Asma Allah Ar – Rabb

Catatan Kajian Dzuhur Spesial,

Senin, 10 Februari 2020


Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.

Ar-Rabb adalah Dzat yang memiliki rububiyah atas semua makhluknya, mulai perancangan, penciptaan, pengurusan, pengaturan. Semua itu ada dalam genggaman Allah.

Ar-Rabb adalah Allah, sang pencipta segalanya. Tidak ada suatu apapun di alam semesta ini kecuali ciptaan Allah. Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada Allah. Setiap waktu Dia (Allah) dalam kesibukan. (Q.S. Ar-Rahman : 29). Allah yang menciptakan, mematikan, menghidupkan, memberi makan, mengangkat, menurunkan, menakdirkan sakit, menyembuhkan, dan semua yang ada di jagat ini dalam kekuasaan Rabb semesta alam.

Ketika mendengar virus corona, maka jangan sering teringat dengan virusnya. Namun ingatlah Allah pencipta segalanya. Tidak ada yang bisa memilih akan menjadi apa saat Allah sedang mencipta. Semua adalah kehendak Allah, Dzat yang Maha Berkuasa. Menambahkan rasa mahabbah kita pada Allah dengan setiap melihat ciptaan, hati mengingat sang pencipta yaitu Allah.

Virus tidak akan membawa mudharat ketika Allah tidak mengkhendaki kemudharatan di dalamnya. Virus tidak akan menyebabkan kematian saat Allah tidak mengkehendaki kematian di dalamnya. Semua yang ada adalah kehendak Allah. Mudah bagi Allah untuk membuat apapun dan mudah merubah keadaan apapun.

Jangan pernah merasa paling hebat, merasa paling mampu, merasa paling keren, merasa yang lebih baik dari semuanya. Sebab Allah yang menciptakan segala sesuatu. Sudah sepantasnya ciptaan selalu mengingat Sang Pencipta. Karna kehebatan apapun bersumber pada Dzat yang Maha Hebat yaitu Allah. Mata melihat ciptaan, hati mengingat pencipta.

Ingat selalu saat kesombongan terlintas dalam hati :

  1. Allah yang menciptakan segalanya
  2. Allah yang memberikan kebaikan dan mencabut kebaikan
  3. Allah yang memudahkan dan mencabut kemudahan
  4. Allah yang menutupi aib dan membuka aib (keburukan)

Setiap masalah yang hadir bukan untuk menjauh dari Allah, dan bukan untuk menyulitkan kehidupan. Namun setiap masalah yang hadir, bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah. Sejatinya kehidupan adalah sebuah perpindahan dari satu masalah kepada masalah yang lainnya. Sudah sepantasnya manusia mendekatkan diri pada Allah, dan memohon kebaikan serta kemudahan terhadap setiap masalah yang di hadapi.

Humas DT Jakarta