Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menolong, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang memiliki kebeningan hati, sehingga mudah menerima petunjuk dan nasehat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, setiap perintah Allah Swt. pastilah untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Tidak ada satupun perintah Allah kecuali pasti ada hikmah di dalamnya. Allah Maha Sempurna dalam segala sesuatu, termasuk dalam setiap rencana-Nya. Sehingga jika kita melihat dari berbagai sudut, yang akan kita temukan pastilah hanya kebaikan dan kebaikan.

Sesungguhnya rumah pertama kita adalah surga, kita adalah keturunan penghuni surga  dan rumah kembali kita adalah surga. Di dunia ini kita hanyalah mampir. Dan setiap kewajiban yang Allah perintahkan kepada kita itu sebenarnya mewajibkan kita untuk kembali  ke tempat asal muasal kita yaitu surga.

Allah Swt. berfirman, “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. di dekatnya ada surga tempat tinggal.” (QS. An Najm [53] : 13-15)

Ciri-ciri Penghuni Surga

Saudaraku, suatu hari Rasulullah saw. berbincang dengan para Sahabat, “Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?”

Para sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulullah!”

Beliau menjawab: “Yang Haram tersentuh api neraka adalah orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.” (Hadist Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban)

Lalu mungkin muncul pertanyaan dalam benak kita siapa itu Si Hayyin, Si Layyin, Si Qarib, dan Si Sahl yang tidak bisa disentuh oleh api neraka itu? Mari kita coba kupas satu persatu, semoga Sahabat bisa memahaminya dan mencoba membina diri untuk bisa mewujudkannya dalam diri kita masing-masing.

1. Hayyin

Hayyin adalah orang yang teduh jiwanya, memiliki sifat tenang dan berwibawa, baik pada sikap lahir maupun batinnya. Tidak labil atau tidak mudah tersulut emosi (ini karena kedalaman ilmunya tentang agama), tidak mudah marah, artinya dia orang yang pemaaf. Tidak grusa-grusu dalam segala hal, dan senantiasa penuh pertimbangan. Tidak gampang mencaci dan melaknat, dia senantiasa bisa menahan diri dengan memperbanyak istighfar.

2. Layyin

Layyin itu adalah orang yang sikapnya santun dan lembut, serta penuh kasih sayang, baik dalam bertutur-kata atau pada perbuatannya. Taukah engkau wahai saudaraku? Bahwa Si Layyin tidak pernah berbuat kasar atau melakukan perbuatan semau dirinya, ia tidak suka marah-marah pada saudaranya muslim tanpa alasan yang syar’i. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesamanya. Layyin adalah orang yang selalu berusaha menjaga perasaan orang lain, tidak ingin mempermalukannya dihadapan umum.

3. Qarib (orang yang dekat)

Qarib adalah orang yang mudah untuk diajak berteman, ia suka menyambung silaturahmi, mudah akrab dengan seseorang, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang mengajak bicara. Biasanya murah senyum, jika bertemu dengan saudaranya muslim wajahnya berseri-seri dan enak dipandang, suka menebarkan salam baik kepada orang yang ia kenal atau pada orang yang belum ia kenal. Qarib adalah orang yang banyak temannya karena kehadirannya selalu dinanti dan ketidakhadirannya selalu dicari. Itu semua karena Qarib adalah orang yang senantiasa mengutamakan kebersamaan, kekeluargaan, keutuhan, persatuan dan kesatuan. Tidak menginginkan perpecahan, pertengkaran, dan permusuhan.

4. Sahl (orang yang mudah)

Sahl adalah orang yang suka mempermudah urusan orang lain, tidak suka mempersulit sesuatu. Si Sahl ini selalu menawarkan solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan membuat orang lain susah, lari dan menghindar. Sahlin adalah orang yang suka membantu urusan dan meringankan beban orang lain.

Saudaraku, perjalanan kita adalah perjalanan menuju surga. Maka, amal-amal kita pun adalah amal-amal yang mengantarkan kepada surga. Allah Swt. menginginkan kita untuk selamat dalam perjalanan kita di dunia. Sehingga Allah berikan limpahan petunjuk yang sangat jelas mengenai bagaimana tata cara menempuh jalan keselamatan, termasuk sifat-sifat hamba yang tergolong ke dalam ahli surga di atas.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa antusias mengikuti petunjuk Allah Swt. melalui pengajaran Rasulullah Saw. sehingga kelak kita bisa kembali ke rumah yang penuh dengan kebahagiaan dan keselamatan yaitu surga. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *