Protokol Aman Sebelum Keluar Rumah

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Bagi sahabat-sahabatku yang memang wajib keluar. Para medis, petugas keamanan, pengantar barang makanan yang memang wajib keluar, maka ikutilah protokol berikut ini :

1. Keluarlah dengan niat lillahi ta’ala yang benar memenuhi kewajiban

2. Jangan lupa perlengkapan standar, yaitu :

  • Masker untuk menutup wajah,
  • Sarung tangan plastik untuk melindungi tangan agar menyentuh sesuatu tidak langsung mengenai kulit,
  • Sanitizer gel sebagai pelindung sesaat,
  • Sabun kecil agar bisa mencuci tangan saat bertemu air (karena lebih efektif membunuh virus dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun),
  • Jas hujan sekali pakai (disposal) melindungi tubuh dari virus dan bakteri di jalan.

3. Berdoa ketika keluar rumah :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Hudita, Wakufita, Wawukita. (akan ditunjuki, dicukupi, dan dilindungi) Ini merupakan janji Allah.

Disertai dengan doa :

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Barang siapa yang membaca doa ini tiga kali pada pagi dan sore hari, tidak akan ada yang bisa mencelakakan dan tidak ada satupun yang berbahaya baginya (terhindar dari segala bahaya) – HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmizi, Nasa’i dan Ibnu Majah (Menurut Tirmizi doa ini Hasan,Gharib, shahih).

Dan ditutup dengan doa :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan”

Barangsiapa yang singgah pada suatu tempat, kemudian dia berdoa “A’UUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHALAQ”, niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu. (HR. Muslim no. 2708)

4. Sedekahlah dengan segala kemampuan yang ada. Bisa dengan uang, bisa dengan makanan atau dengan kebaikan apapun yang bisa kita lakukan. Karena sekedah adalah penolak bala.

5. Dzikrullah dalam setiap langkah kaki dan hembusan nafas :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”

QS. Al-Baqarah ayat 152

Semoga perjalanan keluar ini menjadi amal shaleh, senantiasa dalam perlindungan Allah, membawa manfaat bagi orang karena wajib, dan kembali kerumah penuh dengan keselamatan.

Ayoo sahabatkuu… mari kita jaga diri kita ketika ingin keluar rumah, perbanyak doa dan ikuti protokol-protokol yang adaSimak video ini yaaa, semoga bermanfaat#tauhiid #islam #rahmatanlilalamin

Dikirim oleh KH. Abdullah Gymnastiar pada Selasa, 24 Maret 2020

Mengenang Jasa Ibu

Aa Gym Daarut Tauhiid Jakarta

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah SWT, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang tiada bertepi. Dialah Allah yang tiada tuhan selain-Nya, yang menganugerahi ibu yang penyayang kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Saudaraku, telah dibuka lamaran pekerjaan untuk, seseorang yang multitasking

Seseorang yang memiliki kemampuan berhitung dan mengajar. Seseorang yang memiliki pengetahuan medis, dan ilmu tentang merawat. Seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang baik, pun bisa bela diri. Seseorang yang memiliki keahlian dalam memasak,

Pekerjaan ini mengharuskan tidak boleh marah pada klien. Jam kerjanya selama 7×24 jam, 30 hari, 12 bulan, hari libur-pun tetap bekerja. Gajinya, tidak ada. Bahkan saat sakit-pun, tidak ada yang bisa menggantikan pekerjaannya.

Adakah seseorang bekerja seperti di atas? Sanggupkah Sahabat bekerja seperti di atas?

Ada… Dialah Ibumu…

Ibumu…ibumu…ibumu juga ayahmu

Kita tidak akan pernah tahu kapan terakhir kita akan menatapnya

Kenanglah ibu waktu kita berada di rahimnya

Berjalan sulit, tapi ia tetap bahagia

Ketika kita muncul di dunia, sakit tiada tandingannya

Tidak sedikit ibu yang wafat ketika melahirkan

Bersimbah darah, keringat, dan air mata

Tapi hilang semua derita saat kita kita hadir di dunia

Kenanglah waktu kita bayi, sering ibu tidak tidur agar kita bisa tidur nyenyak

Semakin hari kita semakin besar

Banyak belaian yang dibalas dengan hardikan

Betapa banyak anak yang durhaka kepada Ibu bapaknya

Yang matanya sinis dan kata mengiris

Kenanglah mereka ketika mereka sudah terbaring, badannya sudah dingin

Tidak ada lagi doanya

Tidak ada lagi gurauannya

Tidak ada lagi nasihatnya

Hanyalah nisan yang bisa kita raba

Hanya ada penyesalan ketika ada orang tua, kita menyiakan dan jarang mendoakan

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. (QS 19: 27)

Duhai yang mengetahui segalanya, ampuni segala kedzoliman kami kepada orang tua kami

Ampuni jika orang tua kami kecewa karena telah melahirkan kami

Bahagiakan sisa umurnya, sehatkan lahir batin

Cukupi rezeki yang halal dan barokah

Jadikan mereka orang yang Kau sayangi

Andaikan saatnya tiba, wafatkan mereka dengan husnul khatimah, lindungi dari su’ul khatimah

Ya Allah, golongkan kami sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, tahu balas budi

Kumpulkanlah keluarga kami di surgaMu, jangan ada salah satupun ahli neraka.

Saudaraku, berbuat baik kepada kedua orang tua adalah keutamaan dalam hidup ini. Ridha Ibu adalah Ridha Allah. Semoga sebagai seorang umat islam yang senantiasa beriman kepada Allah SWT, kita dapat selalu berbuat baik dan berbakti kepada orangtua. Amin

Surga adalah Rumah Kita

Aa Gym Daarut Tauhiid Jakarta

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menolong, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang memiliki kebeningan hati, sehingga mudah menerima petunjuk dan nasehat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, setiap perintah Allah Swt. pastilah untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Tidak ada satupun perintah Allah kecuali pasti ada hikmah di dalamnya. Allah Maha Sempurna dalam segala sesuatu, termasuk dalam setiap rencana-Nya. Sehingga jika kita melihat dari berbagai sudut, yang akan kita temukan pastilah hanya kebaikan dan kebaikan.

Sesungguhnya rumah pertama kita adalah surga, kita adalah keturunan penghuni surga  dan rumah kembali kita adalah surga. Di dunia ini kita hanyalah mampir. Dan setiap kewajiban yang Allah perintahkan kepada kita itu sebenarnya mewajibkan kita untuk kembali  ke tempat asal muasal kita yaitu surga.

Allah Swt. berfirman, “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. di dekatnya ada surga tempat tinggal.” (QS. An Najm [53] : 13-15)

Ciri-ciri Penghuni Surga

Saudaraku, suatu hari Rasulullah saw. berbincang dengan para Sahabat, “Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?”

Para sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulullah!”

Beliau menjawab: “Yang Haram tersentuh api neraka adalah orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.” (Hadist Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban)

Lalu mungkin muncul pertanyaan dalam benak kita siapa itu Si Hayyin, Si Layyin, Si Qarib, dan Si Sahl yang tidak bisa disentuh oleh api neraka itu? Mari kita coba kupas satu persatu, semoga Sahabat bisa memahaminya dan mencoba membina diri untuk bisa mewujudkannya dalam diri kita masing-masing.

1. Hayyin

Hayyin adalah orang yang teduh jiwanya, memiliki sifat tenang dan berwibawa, baik pada sikap lahir maupun batinnya. Tidak labil atau tidak mudah tersulut emosi (ini karena kedalaman ilmunya tentang agama), tidak mudah marah, artinya dia orang yang pemaaf. Tidak grusa-grusu dalam segala hal, dan senantiasa penuh pertimbangan. Tidak gampang mencaci dan melaknat, dia senantiasa bisa menahan diri dengan memperbanyak istighfar.

2. Layyin

Layyin itu adalah orang yang sikapnya santun dan lembut, serta penuh kasih sayang, baik dalam bertutur-kata atau pada perbuatannya. Taukah engkau wahai saudaraku? Bahwa Si Layyin tidak pernah berbuat kasar atau melakukan perbuatan semau dirinya, ia tidak suka marah-marah pada saudaranya muslim tanpa alasan yang syar’i. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesamanya. Layyin adalah orang yang selalu berusaha menjaga perasaan orang lain, tidak ingin mempermalukannya dihadapan umum.

3. Qarib (orang yang dekat)

Qarib adalah orang yang mudah untuk diajak berteman, ia suka menyambung silaturahmi, mudah akrab dengan seseorang, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang mengajak bicara. Biasanya murah senyum, jika bertemu dengan saudaranya muslim wajahnya berseri-seri dan enak dipandang, suka menebarkan salam baik kepada orang yang ia kenal atau pada orang yang belum ia kenal. Qarib adalah orang yang banyak temannya karena kehadirannya selalu dinanti dan ketidakhadirannya selalu dicari. Itu semua karena Qarib adalah orang yang senantiasa mengutamakan kebersamaan, kekeluargaan, keutuhan, persatuan dan kesatuan. Tidak menginginkan perpecahan, pertengkaran, dan permusuhan.

4. Sahl (orang yang mudah)

Sahl adalah orang yang suka mempermudah urusan orang lain, tidak suka mempersulit sesuatu. Si Sahl ini selalu menawarkan solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan membuat orang lain susah, lari dan menghindar. Sahlin adalah orang yang suka membantu urusan dan meringankan beban orang lain.

Saudaraku, perjalanan kita adalah perjalanan menuju surga. Maka, amal-amal kita pun adalah amal-amal yang mengantarkan kepada surga. Allah Swt. menginginkan kita untuk selamat dalam perjalanan kita di dunia. Sehingga Allah berikan limpahan petunjuk yang sangat jelas mengenai bagaimana tata cara menempuh jalan keselamatan, termasuk sifat-sifat hamba yang tergolong ke dalam ahli surga di atas.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa antusias mengikuti petunjuk Allah Swt. melalui pengajaran Rasulullah Saw. sehingga kelak kita bisa kembali ke rumah yang penuh dengan kebahagiaan dan keselamatan yaitu surga. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.