Kitab Riyadus Shalihin

Bab Sabar
Ust. Shofar Mawardi

Adanya penyakit dan permasalahan lainnya yang menimpa manusia adalah cara Allah menguji hamba-hambanya, adakah mereka sabar atau berkeluh kesah karenanya. Termasuk hal yang berkaitan dengan kondisi saat ini yang tengah diwaspadai dan ditakuti oleh manusia di seluruh dunia yaitu virus corona.

Satu hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam bukhari dan Imam Muslim.   Dari ‘Atha’ bin Abu Rabah, katanya: “Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengatakan padaku: “Apakah engkau suka saya tunjukkan seorang wanita yang tergolong ahli syurga?” Saya berkata: “Baiklah.” Ia berkata lagi: “Wanita hitam itu pernah datang kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam lalu berkata: “(Ya Rasulallah) sesungguhnya saya ini terkena penyakit ayan dan sebab itu tersingkap aurat tubuhku. Oleh karenanya (Ya Rasul) haraplah Tuan mendoakan untuk saya kepada Allah (agar saya sembuh).” Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Jikalau engkau mau bersabarlah maka bagimu syurga, tetapi jikalau engkau mau maka saya akan mendoakan untukmu kepada Allah Ta’ala agar penyakitmu itu disembuhkan olehNya.” Wanita itu lalu berkata: “Saya akan bersabar,” lalu katanya pula: “Sesungguhnya karena penyakit itu, tersingkap aurat saya. Sudilah Tuan mendoakan untuk saya kepada Allah agar tidak sampai tersingkap aurat saya ketika itu.” Nabi shalallahu alaihi wasalam lalu mendoakan untuknya -sebagaimana yang dikehendakinya itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari hadis tersebut bisa diambil hikmah kalau seseorang sedang tertimpa penyakit, ada dua pilihan baginya:

yang pertama yaitu dengan berikhtiar dengan cara berobat agar Allah sembuhkan penyakitnya.

Yang kedua boleh dengan bersabar dan mengharap pahala dari Allah, dengan syarat ketika ia memilih untuk bersabar ia tidak ngresulo, tidak mengeluh karena sakit yang dirasakannya tersebut. Sebaliknya jikalau tidak sabar dan uring-uringan (berkeluh kesah) serta mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, maka bukan pahala yang didapatkan, tetapi makin menambah besarnya dosa.

Setiap musibah atau apapun itu adalah cara lain Allah menggugurkan dosa dosa kita, dalam hadis yang lain Rasulullah menyampaikan

Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: “Tidak suatupun yang mengenai seorang muslim -sebagai musibah- baik dari kelelahan, tidak pula sesuatu yang mengenainya yang berupa kesakitan, juga kesedihan yang akan datang ataupun yang lampau, tidak pula yang berupa hal yang menyakiti -yakni sesuatu yang tidak mencocoki kehendak hatinya, ataupun kesedihan -segala macam dan segala waktunya, sampai pun sebuah duri yang masuk dalam anggota tubuhnya, melainkan Allah menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab apa-apa yang mengenainya -yakni sesuai dengan musibah yang diperolehnya- itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Selain menjadi wasilah diampuninya dosa-dosa, sabar juga bisa menjadi wasilah diangkatnya derajat seseorang. Dikalangan para nabi dan rosul ada yang dijuluki Nabi dan Rasul Ulul Azmi, mereka mendapatkan kemuliaan derat tersebut karena telah melewati ujian-ujian yang banyak dengan kesabaran yang sempurna.

Maka jika ada seseorang yang ingin mendapatkan derajat yang tinggi baik di dunia maupun akhirat tetapi enggan bersabar dengan menghadapi ujian-ujiannya maka sebenarnya orang tersebut tengah bermimpi. Karena tidak mungkin orang mendapat gelar sarjana tetapi tidak mengikuti ujian tingkat S1, ataupun mendapat gelar master tanpa mengikuti ujian S2 dan seterusnya.

Selain tidak boleh berkeluh kesah yang dilarang lainnya ketika ditimpa penyakit yang dirasa sangat berat atau musibah yang tidak berkesudahan (misalnya) adalah berdoa meminta segera dimatikan. karena itu adalah salah satu bentuk keputus asaan.

Ada doa yang diajarkan oleh rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam sebuah hadis

Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Janganlah seorang dari kalian mengharap-harapkan segera tibanya kematian dengan sebab sakit yang menimpanya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupanku merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku.” (Muttafaq ‘alaih).

Salah satu cara agar kita mampu bersabar saat ditimpa musibah adalah membandingkan dengan mereka yang mendapat musibah lebih besar dari kita namun mereka tetap bersabar.

Khabbab bin Arat adalah seorang tukang pandai besi, ketika memutuskan masuk islam segera ia ditangkap oleh para pembesar kafir quraisy kemudian menyiksanya dengan cara mengikatnya didekat tungku pembakaran kemudian mereka kafir quraisy memanaskan besi hingga membara lalu ditempelkannya besi itu ke tubuhnya yang tak berbaju.

Mengalami ujian sedemikian itu Khabbab mengadu kepada nabi yang ketika itu sedang berada di bawah naungan ka’bah.

Dari Abu Abdullah, yaitu Khabbab bin Aratti radhiyallahu anhu, katanya: “Kita mengadu kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan beliau ketika itu meletakkan pakaian burdahnya di bawah kepalanya sebagai bantal dan berada di naungan Ka’bah, kita berkata: Mengapa Tuan tidak memohonkan pertolongan -kepada Allah- untuk kita, sehingga kita menang? Mengapa Tuan tidak berdoa sedemikian itu untuk kita?” Beliau lalu bersabda: “Pernah terjadi terhadap orang-orang sebelummu -yakni zaman Nabi-nabi yang lalu, yaitu ada seorang yang diambil- oleh musuhnya, karena ia beriman, kemudian digalikanlah tanah untuknya dan ia diletakkan di dalam tanah tadi, selanjutnya didatangkanlah sebuah gergaji dan ini diletakkan di atas kepalanya, seterusnya kepalanya itu dibelah menjadi dua. Selain itu iapun disisir dengan sisir yang terbuat dari besi yang dikenakan di bawah daging dan tulangnya, semua siksaan itu tidak memalingkan ia dari agamanya -yakni ia tetap beriman kepada Allah. Demi Allah sesungguhnya Allah sungguh akan menyempurnakan perkara ini -yakni Agama Islam, sehingga seorang yang berkendaraan yang berjalan dari Shan’a ke Hadhramaut tidak ada yang ditakuti melainkan Allah atau karena takut pada serigala atas kambingnya -sebab takut sedemikian ini lumrah saja. Tetapi engkau semua itu hendak bercepat-cepat -ingin kemenangan- saja.” (Riwayat Bukhari)

Ada masa dimana sabar adalah menjadi satu-satunya solusi dalam menghadapi ujian-ujian berat, salah satunya masa awal dakwah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabatnya ketika itu, maka rasul menghibur mereka dengan menceritakan betapa orang-orang terdahulu juga mengalami ujian yang berat, bahkan lebih berat. Namun mereka tetap sabar menghadapinya.

Tetapi selain itu, rasulullah juga memberikan motivasi dan optimisme bahwa Allah pasti menyempurnakan perkara ini.  

pict from : printerest.com

(teguh/wildan)

Kajian Dzuhur Spesial

KH. Abdullah Gymnastiar

kajian aagym
kajian islam
aagym
kajian dzuhur
daarut tauhiid jakarta

Asma Allah Ar – Rabb

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.

Ar-Rabb adalah Dzat yang memiliki rububiyah atas semua makhluknya, mulai perancangan, penciptaan, pengurusan, pengaturan. Semua itu ada dalam genggaman Allah.

Ar-Rabb adalah Allah, sang pencipta segalanya. Tidak ada suatu apapun di alam semesta ini kecuali ciptaan Allah. Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada Allah. Setiap waktu Dia (Allah) dalam kesibukan. (Q.S. Ar-Rahman : 29). Allah yang menciptakan, mematikan, menghidupkan, memberi makan, mengangkat, menurunkan, menakdirkan sakit, menyembuhkan, dan semua yang ada di jagat ini dalam kekuasaan Rabb semesta alam.

Ketika mendengar virus corona, maka jangan sering teringat dengan virusnya. Namun ingatlah Allah pencipta segalanya. Tidak ada yang bisa memilih akan menjadi apa saat Allah sedang mencipta. Semua adalah kehendak Allah, Dzat yang Maha Berkuasa. Menambahkan rasa mahabbah kita pada Allah dengan setiap melihat ciptaan, hati mengingat sang pencipta yaitu Allah.

Virus tidak akan membawa mudharat ketika Allah tidak mengkhendaki kemudharatan di dalamnya. Virus tidak akan menyebabkan kematian saat Allah tidak mengkehendaki kematian di dalamnya. Semua yang ada adalah kehendak Allah. Mudah bagi Allah untuk membuat apapun dan mudah merubah keadaan apapun.

Jangan pernah merasa paling hebat, merasa paling mampu, merasa paling keren, merasa yang lebih baik dari semuanya. Sebab Allah yang menciptakan segala sesuatu. Sudah sepantasnya ciptaan selalu mengingat Sang Pencipta. Karna kehebatan apapun bersumber pada Dzat yang Maha Hebat yaitu Allah. Mata melihat ciptaan, hati mengingat pencipta.

Ingat selalu saat kesombongan terlintas dalam hati :

  1. Allah yang menciptakan segalanya
  2. Allah yang memberikan kebaikan dan mencabut kebaikan
  3. Allah yang memudahkan dan mencabut kemudahan
  4. Allah yang menutupi aib dan membuka aib (keburukan)

Setiap masalah yang hadir bukan untuk menjauh dari Allah, dan bukan untuk menyulitkan kehidupan. Namun setiap masalah yang hadir, bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah. Sejatinya kehidupan adalah sebuah perpindahan dari satu masalah kepada masalah yang lainnya. Sudah sepantasnya manusia mendekatkan diri pada Allah, dan memohon kebaikan serta kemudahan terhadap setiap masalah yang di hadapi.

Pesan Aa Gym di Kajian Dzuhur DT Jakarta

“Allah menjanjikan rumah di pinggiran surga bagi yang meninggalkan debat meskipun benar. Pinggiran surga juga surga, hadirin. Daripada istana di neraka, mau apa?”
@aagym saat Kajian Dzuhur di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta (10/12)

aagym
Aa Gym di Kajian Dzuhur Masjid DT Jakarta

Lebih lanjut, Aa Gym menyampaikan agar kita membawa semangat 212 ke lingkungan rumah.

Ibadah diperbagus, hubungan dengan tetangga diperbagus, sedekah diperbanyak, jangan memanggil dengan gelar yang buruk karena itu tidak islami.

daaruttauhiid
daaruttauhiid

Tentang pilpres 2019: walau dengan strategi apapun yang dipakai, yang menentukan siapa yang menjadi presiden nanti hanyalah Allah.

“Katakanlah: Ya Tuhan yang memiliki segala kekuasaan.Engkau berikan kekuasaan kepada barang siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari barang siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau muliakan barangsiapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Kuasa.” Q.S. Ali Imran:26
.

Jangan melupakan Allah. Karena yang membuat sulit hidup kita adalah karena melupakan Allah.

Beliau juga mengingatkan tentang hadits-hadits yang bisa diambil pelajaran untuk evaluasi diri terhadap kejadian-kejadian yang sedang kita hadapi:

Jangan marah, maka bagimu syurga (H.R. Bukhari)

Tidak masuk surga orang yang terdapat sebesar biji zarrah kesombongan dalam hatinya (H.R. Muslim)

Apa itu kesombongan? Ialah mendustakan kebenaran dan menganggap remeh orang lain.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari & Muslim)
.

Humas DT Jakarta
Jl. Cipaku 1 No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Office. (021) 7235255
WhatsApp. 0878 4000 10 41

Instagram. @daaruttauhiid.jkt
Facebook Page. Daarut Tauhiid Jakarta
Website. http://dtjakarta.or.id

#kajiandzuhur #aagym #DaarutTauhiidJakarta #daaruttauhiid