DOA BERLINDUNG DARI ORANG ZHALIM

Doa berlindung dari orang zalim

Hanya kepada Allah kita meminta dan memohon perlindungan, termasuk dari ancaman orang-orang zalim.

Al Qur’an mengabadikan kisah Nabi Musa yang meminta kepada Allah untuk menyelamatkannya dari orang-orang zalim di kotanya.
.
فَخَرَجَ مِنۡهَا خَآئِفٗا يَتَرَقَّبُۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
.
Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zhalim itu.”

-Surah Al-Qasas:21

www.dtjakarta.or.id

#doa #doaquran #islam #daaruttauhiid #daaruttauhiidjkt #pesantrendtserua

ITINERARY WISATA HIKMAH BANDA ACEH – SABANG 14 – 17 NOVEMBER 2019

wisata hikmah banda aceh

KAMIS, 14 NOVEMBER 2019

Peserta berkumpul di bandara Soekarno Hatta. Setiba di Aceh, peserta akan diajak untuk makan siang di restoran lokal (dalam perjalanan ke restoran, singgah di Taman Makam Tsunami Kampung Siron). Kemudian transfer ke hotel untuk check in.

Setelah check in, peserta akan diajak ke Museum Tsunami, Kapal PLTD Apung, dan Kapal Navigasi, kemudian makan malam di restoran lokal. Setelah makan malam, kembali ke hotel dan tour selesai.

JUMAT, 15 NOVEMBER 2019

Setelah sarapan, peserta akan diajak ke Pelabuhan Ulhee Lheue untuk menyeberang ke Sabang (Pulau Weh) dengan ferry cepat (45 menit). Di Sabang, rombongan akan dibawa mengunjungi Benteng Jepang dan melihat pemandangan di Teluk Sabang. Kemudian check in hotel dan makan siang di restoran lokal.

Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan ke Pantai Gapang, Nol KM, Pantai Iboih.  Di Iboih, rombongan diberikan waktu  bebas untuk snorkling, diving, berenang atau menaiki boat kaca untuk melihat beraneka ragam ikan hias di Pulau Rubiah. Kembali ke hotel dan istirahat, makan malam di restoran lokal, setelah makan malam kembali ke hotel dan tour selesai.

SABTU, 16 NOVEMBER 2019

Sarapan pagi dan check out hotel. Transfer ke Pelabuhan Balohan, Sabang untuk menyebrang kembali ke Banda Aceh. Berangkat ke Banda Aceh dengan kapal cepat. Tiba di Banda Aceh, berwisata hikmah ke Masjid Baiturrahim Ulhee Lheue, Escaped Building, Kapal di atas rumah, berfoto bersama di depan Masjid Raya Baiturrahman, Museum Negeri Aceh, Gunomgan, check in hotel dan makan siang di restoran lokal.

Setelah makan siang, peserta diberikan kesempatan untuk berbelanja souvenier Aceh, dilanjutkan ke Kubah yang terdampar di tengah sawah, Rumah Cut Nyak Dhien/Pusat Oleh-Oleh kue khas Aceh, Pantai Lhoknga, Mesjid Rahmatullah dan Pantai Lampuuk.

Kembali ke hotel dan istirahat. Lalu makan malam di restoran lokal,dan setelah makan malam, peserta beristirahat.

AHAD, 17 NOVEMBER 2019

Sarapan dan check out hotel. Lalu kembali ke Jakarta.

BIAYA PERJALANAN

Dewasa: Rp 7.700.000/ orang, di luar tipping

Harga termasuk:

  • Penerbangan
  • Konsumsi selama tour [
  • Hotel bintang 4/ setara
  • Transportasi selama tour
  • Ticket ferry cepat Banda Aceh-Sabang (return)
  • Biaya masuk objek Wisata
  • Tour Guide dan driver lokal

Harga belum termasuk:

  • Perlengkapan snorkeling atau diving
  • Glass Buttom Boat

PROSEDUR PEMBAYARAN

Ada beberapa pilihan pembayaran:

  1. Transfer ke rekening CIMB Niaga Syariah atas nama Daarut Tauhiid Jakarta (kode antar bank: 022).

No rekening: 5170 1000 69005. Bukti pembayaran mohon kirim melalui WA ke 0852 8910 2222 atau email ke wisatahikmah@dtjakarta.or.id

  • Membayar langsung ke admin Wisata Hikmah DT Jakarta di Yayasan DT Jakarta, Jl. Cipaku 1 No 18, Keb Baru Jakarta Selatan 12170. Waktu operasional: Senin-Jumat pkl 08.00 – 17.00 WIB.

SYARAT DAN KETENTUAN

  • Harga dan jadwal dapat berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan terlebih

dahulu. (Biasanya menyesuaikan perubahan harga dari pihak ketiga seperti Hotel, Penerbangan, Visa dll).

  • Bila pilihan paket kamar yang dipilih tidak tersedia sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan, maka jamaah bersedia untuk disesuaikan dengan paket kamar yang tersedia termasuk harga paket kamar.
  • Peserta beresiko tinggi (risti) dan berusia di atas 60 tahun harus didampingi oleh keluarga yang sehat. Apabila berangkat sendiri dan peserta membutuhkan pendamping maka bersedia mengeluarkan biaya jasa pendamping.
  • Peserta harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
  • Bila terjadi sesuatu yang tidak terduga bagi calon peserta Wisata Hikmah dan terpaksa membatalkan diri, maka akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 100.000 ditambah biaya yang sudah dikeluarkan pada pihak ketiga.

Wisata Hikmah

Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta

Jl. Cipaku 1 No 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170

Office: 021-7235255

Hotline: 0852-8910-2222/ 0812-1812-3311

Amalan Istimewa di Bulan Ramadhan

aagym amalan istimewa di bulan ramadhan
aagym amalan istimewa di bulan ramadhan
Aagym-Amalan istimewa di bulan Ramadhan

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas segalanya, tiada yang mampu menciptakan seluruh alam ini dengan segala isinya dan mengurusnya selain Dia. Dialah pula yang masih memberikan kita kesempatan untuk menyambut bulan yang paling kita rindukan, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad saw, atas perjuangan beliaulah, cahaya Islam yang penuh keadilan dan keselamatan ini sampai kepada kita,

Hari berganti hari, tak terasa hari-hari Ramadhan sedang kita jalani. Bagi kita yang setiap tahun melalui Ramadhan, tidak seharusnya menjadikannya rutinitas ritual formal yang hampa dari nilai, yang dilakukan untuk sekedar menggugurkan sebuah kewajiban. Sebab jika demikian, puasa Ramadhan tidak mempunyai imbas apapun dalam perbaikan jiwa yang bersangkutan.

“…Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya)…” (HR. Tirmidzi)

Ramadhan bulan Istimewa

Ramadhan ini sebaiknya berbeda dengan ramadhan yang lalu. Caranya sedherhana: Ramadhan itu bulan istimewa, hari demi harinya istimewa, jam demi jam-nya istimewa. Maka jangan melakukan kecuali yang istimewa, pastikan setiap kita melakukan sesuatu dengan niat istimewa Lillahi ta’ala.

Kalau ada sampah di hadapan, kita biarkan atau ambil?

Kalau ada yang menghina, kita balas atau kita diamkan?

Kalau mau makan, kita habiskan sendirian, atau berbagi dengan yang lain?

Nah seperti itulah contoh dan amalan yang istimewa yang perlu kita terapkan di bulan Ramadhan, dengan niat untuk meraih ridha Allah.

Fastabiqul Khairat

Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat untuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Berlomba-lomba melaksanakan kebaikan lebih baik daripada hanya sekedar melakukan kebaikan, ibarat orang yang sedang lomba lari maka akan lebih cepat daripada orang yang latihan lari biasa. Begitu besarnya keutamaan bulan Ramadhan ini, sehingga rugi jika tidak kita gunakan untuk berlomba dalam kebaikan.

“Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru: “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan” (H.R. Tirmidzi)

Putus Harapan dari Makhluk (Ikhlas)

Dari semua yang di atas tadi, yang paling istimewa adalah melakukan sesuatu tanpa mengharap apapun dari Allah Swt. Itulah Ikhlas. Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah Swt. Jadi misalnya ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak dilihat orang, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa. Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan.

Masya Allah, bayangkan, jika kita melakukan segala sesuatu di bulan Ramadhan dengan niat dan amalan istimewa, disertai dengan semangat fastabiqul khairat dan keikhlasan, insya Allah kita bisa mempersembahkan pahala terbaik di bulan terbaik ini. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

Hati-hati Ghibah Online

ghibah online

Dalam sebuah mejelisnya bersama Abu Dzar, Rasulullah pernah memberi nasehat berikut :
“Wahai Abu Dzar, hindari dari perlakuan GHIBAH (menggunjing) karena dosanya lebih berat dari pada zina”.

“Ya Rasulullah apa itu ghibah?”

“Ghibah yaitu menyebut-nyebut saudaramu dengan yang tidak disukai.”

“Ya Rasulullah walaupun sesuatu itu ada pada dirinya”

“Ya apabila kau sebut-sebut aibnya, maka kau telah menggunjingnya; namun bila kau sebut aib yang tidak ada pada dirinya maka kau telah memFITNAHnya.

——-<<<<<<<<
Ghibah (menggunjing) termasuk dosa besar, namun sedikit yang mau menyadari hal ini.
—————————————
“Ghibah itu Apa?” Sekarang kita akan melihat dalil yang menunjukkan bahwa ghibah tergolong dosa dan perbuatan haram, bahkan termasuk dosa besar.

Kata seorang ulama tafsir, Masruq, “Ghibah adalah jika engkau membicarakan sesuatu yang jelek pada seseorang. Itu disebut mengghibah atau menggunjingnya. Jika yang dibicarakan adalah sesuatu yang tidak benar ada padanya, maka itu berarti menfitnah (menuduh tanpa bukti).” Demikian pula dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri. (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 167).

Ghibah yang terjadi bisa cuma sekedar dengan isyarat. Ada seorang wanita yang menemui ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Tatkala wanita itu hendak keluar, ‘Aisyah berisyarat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangannya untuk menunjukkan bahwa wanita tersebut pendek. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

قَدِ اغْتَبْتِيهَا

“Engkau telah mengghibahnya.” (HR. Ahmad 6: 136. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Dosa ghibah sudah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala berikut ini,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Asy Syaukani rahimahullah dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Allah Ta’ala memisalkan ghibah (menggunjing orang lain) dengan memakan bangkai seseorang. Karena bangkai sama sekali tidak mengetahui siapa yang memakan dagingnya. Ini sama halnya dengan orang yang hidup juga tidak mengetahui siapa yang menggunjing dirinya. Demikianlah keterangan dari Az Zujaj.” (Fathul Qadir, 5: 87)

Asy Syaukani rahimahullah kembali menjelaskan, “Dalam ayat di atas terkandung isyarat bahwa kehormatan manusia itu sebagaimana dagingnya. Jika daging manusia saja diharamkan untuk dimakan, begitu pula dengan kehormatannya dilarang untuk dilanggar. Ayat ini menjelaskan agar setiap muslim menjauhi perbuatan ghibah. Ayat ini menjelaskan bahwa ghibah adalah perbuatan yang teramat jelek. Begitu tercelanya pula orang yang melakukan ghibah.” (Idem)

Ibnu Jarir Ath Thobari berkata, “Allah mengharamkan mengghibahi seseorang ketika hidup sebagaimana Allah mengharamkan memakan daging saudaramu ketika ia telah mati.” (Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 168).

Qatadah rahimahullah berkata, “Sebagaimana engkau tidak suka jika mendapati saudarimu dalam keadaan mayit penuh ulat. Engkau tidak suka untuk memakan bangkai semacam itu. Maka sudah sepantasnya engkau tidak mengghibahinya ketika ia masih dalam keadaan hidup.” (Lihat Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 169).

Ghibah termasuk dosa karena di akhir ayat disebutkan Allah Maha Menerima Taubat. Artinya, apa yang disebutkan dalam ayat termasuk dalam dosa karena berarti dituntut bertaubat. Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa ghibah termasuk perbuatan yang diharamkan, lihat Syarh Shahih Muslim, 16: 129.

Dalam Kunuz Riyadhis Sholihin (18: 164) disebutkan, “Para ulama sepakat akan haramnya ghibah dan ghibah termasuk dosa besar.”
————————–————————
Berikut ini kami akan menyebutkan beberapa dalil yang melarang kita dari perbuatan ghibah yang kami ringkaskan dari kitab Riyadhush Shalihin karya Imam An Nawawi rahimahullah ta’ala.

1. Firman Allah ta’ala:

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Tawwab (Maha Penerima taubat) lagi Rahim (Maha Menyampaikan rahmat).” [QS Al Hujurat: 12]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata di dalam tafsirnya: “Di dalamnya terdapat larangan dari perbuatan ghibah.”

As Sa’di rahimahullah berkata di dalam tafsirnya: “(Allah) menyerupakan memakan daging (saudara)nya yang telah mati yang sangat dibenci oleh diri dengan perbuatan ghibah terhadapnya. Maka sebagaimana kalian membenci untuk memakan dagingnya, khususnya ketika dia telah mati tidak bernyawa, maka begitupula hendaknya kalian membenci untuk menggibahnya dan memakan dagingnya ketika dia hidup.”

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أتدرون ما الغيبة؟ قالوا: الله ورسوله أعلم. قال: ذكرك أخاك بما يكره. قيل: أفرأيت إن كان في أخي ما أقول؟ قال: إن كان فيه ما تقول فقد اغتبته، وإن لم يكن فيه فقد بهته

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab: “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahuinya.” Nabi berkata: “Engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang dia benci.” Ada yang bertanya: “Bagaimana pendapat anda jika padanya ada apa saya bicarakan?” Beliau menjawab: “Jika ada padanya apa yang engkau bicarakan maka engkau telah mengghibahnya, dan jika tidak ada padanya apa yang engkau bicarakan maka engkau berbuat buhtan terhadapnya.” [HR Muslim (2589)]

Hadits di atas menerangkan tentang definisi ghibah. Ghibah adalah membicarakan kejelekan atau aib seorang muslim dengan tidak secara langsung di hadapannya. Sedangkan buhtan adalah berkata dusta terhadap seseorang di hadapannya mengenai sesuatu yang tidak pernah dia lakukan.

3. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata:

قلت للنبي صلى الله عليه وسلم: حسبك من صفية كذا وكذا – تعني قصيرة. فقال: لقد قلت كلمة لو مزجت بماء البحر لمزجته! قالت: وحكيت له إنسانا، قال: ما أحب أني حكيت إنسانا وأن لي كذا وكذا

“Saya berkata kepada Nabi صلى الله عليه وسلم : “Cukuplah bagi anda dari Shafiyyah begini dan begini -maksudnya dia itu bertubuh pendek.” Beliau berkata: “Sungguh engkau telah mengucapkan kalimat yang kalau dicampur dengan air laut niscaya dapat merubah (rasa dan bau)nya!” Aisyah berkata: “Saya juga menceritakan tentang seseorang kepada beliau. Lalu beliau menjawab: “Saya tidak suka menceritakan seseorang sedangkan pada diriku terdapat (kekurangan) ini dan ini.” [HR Abu Daud (4875) dan At Tirmidzi (2502)]

Imam An Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini merupakan larangan yang paling tegas dari perbuatan ghibah.”

4. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم. كل المسلم على المسلم حرام دمه وماله وعرضه

“Cukuplah kejelekan bagi seseorang dengan meremehkan saudara muslimnya. Setiap muslim haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim yang lain.” [HR Muslim (2564)]

Hadits di atas menerangkan larangan untuk menumpahkan darah, mengambil harta, dan menodai kehormatan sesama muslim. Dan perbuatan ghibah adalah salah satu bentuk pelecehan terhadap kehormatan seorang muslim yang tidak dibenarkan di dalam Islam.

5. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لما عرج بي، مررت بقوم لهم أظفار من نحاس يخمشون وجوههم وصدورهم. فقلت: من هؤلاء يا جبريل؟ قال: هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس ويقعون في أعراضهم

“Ketika saya dimi’rajkan, saya melewati suatu kaum yang memiliki kuku dari tembaga sedang mencakar wajah dan dada mereka. Saya bertanya: “Siapakah mereka ini wahai Jibril?” Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan melecehkan kehormatan mereka.” [HR Abu Daud (4878). Hadits shahih.]

Hadits ini menerangkan bentuk hukuman yang dialami oleh orang-orang yang gemar membicarakan kejelekan dan menjatuhkan kehormatan orang lain.

Demikianlah beberapa dalil dari Al Qur`an dan hadits yang melarang kita dari perbuatan ghibah. Semoga Allah ta’ala memudahkan kita semua untuk dapat meninggalkannya.
—————-

Wallahu a’lam. Moga Allah menjauhkan dari setiap dosa besar termasuk pula perbuatan ghibah. Semoga Allah memberi taufik untuk menjaga lisan ini supaya senantiasa berkata yang baik.

Pesan Aa Gym di Kajian Dzuhur DT Jakarta

“Allah menjanjikan rumah di pinggiran surga bagi yang meninggalkan debat meskipun benar. Pinggiran surga juga surga, hadirin. Daripada istana di neraka, mau apa?”
@aagym saat Kajian Dzuhur di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta (10/12)

aagym
Aa Gym di Kajian Dzuhur Masjid DT Jakarta

Lebih lanjut, Aa Gym menyampaikan agar kita membawa semangat 212 ke lingkungan rumah.

Ibadah diperbagus, hubungan dengan tetangga diperbagus, sedekah diperbanyak, jangan memanggil dengan gelar yang buruk karena itu tidak islami.

daaruttauhiid
daaruttauhiid

Tentang pilpres 2019: walau dengan strategi apapun yang dipakai, yang menentukan siapa yang menjadi presiden nanti hanyalah Allah.

“Katakanlah: Ya Tuhan yang memiliki segala kekuasaan.Engkau berikan kekuasaan kepada barang siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari barang siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau muliakan barangsiapa yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Kuasa.” Q.S. Ali Imran:26
.

Jangan melupakan Allah. Karena yang membuat sulit hidup kita adalah karena melupakan Allah.

Beliau juga mengingatkan tentang hadits-hadits yang bisa diambil pelajaran untuk evaluasi diri terhadap kejadian-kejadian yang sedang kita hadapi:

Jangan marah, maka bagimu syurga (H.R. Bukhari)

Tidak masuk surga orang yang terdapat sebesar biji zarrah kesombongan dalam hatinya (H.R. Muslim)

Apa itu kesombongan? Ialah mendustakan kebenaran dan menganggap remeh orang lain.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari & Muslim)
.

Humas DT Jakarta
Jl. Cipaku 1 No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Office. (021) 7235255
WhatsApp. 0878 4000 10 41

Instagram. @daaruttauhiid.jkt
Facebook Page. Daarut Tauhiid Jakarta
Website. http://dtjakarta.or.id

#kajiandzuhur #aagym #DaarutTauhiidJakarta #daaruttauhiid