Wisata Hikmah Turki

wisata hikmah turki
Foto Bersama Peserta Wisata Hikmah Turki

Sahabat ingin merasakan sensasi musim gugur dan musim dingin di dua benua dengan panorama yang indah? Maka sahabat wajib mengunjungi Turki di Bulan November dan Desember ini.⁣

PERIODE:

  1. 15-24 NOVEMBER 2019 (Musim Gugur)
  2. 20-29 DESEMBER 2019 (Musim Dingin)

Berikut Itinerarynya!

HARI 1

Flight Jakarta-Istanbul, transit Di Doha

HARI 2: TIBA DI ISTANBUL (L, D)

Setelah tiba di Istanbul International Airport maka rombongan Wisata Hikmah akan diajak untuk mengunjungi beberapa destinasi seperti Blue Mosque, Hippodrome, mengunjungi Hagia Sophia Museum, makan siang di restoran, mengunjungi Topkapi Palace termasuk Islamic Relics, setelah itu makan malam di restoran kembali dan check in di hotel Istanbul.

HARI 3: ISTANBUL > BURSA > KUSADASI (B, L, D)

Sarapan akan disediakan di hotel, Setelah menyebrang dari Bosphorus Bridge, kita akan melanjutkan perjalanan melalui Osmangazi Bridge ke Izmit Bay, makan siang di restoran, Visit Grand Mosque, Green Mosque & Tomb, Silk market, Turkish Delight Shop, Melanjutkan perjalanan Kusadasi, Check in dan makan malam Kusadasi

HARI 4: KUSADASI > PAMUKKALE (B, L, D)

Setelah sarapan, maka tour akan dilanjutkan ke Ephesus Ancient City, Isa Bey Mosque, Turkish Leather Outlet, makan siang dan lanjut ke Pamukkale dan mengunjungi Hierapolis Ancient City & Cotton Castle, kemudian peserta akan menginap di Pamukkale.

HARI 5: PAMUKKALE > KONYA > CAPPADOCIA (B, L, D)

Setelah sarapan, di hari ini, peserta trip akan menuju Cappadocia via Konya, makan siang, dan juga akan mengunjungi Mevlana Museum, Photstop Sultanhani Caravansarai dan menginap di Cappadocia.

HARI 6: CAPPADOCIA (B, L, D)

Setelah sarapan, trip akan dilanjutkan ke Ozkonak Underground City, Goreme Valley, Avanos Pottery Village, dan makan siang. Setelah itu, peserta akan Pasabag, Pigeon Valley, Uchisar Castle Village, Turkish Handicraft & Carpet Manufacturer. Di hari ini, peserta akan kembali menginap di Cappadocia.

HARI 7: CAPPADOCIA > ISTANBUL (B, L, D)

Setelah sarapan, peserta akan melanjutkan perjalanan ke Ankara, Photo stop di Salt Lake, makan siang di restoran, Photo Stop di Millet Mosque, menuju Istanbul, makan malam di restoran lokal, menginap di hotel, check in di Istanbul.

HARI 8: ISTANBUL (B, L, D)

Di hari ini, setelah sarapan, peserta akan mengunjungi Ayyub Al Ansari Mosque & Tomb, Grand Covered Bazaar, dan menginap di Istanbul.

HARI 9: ISTANBUL > JAKARTA (B, L)

Setelah sarapan, peserta akan memulai pelayaran di Selat Bophorus dan menuju airport. Dan persiapan menuju Bandara Istanbul, untuk bertolak ke Indonesia.

HARI 10: TIBA DI JAKARTA

Insya Allah, peserta tiba di Jakarta.

Noted: Jadwal perjalanan dapat berubah sewaktu-waktu

BIAYA PAKET

Biaya perjalanan Rp 22.500.000/ orang

DP: Rp 10.000.000/ orang

Harga termasuk:

  • Tiket Pesawat PP Jakarta-Istanbul, Qatar/ Emirates/ Ettihad
  • Hotel bintang 4, kamar tipe double
  • Konsumsi selama tour
  • Transportasi selama tour

Harga belum termasuk:

  • Visa (Rp 450.000/ orang)
  • Tiping (USD 40/ orang)
  • Balon udara

Selengkapnya: Website Wisata Hikmah

Tanya CS Wisata Hikmah: Klik Disini


Hati-hati Ghibah Online

ghibah online

Dalam sebuah mejelisnya bersama Abu Dzar, Rasulullah pernah memberi nasehat berikut :
“Wahai Abu Dzar, hindari dari perlakuan GHIBAH (menggunjing) karena dosanya lebih berat dari pada zina”.

“Ya Rasulullah apa itu ghibah?”

“Ghibah yaitu menyebut-nyebut saudaramu dengan yang tidak disukai.”

“Ya Rasulullah walaupun sesuatu itu ada pada dirinya”

“Ya apabila kau sebut-sebut aibnya, maka kau telah menggunjingnya; namun bila kau sebut aib yang tidak ada pada dirinya maka kau telah memFITNAHnya.

——-<<<<<<<<
Ghibah (menggunjing) termasuk dosa besar, namun sedikit yang mau menyadari hal ini.
—————————————
“Ghibah itu Apa?” Sekarang kita akan melihat dalil yang menunjukkan bahwa ghibah tergolong dosa dan perbuatan haram, bahkan termasuk dosa besar.

Kata seorang ulama tafsir, Masruq, “Ghibah adalah jika engkau membicarakan sesuatu yang jelek pada seseorang. Itu disebut mengghibah atau menggunjingnya. Jika yang dibicarakan adalah sesuatu yang tidak benar ada padanya, maka itu berarti menfitnah (menuduh tanpa bukti).” Demikian pula dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri. (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 167).

Ghibah yang terjadi bisa cuma sekedar dengan isyarat. Ada seorang wanita yang menemui ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Tatkala wanita itu hendak keluar, ‘Aisyah berisyarat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa wanita tersebut pendek. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

قَدِ اغْتَبْتِيهَا

“Engkau telah mengghibahnya.” (HR. Ahmad 6: 136. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Dosa ghibah sudah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala berikut ini,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Asy Syaukani rahimahullah dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Allah Ta’ala memisalkan ghibah (menggunjing orang lain) dengan memakan bangkai seseorang. Karena bangkai sama sekali tidak mengetahui siapa yang memakan dagingnya. Ini sama halnya dengan orang yang hidup juga tidak mengetahui siapa yang menggunjing dirinya. Demikianlah keterangan dari Az Zujaj.” (Fathul Qadir, 5: 87)

Asy Syaukani rahimahullah kembali menjelaskan, “Dalam ayat di atas terkandung isyarat bahwa kehormatan manusia itu sebagaimana dagingnya. Jika daging manusia saja diharamkan untuk dimakan, begitu pula dengan kehormatannya dilarang untuk dilanggar. Ayat ini menjelaskan agar setiap muslim menjauhi perbuatan ghibah. Ayat ini menjelaskan bahwa ghibah adalah perbuatan yang teramat jelek. Begitu tercelanya pula orang yang melakukan ghibah.” (Idem)

Ibnu Jarir Ath Thobari berkata, “Allah mengharamkan mengghibahi seseorang ketika hidup sebagaimana Allah mengharamkan memakan daging saudaramu ketika ia telah mati.” (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 168).

Qatadah rahimahullah berkata, “Sebagaimana engkau tidak suka jika mendapati saudarimu dalam keadaan mayit penuh ulat. Engkau tidak suka untuk memakan bangkai semacam itu. Maka sudah sepantasnya engkau tidak mengghibahinya ketika ia masih dalam keadaan hidup.” (Lihat Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 169).

Ghibah termasuk dosa karena di akhir ayat disebutkan Allah Maha Menerima Taubat. Artinya, apa yang disebutkan dalam ayat termasuk dalam dosa karena berarti dituntut bertaubat. Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa ghibah termasuk perbuatan yang diharamkan, lihat Syarh Shahih Muslim, 16: 129.

Dalam Kunuz Riyadhis Sholihin (18: 164) disebutkan, “Para ulama sepakat akan haramnya ghibah dan ghibah termasuk dosa besar.”
————————–————————
Berikut ini kami akan menyebutkan beberapa dalil yang melarang kita dari perbuatan ghibah yang kami ringkaskan dari kitab Riyadhush Shalihin karya Imam An Nawawi rahimahullah ta’ala.

1. Firman Allah ta’ala:

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Tawwab (Maha Penerima taubat) lagi Rahim (Maha Menyampaikan rahmat).” [QS Al Hujurat: 12]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam tafsirnya: “Di dalamnya terdapat larangan dari perbuatan ghibah.”

As Sa’di rahimahullah berkata di dalam tafsirnya: “(Allah) menyerupakan memakan daging (saudara)nya yang telah mati yang sangat dibenci oleh diri dengan perbuatan ghibah terhadapnya. Maka sebagaimana kalian membenci untuk memakan dagingnya, khususnya ketika dia telah mati tidak bernyawa, maka begitupula hendaknya kalian membenci untuk menggibahnya dan memakan dagingnya ketika dia hidup.”

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أتدرون ما الغيبة؟ قالوا: الله ورسوله أعلم. قال: ذكرك أخاك بما يكره. قيل: أفرأيت إن كان في أخي ما أقول؟ قال: إن كان فيه ما تقول فقد اغتبته، وإن لم يكن فيه فقد بهته

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab: “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahuinya.” Nabi berkata: “Engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang dia benci.” Ada yang bertanya: “Bagaimana pendapat anda jika padanya ada apa saya bicarakan?” Beliau menjawab: “Jika ada padanya apa yang engkau bicarakan maka engkau telah mengghibahnya, dan jika tidak ada padanya apa yang engkau bicarakan maka engkau berbuat buhtan terhadapnya.” [HR Muslim (2589)]

Hadits di atas menerangkan tentang definisi ghibah. Ghibah adalah membicarakan kejelekan atau aib seorang muslim dengan tidak secara langsung di hadapannya. Sedangkan buhtan adalah berkata dusta terhadap seseorang di hadapannya mengenai sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.

3. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata:

قلت للنبي صلى الله عليه وسلم: حسبك من صفية كذا وكذا – تعني قصيرة. فقال: لقد قلت كلمة لو مزجت بماء البحر لمزجته! قالت: وحكيت له إنسانا، قال: ما أحب أني حكيت إنسانا وأن لي كذا وكذا

“Saya berkata kepada Nabi صلى الله عليه وسلم : “Cukuplah bagi anda dari Shafiyyah begini dan begini -maksudnya dia itu bertubuh pendek.” Beliau berkata: “Sungguh engkau telah mengucapkan kalimat yang kalau dicampur dengan air laut niscaya dapat merubah (rasa dan bau)nya!” Aisyah berkata: “Saya juga menceritakan tentang seseorang kepada beliau. Lalu beliau menjawab: “Saya tidak suka menceritakan seseorang sedangkan pada diriku terdapat (kekurangan) ini dan ini.” [HR Abu Daud (4875) dan At Tirmidzi (2502)]

Imam An Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini merupakan larangan yang paling tegas dari perbuatan ghibah.”

4. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم. كل المسلم على المسلم حرام دمه وماله وعرضه

“Cukuplah kejelekan bagi seseorang dengan meremehkan saudara muslimnya. Setiap muslim haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim yang lain.” [HR Muslim (2564)]

Hadits di atas menerangkan larangan untuk menumpahkan darah, mengambil harta, dan menodai kehormatan sesama muslim. Dan perbuatan ghibah adalah salah satu bentuk pelecehan terhadap kehormatan seorang muslim yang tidak dibenarkan di dalam Islam.

5. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لما عرج بي، مررت بقوم لهم أظفار من نحاس يخمشون وجوههم وصدورهم. فقلت: من هؤلاء يا جبريل؟ قال: هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس ويقعون في أعراضهم

“Ketika saya dimi’rajkan, saya melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga sedang mencakar wajah dan dada mereka. Saya bertanya: “Siapakah mereka ini wahai Jibril?” Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan melecehkan kehormatan mereka.” [HR Abu Daud (4878). Hadits shahih.]

Hadits ini menerangkan bentuk hukuman yang dialami oleh orang-orang yang gemar membicarakan kejelekan dan menjatuhkan kehormatan orang lain.

Demikianlah beberapa dalil dari Al Qur`an dan hadits yang melarang kita dari perbuatan ghibah. Semoga Allah ta’ala memudahkan kita semua untuk dapat meninggalkannya.
—————-

Wallahu a’lam. Moga Allah menjauhkan dari setiap dosa besar termasuk pula perbuatan ghibah. Semoga Allah memberi taufik untuk menjaga lisan ini supaya senantiasa berkata yang baik.

Pesan Aa Gym di Kajian Dzuhur DT Jakarta

“Allah menjanjikan rumah di pinggiran surga bagi yang meninggalkan debat meskipun benar. Pinggiran surga juga surga, hadirin. Daripada istana di neraka, mau apa?”
@aagym saat Kajian Dzuhur di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta (10/12)

aagym
Aa Gym di Kajian Dzuhur Masjid DT Jakarta

Lebih lanjut, Aa Gym menyampaikan agar kita membawa semangat 212 ke lingkungan rumah.

Ibadah diperbagus, hubungan dengan tetangga diperbagus, sedekah diperbanyak, jangan memanggil dengan gelar yang buruk karena itu tidak islami.

daaruttauhiid
daaruttauhiid

Tentang pilpres 2019: walau dengan strategi apapun yang dipakai, yang menentukan siapa yang menjadi presiden nanti hanyalah Allah.

“Katakanlah: Ya Tuhan yang memiliki segala kekuasaan.Engkau berikan kekuasaan kepada barang siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari barang siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau muliakan barangsiapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Kuasa.” Q.S. Ali Imran:26
.

Jangan melupakan Allah. Karena yang membuat sulit hidup kita adalah karena melupakan Allah.

Beliau juga mengingatkan tentang hadits-hadits yang bisa diambil pelajaran untuk evaluasi diri terhadap kejadian-kejadian yang sedang kita hadapi:

Jangan marah, maka bagimu syurga (H.R. Bukhari)

Tidak masuk surga orang yang terdapat sebesar biji zarrah kesombongan dalam hatinya (H.R. Muslim)

Apa itu kesombongan? Ialah mendustakan kebenaran dan menganggap remeh orang lain.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari & Muslim)
.

Humas DT Jakarta
Jl. Cipaku 1 No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Office. (021) 7235255
WhatsApp. 0878 4000 10 41

Instagram. @daaruttauhiid.jkt
Facebook Page. Daarut Tauhiid Jakarta
Website. http://dtjakarta.or.id

#kajiandzuhur #aagym #DaarutTauhiidJakarta #daaruttauhiid