Asma Allah Ar – Rabb

Catatan Kajian Dzuhur Spesial,

Senin, 10 Februari 2020


Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.

Ar-Rabb adalah Dzat yang memiliki rububiyah atas semua makhluknya, mulai perancangan, penciptaan, pengurusan, pengaturan. Semua itu ada dalam genggaman Allah.

Ar-Rabb adalah Allah, sang pencipta segalanya. Tidak ada suatu apapun di alam semesta ini kecuali ciptaan Allah. Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada Allah. Setiap waktu Dia (Allah) dalam kesibukan. (Q.S. Ar-Rahman : 29). Allah yang menciptakan, mematikan, menghidupkan, memberi makan, mengangkat, menurunkan, menakdirkan sakit, menyembuhkan, dan semua yang ada di jagat ini dalam kekuasaan Rabb semesta alam.

Ketika mendengar virus corona, maka jangan sering teringat dengan virusnya. Namun ingatlah Allah pencipta segalanya. Tidak ada yang bisa memilih akan menjadi apa saat Allah sedang mencipta. Semua adalah kehendak Allah, Dzat yang Maha Berkuasa. Menambahkan rasa mahabbah kita pada Allah dengan setiap melihat ciptaan, hati mengingat sang pencipta yaitu Allah.

Virus tidak akan membawa mudharat ketika Allah tidak mengkhendaki kemudharatan di dalamnya. Virus tidak akan menyebabkan kematian saat Allah tidak mengkehendaki kematian di dalamnya. Semua yang ada adalah kehendak Allah. Mudah bagi Allah untuk membuat apapun dan mudah merubah keadaan apapun.

Jangan pernah merasa paling hebat, merasa paling mampu, merasa paling keren, merasa yang lebih baik dari semuanya. Sebab Allah yang menciptakan segala sesuatu. Sudah sepantasnya ciptaan selalu mengingat Sang Pencipta. Karna kehebatan apapun bersumber pada Dzat yang Maha Hebat yaitu Allah. Mata melihat ciptaan, hati mengingat pencipta.

Ingat selalu saat kesombongan terlintas dalam hati :

  1. Allah yang menciptakan segalanya
  2. Allah yang memberikan kebaikan dan mencabut kebaikan
  3. Allah yang memudahkan dan mencabut kemudahan
  4. Allah yang menutupi aib dan membuka aib (keburukan)

Setiap masalah yang hadir bukan untuk menjauh dari Allah, dan bukan untuk menyulitkan kehidupan. Namun setiap masalah yang hadir, bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah. Sejatinya kehidupan adalah sebuah perpindahan dari satu masalah kepada masalah yang lainnya. Sudah sepantasnya manusia mendekatkan diri pada Allah, dan memohon kebaikan serta kemudahan terhadap setiap masalah yang di hadapi.

Humas DT Jakarta

Guru-guru Hebat di Balik Al Fatih

Pendidikan merupakan pilar utama sebuah generasi. Itu bukan teori, melainkan sebuah kaidah penting yang sayangnya seringkali kita lupakan. Kita seringkali membaca kisah seorang tokoh hanya dari sisi individunya dan dramatisasinya, lupa bahwa di balik setiap tokoh besar pasti ada guru-guru yang hebat.

Termasuk bagi figur sekaliber Muhammad Al Fatih, siapakah orang-orang hebat di balik pendidikan beliau?

Dalam budaya Utsmaniyah, para sultan mengatur kurikulum pendidikan bagi anak-anak mereka ketika sudah berusia 5 tahun, yang mereka namakan dengan Sehzade. Di fase itu, para sultan memilihkan guru-guru hebat dari seantero negeri untuk datang mendidik anak-anak mereka tentang berbagai disiplin ilmu.

Ketika sang anak sudah baligh, ia akan mendapatkan kesempatan untuk memilih sendiri guru yang cocok dengan passionnya. Bidang apapun yang menunjang karakter kepemimpinan akan di-approve oleh sang ayah. Begitulah mengapa para sultan Utsmaniyah punya catatan emas terkenal dengan kecerdasan di atas rata-rata, seperti Al Fatih dan Sultan Abdul Hamid II.

Budaya ini terus berlangsung, namun paling kentara di masa-masa awal pembangunan Kesultanan Utsmaniyah yang puncaknya ada di era Sultan Muhammad Al Fatih. Beliau belajar dari 4 grandmaster utama sejak masa kecilnya. Beliau-beliau adalah:

Syaikh Ibnu Tamjid, guru ini terkenal dengan kehebatannya dalam syair-syair berbahasa Arab dan Persia. Dari beliau, Muhammad Al Fatih mempelajari bahasa mulai dari dasar-dasarnya sampai ke sastranya. Sebab ilmu bahasa nyatanya adalah ilmu kepemimpinan.

Lalu Mullah Sirajuddin Halbi (Molla Siraceddin Halebi) guru yang satu ini memang memiliki tempat istimewa di hati ayah Muhammad Al Fatih. Kemudian Mullah Ayyas, Mullah Gürani. Di masa ketika Muhammad Al Fatih sudah menjadi sultan, beliau tetap belajar dan tercatat beliau berguru pada 11 grandmaster dari berbagai bidang.

Di antara guru-guru hebat tersebut, yang paling masyhur adalah Syaikh Aaq Syamsuddin (Akshamsaddin) beliau disebut-sebut para pakar sejarah sebagai pembebas “maknawi” Konstantinopel sebagaimana Muhammad Al Fatih adalah pembebas “fisik”-nya.
.
Selain ketenarannya dalam ilmu agama yang mumpuni, Syaikh Aaq Syamsuddin populer di bidang kedokteran dan farmakologi. Elias John Wilkinson Gibb mencatat dalam karyanya ‘History of Ottoman Poetry’ bahwa Aaq Syamsuddin mempelajari hal itu dari Haji Bayram Wali selama bertahun-tahun bersamanya. Di saat yang sama, beliau juga berpengetahuan luas dalam perawatan gangguan psikologis dan spiritual.
.
Dari guru-guru tersebut, Muhammad Al Fatih belajar ilmu matematika, engineering, tafsir, hadits, fiqh, ilmu Kalam, sejarah, Bahasa Arab, bahasa Persia, Mesir, Latin, Yunani dengan langsung belajar pada penutur asli yang didatangkan dari sudut-sudut wilayah Kesultanan Utsmaniyah. Beliau juga fokus pada ilmu sastra, yang mana terkenal pula Muhammad Al Fatih dengan kasidah syair-syairnya.
.
Referensi :
1. Qisshatu Muhammad Al Fatih, Dr Raghib Sirjani
2. Emir Hüseyin Enîsî: Menâkıb-ı Akşemseddin
3. www.turkpress.co

Tulisan disadur dari https://www.instagram.com/p/B_Q-IIcHmYU/?igshid=p7j4chrqri4c dengan seijin penulis.

Repost from Wisata Hikmah DT Jakarta

Kunci Menghadapi Persoalan Hidup

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Segala puji hanya milik Allah, Dzat yang menurunkan ketenangan dan ketenteraman kepada hati orang mukmin. Shalawat juga salam tersampaikan pada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam.

Sahabat, manakah yang paling berbahaya ? Ujian kepahitan atau ujian kesenangan ?

Allah berfirman dalam Al Quran surat Al-Anbiya ayat 35 :

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Yang paling berbahaya adalah segala urusan yang membuat kita lalai dari mengingat Allah. Sering kali ujian wabah virus dianggap berbahaya bagi kehidupan kita. Padahal yang berbahaya adalah ujian kelapangan. Karena ketika lapang akan sering lupa dan lalai untuk mengingat Allah. Apabila dalam kesulitan akan mudah mengingat Allah. Dari semua ujian kesenangan atau kesulitan, yang Allah inginkan adalah kita menjadi dekat kepada Allah.

Wabah yang Allah hadirkan ini adalah karunia bagi kita semua. Karena dengan hadirnya wabah ini menjadikan kita lebih serius memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah daripada sebelumnya, dan semakin menjadikan kita dekat pada Allah.

Banyaknya dari kita menganggap bahwa ujian virus ini amat berat dan menjadikan kesulitan dalam hidup. Sebetulnya ujian yang paling berat adalah kelapangan dalam kehidupan, seperti kelapangan rezeki, kemudahan beraktivitas dan juga keleluasaan lainnya dalam hidup. Sebab hal itu akan membuat kita sulit mengingat Allah dan lalai untuk mendekatkan diri pada Allah. Sholat di akhirkan, membaca Al Quran di sisa waktu, ikut kajian jika sempat dan semua kelalaian akan mudah saat kita lapang.

Sekarang ini kita oleh Allah disempitkan berada di rumah bersama keluarga, bisa tilawah Quran bersama, sholat bersama, mencari ilmu bersama yang sebelumnya memang sulit untuk kita dapatkan kebersamaan itu.

Jadi, ujian wabah ini kita syukuri atau kita sabari ?

Apabila seseorang mengikuti ujian, maka ada yang lulus dan ada pula yang tidak lulus. Yang lulus dari ujian adalah orang yang benar dalam bersikap. Dan orang yang tidak lulus bukan karena soalnya yang salah. Namun yang salah adalah jawabannya sehingga menyebabkan dia tidak lulus.

Jawaban yang Allah inginkan dari setiap ujian yang hadir di tengah kita adalah syukur dan sabar. Rasulullah bersabda yang artinya,“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Syukur dan Sabar

Jadi yang harus kita waspadai pada diri kita adalah kurangnya syukur dan kurangnya sabar. Pandemi virus menjadi peringatan bagi kita untuk sabar dari ujian yang telah Allah tetapkan dan bersyukur atas kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita. Nikmat hidup, nikmat melihat, bernafas, mendengar, nikmat iman Islam, nikmat masih bisa berjumpa dengan Ramadhan dan nikmat-nikmat lainnya yang jarang kita syukuri.

Ukuran sabar melalui Pikiran, hati, lisan dan tubuhnya saat ditimpa musibah dan diberikan kesenangan. Apabila pikirannya mengingat Allah, hatinya memohon pada Allah, lisannya mengagungkan Allah dan tubuhnya mendekat kepada Allah saat senang ataupun sulit, maka itu tergolong kepada orang yang sabar.

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“…(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,’Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (sungguh segala sesuatu hanya milik Allah dan sungguh semua akan kembali kepada-Nya).” (Al-Baqarah ayat 156)

Orang yang sabar adalah orang yang tidak bisa berpaling pikirannya, hatinya, tubuhnya dari Allah Ta’ala. Ketika sudah sabar dengan hatinya, pikiran, lisan dan tubuhnya kepada Allah maka Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan) kepada kehidupannya. Lalu Allah berikan petunjuk dalam setiap ujian yang ada di kehidupannya. Yakinlah setiap ujian pasti ada akhirnya dan yakin pula bahwa setiap ujian yang Allah hadirkan pasti itu adalah kebaikan bagi kita. Serta lakukan rumus 5 AT :

  1. TekAT yang kuat dan bulat untuk selalu dekat dengan Allah.
    Sebab Allah mengetahui tekad seseorang. Tidak ada yang bisa dekat dengan Allah kecuali dengan bersungguh-sungguh.
  2. Perbanyak tobAT.
    Karena bala menimpa kita karena maksiat dan dosa yang kita perbuat, serta bala diangkat karena tobat.
  3. Jauhi maksiAT.
    Hindari semaksimal mungkin kemaksiatan. Mata hindari dari melihat yang bukan haknya, telinga menghindar dari omongan yang tidak perlu, dan mulut juga mengurangi bicara dari yang tidak bermanfaat.
  4. Tingkatkan taAT.
    Perbanyak sujud, karena sujud adalah jarak terdekat kita dengan Allah. Orang yang dekat dengan Allah, maka dia akan banyak bersujud kepada-Nya.
  5. Tebar manfaAT.
    Allah senang dengan hambanya yang menolong kepada sesama. Terlebih pada bulan yang penuh berkah ini, maka Allah akan memudahkan orang yang memberikan kemudahan kepada sesama makhluk Allah.

Semoga ini bisa menjadi bekal untuk kita bersyukur mengingat Allah dalam keadaan senang, dan sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan Allah. Semua ini adalah ikhtiar bagi kita untuk mendekatkan diri pada Allah Yang Maha Pengasih dan Dzat Yang Maha Memberi Pertolongan.

Mengenal Suku Barbar Lebih Dalam

“Barbar”, apa yang terlintas di benak Sahabat saat mendengar kata tersebut? Primitif, belum mengenal peradaban, kekerasan? Hmm… Stereotipe semacam itu hampir secara permanen telah menutupi realitas sebenarnya yang berada di balik nama Barbar.

Mungkin kita tidak pernah tahu bahwa Tariq bin Ziyad, salah satu prajurit paling legendaris dalam sejarah Islam adalah seorang Barbar. Dia yang memimpin pasukan Islam saat menaklukkan Andalusia (Spanyol) pada tahun 711 Masehi dan namanya hingga kini diabadikan sebagai nama sebuah selat yang memisahkan Afrika Utara dengan Eropa, Giblartar (Jabal Thariq).

Ilustrasi Thariq bin Ziyad, Suku Barbar yang menaklukkan Andalusia

Mungkin kita juga tidak pernah tahu bahwa Ibnu Batutah, seorang pengembara muslim terkemuka yang dicatat oleh sejarah sebagai pengembara terbesar pra-modern, adalah orang Barbar tulen. Bahkan, Zinadine Zidane, salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa, adalah orang Barbar yang berimigrasi ke Prancis.

Ciri Fisik Suku Barbar

Secara umum, para ilmuwan mendefinisikan “Barbar” sebagai penduduk asli yang mendiami wilayah Afrika Utara di sebelah barat lembah sungai Nil. Mereka tersebar dari pantai Atlantik di barat sampai oase Siwa (Mesir) di timur, serta dari pantai Mediterania di utara sampai sungai Niger di selatan.

Di masa sekarang, mayoritas orang Barbar adalah penduduk Maroko, Aljazair, Libya, dan Tunisia. Sebagian kecil ada yang menjadi penduduk Mesir, Mali, Mauritania, Burkina Faso, dan Nigeria.

Sejarah mencatat terdapat beberapa sebutan lain untuk Barbar. Orang Mesir menyebut mereka Meshwesh. Orang Yunani kuno menyebut mereka Libyans. Orang Romawi menyebut mereka Numidians dan Mauri. Orang Eropa abad Pertengahan menyebut mereka Moors.

Persebaran Suku Barbar di Benua Afrika

Barbar termasuk dalam rumpun Kaukasoid. Secara fisik, orang Barbar menyerupai sub-ras Mediterania atau Kaukasoid-Eropa Selatan. Namun, berbeda dengan orang kulit putih Eropa Selatan, orang Barbar memiliki tubuh lebih tinggi serta rambut, jenggot dan alis yang lebih pirang.

Ibnu Khaldun menggambarkan karakter orang Barbar sebagai manusia pemberani, kuat, hebat, dan memiliki solidaritas tinggi. Ibnu Khaldun menambahkan bahwa orang Barbar benar-benar manusia sejati, atau noble man yang sederajat dengan orang Arab, Persia, Yunani, dan Romawi. Jadi selama ini kita salah, ya?

Merekalah Saudara Muslim Kita

Sebelum mengenal Islam, suku Barbar berturut-turut memeluk agama Pagan kuno, Politheisme Yunani dan Romawi, serta Yahudi dan Nasrani. Saat ini, mayoritas orang Barbar beragama Islam Sunni.

Perubahan besar dimulai sejak abad ke-7 masehi, yaitu sejak kedatangan Agama Islam yang dibawa oleh orang Arab. Terjadilah proses Islamisasi dan Arabisasi di bawah kekuasaan Dinasti Bani Umayyah, sekitar tahun 670M.

Waktu terus berlalu, begitupun peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Suku Barbar. Diskriminasi rasial dan menjadi bangsa marjinal memang pernah mereka terima seiring waktu, namun pemerintahan yang bijak dan peran positif yang ditunjullan Suku Barbar dalam kancah dunia menunjukkan bahwa sejatinya Suku Barbar hidup berbeda dari stereotipe yang melekat padanya. Mereka adalah orang-orang terhormat yang menghargai budaya.

Suku Barbar di kota Merzouga, Maroko

Salah satu Suku Barbar yang termasuk dalam itinerary paket Wisata Hikmah destinasi Maroko-Spanyol adalah mereka yang bermukim di kota Merzouga, Marrakech, Maroko.

Rombongan Wisata Hikmah di Rumah Suku Barbar, Maroko

Marrakesh, adalah merupakan kota terbesar ketiga di Maroko. Kota ini juga disebut sebagai mutiara dari selatan, dimana terdapat jejak-jejak peradaban Islam yang sangat maju, yang dibangun oleh Muslim Suku Barbar. Dari suku ini pula lahir beberapa nama yang berhasil mencetak sejarah perjuangan Islam pertama di Eropa, serta dibidang ilmu pengetahuan.

Disini, rombongan wisatawan akan diajak menyambangi pemukiman Suku Barbar yang masih asli terawat dari jaman dahulu, sebuah pemukiman berundak-undak dengan jajaran rumah-rumah kotak berwarna coklat. Oh ya, agar maksimal, sebelumnya para wisatawan didandani dengan penutup kepala khas suku Barbar. Otentik sekali, bukan?

Yuk, rencanakan perjalanan silaturahim dan eksplorasi pemukiman Suku Barbar bersama Wisata Hikmah 😊

Repost : Wisata Hikmah

E-Bulletin InfoDT Edisi 77

Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh

Puji serta syukur hanya milik Allah Yang Maha Menguasai langit dan bumi. Tidak ada pergerakan di alam semesta ini kecuali dalam pengawasanNya. Sholawat beriring salam juga tak lupa kita hantarkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wasallam.

Apa kabar sahabat-sahabat DT yang baik hatinya?

Insyaallah kita selalu dalam keadaan sehat dan dalam perlindungan Allah dari segala keburukan. Aamiin…

Situasi dan kondisi yang sedang terjadi di bumi Allah sekarang ini, kami menggantikan bulletin (Info DT) yang biasa kami cetak dengan versi electronic bulletin (e-bulletin). Dengan begitu, kami tidak luput untuk memberikan informasi-informasi seputar Daarut Tauhiid Jakarta pada pandemi wabah virus seperti ini.

Semoga e-bulletin ini bisa bermanfaat untuk sahabat dan menjadi teman baca saat di rumah saja.

Untuk membaca lebih lengkap atau mendownload, sahabat bisa klik link di bawah ini :

Hindari Virus dengan Imun

Dalam kondisi pandemi virus seperti ini kita diharuskan menjaga kDalam kondisi pandemi virus corona dan semakin bertambahnya kasus positif, kita diharuskan menjaga kesehatan diri karena Covid-19 ini sangat rentan bagi orang-orang dengan imun (daya tahan tubuh) rendah. Berikut ada beberapa tips bagaimana menjaga imun:

Perbanyak Makan Buah dan Sayur

Untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, kita disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang banyak mengonsumsi kedua jenis makanan tersebut, cenderung tidak mudah sakit. Hal ini disebabkan karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur dan buah mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Istirahat yang Cukup

Kurangnya waktu istirahat dapat menurunkan imunitas tubuh kita. Maka penting sekali untuk memperhatikan waktu dan pola istirahat. Salah satu badan PBB yaitu WHO (World Health Organization) atau organisasi kesehatan dunia menyebutkan bahwa waktu minimum untuk istirahat adalah enam jam per hari.

Hindari Stres

Stres yang tidak terkendali bisa meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh. Dalam jangka panjang, peningkatan hormon ini dapat mengakibatkan penurunan fungsi kekebalan tubuh. Perlu bagi kita mengelola pikiran dengan baik untuk menghindari stres. Kurangi pikiran yang negatif dan perbanyak berpikir positif pada situasi dan kondisi yang ada. Ini semua untuk menghindari stres pada diri kita.

Rutin Berolahraga

WHO menyarankan agar kita berolahraga tidak kurang dari tiga puluh menit per hari. Olahraga bisa kita lakukan dengan bersepeda, jogging, atau minimal dengan berjalan kaki. Hal ini sangat efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Mengonsumsi Suplemen (Multivitamin)

Suplemen atau multivitamin sangat membantu kita untuk mendorong agar imunitas tubuh meningkat. Multivitamin bisa kita dapatkan salah satunya dari hasil lebah yaitu madu. Madu mengandung banyak nutrisi yang baik bagi tubuh. Di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat, fruktosa dan juga glukosa. Rasa manis yang terkandung dalam madu berbeda dengan manis pada gula. Sebab madu memiliki aktivitas air yang rendah dan menyebabkan mikroorganisme (virus dan bakteri) tidak dapat berkembang di dalamnya.

Karbohidrat yang terkandung di dalam madu berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh kita dan mampu terserap cepat oleh sistem pencernaan tubuh. Madu sudah teruji secara ilmiah sebagai antibiotik yang baik bagi tubuh untuk membunuh bakteri, kuman dan virus penyebab penyakit.

Kini tidak perlu khawatir, bagi sahabat yang sulit menemukan tempat penjualan madu bisa langsung bertanya-tanya, memesan, dan juga membeli madu pada WARUNG DT (Daarut Tauhiid) Jakarta. Kita bisa membeli tanpa harus keluar rumah, dan selama bulan April ini, kini WARUNG DT mengadakan promo ‘Gratis Ongkos Kirim’ untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

Itulah beberapa cara untuk kita meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah diserang virus dan bakteri penyebab penyakit. Semoga dengan ikhtiar rutin menjaga daya tahan tubuh, Allah melindungi dan menjaga kita semua dari segala penyakit serta segala keburukan di dunia hingga akhirat. Aamiin….

Informasi Pemesanan:

Tanya Warung 0896-5000-0001

Warung 0878-4000-1041

IG: WarungDT

Datangkan Pertolongan Allah dengan Doa

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Maha Menyaksikan, Maha Tahu segala isi hati kita, Maha Mengatur segalanya dengan sempurna dan tidak ada satu pun yang ada di alam semesta ini kecuali takluk atas pengaturan Allah ta’ala, serta apa pun yang Allah tidak inginkan maka tidak akan pernah terjadi. Oleh sebab itu kita harus benar-benar meyakini bahwa segala sesuatu akan menjadi baik ketika Allah yang mengurusnya.

Rasulullah berpesan kepada putrinya Fatimah dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu :

Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan’

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya.” (HR. Ibnu As Sunni) Doa ini akan lebih baik jika sering kita ulang-ulang agar permasalahan yang ada dalam hidup kita seperti masalah perekonomian, pendidikan, kesehatan, bisnis, hutang, pekerjaan, dan semua masalah yang sedang kita hadapi kita serahkan pada Allah, maka sudah pasti akan terasa mudah serta tuntas. Doa ini adalah doa tauhid yang sangat penting untuk kita pahami karena dalam doa ini meyakini bahwa urusan kita sepenuhnya ada dalam genggaman Allah dan urusan kita akan menjadi baik jika Allah yang menolong.

Kita juga dianjurkan untuk memperbanyak doa Nabi Yunus :

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” (Q.S. Al Anbiya : 87)

Dari doa Nabi Yunus ini terdapat tiga unsur, yaitu Tauhid (mengesakan Allah), prasangka baik pada Allah, dan pengakuan atas dosa dan kesalahan kita.

Kedua doa ini akan mengantarkan kita kepada keselamatan dunia dan akhirat, apabila kita sering berdoa dengan keyakinan penuh kepada Allah swt. Terlebih lagi dalam kondisi dan situasi seperti pandemi wabah virus sekarang ini.

Doa pertama (pesan Rasul pada Fatimah) mengajak kita yakin bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui, Maha Menyaksikan, Maha Teliti dengan apa yang kita pikirkan dan ‘Al Qoyyum’ yaitu Allah Yang Maha Menguasai segalanya. Jika kita menginginkan sesuatu, maka itu ada dalam kekuasaan Allah. Dan jika kita takut pada sesuatu, maka yang kita takuti ada dalam genggaman Allah. Apabila Allah ingin mudahkan, maka akan mudah dan jika tidak Allah mudahkan, maka tidak akan pernah berhasil.

Begitu juga dengan doa kedua (Doa Nabi Yunus) yang diawali dengan ketauhidan pada Allah: ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau (Allah)’ yaitu tidak ada Illah yang patut disembah dan diibadahi, semua lahir dan batin hanya untuk Allah semata. Dilanjutkan dengan prasangka baik pada Allah bahwa Allah Yang Maha Suci, Maha Sempurna, dan kekurangan hanya milik Ciptaan Allah serta semua yang Allah kehendaki pasti baik dan sempurna. Kemudian ditutup dengan memohon ampun atas dosa dan maksiat yang sudah kita lakukan. Kitalah yang hina penuh dengan dosa dan kita pula yang mendzholimi diri kita. Hanya pada Allah kita memohon ampun dan hanya pada Allah kita kembali. Semakin mengakui kesalahan pada Allah dan bersimbah air mata penuh dengan permohonan ampun, maka pertolongan Allah akan hadir di tengah kita.

Besar harapan dengan keadaan seperti ini untuk memohon pertolongan pada Allah pada waktu mustajab, terlebih dalam sepertiga malam kita untuk membaca doa-doa ini dengan penuh keyakinan pada Allah. Dua doa inilah Insyaallah dengan izin Allah apabila kita berdoa dengan kesungguhan hati, maka akan datang pertolongan Allah kepada kita semua. Aamiin.. Yaa Rabbal ‘alamin..

Jihad Kita di Tengah Wabah Virus Corona

Dengan semakin merebaknya wabah virus corona (Covid-19), Pembina Pesantren Daarut Tauhiid KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) mengajak kepada masyarakat agar mengukuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.14 tahun 2020 Poin 3.A: untuk melakukan tindakan preventif (menutup peluang peyebaran wabah Covid-19). Salah satunya adalah tidak beribadah sholat lima waktu dan sholat Jum’at ke masjid selama masa inkubasi ini.

“Mungkin situasi kali ini menjadi suasana sedih, karena ketika mendengar adzan kita belum bisa mendatangi masjid kembali. Karena memang kondisinya yang kurang baik.” ujar Aa Gym.

Beliau juga mengarahkan kepada pesantren-pesantren DT yang ada di Jakarta, Tangerang Selatan, Eco Pesantren dan Batam untuk sementara tidak menyelenggarakan sholat wajib juga sholat Jum’at yang dimulai pada 18 Maret 2020 lalu. Namun adzan sebagai panggilan sholat tetap dikumandangkan. Menurut Aa Gym, ini merupakan ikhtiar dari pencegahan agar tidak semakin meluasnya wabah penyakit virus corona yang 85% penyebarannya tidak memiliki gejala klinis.




Suasana Masjid Daarut Tauhiid Jakarta

“Bisa saja yang sehat tanpa ada gelaja sakit apapun membawa virus dalam tubuhnya dan menyebarkan virus kepada khalayak ramai. Bukan melarang sholat berjamaahnya. Namun larangannya adalah mendekati kerumunan yang membuat peluang terjadinya penyebaran virus,” lanjut beliau.

Selain Fatwa MUI, Penutupan masjid DT ini juga mengikuti Surat Rekomendasi Lajnah Syari’ah Daarut Tauhiid Nomor: 3/III/LS-DT/2020 M/144 H tentang rekomendasi penyelenggaraan ibadah (sholat berjamaah dan sholat jum’at dalam situasi terjadi wabah Covid-19).

Aa Gym juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap di rumah mengkarantina diri dan jika keluar rumah hanya dalam kondisi darurat serta selalu waspada dalam menjaga kebersihan badan juga lingkungan, “Inilah jihad kita, yaitu jika kita seorang dokter, perawat yang menjadi pelopor garis terdepan dalam mengobati penyakit virus coronanya. Dan jihad kita adalah sekuat tenaga mengkarantina diri. Karena dengan mengkarantina diri, kita bisa melindungi keluarga kita dan orang orang di sekitar kita,” tutupnya.

Memang sementara pintu masjid ditutup. Tapi yakinlah pintu Rahmat Allah senantiasa terbuka bagi siapapun, di manapun, dan kapanpun bagi yang yakin, beribadah dengan benar serta senantiasa berlindung dan mengharapkan pertolongan-Nya.

Semoga Allah segera mencabut musibah ini dari kita semua. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

(admin)

Sebait Do’a di Tengah Wabah Corona

Ya Rabbi…
Kami menginsyafi
Kami telah banyak menganiaya diri kami sendiri
Dengan dosa, maksiat dan lalainya hati dari mengingatMu, dari bertawakkal padaMu, dari khusyuk saat menghadapMu, dari Taubat memohon ampunanMu
Terlebih di bulan haram ini
Bulan Rajab, pintu gerbang Ramadhan yang diberkahi

Ya Rabbi…
Jika wabah corona ini adalah caraMu untuk menghukum kami
Maka sesungguhnya kami ini hanyalah hamba-hambaMu
Dan jika Engkau mengampuni kami
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana

Ya Rabbi…
Sungguh kami mengakui lemahnya diri ini
Dengan makhluk 3.000.000 kali lebih kecil dari biji wijen ini
Tiada daya kami
Tiada kuasa kami untuk berbuat taat, meninggalkan maksiat dan menghindari wabah ini
Melainkan datang dari pertolonganMu

Ya Rabbi…
Ramadhan sebentar lagi menghampiri
Kami rindu akan syahdu suasana itu
Di mana umat berlomba-lomba dalam kebaikan dan ketaatan padaMu
Mendirikan shalat, berpuasa, membayar zakat fitrah, dan umroh ke Baitullah
Memakmurkan masjid dan musholla dengan ibadah
Dengan tadarus dan tarawih berjamaah
Kedermawanan melimpah
Dalam ifthor jama’i, menyantuni yatim, infaq dan sedekah

Ya Rabbi…
Mudahkanlah kami menjalankan ibadah Ramadhan
Dengan kekusyukan tanpa rasa ketakutan

Karenanya ya Rabbi
Angkatlah wabah ini
Gantikan ketakutan kami menjadi ketundukan padaMu
Gantikan keangkuhan kami menjadi rasa hina di hadapanMu

TIPS TRAVELING DI KONDISI OUTBREAK CORONA

Di kondisi outbreak corona saat ini, langkah yang paling baik untuk dilakukan adalah berdiam diri di rumah (baik untuk belajar, bekerja, atau bahkan beribadah) agar dapat mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Namun, bagaimana sikap kita, jika terpaksa harus tetap bepergian ke luar negeri atau ke daerah domestik lainnya?

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan saat traveling di kondisi outbreak corona:

  1. Mencuci tangan dengan sabun dan air.
    Gunakan sesering mungkin saat sebelum dan sesudah makan, setelah menyentuh benda apapun. Siapkan hand sanitizer di pocket kamu ya.
  2. Jangan sentuh wajah.
    Jika tidak terlalu perlu, hindari sentuh wajah. Kenapa? Karena virus Covid-19 bisa masuk melalui mulut atau mata kamu.
  3. Stay away dari objek wisata yang terlalu ramai.
  4. Ketahui kondisi di destinasi yang akan dituju.
    Jika daerah tersebut sudah berada di ‘red area’ lebih baik hindari area tersebut.
  5. Batuk, flu, dan demam saat traveling? Segera ke dokter, ya!
  6. Jaga pola makan yang sehat.
    Mau coba traditional food? Boleh, pilih yang sehat dan jangan lupa minum vitamin, ya!
Bisa dilihat juga di sini

Semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita di manapun ya.

Nanti, kita jalan-jalan lagi ya bareng Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel 🙂

Kantor Wisata Hikmah DT Jakarta MQ Travel:
Jl. Cipaku 1 No. 18
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12170
http://wisatahikmah.id
Office: 021-7235255
0852-8910-2222
0812-1812-3311