Sahabat, Sya’ban semakin bergegas meninggalkan perputaran waktu. Ia pun akan segera digantikan dengan bulan baru. Tak terasa kedatangan Ramadhan tiba. Menjadi bagian dari sendi waktu setiap manusia. Aroma kedatangannya melingkupi seluruh penjuru langit dan bumi. Semua ciptaanNya pun kian mempersiapkan diri untuk menyambut mesra kedatangan bulan ini. Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita sambut dengan gembira, Marhaban Yaa Ramadhan.

Senang, sebab Ramadhan menjanjikan segalanya, khususnya memberi “bonus pahala” kepada kita dalam beribadah. Bahagia, karena hampir semua orang berlomba dalam memperbanyak amalan baiknya. Sehingga, peluang untuk berbuat dan menyaksikan maksiat otomatis berkurang.

Maklum, saat Ramadhan, dari mulai anak-anak, remaja, sampai bapak-ibu, kakek-nenek, semua berlomba mencari pahala. Yang sebelumnya jarang ke masjid untuk shalat, tiba-tiba saat Ramadhan ramai memakmurkan masjid. Kegiatan tadarus dan membaca Al-Qur’an selepas Isya, juga mampu mengalihkan perhatian sebagian besar umat Islam dari lagu-lagu yang selama ini jadi favoritnya. Ya, Ramadhan memang mampu memberi nuansa yang berbeda dengan bulan lainnya. Itu sebabnya, bulan Ramadhan selalu disambut gempita oleh kaum muslimin. Masya Allah…

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (H.R. Ahmad)

Nah, Sahabat. Maukah Ramadhanmu berbeda dari Ramadhan sebelumnya? Agar terjaga puasa kita, lebih baik dan penuh makna ramadhan kita, kami hadirkan beberapa tips:

Pertama, jaga kondisi tubuh.

Caranya? Olahraga adalah alternatif paling mudah. Istirahat cukup, tetapi jangan berlebihan (jangan terlalu banyak tidur) Menjaga kondisi tubuh tentu tujuannya agar kita bisa sukses menjalani puasa satu bulan penuh tanpa sakit, insya Allah.

Kedua, perbanyak aktivitas amal sholeh.

Semakin banyak aktivitas, semakin cepat waktu berlalu. Aktivitas di sini adalah yang berkaitan dengan pelaksanaan amal baik kita; seperti tarawih berjamaah di masjid diusahakan tanpa putus, tadarus Al-Qur’an minimal satu hari satu juz, membuat atau ikut acara sanlat, menghadiri kuliah subuh, dauroh Ramadhan, kajian Islam, dan lain-lain. Pastikan niatnya adalah dalam rangka mencari pahala dan ridha Allah semata.

Ketiga, hindari perbuatan maksiat, baik yang terang-terangan maupun tersembunyi.

Terus terang, kalau menahan lapar, insya Allah kita kuat. Tetapi, untuk urusan menahan hawa nafsu, ini yang perlu kuat ikhtiar. Tapi, ya namanya juga manusia, tempatnya lupa dan salah. Adakalanya kita tanpa terasa atau bahkan sengaja berbuat dosa. Aduh, bisa-bisa menguap pahala puasa kita, bahkan hanya dapat lapar dan dahaga saja. Naudzubillah min dzalik.

“Apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa.” (HR Bukhari Muslim)

Keempat, hilangkan aktivitas yang miskin manfaat bagi puasa kita.

Menonton TV atau berselancar media sosial? Ya, meski aktivitas itu tergolong mubah alias boleh-boleh saja dilakukan, tetapi kalau seharian bagaimana? Sahabat, puasa bukan berarti menghambat aktivitas kita yang lain. Sehingga inginnya di rumah saja. Itu kurang bermanfaat, dan yang pasti bisa membuat Ramadhan kita tidak nikmat dan bermakna. Ayo, jangan sia-siakan bonus pahala dari Allah.

Kelima, #SyiarkanKebaikan di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan selalu identik dengan Islam dan kaum muslimin. Nah, agar kebaikan di bulan ini sempurna, niatkan segala aktivitas baik yang kita lakukan sebagai syi’ar dakwah Islam. Inilah momen yang tepat untuk setiap individu muslim menggambarkan islam rahmatan lil ‘alamin

Itulah tips menjadikan bulan Ramadhan kita penuh makna. Siapkan segala bekal untuk terjun di medan yang penuh pahala, sekaligus tantangan. Inilah kesempatan kita untuk memperbaiki kualitas amal dan sekaligus memperbanyak amal shalih. Sahabat siap?

2 thoughts on “Kiat Ramadhan Penuh Makna”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *