Sikap dalam Menghadapi Ujian Wabah

Ustadz Abu Bassam Oemar Mita, Lc

Banyaknya kasus wabah epidemi yang sudah terjadi di negeri kita, tentunya dengan begitu kita harus memiliki sikap dalam melihat kejadian wabah agar sikap ini memberikan kekuatan dalam menghadapi dan melewati ujian yang Allah berikan pada kehidupan kita.

Pertama, selalu mengimani bahwa setiap kejadian yang kecil maupun kejadian yang besar tidak akan terjadi kecuali sesuai dengan kehendak dan izin Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan semua ini telah ditetapkan Allah lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Dengan sikap mengimani takdir dan ketentuan Allah akan menjadikan kita tenang dan bersahaja.

Kedua, kita harus paham bahwa virus penyebab corona adalah makhluk ciptaan Allah. Hanya Allah yang mampu menghidupkan dan juga mematikan. Jangan sampai ketakutan kita kepada virus lebih besar daripada ketakutan kita kepada Allah. Ketika kita paham virus itu adalah ciptaan Allah dan Allah mampu mematikannya sebagaimana Allah menghidupkannya, maka keimanan kita harus dipertebal kepada Allah Dzat Yang Maha Penjaga. Ketika kita tahu bahwa Allah tempat bersandar kita, maka sudah pasti hidup kita akan tenang.

Ketiga, ketika kita berjalan di muka bumi Allah, maka kita akan diikuti dengan sembilan puluh sembilan sebab kematian. Begitulah sabda daripada Rasulullah. Jika manusia selamat pada sebab kematian yang pertama, maka belum ada jaminan akan selamat pada sebab-sebab berikutnya. Hadirnya corona tidak menjadi penyebab dekatnya ajal ataupun menjauhnya ajal. Sebab ketentuan Allah atas kematian kita sudah dituliskan secara pasti setiap detiknya. Tidak akan maju satu detik dan tidak pula mundur satu detik. Hal ini juga akan menjadikan kita tenang, karena kematian kita telah dituliskan oleh Allah dengan indah.

Keempat, apabila seorang muslim ditakdirkan untuk terkena wabah virus dan ikhlas menjalani ketetapan Allah, serta kemudian meninggal dunia karena virus itu. Maka kematiannya akan dicatatkan syahid disisi Allah. Karena ada tiga kategori mati syahid, yaitu :

  • Syahid di dunia dan syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang berperang karena Allah dan mati terbunuh di medan perang. Di dunia tidak perlu dimandikan dan tidak perlu dikafani. Di akhiratnya mendapat surga.
  • Syahid dunia namun tidak syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang meninggal di medan perang, namun niatnya bukan karna ingin meninggikan kalimat Allah. Di dunia tidak dimandikan dan tidak dikafani. Di akhiratnya mendapatkan neraka karena niatnya yang salah.
  • Tidak syahid di dunia namun syahid di akhirat, yaitu orang-orang yang meninggal dalam keadaan terbakar, kecelakaan, tertimpa bangunan, sakit perut, melahirkan, dan terkena wabah penyakit. Maka dia tidak syahid di dunia yaitu jasadnya tetap dimandikan dan dikafani. Tetapi di akhirat kedudukannya seperti orang-orang yang mati syahid.

Kelima, perbanyaklah doa di setiap waktu yang kita miliki. Jangan sampai kita lupa bahwa kita bersandar pada Allah Dzat Yang Maha Penjaga. Pertolongan Allah selalu lebih besar dibandingkan dengan ujian yang Allah berikan kepada orang-orang yang tidak pernah lupa bersandar pada Allah. Salah satunya sandaran kita pada Allah ialah doa.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Allaahumma innii’auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa sayyi il asqoom
“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit.”

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ.

BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI’UN FIL ARDHI WA LAA FISSAMAA’I, WA HUAS SAMII’UL ‘ALIIM

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Mari kita mulai rutinkan untuk berdoa di waktu-waktu mustajab seperti pada waktu sujud, pagi hari, sore hari, dan pertengahan malam. Karena dengan doa dapat mengubah yang mustahil menjadi mustajab, mengubah yang lemah menjadi kuat.

Kemudian yang terakhir, berkoordinasi dengan instansi pemerintah yang menangani kasus wabah corona. Juga berkomunikasi dengan tenaga medis agar kita tidak terperosok karena ketidaktahuan kita perihal virus corona. Tetap mencuci tangan, membersihkan lingkungan kita, menghindari wilayah atau tempat-tempat yang dapat menyebabkan kita terkena wabah penyakit sebagai bentuk usaha atau ikhtiar kita.

Jika kita dengan virus yang tidak terlihat oleh kasat mata saja bisa membuat tumbang. Lantas apa yang bisa kita sombongkan di hadapan Allah selama ini. Kesombongan dengan menentang Allah, mengejek dan mengolok-olok syariat Allah. Semoga kejadian ini bisa membuat kita merenungi kesalahan, dosa dan khilaf kita selama ini kepada Allah. Karena tidak luput sesuatu kejadian dari merenungkan dosa bagi orang-orang yang beriman.

Rumus Mengambil Hikmah dalam Kejadian

Tidak ada satu pun kejadian yang Allah ciptakan dengan sia-sia, semua pasti ada kebaikan dan hikmah yang dapat menjadikan pembelajaran bagi kita.

Rumus dalam mengambil hikmah dan juga pembelajaran dalam setiap kejadian yang ada pada kita :

  • Memahami bahwa setiap kejadian adalah sinyal dari Allah untuk kembali pada Allah dan istiqomah dalam kebaikan.

Ketika ada keburukan menimpa kita dikala ingin melakukan kemaksiatan, maka haruslah selalu kita ingat bahwa Allah memberikan sebuah peringatan kepada kita berupa sinyal keburukan untuk kita kembali kepada Allah. Serta istiqomahlah dalam kebaikan dengan memohon ampun kepada Allah di setiap keburukan yang menimpa kita.

  • Memahami bahwa setiap kebaikan yang dikaruniai kepada kita adalah datang dari Allah. Sedangkan jika datang keburukan dalam bentuk apapun, itu semua karna dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan.

Yakinlah bahwa suatu apapun berupa kenikmatan datangnya hanya dari Allah. Ketika naik jabatan, mendapat nilai yang baik, bisnis yang lancar, itu semua datang dari Allah. Bukan karna usaha kita yang hebat, tetapi Allah membantu setiap urusan kita. Dan jika keburukan menerpa hidup kita, segeralah mohon ampun pada Allah. Karna tidak ada keburukan yang hadir kecuali karna dosa dan maksiat yang kita lakukan.

  • Memahami bahwa Allah adalah Dzat yang selalu menginginkan kebaikan dan tidak pernah menginginkan kesukaran kepada hamba-hambaNya.

Allah satu-satunya Dzat yang Maha Baik dan selalu menginginkan kebaikan hadir di kehidupan hamba-hambanya. Mustahil bagi Allah memberikan keburukan pada hambanya. Begitu banyaknya maksiat, dosa dan khilaf yang selalu kita lakukan, namun Allah masih saja menutupi aib-aib kita. Jika Allah tidak menghendaki kebaikan pastilah tubuh kita ini hina karna tertutup oleh semua dosa atas kemaksiatan yang kita lakukan dihadapan-Nya.

  • Mensyukuri nikmat dan karunia dalam bentuk apapun yang telah Allah berikan kepada kita. Serta mohon ampunlah pada Allah atas segala dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan dihadapan-Nya.

Orang yang bahagia bukanlah orang yang memiliki pangkat yang tinggi, rumah yang mewah atau harta yang berlimpah. Namun bahagia adalah kepunyaan orang yang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Bersyukur dengan apa yang ada, bukan mencari apa yang tidak ada. Allah akan menambahkan nikmatNya bagi siapa saja dari hambaNya yang bersyukur. Serta bersegeralah untuk memohon ampun pada Allah atas dosa dan maksiat. Karena hanya dosa yang dapat memutus kenikmatan yang penuh dengan keberkahan.

  • Positif dalam berpikir atas apa yang sudah terjadi dan yang sedang terjadi kepada kita.

Jauhi pikiran negatif terhadap setiap keputusan dan ketentuan Allah. Sebab suatu apapun jika kita sikapi dengan negatif, maka akan telahir jiwa yang negatif dan akan berdampak negatif pula bagi kehidupan kita. Allah beserta dengan prasangka hamba-hambanya.

Dalam situasi seperti saat ini, banyak baiknya jika kita mulai mengambil hikmah dan pelajaran. Sudah pasti hadirnya wabah penyakit itu karena izin Allah. Tugas kita adalah mencari hikmah dan kebaikan atas kejadian ini. Juga jangan pernah dilupakan untuk selalu berdoa, meminta pada Allah agar terhindar dari keburukan dan jika keburukan sudah melanda, maka mintalah pada Allah untuk menggantikan keburukan itu dengan kebaikan.

اَللّهُمَّ افْتَحْ لَنَا حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا رَحْمَتَكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhummaftah lanâ wansyur ‘alainâ rahmataka yâ dzal jalâli wal ikrâm.

“Ya Tuhanku, bukakan lah hikmah bagi kami dan hamburkan lah rahmat-Mu di atas kami. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan keagungan”

Itulah salah satu doa untuk memohon ditunjukan hikmah atas setiap kejadian yang ada. Semoga Allah selalu membimbing kita dan Allah selalu melindungi kita dari segala mala-petaka, mara-bahaya dan semua keburukan yang ada di dunia, juga akhirat. Aamiin…

Ibadah yang Dimuliakan Allah

Sahabat, kita tahu bahwa Ibadah Haji adalah ibadah yang sangat Mulia. Tidak seperti ibadah lainnya seperti ibadah sholat yang hanya mengorbankan tenaga tanpa perlu mengorbankan harta. Begitu juga dengan ibadah sedekah yang hanya mengorbankan harta tanpa perlu mengeluarkan tenaga yang besar. Lain halnya dengan ibadah haji yang mengorbankan kedua aspek kehidupan yaitu harta dan juga tenaga. Pengorbanan yang besar inilah yang menjadikan ibadah haji menjadi ibadah yang diutamakan dan dimuliakan oleh Allah.

Ibadah yang menggabungkan enam rukun di dalamnya yang menjadikan ibadah hajinya sah (diterima Allah). Mulai dari ihram, sebagaimana ibadah pada umumnya, niat termasuk bagian penting dalam ibadah. Posisi niat pada saat haji dimulai saat melakukan ihram.

Kedua, wukuf di Arafah, dalam hadis disebutkan bahwa haji itu adalah arafah. Artinya, wukuf di Arafah menjadi ritual penting dalam haji. Wukuf biasanya dimulai pada tanggal 9 dzulhijah setelah tergelincir matahari sampai waktu subuh tanggal 10 Dzulhijah. Orang yang diwajibkan melakukan wukuf ialah orang yang memenuhi persyaratan sah ibadah, seperti tidak gila, sadar, dan lain-lain.

Ketiga, tawaf, dilakukan setelah wukuf di Arafah, dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah haji. Pada saat memulai tawaf, badan harus menghadap seutuhnya ke arah Hajar Aswad.

Keempat, sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.

Kelima, tahallul, yaitu mencukur rambut setelah menyelesaikan rukun haji. Dianjurkan bagi laki-laki untuk mencukur seluruh rambut dan bagi perempuan dianjurkan memendekkan rambut. Batas minimal tahallul menurut sebagian ulama ialah tiga helai rambut.

Keenam, tertib, rukun haji mesti dilakukan secara berurutan, dimulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan tahallul. Tidak boleh rukun yang kedua atau ketiga dilakukan di awal. Kalau tidak berurutan, maka hajinya tidak sah.

Banyak sekali dari kita sangat merindukan pertemuan dengan menghambakan diri pada Allah di Masjidilharam dan bertatap langsung dengan ka’bah. Jarak yang begitu jauh dengan tanah air tentu tidak mematahkan semangat untuk memaksimalkan ikhtiar agar dapat berkunjung ke tanah suci melengkapi kelima rukun islam.

Iktiar tidaklah lengkap tanpa ditutup dengan berdoa serta tawakal pada Allah. Karna do’alah yang menjadi senjata ampuh umat islam. Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Pengabul Do’a pasti mengabulkan doa hamba-hambanya apabila memohon dan berdoa pada-Nya. Itulah janji Allah pada surat Al-Baqarah ayat 186. Allah tidak mengundang yang mampu untuk datang ke rumah-Nya (Baitullah). Tetapi Allah akan memampukan hambanya yang diundang untuk hadir di baitullah.

Semoga kita menjadi bagian hamba-hamba Allah yang Dimampukan untuk bisa hadir menghambakan diri di depan ka’bah al mukaramah. Aamiin, Ya Rabbal ‘alamin…

Untuk biaya pendaftaran KBIH Rp. 250.000 / orang

untuk Biaya Manasik sesuai ketentuan pemerintah yaitu Rp. 3.500.000,- / Orang

kemudian untuk biaya program penunjang Rp. 4.000.000 / orang

biaya program penunjang meliputi :

  1. Perlengkapan tambahan haji (Kain Ihrom / Jilbab)
  2. Kaos Olah Raga
  3. Syal peserta
  4. MCU (Medical CheckUp)
  5. Pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas
  6. Jaring Koper
  7. Ziarah di Mekah dan Madinah

Untuk biaya manasik dan program penunjang bisa di bayarkan secara bertahap saat manasik.berlangsung

untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Custumer Service Kami di

WA. 0812 9430 1616
Tlp. 021 723 5255

Rukun Haji : (Disarikan dari Fathul Qarib karya Ibnu Qasim)
(Wildan)

Protokol Aman Sebelum Keluar Rumah

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Bagi sahabat-sahabatku yang memang wajib keluar. Para medis, petugas keamanan, pengantar barang makanan yang memang wajib keluar, maka ikutilah protokol berikut ini :

1. Keluarlah dengan niat lillahi ta’ala yang benar memenuhi kewajiban

2. Jangan lupa perlengkapan standar, yaitu :

  • Masker untuk menutup wajah,
  • Sarung tangan plastik untuk melindungi tangan agar menyentuh sesuatu tidak langsung mengenai kulit,
  • Sanitizer gel sebagai pelindung sesaat,
  • Sabun kecil agar bisa mencuci tangan saat bertemu air (karena lebih efektif membunuh virus dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun),
  • Jas hujan sekali pakai (disposal) melindungi tubuh dari virus dan bakteri di jalan.

3. Berdoa ketika keluar rumah :

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.”

Hudita, Wakufita, Wawukita. (akan ditunjuki, dicukupi, dan dilindungi) Ini merupakan janji Allah.

Disertai dengan doa :

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فىِ اْلاَرْضِ وَلاَ فىِ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعِ اْلعَلِيْمِ

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Barang siapa yang membaca doa ini tiga kali pada pagi dan sore hari, tidak akan ada yang bisa mencelakakan dan tidak ada satupun yang berbahaya baginya (terhindar dari segala bahaya) – HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmizi, Nasa’i dan Ibnu Majah (Menurut Tirmizi doa ini Hasan,Gharib, shahih).

Dan ditutup dengan doa :

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan”

Barangsiapa yang singgah pada suatu tempat, kemudian dia berdoa “A’UUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHALAQ”, niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu. (HR. Muslim no. 2708)

4. Sedekahlah dengan segala kemampuan yang ada. Bisa dengan uang, bisa dengan makanan atau dengan kebaikan apapun yang bisa kita lakukan. Karena sekedah adalah penolak bala.

5. Dzikrullah dalam setiap langkah kaki dan hembusan nafas :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”

QS. Al-Baqarah ayat 152

Semoga perjalanan keluar ini menjadi amal shaleh, senantiasa dalam perlindungan Allah, membawa manfaat bagi orang karena wajib, dan kembali kerumah penuh dengan keselamatan.

Ayoo sahabatkuu… mari kita jaga diri kita ketika ingin keluar rumah, perbanyak doa dan ikuti protokol-protokol yang adaSimak video ini yaaa, semoga bermanfaat#tauhiid #islam #rahmatanlilalamin

Dikirim oleh KH. Abdullah Gymnastiar pada Selasa, 24 Maret 2020

Jihad Kita di Tengah Wabah Virus Corona

Dengan semakin merebaknya wabah virus corona (Covid-19), Pembina Pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak kepada masyarakat agar mengukuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.14 tahun 2020 Poin 3.A: untuk melakukan tindakan preventif (menutup peluang peyebaran wabah Covid-19). Salah satunya adalah tidak beribadah sholat lima waktu dan sholat Jum’at ke masjid selama masa inkubasi ini.

“Mungkin situasi kali ini menjadi suasana sedih, karena ketika mendengar adzan kita belum bisa mendatangi masjid kembali. Karena memang kondisinya yang kurang baik.” ujar Aa Gym.

Beliau juga mengarahkan kepada pesantren-pesantren DT yang ada di Jakarta, Tangerang Selatan, Eco Pesantren dan Batam untuk sementara tidak menyelenggarakan sholat wajib juga sholat Jum’at yang dimulai pada 18 Maret 2020 lalu. Namun adzan sebagai panggilan sholat tetap dikumandangkan. Menurut Aa Gym, ini merupakan ikhtiar dari pencegahan agar tidak semakin meluasnya wabah penyakit virus corona yang 85% penyebarannya tidak memiliki gejala klinis.




Suasana Masjid Daarut Tauhiid Jakarta

“Bisa saja yang sehat tanpa ada gelaja sakit apapun membawa virus dalam tubuhnya dan menyebarkan virus kepada khalayak ramai. Bukan melarang sholat berjamaahnya. Namun larangannya adalah mendekati kerumunan yang membuat peluang terjadinya penyebaran virus,” lanjut beliau.

Selain Fatwa MUI, Penutupan masjid DT ini juga mengikuti Surat Rekomendasi Lajnah Syari’ah Daarut Tauhiid Nomor: 3/III/LS-DT/2020 M/144 H tentang rekomendasi penyelenggaraan ibadah (sholat berjamaah dan sholat jum’at dalam situasi terjadi wabah Covid-19).

Aa Gym juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap di rumah mengkarantina diri dan jika keluar rumah hanya dalam kondisi darurat serta selalu waspada dalam menjaga kebersihan badan juga lingkungan, “Inilah jihad kita, yaitu jika kita seorang dokter, perawat yang menjadi pelopor garis terdepan dalam mengobati penyakit virus coronanya. Dan jihad kita adalah sekuat tenaga mengkarantina diri. Karena dengan mengkarantina diri, kita bisa melindungi keluarga kita dan orang orang di sekitar kita,” tutupnya.

Memang sementara pintu masjid ditutup. Tapi yakinlah pintu Rahmat Allah senantiasa terbuka bagi siapapun, di manapun, dan kapanpun bagi yang yakin, beribadah dengan benar serta senantiasa berlindung dan mengharapkan pertolongan-Nya.

Semoga Allah segera mencabut musibah ini dari kita semua. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

(admin)

Sebait Do’a di Tengah Wabah Corona

Ya Rabbi…
Kami menginsyafi
Kami telah banyak menganiaya diri kami sendiri
Dengan dosa, maksiat dan lalainya hati dari mengingatMu, dari bertawakkal padaMu, dari khusyuk saat menghadapMu, dari Taubat memohon ampunanMu
Terlebih di bulan haram ini
Bulan Rajab, pintu gerbang Ramadhan yang diberkahi

Ya Rabbi…
Jika wabah corona ini adalah caraMu untuk menghukum kami
Maka sesungguhnya kami ini hanyalah hamba-hambaMu
Dan jika Engkau mengampuni kami
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana

Ya Rabbi…
Sungguh kami mengakui lemahnya diri ini
Dengan makhluk 3.000.000 kali lebih kecil dari biji wijen ini
Tiada daya kami
Tiada kuasa kami untuk berbuat taat, meninggalkan maksiat dan menghindari wabah ini
Melainkan datang dari pertolonganMu

Ya Rabbi…
Ramadhan sebentar lagi menghampiri
Kami rindu akan syahdu suasana itu
Di mana umat berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaatan padaMu
Mendirikan shalat, berpuasa, membayar zakat fitrah, dan umroh ke Baitullah
Memakmurkan masjid dan musholla dengan ibadah
Dengan tadarus dan tarawih berjamaah
Kedermawanan melimpah
Dalam ifthor jama’i, menyantuni yatim, infaq dan sedekah

Ya Rabbi…
Mudahkanlah kami menjalankan ibadah Ramadhan
Dengan kekusyukan tanpa rasa ketakutan

Karenanya ya Rabbi
Angkatlah wabah ini
Gantikan ketakutan kami menjadi ketundukan padaMu
Gantikan keangkuhan kami menjadi rasa hina di hadapanMu

TIPS TRAVELING DI KONDISI OUTBREAK CORONA

Di kondisi outbreak corona saat ini, langkah yang paling baik untuk dilakukan adalah berdiam diri di rumah (baik untuk belajar, bekerja, atau bahkan beribadah) agar dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Namun, bagaimana sikap kita, jika terpaksa harus tetap bepergian ke luar negeri atau ke daerah domestik lainnya?

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat traveling di kondisi outbreak corona:

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air.
    Gunakan sesering mungkin saat sebelum dan sesudah makan, setelah menyentuh benda apapun. Siapkan hand sanitizer di pocket kamu ya.
  2. Jangan sentuh wajah.
    Jika tidak terlalu perlu, hindari sentuh wajah. Kenapa? Karena virus Covid-19 bisa masuk melalui mulut atau mata kamu.
  3. Stay away dari objek wisata yang terlalu ramai.
  4. Ketahui kondisi di destinasi yang akan dituju.
    Jika daerah tersebut sudah berada di ‘red area’ lebih baik hindari area tersebut.
  5. Batuk, flu, dan demam saat traveling? Segera ke dokter, ya!
  6. Jaga pola makan yang sehat.
    Mau coba traditional food? Boleh, pilih yang sehat dan jangan lupa minum vitamin, ya!
Bisa dilihat juga di sini

Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita di manapun ya.

Nanti, kita jalan-jalan lagi ya bareng Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel 🙂

Kantor Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel:
Jl. Cipaku 1 No. 18
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170
http://wisatahikmah.id
Office: 021-7235255
0852-8910-2222
0812-1812-3311

LIMA ALASAN KE UZBEKISTAN

Asia rasanya tidak henti-hentinya menawarkan keunikan, keindahan dan sejarah yang kental terhadap Islam. Salah satu negara Asia tersebut adalah Uzbekistan – yang belakangan ini sering disebut sebagai mutiara tersembunyi di Asia dan menariknya, Uzbekistan merupakan satu dari 82 negara di dunia yang tidak memerlukan visa bagi pemegang passport Indonesia.

Kita cari tahu yuk lima alasan perlu berkunjung ke Uzbekistan:

  • Bebas Visa

Seperti yang sudah ditulis di atas, bagi para pemegang passport Indonesia, tidak perlu repot mengurus visa untuk masuk ke Uzbekistan! Yeay!

  • Kental Sejarah Islam

Bagi para turis yang tertarik mengenai sejarah Islam, rasanya Uzbekistan perlu dimasukkan ke dalam bucketlist. Salah satu ilmuwan terkenal dari Uzbekistan adalah Khawarizmi, seorang penemu angka nol. Bahkan di Uzbekistan, kita akan datang ke sebuah situs sejarah yang juga akan memperlihatkan kecanggihan astronomi ala Uzbekistan lho.

Observatorium tertua di dunia

Selain Khawarizmi, Imam Bukhori – seorang periwayat dan ahli hadist lahir, tepatnya di Kota Bukhara, Uzbekistan.

Dan juga ada :

Sumur Nabi Ayub
  • Keunikan dan keindahan bangunan kunonya

Rasanya tidak ada yang bisa menafikkan kecantikan kota Samarkhan, sebuah kota tua yang masuk dalam daftar warisan UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).

Samarkhan, one of World Heritage List (UNESCO)

Selain Samarkhan, Registan Square yang merupakan sebuah komplek pendidikan dari abad pertengahan, juga perlu untuk dikunjungi.

  • Makanan Halal, don’t worry!

Bagi para turis muslim, concern utama dalam memilih makanan bukan hanya tentang rasa tapi juga tentang kehalalan makanan tersebut. Nah, di Uzbekistan karena mayoritas penduduknya 90% adalah muslim – sehingga tidak perlu khawatir tentang kehalalan makanannya. Yes!

  • Mayoritas penduduk Uzbekistan adalah Muslim

Yes, seperti yang juga ditulis di nomor sebelumnya, dengan jumlah mayoritas penduduknya adalah Muslim, sehingga saat traveling ke Uzbekistan, kita tidak perlu untuk khawatir terhadap sulitnya mencari tempat ibadah ataupun makanan halal.

Masyarakatnya sangat ramah dan mereka aktif mengajak turis untuk berfoto bersama

Jadi, tunggu apalagi?

Yuk, masukkan Uzbekistan sebagai salah satu destinasi liburan kalian. Insyaa Allah Wisata Hikmah siap melayani perjalanan Wisata ke Uzbekistan dengan berbagai valuenya yaitu sharing ilmu manajemen qolbu, terjaganya waktu sholat, makanan halal, fasilitas bintang 4/ setara dan pendampingan perjalanan (Tour Leader) tim asaatidz Daarut Tauhiid.

Informasi lebih lanjut mengenai Wisata Hikmah Uzbekistan:

Kantor Wisata Hikmah DT Jakarta:
Jl. Cipaku 1 No. 18
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170Office: 021-7235255
http://wisatahikmah.id
0852-8910-2222
0812-1812-3311

Menapaki Jalan Cinta, Menuju Cinta Allah

Ustadz Taufiq Al Miftah

Cinta adalah anugrah yang Allah berikan kepada hambanya. Siapapun butuh dengan yang namanya cinta. Bukan hanya sekedar mencintai ataupun dicintai, namun yang terpenting adalah bagaimana cara mencintai dengan cara yang benar. Sebab banyak sekali orang yang di anugrahkan cinta kepada dirinya, tetapi cinta itu di arahkan kepada hal-hal yang Allah haramkan. Na’uzubillah….

Tidak ada manusia yang meninginkan rasa mencintai namun tidak di cintai. Karna fitrah manusia adalah ingin mencintai dan juga di cintai. Cinta di dunia bersifat fana dan dia pastinya tidak abadi. Tetapi sebuah cinta akan menjadi kokoh, kuat dan abadi apabila di ikat dengan ikatan yang Maha Abadi yaitu Allah Subhanahu Wata’ala. Seperti halnya aktifitas apapun di dunia yang bersifat mubah pasti tidak akan abadi di akhirat nanti. Beda halnya dengan seseorang yang datang kepada kajian ilmu atau seseorang melakukan aktifitas apapun yang mendekatkan diri pada Allah, maka itu akan abadi di akhirat nanti sebab aktifitas itu di ikat dengan ikatan yang Maha Abadi. Itulah sesuatu apapun di dunia yang bersifat tidak abadi tetapi ketika di ikat dengan yang Maha Abadi, maka dia akan menjadi abadi.

Harta juga hal yang tidak abadi. Seperti banjir pada awal tahun kemarin, banyak sekali mobil dan barang lainnya yang hanyut serta hilang terbawa air. Tetapi jika harta di ikat dengan yang Maha Abadi, seperti halnya harta yang di sumbangkan dan di infaq kan untuk membantu masjid, membantu orang miskin, membantu duafa, maka harta itu terikat dengan ikatan yang Maha Abadi dan harta itu kelak menanti di akhirat.

Ali Bin Abi thalib karomahu wajhah beliau menerangkan ” Barang yang disedekahkan apa bila telah lepas dari tangan sang pemberi sedekah, ketika akan diterima oleh tangan orang yang menerimanya,  ia akan mengucapkan lima kalimat ” :

  1. Aku adalah barang yang kecil dan sedikit nilainya, sekarang engkau telah membesarkan aku dihadapan Allah SWT.
  2. Aku awalnya adalah Barang yang sedikit, tak begitu bernilai, sekarang karenamu aku telah jadi bernilai banyak di hadapan Allah SWT.
  3. Pada Awalnya Aku adalah musuhmu , sekarang aku telah menjadi sahabat karibmu.
  4. Semula aku adalh barang yang mudah rusak, tapi sekarang karenamu aku menjadi barang yang abadi.
  5. Dulu akulah yang engkau jaga dari para pencuri , sekarang kau akan kujaga dari siksa api neraka dan siksa kesusahan dan kesempitan.

Begitu juga dengan suami dan istri jika cintanya di ikat karna parasnya cantik atau ganteng, maka sudah pasti cinta itu tidak akan abadi. Sebab kecantikan akan sirna di telan usia. Apabila cinta di ikat karna nasab atau keturunan juga akan menjadi sia-sia. Jadi, jika seandainya sekarang kita memiliki cinta maka arahkan cintanya kepada cinta yang benar. Sebab cinta adalah anugerah dari Allah dan cara kita mensyukuri karunia Allah berupa cinta, cinta ini jagan salah di jatuhkan. Jangan sampai cinta kita ini menjerumuskan kepada azab api neraka.

Kesalahan kita yang sering kita lakukan adalah tidak mengikat cinta kita kepada sandaran cinta karena Allah. Kita memiliki harta tidak di ikat dengan cinta kepada Allah, kita punya keluarga tidak di ikat dengan cinta kepada Allah, kita punya ilmu tidak di ikat dengan cinta kepada Allah, kita punya jabatan tidak di ikat dengan cinta kepada Allah, sehingga semua itu tidak ada manfaatnya dan semuanya akan sia-sia. Jadi jika kita ingin memiliki segalaya yang ada di dunia ini, maka dekati Allah karena Allah pemilik segalanya. Cintai Allah, kita akan memiliki segalanya. Tetapi ketika kita tidak mencintai Allah di atas segalanya, maka kita akan kehilangan segalanya.

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” ( Q.S . Al-Baqarah : 165 ) Ayat ini menggambarkan bahwa di antara manusia ada yang menyembah selain daripada Allah. Yang di sembah bukanlah Allah dan mereka membuat tandingan-tandingan Allah. Mungkin ada berhala, mungkin jabatannya menjadi tandingan bagi Allah, atau mungkin hartanya atau juga mungkin popularitasnya. Mereka menyembah tandingan Allah itu dengan mereka mencintai semua itu seperti mereka mencintai Allah. Kita harus selalu berhati-hati perihal cinta kepada Allah dan tidak boleh menyamakan cinta kita kepada Allah dengan cinta kita kepada makhluk. Menyamakan cintanya kepada Allah dan cintanya kepada makhluk saja tidak boleh dan akan menjadikan kehidupan kita goyah. Apa lagi kita lebih mencintai makhluk daripada Allah, maka sudah bisa di pastikan akan hancur kehidupannya.

(wildan)

Kitab Riyadus Shalihin

Bab Sabar
Ust. Shofar Mawardi

Adanya penyakit dan permasalahan lainnya yang menimpa manusia adalah cara Allah menguji hamba-hambanya, adakah mereka sabar atau berkeluh kesah karenanya. Termasuk hal yang berkaitan dengan kondisi saat ini yang tengah diwaspadai dan ditakuti oleh manusia di seluruh dunia yaitu virus corona.

Satu hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam bukhari dan Imam Muslim.   Dari ‘Atha’ bin Abu Rabah, katanya: “Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengatakan padaku: “Apakah engkau suka saya tunjukkan seorang wanita yang tergolong ahli syurga?” Saya berkata: “Baiklah.” Ia berkata lagi: “Wanita hitam itu pernah datang kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam lalu berkata: “(Ya Rasulallah) sesungguhnya saya ini terkena penyakit ayan dan sebab itu tersingkap aurat tubuhku. Oleh karenanya (Ya Rasul) haraplah Tuan mendoakan untuk saya kepada Allah (agar saya sembuh).” Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Jikalau engkau mau bersabarlah maka bagimu syurga, tetapi jikalau engkau mau maka saya akan mendoakan untukmu kepada Allah Ta’ala agar penyakitmu itu disembuhkan olehNya.” Wanita itu lalu berkata: “Saya akan bersabar,” lalu katanya pula: “Sesungguhnya karena penyakit itu, tersingkap aurat saya. Sudilah Tuan mendoakan untuk saya kepada Allah agar tidak sampai tersingkap aurat saya ketika itu.” Nabi shalallahu alaihi wasalam lalu mendoakan untuknya -sebagaimana yang dikehendakinya itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari hadis tersebut bisa diambil hikmah kalau seseorang sedang tertimpa penyakit, ada dua pilihan baginya:

yang pertama yaitu dengan berikhtiar dengan cara berobat agar Allah sembuhkan penyakitnya.

Yang kedua boleh dengan bersabar dan mengharap pahala dari Allah, dengan syarat ketika ia memilih untuk bersabar ia tidak ngresulo, tidak mengeluh karena sakit yang dirasakannya tersebut. Sebaliknya jikalau tidak sabar dan uring-uringan (berkeluh kesah) serta mengeluarkan kata-kata yang tidak baik, maka bukan pahala yang didapatkan, tetapi makin menambah besarnya dosa.

Setiap musibah atau apapun itu adalah cara lain Allah menggugurkan dosa dosa kita, dalam hadis yang lain Rasulullah menyampaikan

Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu ‘anhuma dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: “Tidak suatupun yang mengenai seorang muslim -sebagai musibah- baik dari kelelahan, tidak pula sesuatu yang mengenainya yang berupa kesakitan, juga kesedihan yang akan datang ataupun yang lampau, tidak pula yang berupa hal yang menyakiti -yakni sesuatu yang tidak mencocoki kehendak hatinya, ataupun kesedihan -segala macam dan segala waktunya, sampai pun sebuah duri yang masuk dalam anggota tubuhnya, melainkan Allah menutupi kesalahan-kesalahannya dengan sebab apa-apa yang mengenainya -yakni sesuai dengan musibah yang diperolehnya- itu.” (Muttafaq ‘alaih)

Selain menjadi wasilah diampuninya dosa-dosa, sabar juga bisa menjadi wasilah diangkatnya derajat seseorang. Dikalangan para nabi dan rosul ada yang dijuluki Nabi dan Rasul Ulul Azmi, mereka mendapatkan kemuliaan derat tersebut karena telah melewati ujian-ujian yang banyak dengan kesabaran yang sempurna.

Maka jika ada seseorang yang ingin mendapatkan derajat yang tinggi baik di dunia maupun akhirat tetapi enggan bersabar dengan menghadapi ujian-ujiannya maka sebenarnya orang tersebut tengah bermimpi. Karena tidak mungkin orang mendapat gelar sarjana tetapi tidak mengikuti ujian tingkat S1, ataupun mendapat gelar master tanpa mengikuti ujian S2 dan seterusnya.

Selain tidak boleh berkeluh kesah yang dilarang lainnya ketika ditimpa penyakit yang dirasa sangat berat atau musibah yang tidak berkesudahan (misalnya) adalah berdoa meminta segera dimatikan. karena itu adalah salah satu bentuk keputus asaan.

Ada doa yang diajarkan oleh rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam sebuah hadis

Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Janganlah seorang dari kalian mengharap-harapkan segera tibanya kematian dengan sebab sakit yang menimpanya. Tetapi jikalau ia terpaksa harus berbuat demikian maka hendaklah mengatakan: “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupanku merupakan kebaikan untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu merupakan kebaikan untukku.” (Muttafaq ‘alaih).

Salah satu cara agar kita mampu bersabar saat ditimpa musibah adalah membandingkan dengan mereka yang mendapat musibah lebih besar dari kita namun mereka tetap bersabar.

Khabbab bin Arat adalah seorang tukang pandai besi, ketika memutuskan masuk islam segera ia ditangkap oleh para pembesar kafir quraisy kemudian menyiksanya dengan cara mengikatnya didekat tungku pembakaran kemudian mereka kafir quraisy memanaskan besi hingga membara lalu ditempelkannya besi itu ke tubuhnya yang tak berbaju.

Mengalami ujian sedemikian itu Khabbab mengadu kepada nabi yang ketika itu sedang berada di bawah naungan ka’bah.

Dari Abu Abdullah, yaitu Khabbab bin Aratti radhiyallahu anhu, katanya: “Kita mengadu kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan beliau ketika itu meletakkan pakaian burdahnya di bawah kepalanya sebagai bantal dan berada di naungan Ka’bah, kita berkata: Mengapa Tuan tidak memohonkan pertolongan -kepada Allah- untuk kita, sehingga kita menang? Mengapa Tuan tidak berdoa sedemikian itu untuk kita?” Beliau lalu bersabda: “Pernah terjadi terhadap orang-orang sebelummu -yakni zaman Nabi-nabi yang lalu, yaitu ada seorang yang diambil- oleh musuhnya, karena ia beriman, kemudian digalikanlah tanah untuknya dan ia diletakkan di dalam tanah tadi, selanjutnya didatangkanlah sebuah gergaji dan ini diletakkan di atas kepalanya, seterusnya kepalanya itu dibelah menjadi dua. Selain itu iapun disisir dengan sisir yang terbuat dari besi yang dikenakan di bawah daging dan tulangnya, semua siksaan itu tidak memalingkan ia dari agamanya -yakni ia tetap beriman kepada Allah. Demi Allah sesungguhnya Allah sungguh akan menyempurnakan perkara ini -yakni Agama Islam, sehingga seorang yang berkendaraan yang berjalan dari Shan’a ke Hadhramaut tidak ada yang ditakuti melainkan Allah atau karena takut pada serigala atas kambingnya -sebab takut sedemikian ini lumrah saja. Tetapi engkau semua itu hendak bercepat-cepat -ingin kemenangan- saja.” (Riwayat Bukhari)

Ada masa dimana sabar adalah menjadi satu-satunya solusi dalam menghadapi ujian-ujian berat, salah satunya masa awal dakwah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabatnya ketika itu, maka rasul menghibur mereka dengan menceritakan betapa orang-orang terdahulu juga mengalami ujian yang berat, bahkan lebih berat. Namun mereka tetap sabar menghadapinya.

Tetapi selain itu, rasulullah juga memberikan motivasi dan optimisme bahwa Allah pasti menyempurnakan perkara ini.  

pict from : printerest.com

(teguh/wildan)