menginginkan kebaikan hadir di kehidupan hamba-hambanya. Mustahil bagi Allah memberikan keburukan pada hambanya. Begitu banyaknya maksiat, dosa dan khilaf yang selalu kita lakukan, namun Allah masih saja menutupi aib-aib kita. Jika Allah tidak menghendaki kebaikan pastilah tubuh kita ini hina karna tertutup oleh semua dosa atas kemaksiatan yang kita lakukan dihadapan-Nya.

  • Mensyukuri nikmat dan karunia dalam bentuk apapun yang telah Allah berikan kepada kita. Serta mohon ampunlah pada Allah atas segala dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan dihadapan-Nya.

Orang yang bahagia bukanlah orang yang memiliki pangkat yang tinggi, rumah yang mewah atau harta yang berlimpah. Namun bahagia adalah kepunyaan orang yang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Bersyukur dengan apa yang ada, bukan mencari apa yang tidak ada. Allah akan menambahkan nikmatNya bagi siapa saja dari hambaNya yang bersyukur. Serta bersegeralah untuk memohon ampun pada Allah atas dosa dan maksiat. Karena hanya dosa yang dapat memutus kenikmatan yang penuh dengan keberkahan.

  • Positif dalam berpikir atas apa yang sudah terjadi dan yang sedang terjadi kepada kita.

Jauhi pikiran negatif terhadap setiap keputusan dan ketentuan Allah. Sebab suatu apapun jika kita sikapi dengan negatif, maka akan telahir jiwa yang negatif dan akan berdampak negatif pula bagi kehidupan kita. Allah beserta dengan prasangka hamba-hambanya.

Dalam situasi seperti saat ini, banyak baiknya jika kita mulai mengambil hikmah dan pelajaran. Sudah pasti hadirnya wabah penyakit itu karena izin Allah. Tugas kita adalah mencari hikmah dan kebaikan atas kejadian ini. Juga jangan pernah dilupakan untuk selalu berdoa, meminta pada Allah agar terhindar dari keburukan dan jika keburukan sudah melanda, maka mintalah pada Allah untuk menggantikan keburukan itu dengan kebaikan.

اَللّهُمَّ افْتَحْ لَنَا حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhummaftah lanâ wansyur ‘alainâ rahmataka yâ dzal jalâli wal ikrâm.

“Ya Tuhanku, bukakan lah hikmah bagi kami dan hamburkan lah rahmat-Mu di atas kami. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan keagungan”

Itulah salah satu doa untuk memohon ditunjukan hikmah atas setiap kejadian yang ada. Semoga Allah selalu membimbing kita dan Allah selalu melindungi kita dari segala mala-petaka, mara-bahaya dan semua keburukan yang ada di dunia, juga akhirat. Aamiin…

Ibadah yang Dimuliakan Allah

Sahabat, kita tahu bahwa Ibadah Haji adalah ibadah yang sangat Mulia. Tidak seperti ibadah lainnya seperti ibadah sholat yang hanya mengorbankan tenaga tanpa perlu mengorbankan harta. Begitu juga dengan ibadah sedekah yang hanya mengorbankan harta tanpa perlu mengeluarkan tenaga yang besar. Lain halnya dengan ibadah haji yang mengorbankan kedua aspek kehidupan yaitu harta dan juga tenaga. Pengorbanan yang besar inilah yang menjadikan ibadah haji menjadi ibadah yang diutamakan dan dimuliakan oleh Allah.

Ibadah yang menggabungkan enam rukun di dalamnya yang menjadikan ibadah hajinya sah (diterima Allah). Mulai dari ihram, sebagaimana ibadah pada umumnya, niat termasuk bagian penting dalam ibadah. Posisi niat pada saat haji dimulai saat melakukan ihram.

Kedua, wukuf di Arafah, dalam hadis disebutkan bahwa haji itu adalah arafah. Artinya, wukuf di Arafah menjadi ritual penting dalam haji. Wukuf biasanya dimulai pada tanggal 9 dzulhijah setelah tergelincir matahari sampai waktu subuh tanggal 10 Dzulhijah. Orang yang diwajibkan melakukan wukuf ialah orang yang memenuhi persyaratan sah ibadah, seperti tidak gila, sadar, dan lain-lain.

Ketiga, tawaf, dilakukan setelah wukuf di Arafah, dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah haji. Pada saat memulai tawaf, badan harus menghadap seutuhnya ke arah Hajar Aswad.

Keempat, sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.

Kelima, tahallul, yaitu mencukur rambut setelah menyelesaikan rukun haji. Dianjurkan bagi laki-laki untuk mencukur seluruh rambut dan bagi perempuan dianjurkan memendekkan rambut. Batas minimal tahallul menurut sebagian ulama ialah tiga helai rambut.

Keenam, tertib, rukun haji mesti dilakukan secara berurutan, dimulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan tahallul. Tidak boleh rukun yang kedua atau ketiga dilakukan di awal. Kalau tidak berurutan, maka hajinya tidak sah.

Banyak sekali dari kita sangat merindukan pertemuan dengan menghambakan diri pada Allah di Masjidilharam dan bertatap langsung dengan ka’bah. Jarak yang begitu jauh dengan tanah air tentu tidak mematahkan semangat untuk memaksimalkan ikhtiar agar dapat berkunjung ke tanah suci melengkapi kelima rukun islam.

Iktiar tidaklah lengkap tanpa ditutup dengan berdoa serta tawakal pada Allah. Karna do’alah yang menjadi senjata ampuh umat islam. Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Pengabul Do’a pasti mengabulkan doa hamba-hambanya apabila memohon dan berdoa pada-Nya. Itulah janji Allah pada surat Al-Baqarah ayat 186. Allah tidak mengundang yang mampu untuk datang ke rumah-Nya (Baitullah). Tetapi Allah akan memampukan hambanya yang diundang untuk hadir di baitullah.

Semoga kita menjadi bagian hamba-hamba Allah yang Dimampukan untuk bisa hadir menghambakan diri di depan ka’bah al mukaramah. Aamiin, Ya Rabbal ‘alamin…

Untuk biaya pendaftaran KBIH Rp. 250.000 / orang

untuk Biaya Manasik sesuai ketentuan pemerintah yaitu Rp. 3.500.000,- / Orang

kemudian untuk biaya program penunjang Rp. 4.000.000 / orang

biaya program penunjang meliputi :

  1. Perlengkapan tambahan haji (Kain Ihrom / Jilbab)
  2. Kaos Olah Raga
  3. Syal peserta
  4. MCU (Medical CheckUp)
  5. Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas
  6. Jaring Koper
  7. Ziarah di Mekah dan Madinah

Untuk biaya manasik dan program penunjang bisa di bayarkan secara bertahap saat manasik.berlangsung

untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Custumer Service Kami di

WA. 0812 9430 1616
Tlp. 021 723 5255

Rukun Haji : (Disarikan dari Fathul Qarib karya Ibnu Qasim)
(Wildan)

Protokol Aman Sebelum Keluar Rumah

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Bagi sahabat-sahabatku yang memang wajib keluar. Para medis, petugas keamanan, pengantar barang makanan yang memang wajib keluar, maka ikutilah protokol berikut ini :

1. Keluarlah dengan niat lillahi ta’ala yang benar memenuhi kewajiban

2. Jangan lupa perlengkapan standar, yaitu :

  • Masker untuk menutup wajah,
  • Sarung tangan plastik untuk melindungi tangan agar menyentuh sesuatu tidak langsung mengenai kulit,
  • Sanitizer gel sebagai pelindung sesaat,
  • Sabun kecil agar bisa mencuci tangan saat bertemu air (karena lebih efektif membunuh virus dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun),
  • Jas hujan sekali pakai (disposal) melindungi tubuh dari virus dan bakteri di jalan.

3. Berdoa ketika keluar rumah :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Hudita, Wakufita, Wawukita. (akan ditunjuki, dicukupi, dan dilindungi) Ini merupakan janji Allah.

Disertai dengan doa :

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Barang siapa yang membaca doa ini tiga kali pada pagi dan sore hari, tidak akan ada yang bisa mencelakakan dan tidak ada satupun yang berbahaya baginya (terhindar dari segala bahaya) – HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmizi, Nasa’i dan Ibnu Majah (Menurut Tirmizi doa ini Hasan,Gharib, shahih).

Dan ditutup dengan doa :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan”

Barangsiapa yang singgah pada suatu tempat, kemudian dia berdoa “A’UUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHALAQ”, niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu. (HR. Muslim no. 2708)

4. Sedekahlah dengan segala kemampuan yang ada. Bisa dengan uang, bisa dengan makanan atau dengan kebaikan apapun yang bisa kita lakukan. Karena sekedah adalah penolak bala.

5. Dzikrullah dalam setiap langkah kaki dan hembusan nafas :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”

QS. Al-Baqarah ayat 152

Semoga perjalanan keluar ini menjadi amal shaleh, senantiasa dalam perlindungan Allah, membawa manfaat bagi orang karena wajib, dan kembali kerumah penuh dengan keselamatan.

Ayoo sahabatkuu… mari kita jaga diri kita ketika ingin keluar rumah, perbanyak doa dan ikuti protokol-protokol yang adaSimak video ini yaaa, semoga bermanfaat#tauhiid #islam #rahmatanlilalamin

Dikirim oleh KH. Abdullah Gymnastiar pada Selasa, 24 Maret 2020

Sensasi Sahara di Maroko

Perjalanan ke Gurun Sahara selalu menjadi sebuah destinasi yang sangat dinantikan oleh para peserta. Membayangkan diri naik unta, menggunakan baju khas mereka, dan tinggal di kemah-kemahnya. MasyaAllah tidak sabar!

Setelah 4 hari menikmati keindahan kota Maroko dari Casablanca, Marrakesh, Ait Ben Hadou hingga akhirnya tiba juga di Gurun Sahara Merzouga.

Di sini, peserta diberikan kebebasan memilih moda transportasi untuk berkeliling Sahara, mau menggunakan unta atau jeep.

Tapi karena semua peserta Wisata Hikmah Maroko Spanyol periode 3-14 Maret 2020 ingin merasakan sensasi menunggangi unta di gurun Sahara maka opsi jeep tidak ada yang memilihnya.

Perjalanan di Sahara ini berhasil membuat diri merasa kecil sekali di hadapan Allah. Saat melihat gurun, serasa tidak ada tepinya. Maha luas dan indah ciptaan Allah SWT.

Untuk penginapan di Sahara, tidak usah khawatir karena sudah disediakan tenda glamping yang nyaman. Sangat disarankan untuk membawa jaket karena saat malam dan pagi hari, hawanya cukup dingin.

Dan usahakan untuk bangun sebelum matahari terbit yaaa karena pemandangan matahari terbit di Sahara masyaa Allah cantik sekali.

Rasanya, dengan rentetan keindahan alam yang ditemui di Sahara, sungguh bersyukur dapat rejeki untuk ke sini.

Bagi para Sahabat yang ingin merasakan sensasi tinggal semalam di Sahara, yuk rencanakan!

Insyaa Allah Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel siap memfasilitasi perjalanan ke Maroko Spanyol.

Hubungi kami di
Kantor Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel:
Jl. Cipaku 1 No. 18
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170
Office: 021-7235255
0852-8910-2222
0812-1812-3311

Jihad Kita di Tengah Wabah Virus Corona

Dengan semakin merebaknya wabah virus corona (Covid-19), Pembina Pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak kepada masyarakat agar mengukuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.14 tahun 2020 Poin 3.A: untuk melakukan tindakan preventif (menutup peluang peyebaran wabah Covid-19). Salah satunya adalah tidak beribadah sholat lima waktu dan sholat Jum’at ke masjid selama masa inkubasi ini.

“Mungkin situasi kali ini menjadi suasana sedih, karena ketika mendengar adzan kita belum bisa mendatangi masjid kembali. Karena memang kondisinya yang kurang baik.” ujar Aa Gym.

Beliau juga mengarahkan kepada pesantren-pesantren DT yang ada di Jakarta, Tangerang Selatan, Eco Pesantren dan Batam untuk sementara tidak menyelenggarakan sholat wajib juga sholat Jum’at yang dimulai pada 18 Maret 2020 lalu. Namun adzan sebagai panggilan sholat tetap dikumandangkan. Menurut Aa Gym, ini merupakan ikhtiar dari pencegahan agar tidak semakin meluasnya wabah penyakit virus corona yang 85% penyebarannya tidak memiliki gejala klinis.




Suasana Masjid Daarut Tauhiid Jakarta

“Bisa saja yang sehat tanpa ada gelaja sakit apapun membawa virus dalam tubuhnya dan menyebarkan virus kepada khalayak ramai. Bukan melarang sholat berjamaahnya. Namun larangannya adalah mendekati kerumunan yang membuat peluang terjadinya penyebaran virus,” lanjut beliau.

Selain Fatwa MUI, Penutupan masjid DT ini juga mengikuti Surat Rekomendasi Lajnah Syari’ah Daarut Tauhiid Nomor: 3/III/LS-DT/2020 M/144 H tentang rekomendasi penyelenggaraan ibadah (sholat berjamaah dan sholat jum’at dalam situasi terjadi wabah Covid-19).

Aa Gym juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap di rumah mengkarantina diri dan jika keluar rumah hanya dalam kondisi darurat serta selalu waspada dalam menjaga kebersihan badan juga lingkungan, “Inilah jihad kita, yaitu jika kita seorang dokter, perawat yang menjadi pelopor garis terdepan dalam mengobati penyakit virus coronanya. Dan jihad kita adalah sekuat tenaga mengkarantina diri. Karena dengan mengkarantina diri, kita bisa melindungi keluarga kita dan orang orang di sekitar kita,” tutupnya.

Memang sementara pintu masjid ditutup. Tapi yakinlah pintu Rahmat Allah senantiasa terbuka bagi siapapun, di manapun, dan kapanpun bagi yang yakin, beribadah dengan benar serta senantiasa berlindung dan mengharapkan pertolongan-Nya.

Semoga Allah segera mencabut musibah ini dari kita semua. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

(admin)

Sebait Do’a di Tengah Wabah Corona

Ya Rabbi…
Kami menginsyafi
Kami telah banyak menganiaya diri kami sendiri
Dengan dosa, maksiat dan lalainya hati dari mengingatMu, dari bertawakkal padaMu, dari khusyuk saat menghadapMu, dari Taubat memohon ampunanMu
Terlebih di bulan haram ini
Bulan Rajab, pintu gerbang Ramadhan yang diberkahi

Ya Rabbi…
Jika wabah corona ini adalah caraMu untuk menghukum kami
Maka sesungguhnya kami ini hanyalah hamba-hambaMu
Dan jika Engkau mengampuni kami
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana

Ya Rabbi…
Sungguh kami mengakui lemahnya diri ini
Dengan makhluk 3.000.000 kali lebih kecil dari biji wijen ini
Tiada daya kami
Tiada kuasa kami untuk berbuat taat, meninggalkan maksiat dan menghindari wabah ini
Melainkan datang dari pertolonganMu

Ya Rabbi…
Ramadhan sebentar lagi menghampiri
Kami rindu akan syahdu suasana itu
Di mana umat berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaatan padaMu
Mendirikan shalat, berpuasa, membayar zakat fitrah, dan umroh ke Baitullah
Memakmurkan masjid dan musholla dengan ibadah
Dengan tadarus dan tarawih berjamaah
Kedermawanan melimpah
Dalam ifthor jama’i, menyantuni yatim, infaq dan sedekah

Ya Rabbi…
Mudahkanlah kami menjalankan ibadah Ramadhan
Dengan kekusyukan tanpa rasa ketakutan

Karenanya ya Rabbi
Angkatlah wabah ini
Gantikan ketakutan kami menjadi ketundukan padaMu
Gantikan keangkuhan kami menjadi rasa hina di hadapanMu

TIPS TRAVELING DI KONDISI OUTBREAK CORONA

Di kondisi outbreak corona saat ini, langkah yang paling baik untuk dilakukan adalah berdiam diri di rumah (baik untuk belajar, bekerja, atau bahkan beribadah) agar dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Namun, bagaimana sikap kita, jika terpaksa harus tetap bepergian ke luar negeri atau ke daerah domestik lainnya?

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat traveling di kondisi outbreak corona:

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air.
    Gunakan sesering mungkin saat sebelum dan sesudah makan, setelah menyentuh benda apapun. Siapkan hand sanitizer di pocket kamu ya.
  2. Jangan sentuh wajah.
    Jika tidak terlalu perlu, hindari sentuh wajah. Kenapa? Karena virus Covid-19 bisa masuk melalui mulut atau mata kamu.
  3. Stay away dari objek wisata yang terlalu ramai.
  4. Ketahui kondisi di destinasi yang akan dituju.
    Jika daerah tersebut sudah berada di ‘red area’ lebih baik hindari area tersebut.
  5. Batuk, flu, dan demam saat traveling? Segera ke dokter, ya!
  6. Jaga pola makan yang sehat.
    Mau coba traditional food? Boleh, pilih yang sehat dan jangan lupa minum vitamin, ya!
Bisa dilihat juga di sini

Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita di manapun ya.

Nanti, kita jalan-jalan lagi ya bareng Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel 🙂

Kantor Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel:
Jl. Cipaku 1 No. 18
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170
http://wisatahikmah.id
Office: 021-7235255
0852-8910-2222
0812-1812-3311

LIMA ALASAN KE UZBEKISTAN

Asia rasanya tidak henti-hentinya menawarkan keunikan, keindahan dan sejarah yang kental terhadap Islam. Salah satu negara Asia tersebut adalah Uzbekistan – yang belakangan ini sering disebut sebagai mutiara tersembunyi di Asia dan menariknya, Uzbekistan merupakan satu dari 82 negara di dunia yang tidak memerlukan visa bagi pemegang passport Indonesia.

Kita cari tahu yuk lima alasan perlu berkunjung ke Uzbekistan:

  • Bebas Visa

Seperti yang sudah ditulis di atas, bagi para pemegang passport Indonesia, tidak perlu repot mengurus visa untuk masuk ke Uzbekistan! Yeay!

  • Kental Sejarah Islam

Bagi para turis yang tertarik mengenai sejarah Islam, rasanya Uzbekistan perlu dimasukkan ke dalam bucketlist. Salah satu ilmuwan terkenal dari Uzbekistan adalah Khawarizmi, seorang penemu angka nol. Bahkan di Uzbekistan, kita akan datang ke sebuah situs sejarah yang juga akan memperlihatkan kecanggihan astronomi ala Uzbekistan lho.

Observatorium tertua di dunia

Selain Khawarizmi, Imam Bukhori – seorang periwayat dan ahli hadist lahir, tepatnya di Kota Bukhara, Uzbekistan.

Dan juga ada :

Sumur Nabi Ayub
  • Keunikan dan keindahan bangunan kunonya

Rasanya tidak ada yang bisa menafikkan kecantikan kota Samarkhan, sebuah kota tua yang masuk dalam daftar warisan UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).

Samarkhan, one of World Heritage List (UNESCO)

Selain Samarkhan, Registan Square yang merupakan sebuah komplek pendidikan dari abad pertengahan, juga perlu untuk dikunjungi.

  • Makanan Halal, don’t worry!

Bagi para turis muslim, concern utama dalam memilih makanan bukan hanya tentang rasa tapi juga tentang kehalalan makanan tersebut. Nah, di Uzbekistan karena mayoritas penduduknya 90% adalah muslim – sehingga tidak perlu khawatir tentang kehalalan makanannya. Yes!

  • Mayoritas penduduk Uzbekistan adalah Muslim

Yes, seperti yang juga ditulis di nomor sebelumnya, dengan jumlah mayoritas penduduknya adalah Muslim, sehingga saat traveling ke Uzbekistan, kita tidak perlu untuk khawatir terhadap sulitnya mencari tempat ibadah ataupun makanan halal.

Masyarakatnya sangat ramah dan mereka aktif mengajak turis untuk berfoto bersama

Jadi, tunggu apalagi?

Yuk, masukkan Uzbekistan sebagai salah satu destinasi liburan kalian. Insyaa Allah Wisata Hikmah siap melayani perjalanan Wisata ke Uzbekistan dengan berbagai valuenya yaitu sharing ilmu manajemen qolbu, terjaganya waktu sholat, makanan halal, fasilitas bintang 4/ setara dan pendampingan perjalanan (Tour Leader) tim asaatidz Daarut Tauhiid.

Informasi lebih lanjut mengenai Wisata Hikmah Uzbekistan:

Kantor Wisata Hikmah DT Jakarta:
Jl. Cipaku 1 No. 18
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170Office: 021-7235255
http://wisatahikmah.id
0852-8910-2222
0812-1812-3311