5 Tingkatan Shalat Khusyuk

Sahabat, kita tahu bahwa shalat adalah kewajiban. Namun, kita akui bahwa untuk mencapai khusyu dalam shalat itu tidaklah mudah. Bahkan, ada orang yang tak sempat memikirkan khusyu dalam shalat, ia hanya merasa cukup dengan melaksanakan shalatnya saja. Padahal Allah memerintahkan shalat kepada kita adalah pasti untuk kebahagiaan dunia dan akhirat kita.

1. Orang yang Mendzalimi Diri Sendiri
2. Orang yang Was-was
4. Orang yang Istiqamah
5. Seperti Shalatnya Waliyullah

Melalui infografis ini kami sampaikan 5 tingkatan shalat menurut imam Ibnu Qayyim, yang dibawakan oleh gurunda KH. Abdullah Gymnastiar dalam kajiam beliau.
Asal muasal khusyu’ diperoleh dari hati. Jika hati telah lembut dan tunduk, maka penglihatan, pendengaran, pikiran, serta tubuhnya akan ikut menjadi khusyu’, maka terpancar cahaya kebaikan dan timbul ketenangan jika melihat wajah orang yang selalu basah dengan wudhu.

#shalat #shalatkhusyu #khusyu #imamibnuqayyim #dakwah #aagym #khabdullahgymnastiar #daaruttauhiid #daaruttauhiidjkt

Allah berfirman:
.
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al-Mukminun: 1-2). Alhamdulillah, puji dan syukur hanya milik Allah SWT. Semoga Allah Yang Maha Menatap, yang menganugerahkan kepada kita perintah shalat, memberikan kemampuan kita untuk menegakkannya.

www.dtjakarta.or.id

Memperingati Hari Donor Darah Sedunia

Apa golongan darahmu Sahabat? A, B, AB, atau O? Sudah pernah donor darah?

Sistem golongan darah ABO ini ditemukan oleh Karl Landsteiner yang tanggal lahirnya 14 Juni, dan memenangkan nobel sebagai sistem penetapan golongan darah utama.

Sejak tahun 2005, 14 Juni dicanangkan WHO sebagai Hari Donor Darah Sedunia, yang mana tahun ini di masa pandemi diusung dengan tema “Save blood saves lives” (Darah yang aman menyelamatkan nyawa).

Donor darah adalah bentuk kepedulian terhadap sesama. PMI melakukan pencatatan secara daring bagi pendonor dan memberikan Piagam Penghargaan bagi pendonor rutin. Kampanye solidaritas dalam menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan, empati dan kebaikan bagi pendonor sukarela.

Semangat menyelamatkan jiwa sesama merupakan motivasi yang harus dibangun agar pendonor tetap termotivasi untuk memberikan darahnya kepada sesama secara rutin. Terdapat komunitas pasien yang secara bawaan mempunyai usia sel darah yang lebih pendek sehingga secara rutin membutuhkan donasi darah untuk memperpanjang hidupnya. Selain itu, donor darah memberikan berbagai manfaat bagi pendonor.

Menyumbangkan darahnya kepada seseorang yang membutuhkan adalah pekerjaan kemanusiaan yang sangat mulia. Hal ini karena dengan mendonorkan sebagian darahnya berarti seseorang telah memberikan pertolongan kepada orang lain, sehingga seseorang selamat dari ancaman yang membawa kepada kematian.

Menyumbangkan darahnya dengan ikhlas kepada siapa saja termasuk amal kemanusiaan yang amat dianjurkan oleh Islam, dan dengan izin Allah akan berdampak pula pada adanya pahala. Seperti halnya orang memberi makan kepada orang lapar yang terancam akan mati. Hal ini sejalan dengan firman Allah swt dalam surah al-Maidah (5) ayat 32;

… dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.

Daarut Tauhiid Jakarta, sebagai pihak yang rutin mengadakan donor darah setiap 3 bulan sekali bekerja sama dengan Palang merah Indonesia (PMI), mengambil momentum ini untuk mengucapkan terima kasih kepada para pendonor, para pahlawan kemanusiaan.

Jazaakumullah khairan katsiran

Semoga niat tulus ikhlas menolong sesama dibalas dengan pahala kebaikan oleh Allah Swt. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin

www.dtjakarta.or.id

#donordarah
#haridonordarahsedunia
#savebloodsaveslife
#palangmerahindonesia
#daaruttauhiid
#daaruttauhiidjakarta

NB: Untuk sementara, di masa pandemi, DT Jakarta belum mengadakan donor darah bersama PMI lagi hingga kondisi diyakinkan aman dan terkendali, jamaah disarankan untuk berdonor ke Unit Donor Darah PMI.

Guru-guru Hebat di Balik Al Fatih

Pendidikan merupakan pilar utama sebuah generasi. Itu bukan teori, melainkan sebuah kaidah penting yang sayangnya seringkali kita lupakan. Kita seringkali membaca kisah seorang tokoh hanya dari sisi individunya dan dramatisasinya, lupa bahwa di balik setiap tokoh besar pasti ada guru-guru yang hebat.

Termasuk bagi figur sekaliber Muhammad Al Fatih, siapakah orang-orang hebat di balik pendidikan beliau?

Dalam budaya Utsmaniyah, para sultan mengatur kurikulum pendidikan bagi anak-anak mereka ketika sudah berusia 5 tahun, yang mereka namakan dengan Sehzade. Di fase itu, para sultan memilihkan guru-guru hebat dari seantero negeri untuk datang mendidik anak-anak mereka tentang berbagai disiplin ilmu.

Ketika sang anak sudah baligh, ia akan mendapatkan kesempatan untuk memilih sendiri guru yang cocok dengan passionnya. Bidang apapun yang menunjang karakter kepemimpinan akan di-approve oleh sang ayah. Begitulah mengapa para sultan Utsmaniyah punya catatan emas terkenal dengan kecerdasan di atas rata-rata, seperti Al Fatih dan Sultan Abdul Hamid II.

Budaya ini terus berlangsung, namun paling kentara di masa-masa awal pembangunan Kesultanan Utsmaniyah yang puncaknya ada di era Sultan Muhammad Al Fatih. Beliau belajar dari 4 grandmaster utama sejak masa kecilnya. Beliau-beliau adalah:

Syaikh Ibnu Tamjid, guru ini terkenal dengan kehebatannya dalam syair-syair berbahasa Arab dan Persia. Dari beliau, Muhammad Al Fatih mempelajari bahasa mulai dari dasar-dasarnya sampai ke sastranya. Sebab ilmu bahasa nyatanya adalah ilmu kepemimpinan.

Lalu Mullah Sirajuddin Halbi (Molla Siraceddin Halebi) guru yang satu ini memang memiliki tempat istimewa di hati ayah Muhammad Al Fatih. Kemudian Mullah Ayyas, Mullah Gürani. Di masa ketika Muhammad Al Fatih sudah menjadi sultan, beliau tetap belajar dan tercatat beliau berguru pada 11 grandmaster dari berbagai bidang.

Di antara guru-guru hebat tersebut, yang paling masyhur adalah Syaikh Aaq Syamsuddin (Akshamsaddin) beliau disebut-sebut para pakar sejarah sebagai pembebas “maknawi” Konstantinopel sebagaimana Muhammad Al Fatih adalah pembebas “fisik”-nya.
.
Selain ketenarannya dalam ilmu agama yang mumpuni, Syaikh Aaq Syamsuddin populer di bidang kedokteran dan farmakologi. Elias John Wilkinson Gibb mencatat dalam karyanya ‘History of Ottoman Poetry’ bahwa Aaq Syamsuddin mempelajari hal itu dari Haji Bayram Wali selama bertahun-tahun bersamanya. Di saat yang sama, beliau juga berpengetahuan luas dalam perawatan gangguan psikologis dan spiritual.
.
Dari guru-guru tersebut, Muhammad Al Fatih belajar ilmu matematika, engineering, tafsir, hadits, fiqh, ilmu Kalam, sejarah, Bahasa Arab, bahasa Persia, Mesir, Latin, Yunani dengan langsung belajar pada penutur asli yang didatangkan dari sudut-sudut wilayah Kesultanan Utsmaniyah. Beliau juga fokus pada ilmu sastra, yang mana terkenal pula Muhammad Al Fatih dengan kasidah syair-syairnya.
.
Referensi :
1. Qisshatu Muhammad Al Fatih, Dr Raghib Sirjani
2. Emir Hüseyin Enîsî: Menâkıb-ı Akşemseddin
3. www.turkpress.co

Tulisan disadur dari https://www.instagram.com/p/B_Q-IIcHmYU/?igshid=p7j4chrqri4c dengan seijin penulis.

Repost from Wisata Hikmah DT Jakarta

Kunci Menghadapi Persoalan Hidup

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Segala puji hanya milik Allah, Dzat yang menurunkan ketenangan dan ketenteraman kepada hati orang mukmin. Shalawat juga salam tersampaikan pada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam.

Sahabat, manakah yang paling berbahaya ? Ujian kepahitan atau ujian kesenangan ?

Allah berfirman dalam Al Quran surat Al-Anbiya ayat 35 :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Yang paling berbahaya adalah segala urusan yang membuat kita lalai dari mengingat Allah. Sering kali ujian wabah virus dianggap berbahaya bagi kehidupan kita. Padahal yang berbahaya adalah ujian kelapangan. Karena ketika lapang akan sering lupa dan lalai untuk mengingat Allah. Apabila dalam kesulitan akan mudah mengingat Allah. Dari semua ujian kesenangan atau kesulitan, yang Allah inginkan adalah kita menjadi dekat kepada Allah.

Wabah yang Allah hadirkan ini adalah karunia bagi kita semua. Karena dengan hadirnya wabah ini menjadikan kita lebih serius memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah daripada sebelumnya, dan semakin menjadikan kita dekat pada Allah.

Banyaknya dari kita menganggap bahwa ujian virus ini amat berat dan menjadikan kesulitan dalam hidup. Sebetulnya ujian yang paling berat adalah kelapangan dalam kehidupan, seperti kelapangan rezeki, kemudahan beraktivitas dan juga keleluasaan lainnya dalam hidup. Sebab hal itu akan membuat kita sulit mengingat Allah dan lalai untuk mendekatkan diri pada Allah. Sholat di akhirkan, membaca Al Quran di sisa waktu, ikut kajian jika sempat dan semua kelalaian akan mudah saat kita lapang.

Sekarang ini kita oleh Allah disempitkan berada di rumah bersama keluarga, bisa tilawah Quran bersama, sholat bersama, mencari ilmu bersama yang sebelumnya memang sulit untuk kita dapatkan kebersamaan itu.

Jadi, ujian wabah ini kita syukuri atau kita sabari ?

Apabila seseorang mengikuti ujian, maka ada yang lulus dan ada pula yang tidak lulus. Yang lulus dari ujian adalah orang yang benar dalam bersikap. Dan orang yang tidak lulus bukan karena soalnya yang salah. Namun yang salah adalah jawabannya sehingga menyebabkan dia tidak lulus.

Jawaban yang Allah inginkan dari setiap ujian yang hadir di tengah kita adalah syukur dan sabar. Rasulullah bersabda yang artinya,“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Syukur dan Sabar

Jadi yang harus kita waspadai pada diri kita adalah kurangnya syukur dan kurangnya sabar. Pandemi virus menjadi peringatan bagi kita untuk sabar dari ujian yang telah Allah tetapkan dan bersyukur atas kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita. Nikmat hidup, nikmat melihat, bernafas, mendengar, nikmat iman Islam, nikmat masih bisa berjumpa dengan Ramadhan dan nikmat-nikmat lainnya yang jarang kita syukuri.

Ukuran sabar melalui Pikiran, hati, lisan dan tubuhnya saat ditimpa musibah dan diberikan kesenangan. Apabila pikirannya mengingat Allah, hatinya memohon pada Allah, lisannya mengagungkan Allah dan tubuhnya mendekat kepada Allah saat senang ataupun sulit, maka itu tergolong kepada orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“…(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,’Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sungguh segala sesuatu hanya milik Allah dan sungguh semua akan kembali kepada-Nya).” (Al-Baqarah ayat 156)

Orang yang sabar adalah orang yang tidak bisa berpaling pikirannya, hatinya, tubuhnya dari Allah Ta’ala. Ketika sudah sabar dengan hatinya, pikiran, lisan dan tubuhnya kepada Allah maka Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan) kepada kehidupannya. Lalu Allah berikan petunjuk dalam setiap ujian yang ada di kehidupannya. Yakinlah setiap ujian pasti ada akhirnya dan yakin pula bahwa setiap ujian yang Allah hadirkan pasti itu adalah kebaikan bagi kita. Serta lakukan rumus 5 AT :

  1. TekAT yang kuat dan bulat untuk selalu dekat dengan Allah.
    Sebab Allah mengetahui tekad seseorang. Tidak ada yang bisa dekat dengan Allah kecuali dengan bersungguh-sungguh.
  2. Perbanyak tobAT.
    Karena bala menimpa kita karena maksiat dan dosa yang kita perbuat, serta bala diangkat karena tobat.
  3. Jauhi maksiAT.
    Hindari semaksimal mungkin kemaksiatan. Mata hindari dari melihat yang bukan haknya, telinga menghindar dari omongan yang tidak perlu, dan mulut juga mengurangi bicara dari yang tidak bermanfaat.
  4. Tingkatkan taAT.
    Perbanyak sujud, karena sujud adalah jarak terdekat kita dengan Allah. Orang yang dekat dengan Allah, maka dia akan banyak bersujud kepada-Nya.
  5. Tebar manfaAT.
    Allah senang dengan hambanya yang menolong kepada sesama. Terlebih pada bulan yang penuh berkah ini, maka Allah akan memudahkan orang yang memberikan kemudahan kepada sesama makhluk Allah.

Semoga ini bisa menjadi bekal untuk kita bersyukur mengingat Allah dalam keadaan senang, dan sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan Allah. Semua ini adalah ikhtiar bagi kita untuk mendekatkan diri pada Allah Yang Maha Pengasih dan Dzat Yang Maha Memberi Pertolongan.

Mengenal Suku Barbar Lebih Dalam

“Barbar”, apa yang terlintas di benak Sahabat saat mendengar kata tersebut? Primitif, belum mengenal peradaban, kekerasan? Hmm… Stereotipe semacam itu hampir secara permanen telah menutupi realitas sebenarnya yang berada di balik nama Barbar.

Mungkin kita tidak pernah tahu bahwa Tariq bin Ziyad, salah satu prajurit paling legendaris dalam sejarah Islam adalah seorang Barbar. Dia yang memimpin pasukan Islam saat menaklukkan Andalusia (Spanyol) pada tahun 711 Masehi dan namanya hingga kini diabadikan sebagai nama sebuah selat yang memisahkan Afrika Utara dengan Eropa, Giblartar (Jabal Thariq).

Ilustrasi Thariq bin Ziyad, Suku Barbar yang menaklukkan Andalusia

Mungkin kita juga tidak pernah tahu bahwa Ibnu Batutah, seorang pengembara muslim terkemuka yang dicatat oleh sejarah sebagai pengembara terbesar pra-modern, adalah orang Barbar tulen. Bahkan, Zinadine Zidane, salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa, adalah orang Barbar yang berimigrasi ke Prancis.

Ciri Fisik Suku Barbar

Secara umum, para ilmuwan mendefinisikan “Barbar” sebagai penduduk asli yang mendiami wilayah Afrika Utara di sebelah barat lembah sungai Nil. Mereka tersebar dari pantai Atlantik di barat sampai oase Siwa (Mesir) di timur, serta dari pantai Mediterania di utara sampai sungai Niger di selatan.

Di masa sekarang, mayoritas orang Barbar adalah penduduk Maroko, Aljazair, Libya, dan Tunisia. Sebagian kecil ada yang menjadi penduduk Mesir, Mali, Mauritania, Burkina Faso, dan Nigeria.

Sejarah mencatat terdapat beberapa sebutan lain untuk Barbar. Orang Mesir menyebut mereka Meshwesh. Orang Yunani kuno menyebut mereka Libyans. Orang Romawi menyebut mereka Numidians dan Mauri. Orang Eropa abad Pertengahan menyebut mereka Moors.

Persebaran Suku Barbar di Benua Afrika

Barbar termasuk dalam rumpun Kaukasoid. Secara fisik, orang Barbar menyerupai sub-ras Mediterania atau Kaukasoid-Eropa Selatan. Namun, berbeda dengan orang kulit putih Eropa Selatan, orang Barbar memiliki tubuh lebih tinggi serta rambut, jenggot dan alis yang lebih pirang.

Ibnu Khaldun menggambarkan karakter orang Barbar sebagai manusia pemberani, kuat, hebat, dan memiliki solidaritas tinggi. Ibnu Khaldun menambahkan bahwa orang Barbar benar-benar manusia sejati, atau noble man yang sederajat dengan orang Arab, Persia, Yunani, dan Romawi. Jadi selama ini kita salah, ya?

Merekalah Saudara Muslim Kita

Sebelum mengenal Islam, suku Barbar berturut-turut memeluk agama Pagan kuno, Politheisme Yunani dan Romawi, serta Yahudi dan Nasrani. Saat ini, mayoritas orang Barbar beragama Islam Sunni.

Perubahan besar dimulai sejak abad ke-7 masehi, yaitu sejak kedatangan Agama Islam yang dibawa oleh orang Arab. Terjadilah proses Islamisasi dan Arabisasi di bawah kekuasaan Dinasti Bani Umayyah, sekitar tahun 670M.

Waktu terus berlalu, begitupun peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Suku Barbar. Diskriminasi rasial dan menjadi bangsa marjinal memang pernah mereka terima seiring waktu, namun pemerintahan yang bijak dan peran positif yang ditunjullan Suku Barbar dalam kancah dunia menunjukkan bahwa sejatinya Suku Barbar hidup berbeda dari stereotipe yang melekat padanya. Mereka adalah orang-orang terhormat yang menghargai budaya.

Suku Barbar di kota Merzouga, Maroko

Salah satu Suku Barbar yang termasuk dalam itinerary paket Wisata Hikmah destinasi Maroko-Spanyol adalah mereka yang bermukim di kota Merzouga, Marrakech, Maroko.

Rombongan Wisata Hikmah di Rumah Suku Barbar, Maroko

Marrakesh, adalah merupakan kota terbesar ketiga di Maroko. Kota ini juga disebut sebagai mutiara dari selatan, dimana terdapat jejak-jejak peradaban Islam yang sangat maju, yang dibangun oleh Muslim Suku Barbar. Dari suku ini pula lahir beberapa nama yang berhasil mencetak sejarah perjuangan Islam pertama di Eropa, serta dibidang ilmu pengetahuan.

Disini, rombongan wisatawan akan diajak menyambangi pemukiman Suku Barbar yang masih asli terawat dari jaman dahulu, sebuah pemukiman berundak-undak dengan jajaran rumah-rumah kotak berwarna coklat. Oh ya, agar maksimal, sebelumnya para wisatawan didandani dengan penutup kepala khas suku Barbar. Otentik sekali, bukan?

Yuk, rencanakan perjalanan silaturahim dan eksplorasi pemukiman Suku Barbar bersama Wisata Hikmah 😊

Repost : Wisata Hikmah

Hindari Virus dengan Imun

Dalam kondisi pandemi virus seperti ini kita diharuskan menjaga kDalam kondisi pandemi virus corona dan semakin bertambahnya kasus positif, kita diharuskan menjaga kesehatan diri karena Covid-19 ini sangat rentan bagi orang-orang dengan imun (daya tahan tubuh) rendah. Berikut ada beberapa tips bagaimana menjaga imun:

Perbanyak Makan Buah dan Sayur

Untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, kita disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang banyak mengonsumsi kedua jenis makanan tersebut, cenderung tidak mudah sakit. Hal ini disebabkan karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Istirahat yang Cukup

Kurangnya waktu istirahat dapat menurunkan imunitas tubuh kita. Maka penting sekali untuk memperhatikan waktu dan pola istirahat. Salah satu badan PBB yaitu WHO (World Health Organization) atau organisasi kesehatan dunia menyebutkan bahwa waktu minimum untuk istirahat adalah enam jam per hari.

Hindari Stres

Stres yang tidak terkendali bisa meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dalam jangka panjang, peningkatan hormon ini dapat mengakibatkan penurunan fungsi kekebalan tubuh. Perlu bagi kita mengelola pikiran dengan baik untuk menghindari stres. Kurangi pikiran yang negatif dan perbanyak berpikir positif pada situasi dan kondisi yang ada. Ini semua untuk menghindari stres pada diri kita.

Rutin Berolahraga

WHO menyarankan agar kita berolahraga tidak kurang dari tiga puluh menit per hari. Olahraga bisa kita lakukan dengan bersepeda, jogging, atau minimal dengan berjalan kaki. Hal ini sangat efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Mengonsumsi Suplemen (Multivitamin)

Suplemen atau multivitamin sangat membantu kita untuk mendorong agar imunitas tubuh meningkat. Multivitamin bisa kita dapatkan salah satunya dari hasil lebah yaitu madu. Madu mengandung banyak nutrisi yang baik bagi tubuh. Di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat, fruktosa dan juga glukosa. Rasa manis yang terkandung dalam madu berbeda dengan manis pada gula. Sebab madu memiliki aktivitas air yang rendah dan menyebabkan mikroorganisme (virus dan bakteri) tidak dapat berkembang di dalamnya.

Karbohidrat yang terkandung di dalam madu berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh kita dan mampu terserap cepat oleh sistem pencernaan tubuh. Madu sudah teruji secara ilmiah sebagai antibiotik yang baik bagi tubuh untuk membunuh bakteri, kuman dan virus penyebab penyakit.

Kini tidak perlu khawatir, bagi sahabat yang sulit menemukan tempat penjualan madu bisa langsung bertanya-tanya, memesan, dan juga membeli madu pada WARUNG DT (Daarut Tauhiid) Jakarta. Kita bisa membeli tanpa harus keluar rumah, dan selama bulan April ini, kini WARUNG DT mengadakan promo ‘Gratis Ongkos Kirim’ untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

Itulah beberapa cara untuk kita meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah diserang virus dan bakteri penyebab penyakit. Semoga dengan ikhtiar rutin menjaga daya tahan tubuh, Allah melindungi dan menjaga kita semua dari segala penyakit serta segala keburukan di dunia hingga akhirat. Aamiin….

Informasi Pemesanan:

Tanya Warung 0896-5000-0001

Warung 0878-4000-1041

IG: WarungDT

Datangkan Pertolongan Allah dengan Doa

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Maha Menyaksikan, Maha Tahu segala isi hati kita, Maha Mengatur segalanya dengan sempurna dan tidak ada satu pun yang ada di alam semesta ini kecuali takluk atas pengaturan Allah ta’ala, serta apa pun yang Allah tidak inginkan maka tidak akan pernah terjadi. Oleh sebab itu kita harus benar-benar meyakini bahwa segala sesuatu akan menjadi baik ketika Allah yang mengurusnya.

Rasulullah berpesan kepada putrinya Fatimah dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu :

Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan’

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR. Ibnu As Sunni) Doa ini akan lebih baik jika sering kita ulang-ulang agar permasalahan yang ada dalam hidup kita seperti masalah perekonomian, pendidikan, kesehatan, bisnis, hutang, pekerjaan, dan semua masalah yang sedang kita hadapi kita serahkan pada Allah, maka sudah pasti akan terasa mudah serta tuntas. Doa ini adalah doa tauhid yang sangat penting untuk kita pahami karena dalam doa ini meyakini bahwa urusan kita sepenuhnya ada dalam genggaman Allah dan urusan kita akan menjadi baik jika Allah yang menolong.

Kita juga dianjurkan untuk memperbanyak doa Nabi Yunus :

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (Q.S. Al Anbiya : 87)

Dari doa Nabi Yunus ini terdapat tiga unsur, yaitu Tauhid (mengesakan Allah), prasangka baik pada Allah, dan pengakuan atas dosa dan kesalahan kita.

Kedua doa ini akan mengantarkan kita kepada keselamatan dunia dan akhirat, apabila kita sering berdoa dengan keyakinan penuh kepada Allah swt. Terlebih lagi dalam kondisi dan situasi seperti pandemi wabah virus sekarang ini.

Doa pertama (pesan Rasul pada Fatimah) mengajak kita yakin bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, Maha Menyaksikan, Maha Teliti dengan apa yang kita pikirkan dan ‘Al Qoyyum’ yaitu Allah Yang Maha Menguasai segalanya. Jika kita menginginkan sesuatu, maka itu ada dalam kekuasaan Allah. Dan jika kita takut pada sesuatu, maka yang kita takuti ada dalam genggaman Allah. Apabila Allah ingin mudahkan, maka akan mudah dan jika tidak Allah mudahkan, maka tidak akan pernah berhasil.

Begitu juga dengan doa kedua (Doa Nabi Yunus) yang diawali dengan ketauhidan pada Allah: ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau (Allah)’ yaitu tidak ada Illah yang patut disembah dan diibadahi, semua lahir dan batin hanya untuk Allah semata. Dilanjutkan dengan prasangka baik pada Allah bahwa Allah Yang Maha Suci, Maha Sempurna, dan kekurangan hanya milik Ciptaan Allah serta semua yang Allah kehendaki pasti baik dan sempurna. Kemudian ditutup dengan memohon ampun atas dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan. Kitalah yang hina penuh dengan dosa dan kita pula yang mendzholimi diri kita. Hanya pada Allah kita memohon ampun dan hanya pada Allah kita kembali. Semakin mengakui kesalahan pada Allah dan bersimbah air mata penuh dengan permohonan ampun, maka pertolongan Allah akan hadir di tengah kita.

Besar harapan dengan keadaan seperti ini untuk memohon pertolongan pada Allah pada waktu mustajab, terlebih dalam sepertiga malam kita untuk membaca doa-doa ini dengan penuh keyakinan pada Allah. Dua doa inilah Insyaallah dengan izin Allah apabila kita berdoa dengan kesungguhan hati, maka akan datang pertolongan Allah kepada kita semua. Aamiin.. Yaa Rabbal ‘alamin..

Antara Syirik dan Munafik

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Segala puja dan puji hanya milik Allah Yang Maha Menyaksikan tanpa ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Allah Yang Maha Membalas segala sesuatu yang kita kerjakan. Karena sejatinya kebaikan yang kita lakukan tidak akan tertukar untuk kembali kepada kita, dan keburukan yang kita lakukan tidak akan pernah meleset untuk kembali kepada kita. Jika kita berbuat kebaikan, maka itu hidayah, taufik dan pertolongan Allah semata. Namun jika kita berbuat keburukan, maka itu adalah pilihan kita sendiri.

Pada saat berusaha dan berjuang untuk membersihkan hati, harus selalu berhati-hati akan penyakit syirik, munafik, takabur, iri, dengki, ujub, dan cinta dunia. Berikut penjabaran untuk syirik dan munafik.

Syirik

Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah atau dengan kata lain menuhankan selain daripada Allah. Orang yang berpenyakit syirik hingga meninggal dunia tidak akan mendapat ampunan Allah. Sebab Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kecuali syirik. Walaupun berjihad dan terbunuh di medan perang, atau seorang penghafal Al-Qur’an, atau pemilik ilmu yang banyak dan berdakwah siang hingga malam, atau ahli sedekah, maka itu semua akan percuma jika kita syirik. Kebaikan yang kita lakukan bukan karena Allah, melainkan untuk dipandang hebat dan ini termasuk kepada mengambil hak Allah karena beribadah untuk selain daripada Allah ta’ala. Inilah bukti bahwa kebaikan kita akan terancam sia-sia jika tidak kita niatkan karena Allah semata.

Munafik

Ada dua jenis munafik. Pertama munafik aqidah, yaitu orang yang terlihat keislaman dari luar, namun hatinya mendustakan islam. Kedua munafik akhlak, yaitu orang yang benar-benar terlihat islam, tetapi perilakunya tidak menggambarkan Islam.

Adapun ciri-ciri orang yang munafik, yaitu :

Pertama, jika berkata akan dusta (berbohong). Akan mudah sekali bagi orang-orang munafik saat menggunakan lisannya untuk berbohong. Apabila sedang berbicara dia berbohong, saat bercanda dia akan berbohong, melebih-lebihkan ucapan saat berbicara dan tidak ada rasa takut saat berbohong. Oleh sebab itu berhati-hatilah ketika kita berbicara, jangan pernah mengada-ada dan utamakan untuk berkata jujur walaupun menyakitkan.

Kedua, apabila berjanji tidak ditepati. Orang yang munafik sangat mudah untuk membuat janji dengan orang banyak dan tidak ditepati apa yang sudah dijanjikannya. Sayidina Ali berkata “Janganlah mengambil keputusan di saat sedang marah, dan jangan pula mengumbar janji pada saat gembira.” Selalu menjaga kondisi kita pada saat marah dan juga saat gembira. Sebab orang yang takut pada Allah akan sangat berhati-hati dalam membuat janji. Karena setiap perbuatan pasti akan ada balasannya dari Allah.

Ketiga, ketika diberi amanah akan khianat. Mudah bagi orang yang munafik ketika diberikan sebuah amanah dalam bentuk apa pun, maka dia akan ringan untuk mengkhianati amanah tersebut.

Dalam situasi dan kondisi wabah seperti ini Allah memberikan waktu luang untuk kita berpikir, bermuhasabah untuk mengoreksi diri. Janganlah kita melihat siapa yang munafik, namun koreksi diri. Apakah diri ini munafik? Sudahkah kita melihat isi hati kita? Karena orang yang munafik akan sibuk memperbaiki luarnya agar terlihat bagus, tetapi dalamnya (hatinya) tidak pernah dihiraukan.

Disiplin : Kunci Mengatasi Masalah

KH. Abdullah Gymnastiar

Tidak sedikit dari kita mengalami situasi yang buruk dikarenakan kelalaian dan kurangnya disiplin dalam melakukan suatu kegiatan. Disiplin itu ialah kemampuan seseorang dalam melakukan apa yang memang harus dilakukan.  Kita banyak tahu yang harus kita lakukan, namun belum tentu kita mau untuk melakukannya.

Lantas disiplin seperti apa yang harus kita lakukan dalam situasi dan kondisi wabah seperti ini?

  • Disiplin untuk benar-benar jaga jarak (Physical Distancing)

Berusaha semaksimal mungkin untuk tidak keluar rumah dan lakukan setiap kegiatan di rumah saja. Apabila terpaksa untuk keluar rumah karena alasan tertentu, maka hindari atau jauhi kerumunan orang. Disiplin dalam menjaga jarak dengan orang-orang yang ada di luar rumah. Jika physical distancing dilakukan oleh semua pihak, maka secara syariat akan mempercepat pemusnahan wabah virus corona.

  • Disiplin untuk memakai masker

Hal ini adalah sebagai upaya dalam mencegah agar tetesan virus (drop plate) tidak mudah tersebar. WHO mengabarkan agar masker digunakan oleh orang yang sakit. Namun kasus wabah corona ini tidak dapat diketahui siapa yang terkena virus covid-19. Delapan puluh persen orang yang terjangkit virus ini tidak mengalami gejala medis. Jadi tidak diketahui siapa saja yang membawa virus (carrier). Oleh karenanya kita harus disiplin memakai masker apabila keluar rumah, bertemu orang atau melakukan aktifitas lain di luar rumah.

  • Disiplin untuk menjaga kebersihan

Dengan kondisi seperti ini, sudah seharusnya kita menjaga kebersihan dengan standar kebersihan yang tinggi. Mencuci tangan sesuai dengan air mengalir, sabun dan cara yang benar. Membersihkan setiap celah rumah yang sering maupun jarang terjamak. Jika dari luar rumah, maka jangan menyentuh apapun sebelum mandi terlebih dahulu. Apabila membawa barang dari luar rumah, maka pastikan barang itu dibersihkan sebelum masuk ke rumah. Sesering mungkin kita perhatikan kebersihan diri serta lingkungan.

  • Disiplin menjaga kondisi serta stamina tubuh

Secara syariat virus ini akan mudah terjangkit pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah dan sulit untuk terjangkit pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang kuat. Untuk menjaga daya tahan tubuh tentunya kita harus memperhatikan asupan (makanan) sehari-hari kita dengan mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan serta minum air mineral yang cukup, minimal dua liter setiap harinya. Olahraga dan istirahat yang cukup. Olahraga sesuai dengan arahan WHO yaitu minimal tiga puluh menit sehari. Istirahat tidak kurang dari enam jam dalam setiap harinya.

  • Disiplin dalam mendekatkan diri pada Allah

Kita tahu bahwa kondisi wabah menyebabkan MUI mengeluarkan fatwa untuk tidak sholat di masjid dan di gantikan dengan sholat di rumah. Namun hal ini tidak menjadikan sholat kita lalai dan terbengkalai. Sholat harus tepat pada waktunya dan usahakan untuk berjamaah dengan anggota keluarga. Jangan jadikan kondisi wabah menjadi alasan agar kita lalai dalam sholat. Jangan ragu-ragu memperbanyak doa. Doa mohon ampun pada Allah, karena boleh jadi musibah hadir karena kemaksiatan dan dosa kita dihadapan Allah. Disiplin juga dalam membaca Al Qur’an yang selama ini kita lalai dalam membacanya. Perbanyak berdzikir mengingat Allah. Juga tak kalah penting disiplin dalam bersedekah. Semua ini kita maksimalkan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah yang Maha Pencipta segala sesuatu dan juga Maha Pelindung atas semua keburukan.

Mari sahabat kita bersama-sama membangun kekuatan untuk disiplin. Karena untuk menghilangkan wabah virus bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, tim medis ataupun aparat. Tetapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah nasibnya. Semoga kita bisa selalu disiplin dan bisa mendapatkan hikmah dibalik wabah virus corona. Aamiin… Yaa Rabbal ‘alamin…