KH. Abdullah Gymnastiar

Tidak sedikit dari kita mengalami situasi yang buruk dikarenakan kelalaian dan kurangnya disiplin dalam melakukan suatu kegiatan. Disiplin itu ialah kemampuan seseorang dalam melakukan apa yang memang harus dilakukan.  Kita banyak tahu yang harus kita lakukan, namun belum tentu kita mau untuk melakukannya.

Lantas disiplin seperti apa yang harus kita lakukan dalam situasi dan kondisi wabah seperti ini?

  • Disiplin untuk benar-benar jaga jarak (Physical Distancing)

Berusaha semaksimal mungkin untuk tidak keluar rumah dan lakukan setiap kegiatan di rumah saja. Apabila terpaksa untuk keluar rumah karena alasan tertentu, maka hindari atau jauhi kerumunan orang. Disiplin dalam menjaga jarak dengan orang-orang yang ada di luar rumah. Jika physical distancing dilakukan oleh semua pihak, maka secara syariat akan mempercepat pemusnahan wabah virus corona.

  • Disiplin untuk memakai masker

Hal ini adalah sebagai upaya dalam mencegah agar tetesan virus (drop plate) tidak mudah tersebar. WHO mengabarkan agar masker digunakan oleh orang yang sakit. Namun kasus wabah corona ini tidak dapat diketahui siapa yang terkena virus covid-19. Delapan puluh persen orang yang terjangkit virus ini tidak mengalami gejala medis. Jadi tidak diketahui siapa saja yang membawa virus (carrier). Oleh karenanya kita harus disiplin memakai masker apabila keluar rumah, bertemu orang atau melakukan aktifitas lain di luar rumah.

  • Disiplin untuk menjaga kebersihan

Dengan kondisi seperti ini, sudah seharusnya kita menjaga kebersihan dengan standar kebersihan yang tinggi. Mencuci tangan sesuai dengan air mengalir, sabun dan cara yang benar. Membersihkan setiap celah rumah yang sering maupun jarang terjamak. Jika dari luar rumah, maka jangan menyentuh apapun sebelum mandi terlebih dahulu. Apabila membawa barang dari luar rumah, maka pastikan barang itu dibersihkan sebelum masuk ke rumah. Sesering mungkin kita perhatikan kebersihan diri serta lingkungan.

  • Disiplin menjaga kondisi serta stamina tubuh

Secara syariat virus ini akan mudah terjangkit pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang lemah dan sulit untuk terjangkit pada orang-orang dengan daya tahan tubuh yang kuat. Untuk menjaga daya tahan tubuh tentunya kita harus memperhatikan asupan (makanan) sehari-hari kita dengan mengkonsumsi banyak sayuran, buah-buahan serta minum air mineral yang cukup, minimal dua liter setiap harinya. Olahraga dan istirahat yang cukup. Olahraga sesuai dengan arahan WHO yaitu minimal tiga puluh menit sehari. Istirahat tidak kurang dari enam jam dalam setiap harinya.

  • Disiplin dalam mendekatkan diri pada Allah

Kita tahu bahwa kondisi wabah menyebabkan MUI mengeluarkan fatwa untuk tidak sholat di masjid dan di gantikan dengan sholat di rumah. Namun hal ini tidak menjadikan sholat kita lalai dan terbengkalai. Sholat harus tepat pada waktunya dan usahakan untuk berjamaah dengan anggota keluarga. Jangan jadikan kondisi wabah menjadi alasan agar kita lalai dalam sholat. Jangan ragu-ragu memperbanyak doa. Doa mohon ampun pada Allah, karena boleh jadi musibah hadir karena kemaksiatan dan dosa kita dihadapan Allah. Disiplin juga dalam membaca Al Qur’an yang selama ini kita lalai dalam membacanya. Perbanyak berdzikir mengingat Allah. Juga tak kalah penting disiplin dalam bersedekah. Semua ini kita maksimalkan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah yang Maha Pencipta segala sesuatu dan juga Maha Pelindung atas semua keburukan.

Mari sahabat kita bersama-sama membangun kekuatan untuk disiplin. Karena untuk menghilangkan wabah virus bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, tim medis ataupun aparat. Tetapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu mengubah nasibnya. Semoga kita bisa selalu disiplin dan bisa mendapatkan hikmah dibalik wabah virus corona. Aamiin… Yaa Rabbal ‘alamin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *