Mengenang Jasa Ibu

Aa Gym Daarut Tauhiid Jakarta

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah SWT, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang tiada bertepi. Dialah Allah yang tiada tuhan selain-Nya, yang menganugerahi ibu yang penyayang kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Saudaraku, telah dibuka lamaran pekerjaan untuk, seseorang yang multitasking

Seseorang yang memiliki kemampuan berhitung dan mengajar. Seseorang yang memiliki pengetahuan medis, dan ilmu tentang merawat. Seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang baik, pun bisa bela diri. Seseorang yang memiliki keahlian dalam memasak,

Pekerjaan ini mengharuskan tidak boleh marah pada klien. Jam kerjanya selama 7×24 jam, 30 hari, 12 bulan, hari libur-pun tetap bekerja. Gajinya, tidak ada. Bahkan saat sakit-pun, tidak ada yang bisa menggantikan pekerjaannya.

Adakah seseorang bekerja seperti di atas? Sanggupkah Sahabat bekerja seperti di atas?

Ada… Dialah Ibumu…

Ibumu…ibumu…ibumu juga ayahmu

Kita tidak akan pernah tahu kapan terakhir kita akan menatapnya

Kenanglah ibu waktu kita berada di rahimnya

Berjalan sulit, tapi ia tetap bahagia

Ketika kita muncul di dunia, sakit tiada tandingannya

Tidak sedikit ibu yang wafat ketika melahirkan

Bersimbah darah, keringat, dan air mata

Tapi hilang semua derita saat kita kita hadir di dunia

Kenanglah waktu kita bayi, sering ibu tidak tidur agar kita bisa tidur nyenyak

Semakin hari kita semakin besar

Banyak belaian yang dibalas dengan hardikan

Betapa banyak anak yang durhaka kepada Ibu bapaknya

Yang matanya sinis dan kata mengiris

Kenanglah mereka ketika mereka sudah terbaring, badannya sudah dingin

Tidak ada lagi doanya

Tidak ada lagi gurauannya

Tidak ada lagi nasihatnya

Hanyalah nisan yang bisa kita raba

Hanya ada penyesalan ketika ada orang tua, kita menyiakan dan jarang mendoakan

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. (QS 19: 27)

Duhai yang mengetahui segalanya, ampuni segala kedzoliman kami kepada orang tua kami

Ampuni jika orang tua kami kecewa karena telah melahirkan kami

Bahagiakan sisa umurnya, sehatkan lahir batin

Cukupi rezeki yang halal dan barokah

Jadikan mereka orang yang Kau sayangi

Andaikan saatnya tiba, wafatkan mereka dengan husnul khatimah, lindungi dari su’ul khatimah

Ya Allah, golongkan kami sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, tahu balas budi

Kumpulkanlah keluarga kami di surgaMu, jangan ada salah satupun ahli neraka.

Saudaraku, berbuat baik kepada kedua orang tua adalah keutamaan dalam hidup ini. Ridha Ibu adalah Ridha Allah. Semoga sebagai seorang umat islam yang senantiasa beriman kepada Allah SWT, kita dapat selalu berbuat baik dan berbakti kepada orangtua. Amin

Bahaya Penyakit Dengki

ustadzah erika

Syarah Hadist Arbain #35

Kajian Muslimah
Masjid Daarut Tauhiid Jakarta
Sabtu, 19 Rabi’ul Awwal 1441H / 16 November 2019M
🧕 Ustadzah Erika Suryani Dewi Lc.

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً. الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ. التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ [رواه مسلم]

dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Janganlah kalian saling hasad, jangan bersikap najasy (memuji barang dagangan berlebihan atau menaikkan (tawaran) harganya padahal tidak bermaksud membelinya), jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, janganlah seseorang menjual di atas penjualan saudaranya. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim (lainnya). Tidak boleh mendzhalimi, tidak menelantarkannya, tidak merendahkannya. Ketakwaan itu di sini >> Nabi mengisyaratkan kepada dada beliau tiga kali. (Nabi bersabda): << Cukuplah seseorang melakukan keburukan jika ia merendahkan saudaranya muslim. Setiap muslim haram (sangat mulia) darah, harta, dan kehormatannya bagi muslim yang lain >> (H.R Muslim)

Dengki (ada iri) & benci = mirip
Iri = kita menginginkan nikmat yang sama dari saudara/I kita
Diantara Iri yang diperbolehkan ialah iri Ghibthah, iri kepada saudara kita yang rajin qiamulail, mudah bersedekah, dapat menghafal al-quran
Dengki/hikd = kita menginginkan nikmat saudara/I kita hilang atau berpindah kepada kita, dan ini lebih berbahaya
Dengki ini memakan amal soleh kita, memakan pahala tanpa disadari.

Point:
*Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim (lainnya). Tidak boleh mendzhalimi, tidak menelantarkannya, tidak merendahkannya.
Indahnya Islam mengatur bagaimana adab menjual beli, meminang dan dipinang, terkecuali kedua nya saling ridho dan saling berkomunikasi agar tidak zalim*

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

‎فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا ، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قَالَ « تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ ، فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ »

Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim?

Beliau menjawab, “Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR. Bukhari, no. 6952; Muslim, no. 2584)

Point:
Ketakwaan itu di sini >> Nabi mengisyaratkan kepada dada beliau tiga kali. (Nabi bersabda): << Cukuplah seseorang melakukan keburukan jika ia merendahkan saudaranya muslim. Setiap muslim haram (sangat mulia) darah, harta, dan kehormatannya bagi muslim yang lain >> (H.R Muslim)

Antara luar dan dalam itu harus sama outputnya, kalau tidak itu tergolong orang munafik. Seseorang muslim harus sama dan paten outputnya. Jika tergantung hati, semua ucapan, dan tindakan harus sama baik nya, kalau tidak itu tergolong munafik.

Cukup seseorang tersebut dikategorikan jahat, penjahat, oleh Allah jika dia menghina, mencela dan melecehkan saudara sesama muslim, darahnya haram (mulia) dan kehormatannya patut dijaga. Ini yang hilang pada zaman saat ini.

Tolak ukur takwa: amal perbuatan yang keluar dari lisan dan perilaku yang meninggalkan larangan dan melakukan perintah Allah agar diampuni dosa
Kita sebagai manusia, nilailah orang dari apa yang tampak saja.
Kemuliaan itu diukur dari taqwa, bukan gaji dan posisi.

Larangan hasad & dengki:
Definisi Hasad atau dengki adalah menginginkan nikmat yang dimiliki orang lain dan menghendaki nikmat tersebut berpindah kepada dirinya.Hukumnya: haram (tidak diperbolehkan-dosa)
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah hasad (dengki), karena hasad akan menghanguskan kebaikan-kebaikan sebagaimana api menghanguskan kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

Hikmah:
1. Merupakan bentuk ketidak ridhoan terhadap takdir, (mengeluh dengan keadaan sendiri). Hamba terbaik merupakan hamba yang ridho terhadap takdir dirinya dan orang lain
2. Hasad/Dengki membuat jiwa Lelah dan letih, mengundang kesedihan dalam hati
3. Perilaku hina karena memakan pahala secara cepat

Hadiah menumbuhkan cinta yang berarti akan mengusir kebencian, permusuhan, dan kedengkian di dalam hati.

‎تَهَادُوْا، فَإِنَّ الْهَدِيَّةَ تَُذْهِبُ بِالسَّخِيمَةِ

“Saling menghadiahilah kalian karena sesungguhnya hadiah itu akan mencabut/menghilangkan kedengkian.” (HR. Ibnu Mandah)

Point:
*Larangan bersikap najasy (memuji barang dagangan berlebihan atau menaikkan (tawaran) harganya padahal tidak bermaksud membelinya), sama dengan pemakan riba hukumnya haram dan jual-beli yang mengandung unsur ini dianggap batal akadnya dan hilang barokah.*

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Artinya : Barangsiapa mencurangi kami maka bukan dari golongan kami” [Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Iman no 101]

Larangan & Haramnya saling membenci kepada sesama muslim:
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat: 9-10).

Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah aku tunjukkan kepada kalian tentang shadaqah yang dicintai oleh Allah dan RasulNya?. Yaitu engkau mendamaikan antara manusia jika mereka saling marah dan hubungan mereka telah rusak”.
Tidak mungkin disebut beriman jika isi hatinya adalah benci.

‘Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam’. “(HR. Muslim, Hadits No. 2560).

Mencintai karena Allah merupakan bukti kesempurnaan iman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang shahih dikeluarkan oleh Abu Dawud dan yang lainnya:
‎مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ، وَأَبْغَضَ لِلَّهِ، وَأَعْطَى لِلَّهِ، وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

“Barangsiapa mencintai orang lain karena Allah, membenci orang lain karena Allah, ia memberi kepada orang lain karena Allah dan tidak memberi juga karena Allah, maka sungguh imannya telah sempurna.” (HR. Abu Dawud)

Ada waktunya bertemu dan berpisah karena Allah.
Semoga Allah menjaga kita dari sifat-sifat buruk akhir zaman ini.

Wallahu a’lam bisshowab

/Nita Septiani

Surga adalah Rumah Kita

Aa Gym Daarut Tauhiid Jakarta

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menolong, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang memiliki kebeningan hati, sehingga mudah menerima petunjuk dan nasehat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, setiap perintah Allah Swt. pastilah untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Tidak ada satupun perintah Allah kecuali pasti ada hikmah di dalamnya. Allah Maha Sempurna dalam segala sesuatu, termasuk dalam setiap rencana-Nya. Sehingga jika kita melihat dari berbagai sudut, yang akan kita temukan pastilah hanya kebaikan dan kebaikan.

Sesungguhnya rumah pertama kita adalah surga, kita adalah keturunan penghuni surga  dan rumah kembali kita adalah surga. Di dunia ini kita hanyalah mampir. Dan setiap kewajiban yang Allah perintahkan kepada kita itu sebenarnya mewajibkan kita untuk kembali  ke tempat asal muasal kita yaitu surga.

Allah Swt. berfirman, “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. di dekatnya ada surga tempat tinggal.” (QS. An Najm [53] : 13-15)

Ciri-ciri Penghuni Surga

Saudaraku, suatu hari Rasulullah saw. berbincang dengan para Sahabat, “Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?”

Para sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulullah!”

Beliau menjawab: “Yang Haram tersentuh api neraka adalah orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.” (Hadist Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban)

Lalu mungkin muncul pertanyaan dalam benak kita siapa itu Si Hayyin, Si Layyin, Si Qarib, dan Si Sahl yang tidak bisa disentuh oleh api neraka itu? Mari kita coba kupas satu persatu, semoga Sahabat bisa memahaminya dan mencoba membina diri untuk bisa mewujudkannya dalam diri kita masing-masing.

1. Hayyin

Hayyin adalah orang yang teduh jiwanya, memiliki sifat tenang dan berwibawa, baik pada sikap lahir maupun batinnya. Tidak labil atau tidak mudah tersulut emosi (ini karena kedalaman ilmunya tentang agama), tidak mudah marah, artinya dia orang yang pemaaf. Tidak grusa-grusu dalam segala hal, dan senantiasa penuh pertimbangan. Tidak gampang mencaci dan melaknat, dia senantiasa bisa menahan diri dengan memperbanyak istighfar.

2. Layyin

Layyin itu adalah orang yang sikapnya santun dan lembut, serta penuh kasih sayang, baik dalam bertutur-kata atau pada perbuatannya. Taukah engkau wahai saudaraku? Bahwa Si Layyin tidak pernah berbuat kasar atau melakukan perbuatan semau dirinya, ia tidak suka marah-marah pada saudaranya muslim tanpa alasan yang syar’i. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesamanya. Layyin adalah orang yang selalu berusaha menjaga perasaan orang lain, tidak ingin mempermalukannya dihadapan umum.

3. Qarib (orang yang dekat)

Qarib adalah orang yang mudah untuk diajak berteman, ia suka menyambung silaturahmi, mudah akrab dengan seseorang, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang mengajak bicara. Biasanya murah senyum, jika bertemu dengan saudaranya muslim wajahnya berseri-seri dan enak dipandang, suka menebarkan salam baik kepada orang yang ia kenal atau pada orang yang belum ia kenal. Qarib adalah orang yang banyak temannya karena kehadirannya selalu dinanti dan ketidakhadirannya selalu dicari. Itu semua karena Qarib adalah orang yang senantiasa mengutamakan kebersamaan, kekeluargaan, keutuhan, persatuan dan kesatuan. Tidak menginginkan perpecahan, pertengkaran, dan permusuhan.

4. Sahl (orang yang mudah)

Sahl adalah orang yang suka mempermudah urusan orang lain, tidak suka mempersulit sesuatu. Si Sahl ini selalu menawarkan solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan membuat orang lain susah, lari dan menghindar. Sahlin adalah orang yang suka membantu urusan dan meringankan beban orang lain.

Saudaraku, perjalanan kita adalah perjalanan menuju surga. Maka, amal-amal kita pun adalah amal-amal yang mengantarkan kepada surga. Allah Swt. menginginkan kita untuk selamat dalam perjalanan kita di dunia. Sehingga Allah berikan limpahan petunjuk yang sangat jelas mengenai bagaimana tata cara menempuh jalan keselamatan, termasuk sifat-sifat hamba yang tergolong ke dalam ahli surga di atas.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa antusias mengikuti petunjuk Allah Swt. melalui pengajaran Rasulullah Saw. sehingga kelak kita bisa kembali ke rumah yang penuh dengan kebahagiaan dan keselamatan yaitu surga. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

AL AQSHO; KIBLAT PERTAMA UMAT MUSLIM

wisata hikmah al aqsha

Tahukah sahabat bahwa masjid ini kali pertama dibangun pada masa Umar bin Khaththab, meskipun beberapa pendapat menyatakan bahwa masjid ini dibangun pada masa Kekhalifahan Umayyah.

Masjid ini memiliki kubah berwarna perak yang berdiri di kompleks Al-Haram Asy-Syarif di area seluas 14 hektare, yang terdiri dari beberapa Masjid – seperti Masjid Qibly, Masjid Buraq, dan Masjid Marwan.

Di kompleks tersebut, terdapat Dome of The Rock, yang dibangun oleh Khalifah Umayyah Abdul Malik bin Marwan. Sedangkan penambahan lapisan emas pada kubah dilakukan pada masa pemerintahan Ottoman.

Di sinilah letak tempat pijakan Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra Mi’raj, seperti yang terdapat dalam Al Qur’an Al Isra ayat 1.

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami”

wisata hikmah al aqsha
Pijakan Rasulullah saat akan Mi’raj ke langit ke tujuh

Dan keutamaan sholat di Masjid Al Aqsho juga diperkuat dengan Hadist

“Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat” – HR Ahmad dari Abu Darda.

Masya Allah betapa besar pahala yang akan didapatkan jika kita bisa beribadah di Masjid Al Aqsho – sekali saja dalam hidup kita.

Bismillah…

Mari niatkan untuk beribadah di Masjid Al Aqsho, semoga Allah ijinkan.

Wisata Hikmah Ziarah 3 Negeri Para Nabi (Mesir, Aqsho, Jordania)

14-25 Desember 2019

CONTACT:

0852-8910-2222

0812-1812-3311

wisatahikmah@dtjakarta.or.id

DOWNLOAD ITINERARY WH AQSA (JELAJAH 3 NEGERI NABI) 3 Periode 2019

TOP 3 OBJEK WISATA DI MAROKO

Ingin berkunjung ke Maroko?

Pastikan bahwa 3 objek wisata ini sudah ada di daftar itinerary kalian:

  1. El Bahia Palace

Dibangun pada abad ke-19 selama 14 tahun, istana ini memiliki ukiran yang sangat indah, hasil perpaduan arsitektur Islam dan Maroko. Detail dekorasi dimulai dari lantainya yang dilapisi marmer Carrara putih hingga langit-langitnya yang terbuat dari zouak (kayu lukis) yang rumit. Sementara halaman yang luas dicat dengan warna biru muda dan kuning.

Pembangunan dan dekorasi awal Istana Bahia dimulai oleh Vizier Si Moussa pada tahun 1860-an dan kemudian dilanjutkan pada tahun 1894 sampai 1900 oleh Abu ‘Bou’ Ahmed, seorang budak kulit hitam yang berhasil meraih kekuasaan sebagai vizier baru.

Lalu, tahun 1908, Istana Bahia ini beralih fungsi, dari semula sebagai sebuah istana menjadi tempat untuk menghibur tamu-tamu dari Prancis. Namun saat ini Istana Bahia berfungsi sebagai kantor milik pemerintah. Dan menariknya, sebagian dari delapan hektar komplek istana terbuka untuk umum. Termasuk 150 ruangan yang bebas dikagumi keindahannya oleh warga sipil.

  • Masjid Hasan II, Maroko

Bangunan ini memiliki menara pencakar langit setinggi 210 meter atau sekitar 689 kaki dan mampu menampung sekitar 25 ribu jamaah di bagian dalam dan 80 ribu pada bagian pelantaran luarnya. Tidak heran jika Masjid Hasan II ini disebut sebagai masjid terbesar ketiga di dunia, setelah Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Masjid ini mulai dibangun tahun 1980 dan didesain oleh arsitek berkebangsaan Perancis Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues. Tujuan awal dibangunnya Masjid Hasan II ini adalah untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Maroko, Hassan II. Dengan bangunannya yang menjorok ke samudra Atlantik membuatnya terlihat seakan akan berada di tengah laut.

Istimewanya, sebagian lantai masjid terbuat dari kaca tebal sehingga umat Muslim yang beribadah atau sujud dapat melihat langsung ke dalam laut Samudera Atlantik. Masya Allah.

  • Djeema El Fna

Adalah ikon wisatanya Maroko yang tak pernah tidur karena selalu sibuk dengan transaksi perdagangannya. Pusat pasar ini berada di seberang Masjid Koutoubiya. Berderet kereta kuda dan bus tingkat wisata yang ngetem menjadi pertanda jalan masuk ke area Djemaa El Fna. Karena keunikannya, Djemaa El Fna dimasukkan dalam UNESCO Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Ciri khas dari Djeema El Fna adalah bentuknya yang bak labirin dengan warna serupa yakni merah. Selain itu, warung makan dengan menu tradisional Maroko seperti Cuscus sampai gaya western menjadi pilihan. Kebanyakan makanan besar ini ada di kedai-kedai di pinggir lapangan. Dan menu khas dari pasar ini adalah tersedianya teh dengan daun mint yang melimpah. Ah, rasanya terasa segar dari sekarang!

Ingin melihat 3 objek wisata tersebut secara langsung?

Yuk, hubungi Wisata Hikmah yang siap melayani perjalanan Sahabat di nomor 0852-8910-2222/ 0812-1812-3311

Let’s go around the globe with Wisata Hikmah!

Inspirasi Kebaikan: Sebarkan hanya kebaikan dan syi’ar Islam di beranda media sosial

media sosial ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan waktu bagi kita umat muslim untuk membina diri melalui amalan, perbaikan sikap dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dimurkai Allah, termasuk banyak hal-hal sepele yang terlontar melalui ucapan baik langsung atau lewat media sosial yang berpotensi merusak ibadah puasa tanpa kita sadari. Termasuk dalam ikhtiar menaikkan level puasa apabila kita bisa mempuasakan mata kita dari berinteraksi dengan sosial media terlalu lama.

Namun, “Teknologi adalah karunia dan ujian dari Alloh, bisa memudahkan kita untuk memperbanyak kebaikan atau memperbanyak dosa.” Begitu pesan guru kita KH. Abdullah Gymnastiar.

Alangkah baiknya jika keberadaan media sosial digunakan secara bijak untuk #SyiarkanKebaikan di bulan Ramadhan

Bagaimana caranya? Simak 5 tips #SyiarkanKebaikan melalui media sosial di bawah ini

Pertama, Ubah Pola Pikir.

Berpikir panjang saat menulis setiap kata dan kalimat dalam tulisan di jejaring sosial media kita

Pertimbangkan manfaat yang penulis maupun pembaca lainnya dapatkan dari sebuah tulisan yang kita kirimkan.

Apalagi ketika berpuasa; nafsu, kemarahan, dan keluh kesah harus menjadi faktor utama yang harus dikendalikan untuk tidak dibagikan lewat media sosial.

Ingat, sebagai seorang hamba, kelak setiap yang kita perbuat termasuk tulisan di media sosial akan dipertanggungjawabkan kepada Allah Swt.

Kedua, Pilih Input yang baik.

Satu ungkapan terkenal mengatakan “You are what you read”.

Apa yang kita baca mempengaruhi pikiran yang akan menentukan keputusan dan tindakan kita.

Setiap hari kita tidak bisa menghindari jutaan informasi, berbagai status dan komentar di beranda media sosial yang belum tentu membawa manfaat baik kepada pembacanya.

Untuk itu, secara bijak kita perlu memilih siapa yang jadi teman dan kita ikuti update-nya di jejaring media sosial, Informasi yang baik dan berguna untuk dibaca akan memberikan dampak positif terhadap diri kita

Ketiga, Kurangi Porsi Menggunakan Media Sosial Saat Ramadhan

Bukan tidak boleh aktif di media sosial, namun hindari menggunakannya secara berlebihan. Jangan sampai  kegiatan berselancar di media sosial, chat, streaming, dan sebagainya membuat kita lalai dan lupa waktu untuk ibadah kepada Allah, apalagi di bulan yang detik demi detiknya berharga. Rugi!

Atur waktu agar gadget dan lainnya dapat dijauhkan ketika sedang beribadah, buka puasa dan sahur bersama keluarga. Manfaatkan informasi-informasi menarik tentang ramadhan melalui media sosial serta aplikasi yang dapat membantu ibadah.

Keempat, Hindarkan Media Sosial Dari Hal-Hal Yang Haram

Segala muatan yang mengandung unsur konten negatif, seperti: pornografi, kejahatan, dengki, kesombongan, kemarahan, permusuhan,sumpah serapah dan lainnya, merupakan suatu hal yang haram dan bertolak-belakang dengan semangat Ramadhan.

Kelima, #SyiarkanKebaikan

Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk berbagi dan menyebarkan syiar Islam melalui media sosial. Bagikan konten positif, tunjukkan inspirasi citra Islam yang santun dan rahmatan lil ‘alamin. Dengan begitu, kita menggunakan media sosial sebagai alat untuk memperbanyak amal kebaikan. Semoga menjadi amal shalih dan menambah pahala di bulan dimana dilipatgandakan pahala. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin

Humas DT Jakarta

Amalan Istimewa di Bulan Ramadhan

aagym amalan istimewa di bulan ramadhan
aagym amalan istimewa di bulan ramadhan
Aagym-Amalan istimewa di bulan Ramadhan

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas segalanya, tiada yang mampu menciptakan seluruh alam ini dengan segala isinya dan mengurusnya selain Dia. Dialah pula yang masih memberikan kita kesempatan untuk menyambut bulan yang paling kita rindukan, yaitu bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad saw, atas perjuangan beliaulah, cahaya Islam yang penuh keadilan dan keselamatan ini sampai kepada kita,

Hari berganti hari, tak terasa hari-hari Ramadhan sedang kita jalani. Bagi kita yang setiap tahun melalui Ramadhan, tidak seharusnya menjadikannya rutinitas ritual formal yang hampa dari nilai, yang dilakukan untuk sekedar menggugurkan sebuah kewajiban. Sebab jika demikian, puasa Ramadhan tidak mempunyai imbas apapun dalam perbaikan jiwa yang bersangkutan.

“…Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya)…” (HR. Tirmidzi)

Ramadhan bulan Istimewa

Ramadhan ini sebaiknya berbeda dengan ramadhan yang lalu. Caranya sedherhana: Ramadhan itu bulan istimewa, hari demi harinya istimewa, jam demi jam-nya istimewa. Maka jangan melakukan kecuali yang istimewa, pastikan setiap kita melakukan sesuatu dengan niat istimewa Lillahi ta’ala.

Kalau ada sampah di hadapan, kita biarkan atau ambil?

Kalau ada yang menghina, kita balas atau kita diamkan?

Kalau mau makan, kita habiskan sendirian, atau berbagi dengan yang lain?

Nah seperti itulah contoh dan amalan yang istimewa yang perlu kita terapkan di bulan Ramadhan, dengan niat untuk meraih ridha Allah.

Fastabiqul Khairat

Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat untuk fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Berlomba-lomba melaksanakan kebaikan lebih baik daripada hanya sekedar melakukan kebaikan, ibarat orang yang sedang lomba lari maka akan lebih cepat daripada orang yang latihan lari biasa. Begitu besarnya keutamaan bulan Ramadhan ini, sehingga rugi jika tidak kita gunakan untuk berlomba dalam kebaikan.

“Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru: “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan” (H.R. Tirmidzi)

Putus Harapan dari Makhluk (Ikhlas)

Dari semua yang di atas tadi, yang paling istimewa adalah melakukan sesuatu tanpa mengharap apapun dari Allah Swt. Itulah Ikhlas. Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah Swt. Jadi misalnya ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak dilihat orang, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa. Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan.

Masya Allah, bayangkan, jika kita melakukan segala sesuatu di bulan Ramadhan dengan niat dan amalan istimewa, disertai dengan semangat fastabiqul khairat dan keikhlasan, insya Allah kita bisa mempersembahkan pahala terbaik di bulan terbaik ini. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

Kiat Ramadhan Penuh Makna

kiat ramadhan penuh makna


Sahabat, Sya’ban semakin bergegas meninggalkan perputaran waktu. Ia pun akan segera digantikan dengan bulan baru. Tak terasa kedatangan Ramadhan tiba. Menjadi bagian dari sendi waktu setiap manusia. Aroma kedatangannya melingkupi seluruh penjuru langit dan bumi. Semua ciptaanNya pun kian mempersiapkan diri untuk menyambut mesra kedatangan bulan ini. Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita sambut dengan gembira, Marhaban Yaa Ramadhan.

Senang, sebab Ramadhan menjanjikan segalanya, khususnya memberi “bonus pahala” kepada kita dalam beribadah. Bahagia, karena hampir semua orang berlomba dalam memperbanyak amalan baiknya. Sehingga, peluang untuk berbuat dan menyaksikan maksiat otomatis berkurang.

Maklum, saat Ramadhan, dari mulai anak-anak, remaja, sampai bapak-ibu, kakek-nenek, semua berlomba mencari pahala. Yang sebelumnya jarang ke masjid untuk shalat, tiba-tiba saat Ramadhan ramai memakmurkan masjid. Kegiatan tadarus dan membaca Al-Qur’an selepas Isya, juga mampu mengalihkan perhatian sebagian besar umat Islam dari lagu-lagu yang selama ini jadi favoritnya. Ya, Ramadhan memang mampu memberi nuansa yang berbeda dengan bulan lainnya. Itu sebabnya, bulan Ramadhan selalu disambut gempita oleh kaum muslimin. Masya Allah…

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (H.R. Ahmad)

Nah, Sahabat. Maukah Ramadhanmu berbeda dari Ramadhan sebelumnya? Agar terjaga puasa kita, lebih baik dan penuh makna ramadhan kita, kami hadirkan beberapa tips:

Pertama, jaga kondisi tubuh.

Caranya? Olahraga adalah alternatif paling mudah. Istirahat cukup, tetapi jangan berlebihan (jangan terlalu banyak tidur) Menjaga kondisi tubuh tentu tujuannya agar kita bisa sukses menjalani puasa satu bulan penuh tanpa sakit, insya Allah.

Kedua, perbanyak aktivitas amal sholeh.

Semakin banyak aktivitas, semakin cepat waktu berlalu. Aktivitas di sini adalah yang berkaitan dengan pelaksanaan amal baik kita; seperti tarawih berjamaah di masjid diusahakan tanpa putus, tadarus Al-Qur’an minimal satu hari satu juz, membuat atau ikut acara sanlat, menghadiri kuliah subuh, dauroh Ramadhan, kajian Islam, dan lain-lain. Pastikan niatnya adalah dalam rangka mencari pahala dan ridha Allah semata.

Ketiga, hindari perbuatan maksiat, baik yang terang-terangan maupun tersembunyi.

Terus terang, kalau menahan lapar, insya Allah kita kuat. Tetapi, untuk urusan menahan hawa nafsu, ini yang perlu kuat ikhtiar. Tapi, ya namanya juga manusia, tempatnya lupa dan salah. Adakalanya kita tanpa terasa atau bahkan sengaja berbuat dosa. Aduh, bisa-bisa menguap pahala puasa kita, bahkan hanya dapat lapar dan dahaga saja. Naudzubillah min dzalik.

“Apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa.” (HR Bukhari Muslim)

Keempat, hilangkan aktivitas yang miskin manfaat bagi puasa kita.

Menonton TV atau berselancar media sosial? Ya, meski aktivitas itu tergolong mubah alias boleh-boleh saja dilakukan, tetapi kalau seharian bagaimana? Sahabat, puasa bukan berarti menghambat aktivitas kita yang lain. Sehingga inginnya di rumah saja. Itu kurang bermanfaat, dan yang pasti bisa membuat Ramadhan kita tidak nikmat dan bermakna. Ayo, jangan sia-siakan bonus pahala dari Allah.

Kelima, #SyiarkanKebaikan di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan selalu identik dengan Islam dan kaum muslimin. Nah, agar kebaikan di bulan ini sempurna, niatkan segala aktivitas baik yang kita lakukan sebagai syi’ar dakwah Islam. Inilah momen yang tepat untuk setiap individu muslim menggambarkan islam rahmatan lil ‘alamin

Itulah tips menjadikan bulan Ramadhan kita penuh makna. Siapkan segala bekal untuk terjun di medan yang penuh pahala, sekaligus tantangan. Inilah kesempatan kita untuk memperbaiki kualitas amal dan sekaligus memperbanyak amal shalih. Sahabat siap?

Lima Amalan yang Jangan Sampai Lepas

Aa Gym
Aa Gym
Aa Gym

Hadirin, jangan sampai lepas mengamalkan 5 amalan ini:

  1. Shalat. Perbanyak shalat. Kalau bisa minimal 40 rakaat sehari (17 fardhu, 10 Rawatib, 11 Tahajud+Witir, 2 duha)
  2. Qur’an. Jangan pernah lepas dari Qur’an. Tiap hari harus baca Qur’an, tidak boleh kalah dengan sibuk di Sosial Media. Usahakan 1 juz, mudah bila dicicil satu lembar sebelum shalat, dan satu lembar sesudah shalat. Cobalah hadirin, ajaib hidup ini bila kita semakin banyak sibuk dengan Qur’an
  3. Shalawat. “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali” (H.R. Al Baihaqi). Jadi, Allah akan membalas shalawat dengan kebaikan untuk kita. Lebih khusyuk jika sambil shalawat, mengenang perjuangan Rasulullah SAW.
  4. Istighfar. Perbanyak istighfar. Selain berharap terhapusnya dosa, ada 3 keutamaan istighfar: “Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad) Rasulullah yang bebas dari dosa saja 100x istighfar setiap hari. Bagaimana dengan kita?
  5. Shadaqah. Siapkan di saku ini siap sedekah. Lebih afdhol lagi, guru dari Aa Gym berpesan agar sedekah yang siap makan (misal beras), karena besar sekali pahala memberi makan.

kajian tauhid
Kajian Dzuhur di Masjid DT Jakarta

Lebih lanjut, Aa Gym menyampaikan tentang Sabar dan Shalat

“Hai orang-orang yang beriman ! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan Salat; sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. 2 / Al Baqarah : 154).

Sabar bukan berarti pasif, tetapi aktif mengendalikan diri tetap berada di jalan yang Allah sukai. Pikiran terkendali, perkataan dan perbuatan terkendali.

Setelah itu baru kita kerahkan diri untuk meminta tolong pada Allah dengan shalat. Jika shalatnya baik, maka segala aspek kehidupan akan menjadi lebih baik. Sebelum meminta tolong ke orang, sebelum bicara dengan orang, minta tolonglah ke Allah (sholat). Nanti Allah pertemukan kita dengan orang yang tepat yang bisa menjadi solusi. Karena Dia yang Maha Tahu setiap manusia.

Jangan takut dengan persoalan hidup, tapi takutlah tidak ditolong Allah. Jika Allah mempermudah urusan, maka urusan akan mudah, dan sebaliknya.

(Humas Daarut Tauhiid Jakarta)

Bukti Cinta

Bukti CInta kepada Allah

Sahabat yang baik,
Apa yang membedakan pecinta sejati dengan pecinta palsu? Pengorbanan-lah pembedanya. Semakin besar cinta seseorang, semakin besar pula pengorbanan yang ia berikan untuk sesuatu yang dicintainya. Sejarah orang-orang mulia menunjukkan bahwa cinta dan pe-ngorbanan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dan kita pun terlahir kedunia karena pengorbanan hidup dan mati ibunda kita mengandung dalam lemah dan berat serta melahirkan dalam sakit dan kepayahan.

Sahabat yang penuh cinta,
Bercerminlah dari sahabat Abu Bakar Shiddiq. Pembelaannya terhadap Rasulullah saw demikian hebatnya. Kecintaannya sungguh besar. Saat situasi genting menjelang hijrah Rasulullah saw. ke Madinah, Abu Bakar -semoga Allah meridhoinya- tampil dengan segala pe-ngorbanan. Ia membersamai Rasulullah saw dengan segala risiko, menjadi tameng Rasulullah saw. dari segala kemungkinan buruk yang direncanakan oleh orang-orang kafir Quraisy. Ia korbankan pula seluruh hartanya. Bahkan ia kerahkan anggota keluarganya untuk menolong dakwah Islam. Apa yang beliau lakukan itu sesuai dengan ungkapannya sendiri, “Hal yanqushud-dinu wa ana hayyun” (Tidak boleh Islam berkurang sementara saya masih hidup).

Sahabat,
Seorang da’i bernama Hasan Al Banna menyeru jalan kebangkitan dan salah satu pilarnya adalah pengorbanan agung yang tidak terganjal oleh ketamakan dan kekikiran.

Mari belajar kepada seorang sahabat bernama Basyir Bin Al-Khashashiyyah. Ia datang kepada Rasulullah saw. untuk berbai’at atas Islam. Rasulullah saw. mensyaratkan kepadanya untuk bersaksi tiada tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah abdi dan utusan-Nya; melaksanakan shalat lima waktu; berpuasa di bulan Ramadhan; mengeluarkan zakat; menunaikan haji; dan berjihad di jalan Allah. Mendengar itu semua, Basyir menyahut, “Ya Rasulullah, yang dua hal (terakhir itu), saya tidak mampu. Tentang zakat, saya tidak punya harta selain sepuluh ekor unta. Dan itu adalah andalan dan kendaraan keluarga saya. Sedangkan tentang jihad, saya dengar orang-orang mengatakan bahwa siapa yang lari dari medan jihad maka ia akan mendapatkan murka Allah. Dan saya memang orang yang penakut.” Mendengar itu Rasulullah menarik kembali tangannya kemudian menggerak-gerakkannya seraya mengatakan, “Wahai Basyir, tanpa shadaqah dan tanpa jihad? Lalu dengan apa kamu akan masuk surga?” Basyir akhirnya menjawab, “Jika demikian, saya berbai’at untuk semua itu.” (Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Hakim, Al- Baihaqi, dan lain-lain)

Di momen yang lain, saat kaum Muslimin berhadapan dengan pasukan Quraisy dalam perang Badar, Rasulullah saw. mengatakan kepada para sahabat, “Bangkitlah kalian menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi!” Demi mendengar kalimat itu, ‘Umair bergumam, “Surga seluas langit dan bumi? Wah, wah!” Mendengar itu Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang membuatmu mengucapkan kata itu?” ‘Umair menjawab, “Tidak apa-apa, saya cuma ingin termasuk penghuninya.” Rasulullah saw. menjawab, “Ya kamu termasuk penghuninya.” ‘Umair yang tengah memakan kurma pun lantas berkata, “Sungguh terlalu lama bila saya harus menunggu habisnya kurma ini.” Maka ia pun meletakkan kurma-kurma di tangannya lalu menyeruak masuk ke tengah barisan musuh untuk bertarung hingga mati syahid. (Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain)

Sahabat,
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (kalimat tauhid) bagaikan pohon yang baik. Akarnya menghujam bumi dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap saat dengan seizin Tuhannya.” (Q.S. Ibrahim: 25)
Pengorbanan generasi-generasi terdahulu telah ditorehkan. Atas izin Allah, dengan pengorbanan mereka, keindahan Islam menyebar ke tengah manusia, menyebarkan cahaya dan membuat berbondong-bondong manusia mendapatkan cahaya hidayah.
Lalu, apa pengorbanan kita?

Ust. H.M. Hari Sanusi