Jihad Kita di Tengah Wabah Virus Corona

Dengan semakin merebaknya wabah virus corona (Covid-19), Pembina Pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak kepada masyarakat agar mengukuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.14 tahun 2020 Poin 3.A: untuk melakukan tindakan preventif (menutup peluang peyebaran wabah Covid-19). Salah satunya adalah tidak beribadah sholat lima waktu dan sholat Jum’at ke masjid selama masa inkubasi ini.

“Mungkin situasi kali ini menjadi suasana sedih, karena ketika mendengar adzan kita belum bisa mendatangi masjid kembali. Karena memang kondisinya yang kurang baik.” ujar Aa Gym.

Beliau juga mengarahkan kepada pesantren-pesantren DT yang ada di Jakarta, Tangerang Selatan, Eco Pesantren dan Batam untuk sementara tidak menyelenggarakan sholat wajib juga sholat Jum’at yang dimulai pada 18 Maret 2020 lalu. Namun adzan sebagai panggilan sholat tetap dikumandangkan. Menurut Aa Gym, ini merupakan ikhtiar dari pencegahan agar tidak semakin meluasnya wabah penyakit virus corona yang 85% penyebarannya tidak memiliki gejala klinis.




Suasana Masjid Daarut Tauhiid Jakarta

“Bisa saja yang sehat tanpa ada gelaja sakit apapun membawa virus dalam tubuhnya dan menyebarkan virus kepada khalayak ramai. Bukan melarang sholat berjamaahnya. Namun larangannya adalah mendekati kerumunan yang membuat peluang terjadinya penyebaran virus,” lanjut beliau.

Selain Fatwa MUI, Penutupan masjid DT ini juga mengikuti Surat Rekomendasi Lajnah Syari’ah Daarut Tauhiid Nomor: 3/III/LS-DT/2020 M/144 H tentang rekomendasi penyelenggaraan ibadah (sholat berjamaah dan sholat jum’at dalam situasi terjadi wabah Covid-19).

Aa Gym juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap di rumah mengkarantina diri dan jika keluar rumah hanya dalam kondisi darurat serta selalu waspada dalam menjaga kebersihan badan juga lingkungan, “Inilah jihad kita, yaitu jika kita seorang dokter, perawat yang menjadi pelopor garis terdepan dalam mengobati penyakit virus coronanya. Dan jihad kita adalah sekuat tenaga mengkarantina diri. Karena dengan mengkarantina diri, kita bisa melindungi keluarga kita dan orang orang di sekitar kita,” tutupnya.

Memang sementara pintu masjid ditutup. Tapi yakinlah pintu Rahmat Allah senantiasa terbuka bagi siapapun, di manapun, dan kapanpun bagi yang yakin, beribadah dengan benar serta senantiasa berlindung dan mengharapkan pertolongan-Nya.

Semoga Allah segera mencabut musibah ini dari kita semua. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

(admin)