KUNCI MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP

Segala puji hanya milik Allah, Dzat yang menurunkan ketenangan dan ketenteraman kepada hati orang mukmin. Shalawat juga salam tersampaikan pada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam.

Sahabat, manakah yang paling berbahaya? Ujian kepahitan atau ujian kesenangan?

Allah berfirman dalam Al Quran surat Al-Anbiya ayat 35 :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”

Yang paling berbahaya adalah segala urusan yang membuat kita lalai dari mengingat Allah. Padahal yang berbahaya adalah ujian kelapangan. Karena ketika lapang akan sering lupa dan lalai untuk mengingat Allah. Dari semua ujian kesenangan atau kesulitan, yang Allah inginkan adalah kita menjadi dekat kepada Allah.

Lalu bagaimana agar menjadi dekat kepada Allah?

Sabar dan syukur adalah jawabannya.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Jadi yang harus kita waspadai pada diri kita adalah kurangnya syukur dan kurangnya sabar.

Ukuran sabar melalui pikiran, hati, lisan dan tubuhnya saat ditimpa musibah dan diberikan kesenangan. Apabila pikirannya mengingat Allah, hatinya memohon pada Allah, lisannya mengagungkan Allah dan tubuhnya mendekat kepada Allah saat senang ataupun sulit, maka itu tergolong kepada orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“…(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,’Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sungguh segala sesuatu hanya milik Allah dan sungguh semua akan kembali kepada-Nya).” (Al-Baqarah ayat 156)

Orang yang sabar adalah orang yang tidak bisa berpaling pikirannya, hatinya, tubuhnya dari Allah Ta’ala. Ketika sudah sabar dengan hatinya, pikiran, lisan dan tubuhnya kepada Allah maka Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan) kepada kehidupannya. Lalu Allah berikan petunjuk dalam setiap ujian yang ada di kehidupannya. Yakinlah setiap ujian pasti ada akhirnya dan yakin pula bahwa setiap ujian yang Allah hadirkan pasti itu adalah kebaikan bagi kita. Serta lakukan rumus 5 AT :

  1. TekAT yang kuat dan bulat untuk selalu dekat dengan Allah.
  2. Perbanyak tobAT.
  3. Jauhi maksiAT.
  4. Tingkatkan taAT.
  5. Tebar manfaAT.

Semoga ini bisa menjadi bekal untuk kita bersyukur mengingat Allah dalam keadaan senang, dan sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan Allah. Semua ini adalah ikhtiar bagi kita untuk mendekatkan diri pada Allah Yang Maha Pengasih dan Dzat Yang Maha Memberi Pertolongan.

Sumber: Youtube Aagym Official

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *