Ustadz Fatih Karim

Apa yang terjadi di muka bumi ini adalah atas kehendak Allah SWT, termasuk bencana dan musibah yang menimpa. Kita sebagai makhlukNya hanya bisa menerima semua takdir yang telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Namun kita diberi kesempatan untuk berupaya menjadi lebih baik atau lebih buruk.

Pada Kajian MQ Series yang diselenggarakan oleh DT Peduli di Menara 165 (11/1) lalu, Ustadz Fatih Karim menyampaikan bahwa salah satu penyebab bencana alam dan musibah yang menimpa kita adalah karena adab kita kurang terhadap lingkungan.

Berikut beberapa padangan Ustadz kelahiran 30 Juli 1979 ini ketika ditanya tentang upaya menjaga bumi dalam Islam.

Menurut Ustadz, apakah bencana-bencana alam yang terjadi salah satunya akibat dari perbuatan manusia yang kurang menjaga alam?

Iya betul, itulah yang disebut dalam Al-Qur’an

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Q.S Ar Rum:41)

 Misalkan bencana banjir yang baru-baru ini kita alami. Itu juga adalah faktor manusia yang menyebabkannya. Pertama membuang sampah sembarangan, lingkungan yang tadinya seharusnya menjadi daerah resapan air dibangun perumahan dan gedung-gedung, pohon-pohon ditebangi sembarangan, pasir diambil sesuka hati, sehingga tidak lagi sesuai pada jalurnya sehingga terjadilah banjir di mana-mana.

Mengenai Go Green, bagimana pendapat Ustadz perihal beberapa lembaga dan komunitas dakwah dan masjid yang saat ini mencoba menerapkan konsep tersebut?

Alhamdulillah, kita bersyukur dengan masjid atau lembaga, majelis taklim, dan komunitas-komunitas sudah peduli kepada isu go green, dan memang seharusnya begitu. Islam mengajarkan kita bukan menjadi ummat yang cuek tetapi menjadi ummat yang peduli, apalagi kepada lingkungan dan alam sekitar. Meskipun masih banyak juga di antaranya yang belum menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan.

Padahal Islam adalah agama yang sangat menjaga kebersihan. Bahkan kalau mengaku beriman harus menjaga kebersihan, karena kebersihan adalah sebagian tanda keimanan. Jadi kalau mengaku beriman, tentu kita harus bersih: bersih hatinya, bersih pikirannya, bersih majelis ta’limnya dan bersih semuanya.

Menurut Ustadz, selain mengurangi sampah plastik, apa lagi yang perlu kita lakukan agar bumi ini tetap terjaga?

Tentu selain menjaga kebersihan lingkungan kita mempertahannya, kita bisa kampanye untuk menanam pohon. Bayangkan, ada kisah bagaimana seorang Umar bin Khattab yang ketika ia menanam pohon kurma ditanya oleh sahabat yang lain; Untuk apa menanam pohon kurma nanti pohon itu besar ia sudah tiada. Nah, beliau kemudian berkata, “Aku tanam bukan untuk aku tapi generasi-generasi setelahku.” Bayangkan betapa besar perhatian Umar kepada generasi setelahnya.

Jadi bukan hanya membersihkan sampah, tapi kita bantu menanam pohon, membantu reboisasi (penghijauan), membantu kampanye untuk tidak merokok, mengurangi polusi udara, dan lain sebagainya.

Selain Go Green, belakangan juga banyak ajakan tentang pola hidup sehat. Bagaimana pola hidup sehat yang Ustadz lakukan sehari-hari?

Pola hidup sehat itu paling tidak ada tiga; yang pertama pola pikir

Pola pikir yang sehat adalah pola pikir yang hanya memikirkan perkara-perkara yang memang harus dipikirkan jadi tidak memikirkan hal-hal yang tidak perlu sehingga kita stres, cemas, was-was. Pola pikir yang sehat adalah pola pikir yang sesuai dengan Islam.

Yang kedua adalah pola jiwa yang sehat

Sehat jiwa bisa diperoleh dengan ibadah ritual, misalnya shaum senin kamis, menjaga tidur agar bisa sholat malam, rajin shalat dhuha, rajin membaca Al-Qur’an selalu menghafalkan dan mentadabburi ayat-ayatnya.

Yang ketiga adalah sehat fisik

Yaitu dengan olahraga yang teratur, misalnya lari, sepeda, berenang dan memanah, agar terjaga fisik kita. Jadi, pikiran, jiwa, dan fisik kita harus sehat. Tentu ditambah pola makan dan pola tidur yang teratur, sehingga makanan yang kita makan itu efektif diserap oleh tubuh dan menjadi darah daging yang halal.

Sejak kapan Ustadz menerapkan pola hidup sehat?

Saya mulai sadar pola hidup sehat semenjak berumah tangga. Setelah menjadi ayah, saya mulai berpikir kalau nanti sudah punya anak dan saya sakit akan merepotkan banyak orang, belum lagi biaya pengobatan tidak murah. Apalagi di awal-awal pernikahan ekonomi sedang sulit sehingga tidak ada pilihan selain kita harus lebih sehat secara pola makan, pola pikir dan pola fisiknya.

Apa saja manfaat yang Ustadz rasakan dengan pola hidup sehat yang sudah dijalani?

Manfaat yang saya rasakan luar biasa karena sehat itu ‘kan nikmat yang tak ternilai. Kita bisa makan dan tidur dengan nikmat adalah sebuah karunia. Tidak ada orang yang mau mengganti kesehatan badannya dengan uang sebanyak apapun. Maka sehat itu luar biasa. Jadwal saya berjalan lancar, jadwal kajian di berbagai tempat, ibadah lebih khusyuk, ibadah umroh lancar, alhamdulillah… tentu tidak akan mampu jika kita menghitung anugerah nikmat kesehatan.

Pesan-pesan dan ajakan apa yang ingin Ustadz sampaikan untuk sahabat-sahabat Daarut Tauhiid perihal go green dan pola hidup sehat?

Pesan saya kepada semua jamaah DT, para donatur dan seluruhnya, gaya hidup sehat itu pilihan kita. Kalau kemudian Allah memberi takdir sakit sedangkan kita sudah memilih hidup sehat itu urusan lain. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi anugerah dari Allah untuk hidup sehat. Mulai hari ini mari jaga kebersihan lingkungan, mulai dari hal yang kecil dari rumah sendiri. Kemudian ditambah dengan pola pikir, pola jiwa, dan pola fisik yang sehat. Sehingga dengan sehat itu kita bisa semakin taat semakin dekat dengan Allah subhanahu wata’ala.

(ifa/wildan/titin)

pict from : www.mordenhillsurgery.co.uk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *