Sikap dalam Menghadapi Ujian Wabah

Ustadz Abu Bassam Oemar Mita, Lc

Banyaknya kasus wabah epidemi yang sudah terjadi di negeri kita, tentunya dengan begitu kita harus memiliki sikap dalam melihat kejadian wabah agar sikap ini memberikan kekuatan dalam menghadapi dan melewati ujian yang Allah berikan pada kehidupan kita.

Pertama, selalu mengimani bahwa setiap kejadian yang kecil maupun kejadian yang besar tidak akan terjadi kecuali sesuai dengan kehendak dan izin Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan semua ini telah ditetapkan Allah lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Dengan sikap mengimani takdir dan ketentuan Allah akan menjadikan kita tenang dan bersahaja.

Kedua, kita harus paham bahwa virus penyebab corona adalah makhluk ciptaan Allah. Hanya Allah yang mampu menghidupkan dan juga mematikan. Jangan sampai ketakutan kita kepada virus lebih besar daripada ketakutan kita kepada Allah. Ketika kita paham virus itu adalah ciptaan Allah dan Allah mampu mematikannya sebagaimana Allah menghidupkannya, maka keimanan kita harus dipertebal kepada Allah Dzat Yang Maha Penjaga. Ketika kita tahu bahwa Allah tempat bersandar kita, maka sudah pasti hidup kita akan tenang.

Ketiga, ketika kita berjalan di muka bumi Allah, maka kita akan diikuti dengan sembilan puluh sembilan sebab kematian. Begitulah sabda daripada Rasulullah. Jika manusia selamat pada sebab kematian yang pertama, maka belum ada jaminan akan selamat pada sebab-sebab berikutnya. Hadirnya corona tidak menjadi penyebab dekatnya ajal ataupun menjauhnya ajal. Sebab ketentuan Allah atas kematian kita sudah dituliskan secara pasti setiap detiknya. Tidak akan maju satu detik dan tidak pula mundur satu detik. Hal ini juga akan menjadikan kita tenang, karena kematian kita telah dituliskan oleh Allah dengan indah.

Keempat, apabila seorang muslim ditakdirkan untuk terkena wabah virus dan ikhlas menjalani ketetapan Allah, serta kemudian meninggal dunia karena virus itu. Maka kematiannya akan dicatatkan syahid disisi Allah. Karena ada tiga kategori mati syahid, yaitu :

  • Syahid di dunia dan syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang berperang karena Allah dan mati terbunuh di medan perang. Di dunia tidak perlu dimandikan dan tidak perlu dikafani. Di akhiratnya mendapat surga.
  • Syahid dunia namun tidak syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang meninggal di medan perang, namun niatnya bukan karna ingin meninggikan kalimat Allah. Di dunia tidak dimandikan dan tidak dikafani. Di akhiratnya mendapatkan neraka karena niatnya yang salah.
  • Tidak syahid di dunia namun syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang meninggal dalam keadaan terbakar, kecelakaan, tertimpa bangunan, sakit perut, melahirkan, dan terkena wabah penyakit. Maka dia tidak syahid di dunia yaitu jasadnya tetap dimandikan dan dikafani. Tetapi di akhirat kedudukannya seperti orang-orang yang mati syahid.

Kelima, perbanyaklah doa di setiap waktu yang kita miliki. Jangan sampai kita lupa bahwa kita bersandar pada Allah Dzat Yang Maha Penjaga. Pertolongan Allah selalu lebih besar dibandingkan dengan ujian yang Allah berikan kepada orang-orang yang tidak pernah lupa bersandar pada Allah. Salah satunya sandaran kita pada Allah ialah doa.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Allaahumma innii’auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa sayyi il asqoom
“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit.”

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.

BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI’UN FIL ARDHI WA LAA FISSAMAA’I, WA HUAS SAMII’UL ‘ALIIM

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Mari kita mulai rutinkan untuk berdoa di waktu-waktu mustajab seperti pada waktu sujud, pagi hari, sore hari, dan pertengahan malam. Karena dengan doa dapat mengubah yang mustahil menjadi mustajab, mengubah yang lemah menjadi kuat.

Kemudian yang terakhir, berkoordinasi dengan instansi pemerintah yang menangani kasus wabah corona. Juga berkomunikasi dengan tenaga medis agar kita tidak terperosok karena ketidaktahuan kita perihal virus corona. Tetap mencuci tangan, membersihkan lingkungan kita, menghindari wilayah atau tempat-tempat yang dapat menyebabkan kita terkena wabah penyakit sebagai bentuk usaha atau ikhtiar kita.

Jika kita dengan virus yang tidak terlihat oleh kasat mata saja bisa membuat tumbang. Lantas apa yang bisa kita sombongkan di hadapan Allah selama ini. Kesombongan dengan menentang Allah, mengejek dan mengolok-olok syariat Allah. Semoga kejadian ini bisa membuat kita merenungi kesalahan, dosa dan khilaf kita selama ini kepada Allah. Karena tidak luput sesuatu kejadian dari merenungkan dosa bagi orang-orang yang beriman.

Protokol Aman Sebelum Keluar Rumah

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Bagi sahabat-sahabatku yang memang wajib keluar. Para medis, petugas keamanan, pengantar barang makanan yang memang wajib keluar, maka ikutilah protokol berikut ini :

1. Keluarlah dengan niat lillahi ta’ala yang benar memenuhi kewajiban

2. Jangan lupa perlengkapan standar, yaitu :

  • Masker untuk menutup wajah,
  • Sarung tangan plastik untuk melindungi tangan agar menyentuh sesuatu tidak langsung mengenai kulit,
  • Sanitizer gel sebagai pelindung sesaat,
  • Sabun kecil agar bisa mencuci tangan saat bertemu air (karena lebih efektif membunuh virus dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun),
  • Jas hujan sekali pakai (disposal) melindungi tubuh dari virus dan bakteri di jalan.

3. Berdoa ketika keluar rumah :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Hudita, Wakufita, Wawukita. (akan ditunjuki, dicukupi, dan dilindungi) Ini merupakan janji Allah.

Disertai dengan doa :

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Barang siapa yang membaca doa ini tiga kali pada pagi dan sore hari, tidak akan ada yang bisa mencelakakan dan tidak ada satupun yang berbahaya baginya (terhindar dari segala bahaya) – HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmizi, Nasa’i dan Ibnu Majah (Menurut Tirmizi doa ini Hasan,Gharib, shahih).

Dan ditutup dengan doa :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan”

Barangsiapa yang singgah pada suatu tempat, kemudian dia berdoa “A’UUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHALAQ”, niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu. (HR. Muslim no. 2708)

4. Sedekahlah dengan segala kemampuan yang ada. Bisa dengan uang, bisa dengan makanan atau dengan kebaikan apapun yang bisa kita lakukan. Karena sekedah adalah penolak bala.

5. Dzikrullah dalam setiap langkah kaki dan hembusan nafas :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”

QS. Al-Baqarah ayat 152

Semoga perjalanan keluar ini menjadi amal shaleh, senantiasa dalam perlindungan Allah, membawa manfaat bagi orang karena wajib, dan kembali kerumah penuh dengan keselamatan.

Ayoo sahabatkuu… mari kita jaga diri kita ketika ingin keluar rumah, perbanyak doa dan ikuti protokol-protokol yang adaSimak video ini yaaa, semoga bermanfaat#tauhiid #islam #rahmatanlilalamin

Dikirim oleh KH. Abdullah Gymnastiar pada Selasa, 24 Maret 2020

Jihad Kita di Tengah Wabah Virus Corona

Dengan semakin merebaknya wabah virus corona (Covid-19), Pembina Pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak kepada masyarakat agar mengukuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.14 tahun 2020 Poin 3.A: untuk melakukan tindakan preventif (menutup peluang peyebaran wabah Covid-19). Salah satunya adalah tidak beribadah sholat lima waktu dan sholat Jum’at ke masjid selama masa inkubasi ini.

“Mungkin situasi kali ini menjadi suasana sedih, karena ketika mendengar adzan kita belum bisa mendatangi masjid kembali. Karena memang kondisinya yang kurang baik.” ujar Aa Gym.

Beliau juga mengarahkan kepada pesantren-pesantren DT yang ada di Jakarta, Tangerang Selatan, Eco Pesantren dan Batam untuk sementara tidak menyelenggarakan sholat wajib juga sholat Jum’at yang dimulai pada 18 Maret 2020 lalu. Namun adzan sebagai panggilan sholat tetap dikumandangkan. Menurut Aa Gym, ini merupakan ikhtiar dari pencegahan agar tidak semakin meluasnya wabah penyakit virus corona yang 85% penyebarannya tidak memiliki gejala klinis.




Suasana Masjid Daarut Tauhiid Jakarta

“Bisa saja yang sehat tanpa ada gelaja sakit apapun membawa virus dalam tubuhnya dan menyebarkan virus kepada khalayak ramai. Bukan melarang sholat berjamaahnya. Namun larangannya adalah mendekati kerumunan yang membuat peluang terjadinya penyebaran virus,” lanjut beliau.

Selain Fatwa MUI, Penutupan masjid DT ini juga mengikuti Surat Rekomendasi Lajnah Syari’ah Daarut Tauhiid Nomor: 3/III/LS-DT/2020 M/144 H tentang rekomendasi penyelenggaraan ibadah (sholat berjamaah dan sholat jum’at dalam situasi terjadi wabah Covid-19).

Aa Gym juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap di rumah mengkarantina diri dan jika keluar rumah hanya dalam kondisi darurat serta selalu waspada dalam menjaga kebersihan badan juga lingkungan, “Inilah jihad kita, yaitu jika kita seorang dokter, perawat yang menjadi pelopor garis terdepan dalam mengobati penyakit virus coronanya. Dan jihad kita adalah sekuat tenaga mengkarantina diri. Karena dengan mengkarantina diri, kita bisa melindungi keluarga kita dan orang orang di sekitar kita,” tutupnya.

Memang sementara pintu masjid ditutup. Tapi yakinlah pintu Rahmat Allah senantiasa terbuka bagi siapapun, di manapun, dan kapanpun bagi yang yakin, beribadah dengan benar serta senantiasa berlindung dan mengharapkan pertolongan-Nya.

Semoga Allah segera mencabut musibah ini dari kita semua. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

(admin)

Sebait Do’a di Tengah Wabah Corona

Ya Rabbi…
Kami menginsyafi
Kami telah banyak menganiaya diri kami sendiri
Dengan dosa, maksiat dan lalainya hati dari mengingatMu, dari bertawakkal padaMu, dari khusyuk saat menghadapMu, dari Taubat memohon ampunanMu
Terlebih di bulan haram ini
Bulan Rajab, pintu gerbang Ramadhan yang diberkahi

Ya Rabbi…
Jika wabah corona ini adalah caraMu untuk menghukum kami
Maka sesungguhnya kami ini hanyalah hamba-hambaMu
Dan jika Engkau mengampuni kami
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana

Ya Rabbi…
Sungguh kami mengakui lemahnya diri ini
Dengan makhluk 3.000.000 kali lebih kecil dari biji wijen ini
Tiada daya kami
Tiada kuasa kami untuk berbuat taat, meninggalkan maksiat dan menghindari wabah ini
Melainkan datang dari pertolonganMu

Ya Rabbi…
Ramadhan sebentar lagi menghampiri
Kami rindu akan syahdu suasana itu
Di mana umat berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaatan padaMu
Mendirikan shalat, berpuasa, membayar zakat fitrah, dan umroh ke Baitullah
Memakmurkan masjid dan musholla dengan ibadah
Dengan tadarus dan tarawih berjamaah
Kedermawanan melimpah
Dalam ifthor jama’i, menyantuni yatim, infaq dan sedekah

Ya Rabbi…
Mudahkanlah kami menjalankan ibadah Ramadhan
Dengan kekusyukan tanpa rasa ketakutan

Karenanya ya Rabbi
Angkatlah wabah ini
Gantikan ketakutan kami menjadi ketundukan padaMu
Gantikan keangkuhan kami menjadi rasa hina di hadapanMu

TIPS TRAVELING DI KONDISI OUTBREAK CORONA

Di kondisi outbreak corona saat ini, langkah yang paling baik untuk dilakukan adalah berdiam diri di rumah (baik untuk belajar, bekerja, atau bahkan beribadah) agar dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Namun, bagaimana sikap kita, jika terpaksa harus tetap bepergian ke luar negeri atau ke daerah domestik lainnya?

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat traveling di kondisi outbreak corona:

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air.
    Gunakan sesering mungkin saat sebelum dan sesudah makan, setelah menyentuh benda apapun. Siapkan hand sanitizer di pocket kamu ya.
  2. Jangan sentuh wajah.
    Jika tidak terlalu perlu, hindari sentuh wajah. Kenapa? Karena virus Covid-19 bisa masuk melalui mulut atau mata kamu.
  3. Stay away dari objek wisata yang terlalu ramai.
  4. Ketahui kondisi di destinasi yang akan dituju.
    Jika daerah tersebut sudah berada di ‘red area’ lebih baik hindari area tersebut.
  5. Batuk, flu, dan demam saat traveling? Segera ke dokter, ya!
  6. Jaga pola makan yang sehat.
    Mau coba traditional food? Boleh, pilih yang sehat dan jangan lupa minum vitamin, ya!
Bisa dilihat juga di sini

Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita di manapun ya.

Nanti, kita jalan-jalan lagi ya bareng Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel 🙂

Kantor Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel:
Jl. Cipaku 1 No. 18
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170
http://wisatahikmah.id
Office: 021-7235255
0852-8910-2222
0812-1812-3311