Sebelum manusia lahir ke muka bumi ini, Allah SWT menanyai ruh manusia tentang kesiapan  mereka mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya di alam rahim. Ruh – ruh manusia menjawab bahwa mereka bersaksi tiada Tuhan  selain Allah yang berhak manusia sembah . Tentunya tidak ada manusia yang mengingat akan hal itu. Meskipun demikian, Allah telah mengabadikan perjanjian yang manusia lakukan kepadaNya dalam  Al Quran surat Al Araf sebagai berikut.

“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap (ketauhidan) ini” (QS. Al-A’raf: 172)

Saat lahir ke dunia ini, bayi dalam  keadalaan fitrah (suci). Fitrah adalah  jiwa yang suci yang menjelma dalam tauhid, ketundukan dan penghambaan, serta memelihara kesucian diri sebagai hamba Allah SWT.  Fitrah merupakan ketentuan Allah (Sunnatullah) yang melekat pada diri manusia. Sunatullah yang yang memiliki sifat kebaikan dan kesucian dan bisa dijadikan potensi dasar. Potensi dasar yang menggerakkan manusia menuju ke arah tujuan untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

 “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan selurus-lurusnya (sesuai dengan kecenderungan aslinya), itulah fitrah Allah. Yang Allah menciptakan manusia diatas fitrah itu. Itulah agama yang lurus. Namun kebanyakan orang tidak mengetahuinya( Q.S Ar-Rum : 30)

Fitrah manusia  bukanlah satu-satunya potensi yang dimiliki, karena manusia juga memiliki potensi nafsu yang memiliki kecenderungan pada kejahatan. Untuk itu manusia perlu menjaga fitrahnya agar tidak terpedaya hawa nafsu.

Seorang muslim yang memelihara fitrahnya maka  akan selalu mengokohkan ketauhidah. Tidak menjadikan segala sesuatu selain Allah sebagai sumber pengharapan. ia pun akan memelihara komitmennya dalam beribadah, diantaranya :

1.      memelihara shalat yang diwajibkan kepadanya dan melengkapinya dengan shalat-shalat sunnah

2.       menjalankan  puasa wajib, ia juga melengkapinya dengan puasa-puasa sunnah.

3.      Mengeluarkan zakat dan menyempurnakannya dengan infak dan sedekah.

4.      Melaksanakan haji ke Baitullah dan menyempurnakannya dengan umrah.

Dengan  terus mengokohkan ketauhidan,  istiqomah dalam beribadah dan menegakkannya secara sempurna, seorang muslim In Sya Allah  akan terpelihara fitrah kesuciannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *