Rumus Mengambil Hikmah dalam Kejadian

Tidak ada satu pun kejadian yang Allah ciptakan dengan sia-sia, semua pasti ada kebaikan dan hikmah yang dapat menjadikan pembelajaran bagi kita.

Rumus dalam mengambil hikmah dan juga pembelajaran dalam setiap kejadian yang ada pada kita :

  • Memahami bahwa setiap kejadian adalah sinyal dari Allah untuk kembali pada Allah dan istiqomah dalam kebaikan.

Ketika ada keburukan menimpa kita dikala ingin melakukan kemaksiatan, maka haruslah selalu kita ingat bahwa Allah memberikan sebuah peringatan kepada kita berupa sinyal keburukan untuk kita kembali kepada Allah. Serta istiqomahlah dalam kebaikan dengan memohon ampun kepada Allah di setiap keburukan yang menimpa kita.

  • Memahami bahwa setiap kebaikan yang dikaruniai kepada kita adalah datang dari Allah. Sedangkan jika datang keburukan dalam bentuk apapun, itu semua karna dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan.

Yakinlah bahwa suatu apapun berupa kenikmatan datangnya hanya dari Allah. Ketika naik jabatan, mendapat nilai yang baik, bisnis yang lancar, itu semua datang dari Allah. Bukan karna usaha kita yang hebat, tetapi Allah membantu setiap urusan kita. Dan jika keburukan menerpa hidup kita, segeralah mohon ampun pada Allah. Karna tidak ada keburukan yang hadir kecuali karna dosa dan maksiat yang kita lakukan.

  • Memahami bahwa Allah adalah Dzat yang selalu menginginkan kebaikan dan tidak pernah menginginkan kesukaran kepada hamba-hambaNya.

Allah satu-satunya Dzat yang Maha Baik dan selalu menginginkan kebaikan hadir di kehidupan hamba-hambanya. Mustahil bagi Allah memberikan keburukan pada hambanya. Begitu banyaknya maksiat, dosa dan khilaf yang selalu kita lakukan, namun Allah masih saja menutupi aib-aib kita. Jika Allah tidak menghendaki kebaikan pastilah tubuh kita ini hina karna tertutup oleh semua dosa atas kemaksiatan yang kita lakukan dihadapan-Nya.

  • Mensyukuri nikmat dan karunia dalam bentuk apapun yang telah Allah berikan kepada kita. Serta mohon ampunlah pada Allah atas segala dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan dihadapan-Nya.

Orang yang bahagia bukanlah orang yang memiliki pangkat yang tinggi, rumah yang mewah atau harta yang berlimpah. Namun bahagia adalah kepunyaan orang yang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Bersyukur dengan apa yang ada, bukan mencari apa yang tidak ada. Allah akan menambahkan nikmatNya bagi siapa saja dari hambaNya yang bersyukur. Serta bersegeralah untuk memohon ampun pada Allah atas dosa dan maksiat. Karena hanya dosa yang dapat memutus kenikmatan yang penuh dengan keberkahan.

  • Positif dalam berpikir atas apa yang sudah terjadi dan yang sedang terjadi kepada kita.

Jauhi pikiran negatif terhadap setiap keputusan dan ketentuan Allah. Sebab suatu apapun jika kita sikapi dengan negatif, maka akan telahir jiwa yang negatif dan akan berdampak negatif pula bagi kehidupan kita. Allah beserta dengan prasangka hamba-hambanya.

Dalam situasi seperti saat ini, banyak baiknya jika kita mulai mengambil hikmah dan pelajaran. Sudah pasti hadirnya wabah penyakit itu karena izin Allah. Tugas kita adalah mencari hikmah dan kebaikan atas kejadian ini. Juga jangan pernah dilupakan untuk selalu berdoa, meminta pada Allah agar terhindar dari keburukan dan jika keburukan sudah melanda, maka mintalah pada Allah untuk menggantikan keburukan itu dengan kebaikan.

اَللّهُمَّ افْتَحْ لَنَا حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhummaftah lanâ wansyur ‘alainâ rahmataka yâ dzal jalâli wal ikrâm.

“Ya Tuhanku, bukakan lah hikmah bagi kami dan hamburkan lah rahmat-Mu di atas kami. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan keagungan”

Itulah salah satu doa untuk memohon ditunjukan hikmah atas setiap kejadian yang ada. Semoga Allah selalu membimbing kita dan Allah selalu melindungi kita dari segala mala-petaka, mara-bahaya dan semua keburukan yang ada di dunia, juga akhirat. Aamiin…

Jihad Kita di Tengah Wabah Virus Corona

Dengan semakin merebaknya wabah virus corona (Covid-19), Pembina Pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak kepada masyarakat agar mengukuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.14 tahun 2020 Poin 3.A: untuk melakukan tindakan preventif (menutup peluang peyebaran wabah Covid-19). Salah satunya adalah tidak beribadah sholat lima waktu dan sholat Jum’at ke masjid selama masa inkubasi ini.

“Mungkin situasi kali ini menjadi suasana sedih, karena ketika mendengar adzan kita belum bisa mendatangi masjid kembali. Karena memang kondisinya yang kurang baik.” ujar Aa Gym.

Beliau juga mengarahkan kepada pesantren-pesantren DT yang ada di Jakarta, Tangerang Selatan, Eco Pesantren dan Batam untuk sementara tidak menyelenggarakan sholat wajib juga sholat Jum’at yang dimulai pada 18 Maret 2020 lalu. Namun adzan sebagai panggilan sholat tetap dikumandangkan. Menurut Aa Gym, ini merupakan ikhtiar dari pencegahan agar tidak semakin meluasnya wabah penyakit virus corona yang 85% penyebarannya tidak memiliki gejala klinis.




Suasana Masjid Daarut Tauhiid Jakarta

“Bisa saja yang sehat tanpa ada gelaja sakit apapun membawa virus dalam tubuhnya dan menyebarkan virus kepada khalayak ramai. Bukan melarang sholat berjamaahnya. Namun larangannya adalah mendekati kerumunan yang membuat peluang terjadinya penyebaran virus,” lanjut beliau.

Selain Fatwa MUI, Penutupan masjid DT ini juga mengikuti Surat Rekomendasi Lajnah Syari’ah Daarut Tauhiid Nomor: 3/III/LS-DT/2020 M/144 H tentang rekomendasi penyelenggaraan ibadah (sholat berjamaah dan sholat jum’at dalam situasi terjadi wabah Covid-19).

Aa Gym juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap di rumah mengkarantina diri dan jika keluar rumah hanya dalam kondisi darurat serta selalu waspada dalam menjaga kebersihan badan juga lingkungan, “Inilah jihad kita, yaitu jika kita seorang dokter, perawat yang menjadi pelopor garis terdepan dalam mengobati penyakit virus coronanya. Dan jihad kita adalah sekuat tenaga mengkarantina diri. Karena dengan mengkarantina diri, kita bisa melindungi keluarga kita dan orang orang di sekitar kita,” tutupnya.

Memang sementara pintu masjid ditutup. Tapi yakinlah pintu Rahmat Allah senantiasa terbuka bagi siapapun, di manapun, dan kapanpun bagi yang yakin, beribadah dengan benar serta senantiasa berlindung dan mengharapkan pertolongan-Nya.

Semoga Allah segera mencabut musibah ini dari kita semua. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

(admin)