E-Bulletin InfoDT Edisi 77

Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh

Puji serta syukur hanya milik Allah Yang Maha Menguasai langit dan bumi. Tidak ada pergerakan di alam semesta ini kecuali dalam pengawasanNya. Sholawat beriring salam juga tak lupa kita hantarkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam.

Apa kabar sahabat-sahabat DT yang baik hatinya?

Insyaallah kita selalu dalam keadaan sehat dan dalam perlindungan Allah dari segala keburukan. Aamiin…

Situasi dan kondisi yang sedang terjadi di bumi Allah sekarang ini, kami menggantikan bulletin (Info DT) yang biasa kami cetak dengan versi electronic bulletin (e-bulletin). Dengan begitu, kami tidak luput untuk memberikan informasi-informasi seputar Daarut Tauhiid Jakarta pada pandemi wabah virus seperti ini.

Semoga e-bulletin ini bisa bermanfaat untuk sahabat dan menjadi teman baca saat di rumah saja.

Untuk membaca lebih lengkap atau mendownload, sahabat bisa klik link di bawah ini :

Hindari Virus dengan Imun

Dalam kondisi pandemi virus seperti ini kita diharuskan menjaga kDalam kondisi pandemi virus corona dan semakin bertambahnya kasus positif, kita diharuskan menjaga kesehatan diri karena Covid-19 ini sangat rentan bagi orang-orang dengan imun (daya tahan tubuh) rendah. Berikut ada beberapa tips bagaimana menjaga imun:

Perbanyak Makan Buah dan Sayur

Untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, kita disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang banyak mengonsumsi kedua jenis makanan tersebut, cenderung tidak mudah sakit. Hal ini disebabkan karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Istirahat yang Cukup

Kurangnya waktu istirahat dapat menurunkan imunitas tubuh kita. Maka penting sekali untuk memperhatikan waktu dan pola istirahat. Salah satu badan PBB yaitu WHO (World Health Organization) atau organisasi kesehatan dunia menyebutkan bahwa waktu minimum untuk istirahat adalah enam jam per hari.

Hindari Stres

Stres yang tidak terkendali bisa meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dalam jangka panjang, peningkatan hormon ini dapat mengakibatkan penurunan fungsi kekebalan tubuh. Perlu bagi kita mengelola pikiran dengan baik untuk menghindari stres. Kurangi pikiran yang negatif dan perbanyak berpikir positif pada situasi dan kondisi yang ada. Ini semua untuk menghindari stres pada diri kita.

Rutin Berolahraga

WHO menyarankan agar kita berolahraga tidak kurang dari tiga puluh menit per hari. Olahraga bisa kita lakukan dengan bersepeda, jogging, atau minimal dengan berjalan kaki. Hal ini sangat efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Mengonsumsi Suplemen (Multivitamin)

Suplemen atau multivitamin sangat membantu kita untuk mendorong agar imunitas tubuh meningkat. Multivitamin bisa kita dapatkan salah satunya dari hasil lebah yaitu madu. Madu mengandung banyak nutrisi yang baik bagi tubuh. Di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat, fruktosa dan juga glukosa. Rasa manis yang terkandung dalam madu berbeda dengan manis pada gula. Sebab madu memiliki aktivitas air yang rendah dan menyebabkan mikroorganisme (virus dan bakteri) tidak dapat berkembang di dalamnya.

Karbohidrat yang terkandung di dalam madu berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh kita dan mampu terserap cepat oleh sistem pencernaan tubuh. Madu sudah teruji secara ilmiah sebagai antibiotik yang baik bagi tubuh untuk membunuh bakteri, kuman dan virus penyebab penyakit.

Kini tidak perlu khawatir, bagi sahabat yang sulit menemukan tempat penjualan madu bisa langsung bertanya-tanya, memesan, dan juga membeli madu pada WARUNG DT (Daarut Tauhiid) Jakarta. Kita bisa membeli tanpa harus keluar rumah, dan selama bulan April ini, kini WARUNG DT mengadakan promo ‘Gratis Ongkos Kirim’ untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

Itulah beberapa cara untuk kita meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah diserang virus dan bakteri penyebab penyakit. Semoga dengan ikhtiar rutin menjaga daya tahan tubuh, Allah melindungi dan menjaga kita semua dari segala penyakit serta segala keburukan di dunia hingga akhirat. Aamiin….

Informasi Pemesanan:

Tanya Warung 0896-5000-0001

Warung 0878-4000-1041

IG: WarungDT

Datangkan Pertolongan Allah dengan Doa

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Maha Menyaksikan, Maha Tahu segala isi hati kita, Maha Mengatur segalanya dengan sempurna dan tidak ada satu pun yang ada di alam semesta ini kecuali takluk atas pengaturan Allah ta’ala, serta apa pun yang Allah tidak inginkan maka tidak akan pernah terjadi. Oleh sebab itu kita harus benar-benar meyakini bahwa segala sesuatu akan menjadi baik ketika Allah yang mengurusnya.

Rasulullah berpesan kepada putrinya Fatimah dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu :

Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan’

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR. Ibnu As Sunni) Doa ini akan lebih baik jika sering kita ulang-ulang agar permasalahan yang ada dalam hidup kita seperti masalah perekonomian, pendidikan, kesehatan, bisnis, hutang, pekerjaan, dan semua masalah yang sedang kita hadapi kita serahkan pada Allah, maka sudah pasti akan terasa mudah serta tuntas. Doa ini adalah doa tauhid yang sangat penting untuk kita pahami karena dalam doa ini meyakini bahwa urusan kita sepenuhnya ada dalam genggaman Allah dan urusan kita akan menjadi baik jika Allah yang menolong.

Kita juga dianjurkan untuk memperbanyak doa Nabi Yunus :

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (Q.S. Al Anbiya : 87)

Dari doa Nabi Yunus ini terdapat tiga unsur, yaitu Tauhid (mengesakan Allah), prasangka baik pada Allah, dan pengakuan atas dosa dan kesalahan kita.

Kedua doa ini akan mengantarkan kita kepada keselamatan dunia dan akhirat, apabila kita sering berdoa dengan keyakinan penuh kepada Allah swt. Terlebih lagi dalam kondisi dan situasi seperti pandemi wabah virus sekarang ini.

Doa pertama (pesan Rasul pada Fatimah) mengajak kita yakin bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, Maha Menyaksikan, Maha Teliti dengan apa yang kita pikirkan dan ‘Al Qoyyum’ yaitu Allah Yang Maha Menguasai segalanya. Jika kita menginginkan sesuatu, maka itu ada dalam kekuasaan Allah. Dan jika kita takut pada sesuatu, maka yang kita takuti ada dalam genggaman Allah. Apabila Allah ingin mudahkan, maka akan mudah dan jika tidak Allah mudahkan, maka tidak akan pernah berhasil.

Begitu juga dengan doa kedua (Doa Nabi Yunus) yang diawali dengan ketauhidan pada Allah: ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau (Allah)’ yaitu tidak ada Illah yang patut disembah dan diibadahi, semua lahir dan batin hanya untuk Allah semata. Dilanjutkan dengan prasangka baik pada Allah bahwa Allah Yang Maha Suci, Maha Sempurna, dan kekurangan hanya milik Ciptaan Allah serta semua yang Allah kehendaki pasti baik dan sempurna. Kemudian ditutup dengan memohon ampun atas dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan. Kitalah yang hina penuh dengan dosa dan kita pula yang mendzholimi diri kita. Hanya pada Allah kita memohon ampun dan hanya pada Allah kita kembali. Semakin mengakui kesalahan pada Allah dan bersimbah air mata penuh dengan permohonan ampun, maka pertolongan Allah akan hadir di tengah kita.

Besar harapan dengan keadaan seperti ini untuk memohon pertolongan pada Allah pada waktu mustajab, terlebih dalam sepertiga malam kita untuk membaca doa-doa ini dengan penuh keyakinan pada Allah. Dua doa inilah Insyaallah dengan izin Allah apabila kita berdoa dengan kesungguhan hati, maka akan datang pertolongan Allah kepada kita semua. Aamiin.. Yaa Rabbal ‘alamin..

Antara Syirik dan Munafik

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Segala puja dan puji hanya milik Allah Yang Maha Menyaksikan tanpa ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Allah Yang Maha Membalas segala sesuatu yang kita kerjakan. Karena sejatinya kebaikan yang kita lakukan tidak akan tertukar untuk kembali kepada kita, dan keburukan yang kita lakukan tidak akan pernah meleset untuk kembali kepada kita. Jika kita berbuat kebaikan, maka itu hidayah, taufik dan pertolongan Allah semata. Namun jika kita berbuat keburukan, maka itu adalah pilihan kita sendiri.

Pada saat berusaha dan berjuang untuk membersihkan hati, harus selalu berhati-hati akan penyakit syirik, munafik, takabur, iri, dengki, ujub, dan cinta dunia. Berikut penjabaran untuk syirik dan munafik.

Syirik

Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah atau dengan kata lain menuhankan selain daripada Allah. Orang yang berpenyakit syirik hingga meninggal dunia tidak akan mendapat ampunan Allah. Sebab Allah mengampuni seluruh dosa-dosa kecuali syirik. Walaupun berjihad dan terbunuh di medan perang, atau seorang penghafal Al-Qur’an, atau pemilik ilmu yang banyak dan berdakwah siang hingga malam, atau ahli sedekah, maka itu semua akan percuma jika kita syirik. Kebaikan yang kita lakukan bukan karena Allah, melainkan untuk dipandang hebat dan ini termasuk kepada mengambil hak Allah karena beribadah untuk selain daripada Allah ta’ala. Inilah bukti bahwa kebaikan kita akan terancam sia-sia jika tidak kita niatkan karena Allah semata.

Munafik

Ada dua jenis munafik. Pertama munafik aqidah, yaitu orang yang terlihat keislaman dari luar, namun hatinya mendustakan islam. Kedua munafik akhlak, yaitu orang yang benar-benar terlihat islam, tetapi perilakunya tidak menggambarkan Islam.

Adapun ciri-ciri orang yang munafik, yaitu :

Pertama, jika berkata akan dusta (berbohong). Akan mudah sekali bagi orang-orang munafik saat menggunakan lisannya untuk berbohong. Apabila sedang berbicara dia berbohong, saat bercanda dia akan berbohong, melebih-lebihkan ucapan saat berbicara dan tidak ada rasa takut saat berbohong. Oleh sebab itu berhati-hatilah ketika kita berbicara, jangan pernah mengada-ada dan utamakan untuk berkata jujur walaupun menyakitkan.

Kedua, apabila berjanji tidak ditepati. Orang yang munafik sangat mudah untuk membuat janji dengan orang banyak dan tidak ditepati apa yang sudah dijanjikannya. Sayidina Ali berkata “Janganlah mengambil keputusan di saat sedang marah, dan jangan pula mengumbar janji pada saat gembira.” Selalu menjaga kondisi kita pada saat marah dan juga saat gembira. Sebab orang yang takut pada Allah akan sangat berhati-hati dalam membuat janji. Karena setiap perbuatan pasti akan ada balasannya dari Allah.

Ketiga, ketika diberi amanah akan khianat. Mudah bagi orang yang munafik ketika diberikan sebuah amanah dalam bentuk apa pun, maka dia akan ringan untuk mengkhianati amanah tersebut.

Dalam situasi dan kondisi wabah seperti ini Allah memberikan waktu luang untuk kita berpikir, bermuhasabah untuk mengoreksi diri. Janganlah kita melihat siapa yang munafik, namun koreksi diri. Apakah diri ini munafik? Sudahkah kita melihat isi hati kita? Karena orang yang munafik akan sibuk memperbaiki luarnya agar terlihat bagus, tetapi dalamnya (hatinya) tidak pernah dihiraukan.

Disiplin : Kunci Mengatasi Masalah

KH. Abdullah Gymnastiar

Tidak sedikit dari kita mengalami situasi yang buruk dikarenakan kelalaian dan kurangnya disiplin dalam melakukan suatu kegiatan. Disiplin itu ialah kemampuan seseorang dalam melakukan apa yang memang harus dilakukan.  Kita banyak tahu yang harus kita lakukan, namun belum tentu kita mau untuk melakukannya.

Lantas disiplin seperti apa yang harus kita lakukan dalam situasi dan kondisi wabah seperti ini?

  • Disiplin untuk benar-benar jaga jarak (Physical Distancing)

Berusaha semaksimal mungkin untuk tidak keluar rumah dan lakukan setiap kegiatan di rumah saja. Apabila terpaksa untuk keluar rumah karena alasan tertentu, maka hindari atau jauhi kerumunan orang. Disiplin dalam menjaga jarak dengan orang-orang yang ada di luar rumah. Jika physical distancing dilakukan oleh semua pihak, maka secara syariat akan mempercepat pemusnahan wabah virus corona.

  • Disiplin untuk memakai masker

Hal ini adalah sebagai upaya dalam mencegah agar tetesan virus (drop plate) tidak mudah tersebar. WHO mengabarkan agar masker digunakan oleh orang yang sakit. Namun kasus wabah corona ini tidak dapat diketahui siapa yang terkena virus covid-19. Delapan puluh persen orang yang terjangkit virus ini tidak mengalami gejala medis. Jadi tidak diketahui siapa saja yang membawa virus (carrier). Oleh karenanya kita harus disiplin memakai masker apabila keluar rumah, bertemu orang atau melakukan aktifitas lain di luar rumah.

  • Disiplin untuk menjaga kebersihan

Dengan kondisi seperti ini, sudah seharusnya kita menjaga kebersihan dengan standar kebersihan yang tinggi. Mencuci tangan sesuai dengan air mengalir, sabun dan cara yang benar. Membersihkan setiap celah rumah yang sering maupun jarang terjamak. Jika dari luar rumah, maka jangan menyentuh apapun sebelum mandi terlebih dahulu. Apabila membawa barang dari luar rumah, maka pastikan barang itu dibersihkan sebelum masuk ke rumah. Sesering mungkin kita perhatikan kebersihan diri serta lingkungan.

  • Disiplin menjaga kondisi serta stamina tubuh

Secara syariat virus ini akan mudah terjangkit pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah dan sulit untuk terjangkit pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang kuat. Untuk menjaga daya tahan tubuh tentunya kita harus memperhatikan asupan (makanan) sehari-hari kita dengan mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan serta minum air mineral yang cukup, minimal dua liter setiap harinya. Olahraga dan istirahat yang cukup. Olahraga sesuai dengan arahan WHO yaitu minimal tiga puluh menit sehari. Istirahat tidak kurang dari enam jam dalam setiap harinya.

  • Disiplin dalam mendekatkan diri pada Allah

Kita tahu bahwa kondisi wabah menyebabkan MUI mengeluarkan fatwa untuk tidak sholat di masjid dan di gantikan dengan sholat di rumah. Namun hal ini tidak menjadikan sholat kita lalai dan terbengkalai. Sholat harus tepat pada waktunya dan usahakan untuk berjamaah dengan anggota keluarga. Jangan jadikan kondisi wabah menjadi alasan agar kita lalai dalam sholat. Jangan ragu-ragu memperbanyak doa. Doa mohon ampun pada Allah, karena boleh jadi musibah hadir karena kemaksiatan dan dosa kita dihadapan Allah. Disiplin juga dalam membaca Al Qur’an yang selama ini kita lalai dalam membacanya. Perbanyak berdzikir mengingat Allah. Juga tak kalah penting disiplin dalam bersedekah. Semua ini kita maksimalkan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah yang Maha Pencipta segala sesuatu dan juga Maha Pelindung atas semua keburukan.

Mari sahabat kita bersama-sama membangun kekuatan untuk disiplin. Karena untuk menghilangkan wabah virus bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, tim medis ataupun aparat. Tetapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah nasibnya. Semoga kita bisa selalu disiplin dan bisa mendapatkan hikmah dibalik wabah virus corona. Aamiin… Yaa Rabbal ‘alamin…

Sikap dalam Menghadapi Ujian Wabah

Ustadz Abu Bassam Oemar Mita, Lc

Banyaknya kasus wabah epidemi yang sudah terjadi di negeri kita, tentunya dengan begitu kita harus memiliki sikap dalam melihat kejadian wabah agar sikap ini memberikan kekuatan dalam menghadapi dan melewati ujian yang Allah berikan pada kehidupan kita.

Pertama, selalu mengimani bahwa setiap kejadian yang kecil maupun kejadian yang besar tidak akan terjadi kecuali sesuai dengan kehendak dan izin Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan semua ini telah ditetapkan Allah lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Dengan sikap mengimani takdir dan ketentuan Allah akan menjadikan kita tenang dan bersahaja.

Kedua, kita harus paham bahwa virus penyebab corona adalah makhluk ciptaan Allah. Hanya Allah yang mampu menghidupkan dan juga mematikan. Jangan sampai ketakutan kita kepada virus lebih besar daripada ketakutan kita kepada Allah. Ketika kita paham virus itu adalah ciptaan Allah dan Allah mampu mematikannya sebagaimana Allah menghidupkannya, maka keimanan kita harus dipertebal kepada Allah Dzat Yang Maha Penjaga. Ketika kita tahu bahwa Allah tempat bersandar kita, maka sudah pasti hidup kita akan tenang.

Ketiga, ketika kita berjalan di muka bumi Allah, maka kita akan diikuti dengan sembilan puluh sembilan sebab kematian. Begitulah sabda daripada Rasulullah. Jika manusia selamat pada sebab kematian yang pertama, maka belum ada jaminan akan selamat pada sebab-sebab berikutnya. Hadirnya corona tidak menjadi penyebab dekatnya ajal ataupun menjauhnya ajal. Sebab ketentuan Allah atas kematian kita sudah dituliskan secara pasti setiap detiknya. Tidak akan maju satu detik dan tidak pula mundur satu detik. Hal ini juga akan menjadikan kita tenang, karena kematian kita telah dituliskan oleh Allah dengan indah.

Keempat, apabila seorang muslim ditakdirkan untuk terkena wabah virus dan ikhlas menjalani ketetapan Allah, serta kemudian meninggal dunia karena virus itu. Maka kematiannya akan dicatatkan syahid disisi Allah. Karena ada tiga kategori mati syahid, yaitu :

  • Syahid di dunia dan syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang berperang karena Allah dan mati terbunuh di medan perang. Di dunia tidak perlu dimandikan dan tidak perlu dikafani. Di akhiratnya mendapat surga.
  • Syahid dunia namun tidak syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang meninggal di medan perang, namun niatnya bukan karna ingin meninggikan kalimat Allah. Di dunia tidak dimandikan dan tidak dikafani. Di akhiratnya mendapatkan neraka karena niatnya yang salah.
  • Tidak syahid di dunia namun syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang meninggal dalam keadaan terbakar, kecelakaan, tertimpa bangunan, sakit perut, melahirkan, dan terkena wabah penyakit. Maka dia tidak syahid di dunia yaitu jasadnya tetap dimandikan dan dikafani. Tetapi di akhirat kedudukannya seperti orang-orang yang mati syahid.

Kelima, perbanyaklah doa di setiap waktu yang kita miliki. Jangan sampai kita lupa bahwa kita bersandar pada Allah Dzat Yang Maha Penjaga. Pertolongan Allah selalu lebih besar dibandingkan dengan ujian yang Allah berikan kepada orang-orang yang tidak pernah lupa bersandar pada Allah. Salah satunya sandaran kita pada Allah ialah doa.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Allaahumma innii’auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa sayyi il asqoom
“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit.”

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.

BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI’UN FIL ARDHI WA LAA FISSAMAA’I, WA HUAS SAMII’UL ‘ALIIM

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Mari kita mulai rutinkan untuk berdoa di waktu-waktu mustajab seperti pada waktu sujud, pagi hari, sore hari, dan pertengahan malam. Karena dengan doa dapat mengubah yang mustahil menjadi mustajab, mengubah yang lemah menjadi kuat.

Kemudian yang terakhir, berkoordinasi dengan instansi pemerintah yang menangani kasus wabah corona. Juga berkomunikasi dengan tenaga medis agar kita tidak terperosok karena ketidaktahuan kita perihal virus corona. Tetap mencuci tangan, membersihkan lingkungan kita, menghindari wilayah atau tempat-tempat yang dapat menyebabkan kita terkena wabah penyakit sebagai bentuk usaha atau ikhtiar kita.

Jika kita dengan virus yang tidak terlihat oleh kasat mata saja bisa membuat tumbang. Lantas apa yang bisa kita sombongkan di hadapan Allah selama ini. Kesombongan dengan menentang Allah, mengejek dan mengolok-olok syariat Allah. Semoga kejadian ini bisa membuat kita merenungi kesalahan, dosa dan khilaf kita selama ini kepada Allah. Karena tidak luput sesuatu kejadian dari merenungkan dosa bagi orang-orang yang beriman.

Rumus Mengambil Hikmah dalam Kejadian

Tidak ada satu pun kejadian yang Allah ciptakan dengan sia-sia, semua pasti ada kebaikan dan hikmah yang dapat menjadikan pembelajaran bagi kita.

Rumus dalam mengambil hikmah dan juga pembelajaran dalam setiap kejadian yang ada pada kita :

  • Memahami bahwa setiap kejadian adalah sinyal dari Allah untuk kembali pada Allah dan istiqomah dalam kebaikan.

Ketika ada keburukan menimpa kita dikala ingin melakukan kemaksiatan, maka haruslah selalu kita ingat bahwa Allah memberikan sebuah peringatan kepada kita berupa sinyal keburukan untuk kita kembali kepada Allah. Serta istiqomahlah dalam kebaikan dengan memohon ampun kepada Allah di setiap keburukan yang menimpa kita.

  • Memahami bahwa setiap kebaikan yang dikaruniai kepada kita adalah datang dari Allah. Sedangkan jika datang keburukan dalam bentuk apapun, itu semua karna dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan.

Yakinlah bahwa suatu apapun berupa kenikmatan datangnya hanya dari Allah. Ketika naik jabatan, mendapat nilai yang baik, bisnis yang lancar, itu semua datang dari Allah. Bukan karna usaha kita yang hebat, tetapi Allah membantu setiap urusan kita. Dan jika keburukan menerpa hidup kita, segeralah mohon ampun pada Allah. Karna tidak ada keburukan yang hadir kecuali karna dosa dan maksiat yang kita lakukan.

  • Memahami bahwa Allah adalah Dzat yang selalu menginginkan kebaikan dan tidak pernah menginginkan kesukaran kepada hamba-hambaNya.

Allah satu-satunya Dzat yang Maha Baik dan selalu menginginkan kebaikan hadir di kehidupan hamba-hambanya. Mustahil bagi Allah memberikan keburukan pada hambanya. Begitu banyaknya maksiat, dosa dan khilaf yang selalu kita lakukan, namun Allah masih saja menutupi aib-aib kita. Jika Allah tidak menghendaki kebaikan pastilah tubuh kita ini hina karna tertutup oleh semua dosa atas kemaksiatan yang kita lakukan dihadapan-Nya.

  • Mensyukuri nikmat dan karunia dalam bentuk apapun yang telah Allah berikan kepada kita. Serta mohon ampunlah pada Allah atas segala dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan dihadapan-Nya.

Orang yang bahagia bukanlah orang yang memiliki pangkat yang tinggi, rumah yang mewah atau harta yang berlimpah. Namun bahagia adalah kepunyaan orang yang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Bersyukur dengan apa yang ada, bukan mencari apa yang tidak ada. Allah akan menambahkan nikmatNya bagi siapa saja dari hambaNya yang bersyukur. Serta bersegeralah untuk memohon ampun pada Allah atas dosa dan maksiat. Karena hanya dosa yang dapat memutus kenikmatan yang penuh dengan keberkahan.

  • Positif dalam berpikir atas apa yang sudah terjadi dan yang sedang terjadi kepada kita.

Jauhi pikiran negatif terhadap setiap keputusan dan ketentuan Allah. Sebab suatu apapun jika kita sikapi dengan negatif, maka akan telahir jiwa yang negatif dan akan berdampak negatif pula bagi kehidupan kita. Allah beserta dengan prasangka hamba-hambanya.

Dalam situasi seperti saat ini, banyak baiknya jika kita mulai mengambil hikmah dan pelajaran. Sudah pasti hadirnya wabah penyakit itu karena izin Allah. Tugas kita adalah mencari hikmah dan kebaikan atas kejadian ini. Juga jangan pernah dilupakan untuk selalu berdoa, meminta pada Allah agar terhindar dari keburukan dan jika keburukan sudah melanda, maka mintalah pada Allah untuk menggantikan keburukan itu dengan kebaikan.

اَللّهُمَّ افْتَحْ لَنَا حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhummaftah lanâ wansyur ‘alainâ rahmataka yâ dzal jalâli wal ikrâm.

“Ya Tuhanku, bukakan lah hikmah bagi kami dan hamburkan lah rahmat-Mu di atas kami. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan keagungan”

Itulah salah satu doa untuk memohon ditunjukan hikmah atas setiap kejadian yang ada. Semoga Allah selalu membimbing kita dan Allah selalu melindungi kita dari segala mala-petaka, mara-bahaya dan semua keburukan yang ada di dunia, juga akhirat. Aamiin…

Ibadah yang Dimuliakan Allah

Sahabat, kita tahu bahwa Ibadah Haji adalah ibadah yang sangat Mulia. Tidak seperti ibadah lainnya seperti ibadah sholat yang hanya mengorbankan tenaga tanpa perlu mengorbankan harta. Begitu juga dengan ibadah sedekah yang hanya mengorbankan harta tanpa perlu mengeluarkan tenaga yang besar. Lain halnya dengan ibadah haji yang mengorbankan kedua aspek kehidupan yaitu harta dan juga tenaga. Pengorbanan yang besar inilah yang menjadikan ibadah haji menjadi ibadah yang diutamakan dan dimuliakan oleh Allah.

Ibadah yang menggabungkan enam rukun di dalamnya yang menjadikan ibadah hajinya sah (diterima Allah). Mulai dari ihram, sebagaimana ibadah pada umumnya, niat termasuk bagian penting dalam ibadah. Posisi niat pada saat haji dimulai saat melakukan ihram.

Kedua, wukuf di Arafah, dalam hadis disebutkan bahwa haji itu adalah arafah. Artinya, wukuf di Arafah menjadi ritual penting dalam haji. Wukuf biasanya dimulai pada tanggal 9 dzulhijah setelah tergelincir matahari sampai waktu subuh tanggal 10 Dzulhijah. Orang yang diwajibkan melakukan wukuf ialah orang yang memenuhi persyaratan sah ibadah, seperti tidak gila, sadar, dan lain-lain.

Ketiga, tawaf, dilakukan setelah wukuf di Arafah, dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah haji. Pada saat memulai tawaf, badan harus menghadap seutuhnya ke arah Hajar Aswad.

Keempat, sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.

Kelima, tahallul, yaitu mencukur rambut setelah menyelesaikan rukun haji. Dianjurkan bagi laki-laki untuk mencukur seluruh rambut dan bagi perempuan dianjurkan memendekkan rambut. Batas minimal tahallul menurut sebagian ulama ialah tiga helai rambut.

Keenam, tertib, rukun haji mesti dilakukan secara berurutan, dimulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan tahallul. Tidak boleh rukun yang kedua atau ketiga dilakukan di awal. Kalau tidak berurutan, maka hajinya tidak sah.

Banyak sekali dari kita sangat merindukan pertemuan dengan menghambakan diri pada Allah di Masjidilharam dan bertatap langsung dengan ka’bah. Jarak yang begitu jauh dengan tanah air tentu tidak mematahkan semangat untuk memaksimalkan ikhtiar agar dapat berkunjung ke tanah suci melengkapi kelima rukun islam.

Iktiar tidaklah lengkap tanpa ditutup dengan berdoa serta tawakal pada Allah. Karna do’alah yang menjadi senjata ampuh umat islam. Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Pengabul Do’a pasti mengabulkan doa hamba-hambanya apabila memohon dan berdoa pada-Nya. Itulah janji Allah pada surat Al-Baqarah ayat 186. Allah tidak mengundang yang mampu untuk datang ke rumah-Nya (Baitullah). Tetapi Allah akan memampukan hambanya yang diundang untuk hadir di baitullah.

Semoga kita menjadi bagian hamba-hamba Allah yang Dimampukan untuk bisa hadir menghambakan diri di depan ka’bah al mukaramah. Aamiin, Ya Rabbal ‘alamin…

Untuk biaya pendaftaran KBIH Rp. 250.000 / orang

untuk Biaya Manasik sesuai ketentuan pemerintah yaitu Rp. 3.500.000,- / Orang

kemudian untuk biaya program penunjang Rp. 4.000.000 / orang

biaya program penunjang meliputi :

  1. Perlengkapan tambahan haji (Kain Ihrom / Jilbab)
  2. Kaos Olah Raga
  3. Syal peserta
  4. MCU (Medical CheckUp)
  5. Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas
  6. Jaring Koper
  7. Ziarah di Mekah dan Madinah

Untuk biaya manasik dan program penunjang bisa di bayarkan secara bertahap saat manasik.berlangsung

untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Custumer Service Kami di

WA. 0812 9430 1616
Tlp. 021 723 5255

Rukun Haji : (Disarikan dari Fathul Qarib karya Ibnu Qasim)
(Wildan)

Protokol Aman Sebelum Keluar Rumah

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Bagi sahabat-sahabatku yang memang wajib keluar. Para medis, petugas keamanan, pengantar barang makanan yang memang wajib keluar, maka ikutilah protokol berikut ini :

1. Keluarlah dengan niat lillahi ta’ala yang benar memenuhi kewajiban

2. Jangan lupa perlengkapan standar, yaitu :

  • Masker untuk menutup wajah,
  • Sarung tangan plastik untuk melindungi tangan agar menyentuh sesuatu tidak langsung mengenai kulit,
  • Sanitizer gel sebagai pelindung sesaat,
  • Sabun kecil agar bisa mencuci tangan saat bertemu air (karena lebih efektif membunuh virus dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun),
  • Jas hujan sekali pakai (disposal) melindungi tubuh dari virus dan bakteri di jalan.

3. Berdoa ketika keluar rumah :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Hudita, Wakufita, Wawukita. (akan ditunjuki, dicukupi, dan dilindungi) Ini merupakan janji Allah.

Disertai dengan doa :

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Barang siapa yang membaca doa ini tiga kali pada pagi dan sore hari, tidak akan ada yang bisa mencelakakan dan tidak ada satupun yang berbahaya baginya (terhindar dari segala bahaya) – HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmizi, Nasa’i dan Ibnu Majah (Menurut Tirmizi doa ini Hasan,Gharib, shahih).

Dan ditutup dengan doa :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan”

Barangsiapa yang singgah pada suatu tempat, kemudian dia berdoa “A’UUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHALAQ”, niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu. (HR. Muslim no. 2708)

4. Sedekahlah dengan segala kemampuan yang ada. Bisa dengan uang, bisa dengan makanan atau dengan kebaikan apapun yang bisa kita lakukan. Karena sekedah adalah penolak bala.

5. Dzikrullah dalam setiap langkah kaki dan hembusan nafas :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”

QS. Al-Baqarah ayat 152

Semoga perjalanan keluar ini menjadi amal shaleh, senantiasa dalam perlindungan Allah, membawa manfaat bagi orang karena wajib, dan kembali kerumah penuh dengan keselamatan.

Ayoo sahabatkuu… mari kita jaga diri kita ketika ingin keluar rumah, perbanyak doa dan ikuti protokol-protokol yang adaSimak video ini yaaa, semoga bermanfaat#tauhiid #islam #rahmatanlilalamin

Dikirim oleh KH. Abdullah Gymnastiar pada Selasa, 24 Maret 2020

Sensasi Sahara di Maroko

Perjalanan ke Gurun Sahara selalu menjadi sebuah destinasi yang sangat dinantikan oleh para peserta. Membayangkan diri naik unta, menggunakan baju khas mereka, dan tinggal di kemah-kemahnya. MasyaAllah tidak sabar!

Setelah 4 hari menikmati keindahan kota Maroko dari Casablanca, Marrakesh, Ait Ben Hadou hingga akhirnya tiba juga di Gurun Sahara Merzouga.

Di sini, peserta diberikan kebebasan memilih moda transportasi untuk berkeliling Sahara, mau menggunakan unta atau jeep.

Tapi karena semua peserta Wisata Hikmah Maroko Spanyol periode 3-14 Maret 2020 ingin merasakan sensasi menunggangi unta di gurun Sahara maka opsi jeep tidak ada yang memilihnya.

Perjalanan di Sahara ini berhasil membuat diri merasa kecil sekali di hadapan Allah. Saat melihat gurun, serasa tidak ada tepinya. Maha luas dan indah ciptaan Allah SWT.

Untuk penginapan di Sahara, tidak usah khawatir karena sudah disediakan tenda glamping yang nyaman. Sangat disarankan untuk membawa jaket karena saat malam dan pagi hari, hawanya cukup dingin.

Dan usahakan untuk bangun sebelum matahari terbit yaaa karena pemandangan matahari terbit di Sahara masyaa Allah cantik sekali.

Rasanya, dengan rentetan keindahan alam yang ditemui di Sahara, sungguh bersyukur dapat rejeki untuk ke sini.

Bagi para Sahabat yang ingin merasakan sensasi tinggal semalam di Sahara, yuk rencanakan!

Insyaa Allah Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel siap memfasilitasi perjalanan ke Maroko Spanyol.

Hubungi kami di
Kantor Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel:
Jl. Cipaku 1 No. 18
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170
Office: 021-7235255
0852-8910-2222
0812-1812-3311