Mengajarkan Anak Self Love dalam Islam

Self love dalam Islam

Self-love, sebuah istilah yang sedang hangat dibicarakan di kalangan anak muda, termasuk putra-putri kita, adalah konsep rasa mencintai dan menerima diri sendiri tanpa syarat, dari jiwa yang paling dalam, tulus dan tanpa pamrih.

Namun terkadang beberapa tindakan self-love kadang bias dengan sifat-sifat tercela seperti terlalu membanggakan diri sendiri (ujub), ataupun muncul sifat egois dan arogan.

Perlu kita ketahui bahwa self-love disini berbeda dengan narsisisme yang lebih cenderung mencintai diri sendiri dengan cara yang sangat berlebihan sehingga cenderung egois dan menganggap dirinyalah yang paling benar. Sedangkan self love disini lebih dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana kita mampu menghargai diri sendiri, mampu memahami dan juga berteman dengan diri sendiri sehingga dapat menjadi individu yang lebih baik lagi untuk diri sendiri maupun orang lain.

Sesungguhnya dalam Islam mengajarkan self-love sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT.

Hal senada diungkapkan oleh Hazhira Qudsyi S.Psi., MA, seorang dosen psikologi UII, bahwa self-love adalah konsep menjaga kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Mencintai diri sendiri juga merupakan bentuk cinta kepada Allah SWT.

Hazhira juga mengingatkan untuk selalu berterimakasih kepada Allah dan diri sendiri atas apa yang telah dilakukan hari ini. Karena setiap bagian badan kita merupakan nikmat dari Allah. “Kalimat yang sering dilupakan anak-anak sekarang adalah berterimakasih kepada setiap bagian badan kita yang telah melakukan banyak hal,” terang Hazhira.

Menurut pandangan Islam sudah dijelaskan tentang konsep mencintai diri sendiri, sebagaimana sabda Rasulullah Saw. “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.” Hadist tersebut sangat relevan dengan konsep self love. Hazhira juga menambahkan bahwa konsep self love bukan sekedar budaya barat, namun Islam juga membahas hal tersebut.

Konsep self-love juga harus dilihat dari berbagai sisi, tidak pantas kita selalu membenarkan diri sendiri padahal salah. Maka dari itu, diperlukan ilmu agama agar tidak salah kaprah.

Dalam kelas yang diadakan oleh DTEO, konsep self-love sedikit demi sedikit ditanamkan kepada anak-anak. Mulai dari memahamkan bahwa kita bisa mengikuti kelas karena karunia Allah, dengan organ tubuh yang lengkap yang dianugerahkan Allah, dan bersyukur atas ayah bunda yang memfasilitasi dan mendampingi.

Ajarkan konsep self-love dalam Islam kepada putra-putri ayah bunda, semoga menambah ketaatan seluruh keluarga kepada Allah SWT.

Leave a Comment

Your email address will not be published.