Jurnal Syukur

SOLVER HM. HARI SANUSI

Allah banyak memberikan nikmat kepada kita, namun selalu saja kita mengeluh akan ujian yang allah berikan kepada kita. Apapun yang sudah kita jalani, apapun yang sedang kita jalani dan apapun yang akan kita jalani itu sudah tercatat di lauhul mahfuz. Tinggal kita saja yang harus memilih ingin melewatinya dengan keluh kesah, atau dengan cara selalu senang dan mensyukuri apapun yg ada pada diri kita. Jadikan setiap apa saja yang ada pada diri kita menjadi imun untuk iman kita. Ada kejadian menyenangkan atau menyusahkan pada kita, semua itu sama saja untuk selalu menikmati dan menjadikan kita selalu bersyukur pada allah.

Terkadang kita ketika ingin pergi ke kantor, pergi ke luar rumah akan resah saat handphone kita tertinggal, dan kita tidak ragu untuk kembali ke rumah mengambil handphone yang tertinggal. Apakah pernah kita merasakan hal yang sama saat al quran kesayangan kita tertinggal pada saat keluar rumah?

Tabungan yang kita miliki di dunia selalu kita catat dan selalu kita perhitungkan, selalu kita tambah dan tambah terus setiap harinya. Sudahkah kita memperhitungkan tabungan kita untuk di akhirat? Sudahkan kita untuk selalu menambahkan tabungan akhirat kita?

Kita selalu menikmati hiburan yang ada di televisi, menikmati hiburan yang ada di handphone, dan kadang kita sanggup berlama lama untuk menikmati hiburan tersebut. Sudahkah kita menikamti untuk berlama lama pada kajian ilmu? Menikmati untuk membaca al quran dan berlama lama saat bermesraan dengan al quran?

Jadikan setiap kegiatan kita untuk taqorub, yakni mendekati diri kita pada Allah.

Begitupun perilaku kita kepada sesama makhluk allah. Jadikan setiap hubungan kepada manusia menjadi pendekatan kita pada Allah. Bukan hanya kepada manusia, namun kepada tumbuhan, hewan, dan seluruh makhluk Allah yang Allah ciptakan. Kepada tumbuhan jangan kita rusak, kepada hewan jangan kita usik dan jika kita melihat hewan yang butuh pertolongan kita maka kita harus bersegera menolong hewan tersebut. Sebab boleh jadi pertolongan yang kita berikan pada hewan, akan menjadikan penolong bagi kita di akhirat. Seperti hal nya seorang wanita pezinah yang melihat anjing kehausan, dan bersegera wanita menggunakan sepatunya untuk mengambil air dan di berikan kepada anjing yang kehausan tadi. Lantas Allah maha melihat dan maha mengetahui bahwa makhluknya di tolong wanita tersebut dengan ikhlas, maka allah mudahkan wanita itu masuk kedalam surganya Allah.

Hewan saja yang tidak memiliki akal dapat menjadi asbab kita di tolong Allah. Apalagi saat kita menolong kepada makhluk Allah yang memiliki akal, yaitu manusia. Saat kita duduk di kereta dan melihat orang tua atau wanita hamil yang berdiri, lantas kita pura pura untuk tidak melihat dan tidak mengetahui. Padahal saat kita memberikan tempat duduk kita kepada orang tua tersebut atau wanita hamil. Allah melihat dan mengetahui perbuatan kita, maka akan mudah pertolongan Allah untuk datang kepada kita.

Begitulah hati kita yang selalu berubah ubah. Terkadang berhadap pada Allah, terkadang berhadap pada dunia, berhadap pada manusia, dan selalu berubah ubah arahnya. Sudah saatnya kita selalu menghadapkan hati kita pada allah. Ketika hati ini berpaling pada Allah, maka sesegera mungkin kita kembalikan hati ini untuk berhadap dan berharap pada Allah. Ketika ada orang yang berhutang pada kita dan hati ini berhadap pada dunia, maka kita akan selalu mengingat hutang itu. Ingat kapan tanggal tagihan hutang tersebut dan selalu menagih hutang itu. Tetapi saat hati berhadap pada Allah, maka hutang itu akan menjadi amal sedekah bagi kita selama hutang itu belum di bayar.

Memang hati ini begitu cepat untuk memalingkan hadapan daripada Allah kepada yang lain. Pagi hari kita niat untuk bersedekah 50.000. Begitu menjelang sholat menjadi 20.000. Dan begitu kita di hadapan kotak amal, lantas 2.000 yang kita masukan ke kotak amal itu. Sebelum membaca quran kita niat untuk membaca 1 juz. Saat quran sudah di tangan niat membaca menjadi ½ juz. Lantas saat membaca al quran beberapa ayat, fikiran sudah kemana mana dan tidak fokus. Maka dari itu sudah sepantasnya kita menjaga hati ini agar selalu bersih, terhindar dari penyakit. Nyalakan alarm saat hati berpaling dari Allah. Maka dengan memaksimalkan usaha kita menghadapkan hati pada Allah dan menyerahkan segalanya pada Allah. Dengan semua itu hidup kita selalu dalam ridho Allah.

Lima Amalan yang Jangan Sampai Lepas

Aa Gym
Aa Gym
Aa Gym

Hadirin, jangan sampai lepas mengamalkan 5 amalan ini:

  1. Shalat. Perbanyak shalat. Kalau bisa minimal 40 rakaat sehari (17 fardhu, 10 Rawatib, 11 Tahajud+Witir, 2 duha)
  2. Qur’an. Jangan pernah lepas dari Qur’an. Tiap hari harus baca Qur’an, tidak boleh kalah dengan sibuk di Sosial Media. Usahakan 1 juz, mudah bila dicicil satu lembar sebelum shalat, dan satu lembar sesudah shalat. Cobalah hadirin, ajaib hidup ini bila kita semakin banyak sibuk dengan Qur’an
  3. Shalawat. “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali” (H.R. Al Baihaqi). Jadi, Allah akan membalas shalawat dengan kebaikan untuk kita. Lebih khusyuk jika sambil shalawat, mengenang perjuangan Rasulullah SAW.
  4. Istighfar. Perbanyak istighfar. Selain berharap terhapusnya dosa, ada 3 keutamaan istighfar: “Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad) Rasulullah yang bebas dari dosa saja 100x istighfar setiap hari. Bagaimana dengan kita?
  5. Shadaqah. Siapkan di saku ini siap sedekah. Lebih afdhol lagi, guru dari Aa Gym berpesan agar sedekah yang siap makan (misal beras), karena besar sekali pahala memberi makan.

kajian tauhid
Kajian Dzuhur di Masjid DT Jakarta

Lebih lanjut, Aa Gym menyampaikan tentang Sabar dan Shalat

“Hai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan Salat; sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. 2 / Al Baqarah : 154).

Sabar bukan berarti pasif, tetapi aktif mengendalikan diri tetap berada di jalan yang Allah sukai. Pikiran terkendali, perkataan dan perbuatan terkendali.

Setelah itu baru kita kerahkan diri untuk meminta tolong pada Allah dengan shalat. Jika shalatnya baik, maka segala aspek kehidupan akan menjadi lebih baik. Sebelum meminta tolong ke orang, sebelum bicara dengan orang, minta tolonglah ke Allah (sholat). Nanti Allah pertemukan kita dengan orang yang tepat yang bisa menjadi solusi. Karena Dia yang Maha Tahu setiap manusia.

Jangan takut dengan persoalan hidup, tapi takutlah tidak ditolong Allah. Jika Allah mempermudah urusan, maka urusan akan mudah, dan sebaliknya.

(Humas Daarut Tauhiid Jakarta)